Mark, terakhir membawa Fiona menunjukkan ruang kerjanya dimana di sana banyak sekali terdapat lukisan.
“Ini ruang kerja ku.” Mark masuk ke ruang kerjanya dengan Fiona yang mengikutinya.
“Lukisan...” Fiona menatap ke dinding di mana di sana banyak tergantung lukisan cantik juga di lantai dimana di sana banyak terdapat kanvas dan peralatan melukis.
“Itu...” pandangan gadis itu tertuju pada sebuah lukisan yang mirip sekali dengan dirinya. “Apa ini aku ?” menunjuk lukisan dirinya.
“Ya, itu kau.”
“Bagaimana bisa kau melukis diriku ?”
Mark pun kemudian menjelaskan awal mulanya dia melukis sosok gadis impiannya hinnga berakhir ia memesan sebuah patung lilin.
“Jadi aku benar-benar ciptaannya ?” Fiona menatap Mark dengan tatapan bingung tak tahu haruskah ia bersyukur karena pria itu menciptakan dirinya atau justru sebaliknya.
Mereka kemudian keluar dari ruangan itu.
“kruuk...” Fiona segera menoleh dan menatap perut Mark yang berbunyi.
“Sial...” gumam Mark merasa malu melihat gadis itu menertawai dirinya yang lapar.
“Letak dapur tadi di sana ya ?” Fiona menuju ke sebuah tempat. Tanpa menunggu jawaban dari Mark, ia pun segera menuju ke tempat yang ia tunjuk.
“Hey apa yang mau kau lakukan di sana ?” Mark pun mengejar Fiona.
Di dalam dapur, Fiona langsung menuju ke kulkas dan melihat ada apa saja disana.
“Jangan bilang kau mau memasak.” Mark melihat Fiona mengeluarkan beberapa sayur dan bumbu dari kulkas.
“Benar, kau duduk dan tunggu saja. Anggap saja aku harus melayani mu sebagai tuan ku.”
“Hey... !” Mark mencoba melarang Fiona untuk memasak namun gadis itu bahkan sudah memasukkan semua sayuran dan mengolahnya. “Baiklah aku akan menunggu mungkin ada salahnya membiarkannya memasak.
“hmm...” Mark mencium aroma lezat masakan 10 menit kemudian. “Sepertinya lezat, tapi siapa yang tahu ?”
Pria itu duduk dengan sabar menunggu masakan matang.
“Ini dia tuan, silahkan cicipi masakan ku.” lima menit kemudian Fiona menghidangkan masakan yang sudah matang ke meja.
Dan tanpa harus disuruh untuk yang kedua kalinya, Mark pun segera menyantap nya. “Ya, lumayan rasanya untuk masakan buatan dari seorang manekin.
Fiona hanya tersenyum kecil mendengar pujian yang ditujukan untuknya.
“Ayo makanlah.” ucap Mark melihat gadis itu hanya diam saja sama sekali tidak menyentuh peralatan makan di depannya. “Jika kamu tak mengambilnya maka nanti keburu aku habiskan.”
“Makan saja tuan. Aku sama sekali tidak merasa lapar.” dan jawaban dari Fiona itu menyadarkan jika di situ adalah boneka dan tidak mungkin baginya untuk makan.
“Aku akan menghabiskannya jika begitu.”
“Ding-dong...” suara di rumah yang berbunyi berulang kali, tanpa ada yang membukanya.
“Aku seperti mendengar suara bel, tuan.” ucap Fiona bisa mendengarkan suara meskipun terdengar lirih.
“Siapa yang bertamu pagi-pagi begini ?” Mark menara peralatan makan dan mencoba menancapkan indera pendengarnya.
“Ding-dong.”
“Ya, aku bisa mendengarnya.” celetuk Mark mendengar suara bel yang berbunyi nyaring.
Ia kemudian keluar dari dapur dan menuju ke ruang tamu untuk membuka pintunya.
“klak.” pintu terbuka terlihat sosok seorang lelaki dibalik pintu.
“Thomas... ada apa ?” Mark memanggil nama teman pelukisnya.
“Sebenarnya aku kehabisan cat minyak dasar sedangkan aku harus menyerahkan lukisanku itu pada customerku 2 jam lagi. Dan kau tahu toko peralatan lukis sebelum buka jam segini.” Thomas menjelaskan permasalahannya.
“Aku sepertinya punya cat dasar baru yang belum ku pakai. Biar ku lihat dulu jika ada kau boleh membawanya semua.” Mark menanggapi kemudian mengajak temannya itu untuk masuk dan menunggu.
Karena sudah terbiasa ke sana maka Thomas memilih untuk mengikuti Mark masuk ke ruang kerja.
“Ini dia catnya. Kau boleh membawanya.” Mark menyerahkan tiga cat dasar pada Thomas.
“Terimakasih.”
Di saat akan balik dan melewati dapur, Thomas mencium aroma lezat dari sana. “Kau masak apa ?”
Thomas pun masuk ke dapur dan betapa terkejutnya ia saat melihat seorang gadis duduk di kursi.
“Kau membuatku terkejut saja. Ku kira siapa gadis cantik itu, ternyata hanya manekin saja.” tersenyum kemudian berbalik sambil menepuk bahu Mark yang hanya mengerutkan keningnya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
rubah manis
❤️❤️
2023-02-19
0
pusat herba
Lanjut
2023-02-05
0