Eps. 7 Noda Cat

Mark sempat mengikuti Thomas masuk ke dapur untuk melihat sebentar. “Ternyata Fiona memang berubah menjadi manekin kembali.” batinnya melihat patung lilin Fiona yang duduk di kursi dapur sambil mengerutkan keningnya.

“Mark kuharap kau tidak kehilangan akalmu dan berkencan dengan seorang boneka.” ucap Thomas kemudian berjalan keluar rumah sambil tertawa menyedihkan menatap temannya itu.

“Hey, tentu saja tidak. Aku masih normal.” protesnya pada Thomas yang sudah berjalan jauh dari rumahnya.

“Ooh....” Mark menarik nafas kasar dan kembali masuk ke rumah. Ia pun kembali ke dapur untuk melanjutkan makannya yang belum selesai.

“Siapa pria tadi ?” ucap Fiona tiba-tiba yang membuat Mark kaget.

“Ooh....” Mark kembali menarik nafas panjang karena masih belum terbiasa melihat manekin hidup dan bisa bicara sambil duduk kembali ke tempatnya.

“Dia temanku seorang pelukis juga. Dia kehabisan cat dan meminta padaku.” Fiona hanya mengangguk saja mendengarkan penjelasan dari Mark.

“Oh ya bukankah tadi sewaktu Thomas datang kemari kamu berubah menjadi manekin, tapi sekarang kamu sudah kembali lagi menjadi manusia ?”

“Aku sendiri juga tidak tahu. Tiba-tiba saja tubuhku tak bisa digerakkan saat temanmu tadi masuk ke sini.”

Mark kemudian meneruskan makannya yang belum selesai. sedangkan Fiona hanya duduk diam menatap tuannya saja.

Satu jam berikutnya Mark sudah berada di ruang kerjanya. Ia mengenakan baju dinasnya untuk melukis, sebuah apron berwarna hitam dan kursi kayu setinggi canvasnya.

“I'm sure that you know it...” entah kenapa pria itu tiba-tiba bersenandung lirih sambil menggerakkan kuasnya di atas kanvas dengan penuh perasaan.

Ya, Mark akan bersenandung jika dia merasakan senang. Meskipun Seorang pelukis tapi dia juga menyukai lagu-lagu romantis. Bahkan ia sampai mengoleksi semua lagu-lagu yang disukainya.

“Suaranya merdu sekali.” gumam Fiona yang berada di kamar barunya mendengar suara seseorang menyanyi. “Suara siapa itu ?” ia pun beranjak dari kamarnya untuk melihat siapa yang sedang bersenandung.

“Ohh... ternyata tuan.” pekik lirih Fiona saat mencari asal sumber suara tersebut dan ternyata itu adalah suara Mark.

“Aku akan mendengarnya saja dari sini.” batin Fiona berdiri di depan pintu ruangan Mark bekerja.

“Oh...sejak kapan kau ada di sana ?” Mark kembali terkejut pada kedatangan Fiona yang tiba-tiba dan dia tidak mengetahuinya.

“Sudah 30 menit yang lalu tuan.”

Mark hanya diam saja bagaimana bisa ia sampai tidak tahu kedatangan Fiona dan membuatnya langsung berhenti bersenandung, malu dengan suara yang menurutnya sumbang.

“Kenapa kau tidak istirahat saja di kamar ?” tanya Mark sambil kembali menggoreskan kuasnya di canvas.

“Tadinya, tapi aku mendengar suara merdu dan aku mengikutinya ternyata itu suaramu, tuan.”

Mark kembali diam dan sebenarnya dia tersipu mendengar pujian dari Fiona yang mengatakan suara sumbangnya itu merdu.

“Apa kau perlu bantuanku, tuan ?” tawar Fiona sambil masuk ke ruangan.

“Apa ya...” Mark melihat ke sekitar dan mencari sesuatu yang bisa di kerjakan Fiona. Mungkin kau bisa membantuku menjemur lukisan yang sudah selesai itu.”menunjuk ke arah lukisan yang masih basah.

“Ya, tuan.”

Fiona kemudian membawa dua canvas yang masih basah keluar dari ruangan dan membawanya ke ruang belakang di mana di sana angin bertiup kencang.

Karena tak ada yang bisa ia kerjakan lagi setelah kembali, maka ia hanya duduk di samping Mark dan menunggunya melukis.

“Akhirnya selesai juga.” tiga jam kemudian pria itu berhasil menyelesaikan lukisan ke-3 nya.

“Tuan biar aku saja yang melakukannya.” Fiona berinisiatif sendiri dan membantu pria itu melepaskan apron.

Sementara Mark hanya menahan nafasnya saja saat gadis itu menyentuh pinggangnya untuk melepaskan tali apron. Bahkan dia pun merasa gugup setelah sekian lama tak ada wanita yang menyentuhnya.

“Oh....maaf.” saking gugupnya saat merasakan nafas hangat Fiona meniup lehernya, membuatnya secara tak sengaja menumpahkan cat yang ada di tangannya saat itu.

“Oh sial... !” pekik Fiona melihat bajunya yang terkena noda cat yang tumpah dari tangan Mark saat pria itu berbalik menghadap dirinya.

Fiona hanya bisa melihat saja noda cat yang memenuhi bajunya, tepatnya satu-satunya baju yang dimilikinya.

