Mark sempat mengikuti Thomas masuk ke dapur untuk melihat sebentar. “Ternyata Fiona memang berubah menjadi manekin kembali.” batinnya melihat patung lilin Fiona yang duduk di kursi dapur sambil mengerutkan keningnya.
“Mark kuharap kau tidak kehilangan akalmu dan berkencan dengan seorang boneka.” ucap Thomas kemudian berjalan keluar rumah sambil tertawa menyedihkan menatap temannya itu.
“Hey, tentu saja tidak. Aku masih normal.” protesnya pada Thomas yang sudah berjalan jauh dari rumahnya.
“Ooh....” Mark menarik nafas kasar dan kembali masuk ke rumah. Ia pun kembali ke dapur untuk melanjutkan makannya yang belum selesai.
“Siapa pria tadi ?” ucap Fiona tiba-tiba yang membuat Mark kaget.
“Ooh....” Mark kembali menarik nafas panjang karena masih belum terbiasa melihat manekin hidup dan bisa bicara sambil duduk kembali ke tempatnya.
“Dia temanku seorang pelukis juga. Dia kehabisan cat dan meminta padaku.” Fiona hanya mengangguk saja mendengarkan penjelasan dari Mark.
“Oh ya bukankah tadi sewaktu Thomas datang kemari kamu berubah menjadi manekin, tapi sekarang kamu sudah kembali lagi menjadi manusia ?”
“Aku sendiri juga tidak tahu. Tiba-tiba saja tubuhku tak bisa digerakkan saat temanmu tadi masuk ke sini.”
Mark kemudian meneruskan makannya yang belum selesai. sedangkan Fiona hanya duduk diam menatap tuannya saja.
Satu jam berikutnya Mark sudah berada di ruang kerjanya. Ia mengenakan baju dinasnya untuk melukis, sebuah apron berwarna hitam dan kursi kayu setinggi canvasnya.
“I'm sure that you know it...” entah kenapa pria itu tiba-tiba bersenandung lirih sambil menggerakkan kuasnya di atas kanvas dengan penuh perasaan.
Ya, Mark akan bersenandung jika dia merasakan senang. Meskipun Seorang pelukis tapi dia juga menyukai lagu-lagu romantis. Bahkan ia sampai mengoleksi semua lagu-lagu yang disukainya.
“Suaranya merdu sekali.” gumam Fiona yang berada di kamar barunya mendengar suara seseorang menyanyi. “Suara siapa itu ?” ia pun beranjak dari kamarnya untuk melihat siapa yang sedang bersenandung.
“Ohh... ternyata tuan.” pekik lirih Fiona saat mencari asal sumber suara tersebut dan ternyata itu adalah suara Mark.
“Aku akan mendengarnya saja dari sini.” batin Fiona berdiri di depan pintu ruangan Mark bekerja.
“Oh...sejak kapan kau ada di sana ?” Mark kembali terkejut pada kedatangan Fiona yang tiba-tiba dan dia tidak mengetahuinya.
“Sudah 30 menit yang lalu tuan.”
Mark hanya diam saja bagaimana bisa ia sampai tidak tahu kedatangan Fiona dan membuatnya langsung berhenti bersenandung, malu dengan suara yang menurutnya sumbang.
“Kenapa kau tidak istirahat saja di kamar ?” tanya Mark sambil kembali menggoreskan kuasnya di canvas.
“Tadinya, tapi aku mendengar suara merdu dan aku mengikutinya ternyata itu suaramu, tuan.”
Mark kembali diam dan sebenarnya dia tersipu mendengar pujian dari Fiona yang mengatakan suara sumbangnya itu merdu.
“Apa kau perlu bantuanku, tuan ?” tawar Fiona sambil masuk ke ruangan.
“Apa ya...” Mark melihat ke sekitar dan mencari sesuatu yang bisa di kerjakan Fiona. Mungkin kau bisa membantuku menjemur lukisan yang sudah selesai itu.”menunjuk ke arah lukisan yang masih basah.
“Ya, tuan.”
Fiona kemudian membawa dua canvas yang masih basah keluar dari ruangan dan membawanya ke ruang belakang di mana di sana angin bertiup kencang.
Karena tak ada yang bisa ia kerjakan lagi setelah kembali, maka ia hanya duduk di samping Mark dan menunggunya melukis.
“Akhirnya selesai juga.” tiga jam kemudian pria itu berhasil menyelesaikan lukisan ke-3 nya.
“Tuan biar aku saja yang melakukannya.” Fiona berinisiatif sendiri dan membantu pria itu melepaskan apron.
Sementara Mark hanya menahan nafasnya saja saat gadis itu menyentuh pinggangnya untuk melepaskan tali apron. Bahkan dia pun merasa gugup setelah sekian lama tak ada wanita yang menyentuhnya.
“Oh....maaf.” saking gugupnya saat merasakan nafas hangat Fiona meniup lehernya, membuatnya secara tak sengaja menumpahkan cat yang ada di tangannya saat itu.
“Oh sial... !” pekik Fiona melihat bajunya yang terkena noda cat yang tumpah dari tangan Mark saat pria itu berbalik menghadap dirinya.
Fiona hanya bisa melihat saja noda cat yang memenuhi bajunya, tepatnya satu-satunya baju yang dimilikinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
shasya
Lanjut donk
2023-02-19
0
sigigi manis
Hantu kali dia
2023-02-03
0