Fiona mendengar semua yang diucapkan oleh tuannya pada dirinya.
“Apa yang tuan maksud aku menjadi model manekin ?” batin Fiona tersenyum dalam hati.
Ya, gadis itu dulunya sempat bercita-cita menjadi model semasa hidupnya, namun karena suatu hal dan banyak halangan yang merintanginya maka ia pun mengurungkan niatnya menjadi model. Dan ia pun tak menyangka sama sekali saat ini ia mendapatkan tawaran menjadi model meskipun dalam wujud manekin.
“Tuan seandainya saja aku bisa memberitahumu sekarang.” Fiona hanya bisa menatap tuannya yang terus mengajaknya bicara dan menatapnya intens.
Malam hari pukul 23.00
Semua pelukis yang menjadi peserta pameran galeri tengah bersiap dan berbenah untuk pulang setelah acara pameran itu selesai 2 jam yang lalu.
“Edison kau sudah selesai berkemas ?” tanya Mark pada salah satu temannya yang terlihat membawa beberapa perlengkapan.
“Sebenarnya belum. Beberapa lukisanku aku tinggal di gudang dan akan aku ambil besok. Aku lelah dan ingin segera beristirahat.” timpal Edison terlihat buru-buru dan raut muka yang lelah.
“Ya kawan, selamat beristirahat.”
Setelah temannya itu berlalu dari galeri seni maka Mark pun juga keluar dari sana setelah berpamitan pada yang lainnya juga sambil membawa Fiona masuk ke dalam mobil birunya.
Di dalam mobil Fiona yang sudah berubah kembali menjadi manusia tiba-tiba memulai percakapan.
“Tuan, tadi tuan bilang tentang seseorang yang berniat ingin menyewaku.” ucapnya dengan penuh semangat.
“Ya, kau pasti menolaknya atau tidak mau bukan ?”
Fiona menggeleng dengan mata yang melebar seperti kucing.
“Jangan bilang kau menerimanya.”
Fiona mengangguk dengan cepat sambil tersenyum lebar.
“Oh My God...” Mark menarik nafas dengan kasar tak menyangka sana gadis itu mempunyai pikiran yang berlawanan dengan dirinya. “Itu artinya kau berada di butik G. S dalam waktu lama dan tak akan bertemu denganku tentunya.
“Apakah tuan merindukan ku ?” balasnya bercanda.
“Siapa bilang aku rindu pada mu.” sangkal Mark meskipun ia sendiri tak tahu pasti alasannya kenapa ia berat melepaskan manekinnya itu.
Fiona pun sadar diri jika bukan karena tuannya itu, ia tak akan ada di dunia ini dan ia tak mungkin meninggalkannya begitu saja seperti kacang lupa pada kulitnya.
“Tuan... aku sangat tertarik sekali menjadi manekin peraga dan lagi gajinya bisa untuk tuan. Satu lagi aku ingin setiap sore pulang ke rumah tuan.” ucap Fiona sekaligus untuk balas budi.
“Tidak... aku tidak mau gaji mu. Itu kerja kerasmu sendiri jadi kau pakai saja.” ia pun tersenyum dalam hati mendengar Fiona menyebutkan tetap ingin pulang ke rumahnya.
“Tunggu dulu. Itu artinya aku harus mengantar jemputmu setiap hari ke butik Grimme Shine ?” Mark baru tersadar jika nantinya ia akan bertambah sibuk karena itu.
🌻
🌻
Keesokan paginya Mark menghubungi nomor tuan Jimmy.
“Halo tuan Jimmy, ini Mark Elton.” ucapnya setelah telepon tersambung.
Tuan Jimmy sedang berada di butiknya dan kebetulan sekali ia akan menelepon Mark, namun pria itu menghubunginya lebih dulu.
“Ya tuan Mark.” jawabnya cepat dan tak sabar ingin segera mendengar jawaban dari pria tersebut.
“Tuan Jimmy aku setuju anda menyewa menaikinku tapi aku punya syarat untuk anda.”
“Syarat ? Katakan saja tuan.”
“Begini tuan aku tak bisa meninggalkan manekinku di butikmu selama 24 jam per harinya. Karena manekin ku bilang ia ingin pulang.”
Tuan Jimmy terkekeh mendengar candaan tuan Mark. “Anda bisa saja tuan.”
Dan Mark baru tersadar pada ucapannya yang salah. “Maksud ku aku ingin manekin ku setiap hari kembali ke rumah ku dan aku akan mengantarnya juga menjemputnya setiap hari.” Mark meralat ucapannya.
“Aneh sekali...” pikir tuan Jimmy. “Ya baiklah tuan aku setuju.” ucap pria itu pada akhirnya setelah diam agak lama untuk berpikir. Dan ia menyetujui persyaratan dari tuan Mark karena dia memang benar-benar membutuhkan manekin nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
bakpau endol
Fiona tenar bgt
2023-02-19
0