Terpopuler

Comments

shasya

shasya

Lanjut donk

2023-02-19

0

sigigi manis

sigigi manis

Hantu kali dia

2023-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 Pameran Lukisan
2 Eps. 2 Nightmare
3 Eps. 3 Kejadian Aneh
4 Eps. 4 Bukan Halusinasi
5 Eps. 5 Pemberian Nama
6 Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7 Eps. 7 Noda Cat
8 Eps. 8 Membeli Baju Baru
9 Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10 Eps. 10 Tidak Waras
11 Eps. 11 Menumpang Tidur
12 Eps. 12 Sebuah Pelukan
13 Eps. 13 Ikut Pameran
14 Eps. 14 Dewi Fortuna
15 Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16 Eps. 16Tawaran Kerja
17 Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18 Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19 Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20 Eps. 20 Omzet Meningkat
21 Eps. 21 Populer
22 Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23 Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24 Eps. 24 Pindah Kerja
25 Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26 Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27 Eps. 27 Sesi Pemotretan
28 Eps. 28 Gagal Fokus
29 Eps. 29 Menghindar
30 Eps. 30 Demam
31 Eps. 31 Demam Turun
32 Eps. 32 Lelah
33 Eps. 33 Mencuri Dengar
34 Eps. 34 Hanya Kebetulan
35 Eps. 35 Rasa Iri
36 Eps. 36 Membakar Galeri
37 Eps. 37 Aroma Minyak
38 Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39 Eps. 39 Terpukul
40 Eps. 40 Mark Demam
41 Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42 Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43 Eps. 43 Pikiran Rileks
44 Eps. 44 Ide Mengalir
45 Eps. 45 Ikut Pameran
46 Eps. 46 Pesanan Banyak
47 Eps. 47 Rival Baru
48 Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49 Eps. 49 Pernyataan Cinta
50 Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51 Eps. 51 Kembali Melukis
52 Eps. 52 Bermanja
53 Eps. 53 Tambalan Sementara
54 Eps. 54 Rekaman CCTV
55 Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56 Eps. 56 Elvis Kabur
57 Eps. 57 Tetangga Baru
58 Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59 Eps. 59 Lukisan Viral
60 Eps. 60 Rekening Gendut
61 Eps. 61 Kencan Private
62 Eps. 62 Foto Viral
63 Eps. 63 Menguping
64 Eps. 64 Elvis Pulang
65 Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66 Eps. 66 Lukisan Cantik
67 Eps. 67 Mencuri Lukisan
68 Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69 Eps. 69 Akun Terblokir
70 Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71 Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72 Eps. 72 Janji Fiona
73 Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74 Eps. 74 Menculik Fiona
75 Eps. 75 Fiona Hilang
76 Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77 Eps. 77 Laporan Kehilangan
78 Eps. 78 Menjual Fiona
79 Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80 Eps. 80 Tak Sama
81 Eps. 81 Kebakaran
82 Eps. 82 Fiona Berpamitan
83 Eps. 83 Elvis Tertangkap
84 Eps. 84 Di Ujung Asa
85 Eps. 85 Kejadian Berulang
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Eps. 1 Pameran Lukisan
2
Eps. 2 Nightmare
3
Eps. 3 Kejadian Aneh
4
Eps. 4 Bukan Halusinasi
5
Eps. 5 Pemberian Nama
6
Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7
Eps. 7 Noda Cat
8
Eps. 8 Membeli Baju Baru
9
Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10
Eps. 10 Tidak Waras
11
Eps. 11 Menumpang Tidur
12
Eps. 12 Sebuah Pelukan
13
Eps. 13 Ikut Pameran
14
Eps. 14 Dewi Fortuna
15
Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16
Eps. 16Tawaran Kerja
17
Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18
Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19
Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20
Eps. 20 Omzet Meningkat
21
Eps. 21 Populer
22
Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23
Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24
Eps. 24 Pindah Kerja
25
Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26
Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27
Eps. 27 Sesi Pemotretan
28
Eps. 28 Gagal Fokus
29
Eps. 29 Menghindar
30
Eps. 30 Demam
31
Eps. 31 Demam Turun
32
Eps. 32 Lelah
33
Eps. 33 Mencuri Dengar
34
Eps. 34 Hanya Kebetulan
35
Eps. 35 Rasa Iri
36
Eps. 36 Membakar Galeri
37
Eps. 37 Aroma Minyak
38
Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39
Eps. 39 Terpukul
40
Eps. 40 Mark Demam
41
Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42
Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43
Eps. 43 Pikiran Rileks
44
Eps. 44 Ide Mengalir
45
Eps. 45 Ikut Pameran
46
Eps. 46 Pesanan Banyak
47
Eps. 47 Rival Baru
48
Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49
Eps. 49 Pernyataan Cinta
50
Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51
Eps. 51 Kembali Melukis
52
Eps. 52 Bermanja
53
Eps. 53 Tambalan Sementara
54
Eps. 54 Rekaman CCTV
55
Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56
Eps. 56 Elvis Kabur
57
Eps. 57 Tetangga Baru
58
Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59
Eps. 59 Lukisan Viral
60
Eps. 60 Rekening Gendut
61
Eps. 61 Kencan Private
62
Eps. 62 Foto Viral
63
Eps. 63 Menguping
64
Eps. 64 Elvis Pulang
65
Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66
Eps. 66 Lukisan Cantik
67
Eps. 67 Mencuri Lukisan
68
Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69
Eps. 69 Akun Terblokir
70
Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71
Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72
Eps. 72 Janji Fiona
73
Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74
Eps. 74 Menculik Fiona
75
Eps. 75 Fiona Hilang
76
Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77
Eps. 77 Laporan Kehilangan
78
Eps. 78 Menjual Fiona
79
Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80
Eps. 80 Tak Sama
81
Eps. 81 Kebakaran
82
Eps. 82 Fiona Berpamitan
83
Eps. 83 Elvis Tertangkap
84
Eps. 84 Di Ujung Asa
85
Eps. 85 Kejadian Berulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!