“Oh.... maaf aku tak sengaja menumpahkan itu padamu.” ucap Mark baru menyadari jika dirinya membuat kotor baju Fiona.
“Ya tuan tak apa nanti aku bisa ganti baju bersih.”Fiona melepaskan tangannya dari pinggang Mark kemudian melipat apron di tangannya, beralih menetap noda kotor di bajunya.
“Oh... mengenai hal itu sebenarnya aku tidak mempunyai baju wanita di rumah ini.”
“What ?” Fiona terkejut dan tak bisa membayangkan apakah dia harus memakai baju kotor itu seterusnya. “Oh...” lebih parahnya ia membayangkan dirinya harus menanggalkan baju kotor tersebut dan harus bertelanjang.
“mmm.... aku akan membelikan baju baru untukmu nanti malam. Sebaiknya sekarang kau mengenakan baju yang ada dulu.”
Fiona mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. Jika tak ada baju wanita lainnya di sana lalu apa yang harus dia pakai.
“Ini pakai ini dulu.” Mark mengambilkan pakaiannya, sebuah kemeja kotak-kotak berwarna coklat dari lemari pakaiannya.
Fiona menerima kemeja bermotif kotak itu dan kemudian membawanya masuk ke kamar mandi untuk berganti di sana.
“Lumayan juga daripada memakai baju yang kotor.” ia melihat kemeja yang ia kenakan saat ini yang kebesaran ya pakai dan panjangnya hampir mencapai lutut.
Selesai berganti baju Fiona keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang kerja tuannya.
“Tuan apa ada yang bisa kubantu lagi ?”
“Astaga...!” Mark terkejut sekali gadis itu kembali muncul dengan tiba-tiba di ruangan kerjanya. “Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dulu atau mungkin memanggilku saat masuk kemari ?” pria itu sampai mengelus dadanya untuk kesekian kalinya karena terkejut.
“Ya, tuan aku akan berusaha melakukannya.” timpal Fiona singkat.
Mark kembali mengerjakan lukisannya yang baru saja ia mulai.
“Tuan apa ada yang bisa kubantu ?” tawar Fiona sembari mendekat pada tuannya.
“Belum ada.” jawab Mark singkat karena ia sedang berkonsentrasi menyelesaikan lukisannya.
Ya, pria itu bisa melukis dengan cepat jika tak ada gangguan di rumahnya. Selama ini ia tinggal seorang diri di rumah dan sama sekali tak ada gangguan. Dengan adanya Fiona membuat konsentrasinya sedikit terpecah.
“Ya, baiklah.” karena ada yang bisa saya bantu maka gadis itu pun duduk di sebuah kursi yang ada di ruangan itu.
“ck... jika melukis dia sama sekali tak melihat ataupun memperhatikan keadaan sekitar.” gumam Fiona lirih sudah duduk dua jam di sana dan tuannya itu masih tetap saja melukis bahkan posisinya duduknya tak berubah.
“huft...” satu jam kemudian Mark berhenti melukis dan beristirahat sejenak. “Kenapa sekarang sepi ?”
Mark merasa Fiona sudah tak membuat gaduh lagi dan ia penasaran apa yang dilakukan gadis itu.
“Oh...” Mark melihat Fiona yang dan untuk di kursi dan menyilangkan kedua kakinya memperlihatkan paha mulusnya.
Ia pun segera mengalihkan pandangannya sambil mengusap wajahnya. “Apa yang ku pikirkan dia hanyalah manekin saja.” Mark merasa jantungnya berdegup tidak seperti biasanya dan mencoba untuk menyetabilkannya.
Malam hari Mark menghampiri Fiona yang duduk di ruang tengah.
“Kita pergi ke mall sekarang untuk beli baju mu.” ajak Mark setelah selesai bersiap.
Fiona mengangguk saja dan segera berjalan mengikuti pria itu masuk ke mobil biru yang kemudian melaju ke pusat perbelanjaan.
“Kita sudah tiba.” Mark turun dari mobil setelah memakai mobilnya di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota.
“Tapi...” Fiona ragu mau ikut atau tidak karena sebelumnya dia akan berubah menjadi manekin kembali saat ada seseorang yang melihatnya.
Terlepas dari itu semua Fiona pun melangkahkan kakinya setelah turun dari mobil. Dan ternyata ia masih berwujud manusia karena memang saat itu di tempat parkir sepi hanya ada mereka berdua.
“Fiona kau lambat sekali.” Mark menoleh ke belakang setelah keluar dari tempat parkir dan betapa terkejutnya dia saat ia melihat gadis itu sudah berubah menjadi manekin.
“Ohh....” ia pun kembali dan terpaksa membawa Fiona dalam wujud manekin masuk ke mall.
Selama di dalam mal banyak pasang mata yang menatap ke arahnya makan tak sedikit dari mereka yang mencibirnya dan menertawakannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
neng ade
Semoga aja Mark mendapatkan
jodoh nya seperti Fiona
2023-03-08
0
pusat herba
Bagus nih kak ceritanya
2023-02-05
0