“Aku akan membantu...” gumam Mark dalam tidurnya dan pria itu pun terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.
“Oh mimpi apa aku barusan, bagaimana bisa aku memimpikan gadis yang ku lukis ?” pekiknya saat mengingat kembali mimpinya semalam yang terasa nyata baginya.
Mark turun dari tempat tidurnya. Karena sudah pagi, pria itu pun segera membersihkan dirinya juga sarapan pagi.
“Aku sebaiknya melanjutkan lukisanku semalam.” ia pun masuk kembali ke ruang galerinya.
Pria itu menatap intens lukisan di depannya sebelum mulai menyapukan kuas di tangannya.
“Kurasa semalam aku terlalu menjiwai saat melukismu hingga kau masuk dalam mimpiku.” Mark tersenyum tipis kemudian mulai menyapukan kuas nya.
Ia membayangkan seperti apa bentuk tubuhnya dan melukisnya persis seperti dalam mimpinya semalam. “Oh... kenapa aku membuat lukisan ini jadi mirip sekali dengan gadis dalam mimpiku semalam ?”
Mark tak habis pikir dan tanpa sadar ia melukis sosok dalam mimpinya semalam.
Tujuh hari berlalu dan setiap malam Mark selalu bermimpi tentang sosok gadis dalam lukisannya.
“Kali ini aku tak akan menjual karya lukisanku ini pada siapapun.” Mark melihat lukisannya kembali sebelum ia pergi tidur.
“Kau benar-benar cantik rasanya aku ingin membuatmu hadir dalam hidup ku.” Mark tiba-tiba mempunyai pikiran jika ingin mengabadikan lukisan itu dalam bentuk karya seni lainnya yang lebih hidup.
“Ya benar aku meminta tolong pada Michael untuk membuatmu.”
Malam-malam ia pun pergi ke rumah temannya.
“tok... tok...” Mark segera mengetuk pintu rumah temannya itu begitu tiba di sana.
“Ada apa malam-malam begini kau kemari ?” tanya Michael membuka pintu.
“Sebenarnya aku ingin minta tolong padamu.” Mark menunjukkan lukisan yang ia bawa.
“Apa ini ?” Michael melihat lukisan Mark.
“Aku minta tolong padamu untuk membuatkan patung seorang gadis yang mirip dengan lukisan ini.”
Ya, Michael adalah seorang seniman pembuat patung lilin. Di tangan pria itu Iya menciptakan banyak patung lilin yang mirip sekali dengan aslinya.
Michael mengerutkan keningnya saat melihat lukisan Mark. “Untuk apa kau membuatnya ?”
“Sebenarnya itu untuk ku pajang di rumahku sendiri. Kau tahu kan di rumah ku hanya anda lukisan saja.”
“Baiklah tiga hari lagi datanglah kemari untuk mengambilnya.” Mark menyanggupi membuatkan patung meskipun dia masih heran alasan tersembunyi dari Mark.
“Terimakasih, kawan. Aku kembali dulu.” Mark segera berpamitan dan kembali ke rumahnya sambil menepuk pelan bahu temannya itu.
Tiga hari kemudian Mark kembali mendatangi rumah Michael.
“Bagaimana apa pesananku sudah selesai ?” tanya Mark masuk ke ruang kerja Michael.
“Oh ya punya mu di sana.” Michael yang sedang mengerjakan patung lilin lainnya mengajak Mark menuju ke sudut ruangan di mana di sana ada beberapa patung yang sudah selesai dan tutupi dengan kain putih.
“Ini punya mu.”
Mark terlihat terpesona melihat patung lilin buatan temannya itu begitu tirai yang menutupinya terbuka.
“Michael karya mu benar-benar luar biasa bagus.”
“Kau ini terlalu memuji ku.” Michael tersenyum kecil mendengarkan pujian dari temannya.
“Baiklah jika begitu aku akan membawanya pulang sekarang.” ucap Mark tak sabar.
“Ya, tentu.”
Mark membawa patung lilin tadi ke rumahnya. “Dimana aku sebaiknya menaruhnya ?” menatap ke seisi rumah setelah tiba di sana.
Sungguh tak di sangka pria itu menaruh patung lilin tersebut di kamarnya.
Malam hari sebelum tidur Mark menatap manekin nya yang sudah ia pakaian baju. “Kurasa kau akan kedinginan jika berdiri di sana.”
Pria itu memperlakukan manekin tersebut seperti manusia dan sekarang ia memindah patung lilinnya itu ke ranjang tempat tidurnya, di sampingnya.
“Sekarang tidurlah.” Mark bahkan menyelimuti manekin tersebut dan memeluknya sambil memejamkan mata.
“Kurasa cukup bagi ku menjadikanmu sebagai teman tidurku.” mencium manekin tadi dan benar-benar tidur setelahnya.
Tengah malam tiba-tiba hujan turun deras dengan kilat yang menyambar dengan keras.
“jder !” kilat menyambar tepat di atas kamar Mark berada yang membuat pria itu terbangun dari tidurnya.
“Oh hujan lebat rupanya.” Mark hanya membuka matanya saja lalu memejamkannya kembali karena merasa matanya berat sekali untuk dibuka.
“blink.” tak lama setelahnya ada seberkas sinar masuk ke manekin tadi.
Satu jam setelahnya Mark kembali terbangun. Ia merasa manekin nya berpindah posisi.
“Bagaimana bisa dia berada di tepi ranjang dan hampir jatuh ?”
Ia duduk dan menarik manekin tadi kembali mendekat padanya.
“Argh... !” teriaknya kaget karena tiba-tiba saja manekin tadi mengedipkan matanya.
Refleks ia pun malah mendorong manekin itu menjauh darinya karena merasa takut dan membuatnya jatuh ke lantai. Namun ia semakin merinding kala mendengar suara merintih kesakitan di kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
neng ade
manekin nya hidup setelah petir
menyambar .. apakah seberkas sinar yg masuk itu adalah arwah si gadis ..
2023-02-01
1