Mark berbalik dan menghentikan jalannya saat mendengar suara seseorang yang memanggilnya.
“Ben ??” ucapnya memanggil nama temannya itu. “Apa yang kau lakukan di sini ?” sambung Mark.
“Aku kemari membeli bahan makanan yang habis. Kau sendiri ?” Ben menatap baju wanita yang ada di tangan Mark. “Ohh... kau punya kekasih baru rupanya.” pria itu tersenyum kecil dan merasa senang saja akhirnya temannya itu mempunyai kekasih juga setelah sekian tahun lamanya Mark menjomblo.
“Sebenarnya ini bukan untuk kekasihku tapi untuk ini.” Mark menunjukkan manekin yang dibawanya dan sontak saja itu membuat Ben terkejut.
“Mark kau masih waras bukan ?” respon Ben seperti kebanyakan pengunjung Mall lainnya yang mengira pria itu sudah kehilangan akalnya dan mencari seorang manekin karena benar-benar putus asa setelah sekian lama tak pernah menjadi hubungan dengan seorang wanita.
“Tentu saja aku masih waras. Aku membawanya kemari karena ingin melihat secara langsung baju yang mana yang pas untuknya.” kilah Mark menyangkal tuduhan tanpa bukti yang di alamatkan padanya dan tak terima dikatai seperti itu.
Ben melihat manekin yang dibawa oleh Mark. “Manekin mu cantik sekali jika dia benar-benar seorang manusia pastilah dia menandingi kecantikan seorang artis.”
Mark hanya mengangguk dan mengerutkan keningnya saja menanggapi perkataan temannya tersebut.
“Oke aku balik dulu kau lanjutkan belanjamu.” Ben berpamitan karena masih ada banyak yang harus ia beli dan ia tak mau kekasihnya menggombal padanya karena lama menunggu dirinya.
Mark kemudian menuju ke kasir dan menyelesaikan pembayarannya. Di tengah jalan saat akan pulang dia merasa perutnya lapar.
“Mungkin jika makan sebentar di sini saja tak masalah.” pria itu kemudian berhenti di sebuah outlet makanan yang ada di mall.
“Fiona aku lapar, kau tak masalah kan menemaniku sebentar duduk di sini ?” ucapnya mengecek bicara manakinnya itu sambil duduk setelah mendudukkan Fiona di sebuah kursi di depannya.
“Ini tuan pesanan anda.” beberapa menit kemudian seorang pelayan datang ke meja Mark dan mengantarkan pesanannya.
“Terimakasih.”
Sebelum pergi pelayan tadi menatap ke kursi yang di duduki oleh Fiona. “Apa pria ini benar-benar waras ? Ia berkencan dengan seorang manekin ?” menatap Mark dengan tatapan aneh.
“Maaf apa ada sesuatu yang tertinggal di sini ?” tanya Mark saat pelayan itu masih menatapnya selama beberapa detik.
“Oh... tidak ada tuan.” ia terlihat salah tingkah dan kemudian segera kembali ke tempatnya bekerja.
“Lihat ini Fiona semua orang mengatai ku aneh karena aku pergi membawa dirimu. Pasti pelayan tadi juga berpikiran yang sama dengan pengunjung lainnya.” keluh Mark menatap Fiona yang tentu saja hanya diam dan tak merespon dalam wujud manekin.
Mark segera menyantap makanan yang ia pesan sebelum dingin dan rasanya akan berubah pastinya.
“Apakah gadis yang ada di kursi itu manekin ?” ucap seorang pengunjung lainnya menatap ke arah kursi Fiona duduk.
“Ya, benar itu manekin.” jawab pengunjung lainnya menanggapi sambil menatap ke arah yang ditunjuk oleh temannya tadi.
“Pria itu bicara dengan manekin dan terlihat aneh sekali. Apakah dia pasien Rumah Sakit Jiwa ?”
“Bisa jadi atau gangguan mental disorder lainnya.” timpal pengunjung lain menanggapi.
Mark merasa saat ini banyak pasang mata yang mengarah pada dirinya.
“Aku harus mempercepat makanku.”pria itu pun segera menghabiskan menu makanan yang dipesannya agar bisa keluar dari mall secepatnya. Namun tetap saja ia mengajak ngobrol Fiona dalam wujud manekin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
agen hijau
Meski di kira gila tpi ya ttp z
2023-02-03
0