Beberapa hari berlalu dan seperti biasa setiap pagi Mark selalu mengantar Fiona ke butik dan sorenya ia menjemput pulang.
“Tuan sarapannya sudah siap.” ucap Fiona setengah berteriak dari dapur memanggil tuannya.
“Ya, aku akan ke sana.” Mark berada di ruang kerjanya dan melanjutkan melukis yang semalam belum ia selesaikan kemudian masuk ke dapur.
“Aku tidak menyangka saja seorang manekin bisa membuat masakan seenak ini.” Mark memuji masakan Fiona setelah makanya setengah piring.
Fiona hanya diam saja mendengar pujian dari tuannya. Bagaimana dia tidak pintar memasak jika di kehidupan aslinya dia seorang lulusan dari universitas jurusan boga.
“Ternyata ilmuku dari college dulu ada gunanya juga.” Fiona merasa bangga hanya dengan mendengar pujian dari tuannya saja.
“Kau tidak bersiap ?” Mark melihat Fiona yang tampak asyik melamun menatapnya.
“Ahh... iya.” Fiona terlihat salah tingkah dan segera pergi dari sana kemudian berganti baju.
“Tuan pasti salah paham padaku saat aku menatapnya tadi.” gumamnya selesai berganti baju. “Oh kenapa juga aku tadi menatapnya ?”
Sementara Mark berada di depan cermin menatap pantulan dirinya. “Apakah dia mengira aku cool hingga tak berkedip saat menatap ku ?” ia tersenyum dan menata kembali rambutnya yang sedikit berantakan sambil menyebabkan parfum ke seluruh tubuhnya.
“Tuan aku sudah selesai.” Fiona mengintip dari pintu tuannya karena sudah hampir 10 menit ia menunggu dan tuannya tak keluar juga dari kamar.
“Ups...” Fiona langsung berpaling dan menutup kedua matanya saat melihat tubuh tuannya yang setengah telanjang dimana terlihat otot dadanya yang seksi.
“Ohh....” Mark tak tahu jika Fiona mengintip nya dan ia pun segera mengancingkan bajunya karena malu ada seseorang yang melihatnya, apalagi seorang gadis. “Tunggu di depan aku akan selesai sebentar lagi.”
Tanpa menjawab, Fiona pun langsung kabur ke depan masih dengan menutup kedua matanya.
“Auwh...” ia pun menyingkirkan kedua tangannya dari mata setelah terbentur meja saat berjalan.
Fiona menoleh ke belakang sambil memegang dadanya serta mengatur nafasnya yang jadi tidak beraturan setelah melihat tadi. “Huft... aku tidak boleh memikirkan aneh-aneh.” gumamnya lalu menepuk sendiri jidatnya agar sadar dari pikirannya pada Mark yang menjadi kemana-mana.
“Ayo kita segera berangkat kerjaanku masih banyak.” Mark datang dari belakang dan langsung membawa Fiona yang belum berubah wujud menjadi manekin keluar.
“Tuan apa tuan lakukan ?”
“Sudah kubilang pekerjaanku banyak dan aku buru-buru.” dalam sekejap Fiona sudah berubah kembali menjadi manekin begitu kaki Mark berada di luar pintu.
Setelah Fiona duduk di kursinya pun segera melanjutkan mobilnya menuju ke butik Grimme Shine tanpa mengobrol.
“Nona Julia ini Fiona.” Mark menyerahkan manekinnya pada desainer kepercayaan tuan Jimmy kemudian segera kembali ke rumah.
“Jadi Fiona hari ini temanya adalah wedding dan aku akan mengenakan gaun pengantin pada mu.” gumam wanita itu yang jadi terbiasa dengan nama tersebut.
🌻
🌻
Terlihat pengunjung memadati butik dan banyak dari mereka keluar dari butik dengan membawa beberapa pakaian dari sana.
“Kurasa dengan adanya Fiona membuat penjualan butik ini meningkat dari biasanya.” Tuan Jimmy sedang berada di sebuah ruangan dan memeriksa laporan keuangan, mendapati omset penjualannya meningkat 30% dari sebelumnya.
“Meskipun aku tak bernafas dalam wujud ini tapi kenapa aku merasa sesak melihat banyaknya pengunjung yang datang ?” Fiona menatap pengunjung yang silih berganti datang dan pergi tanpa henti dari pagi hingga sore.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Amber Kiss❤️
Sukses
2023-03-12
1