Eps. 3 Kejadian Aneh

“Aku akan membantu...” gumam Mark dalam tidurnya dan pria itu pun terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.

“Oh mimpi apa aku barusan, bagaimana bisa aku memimpikan gadis yang ku lukis ?” pekiknya saat mengingat kembali mimpinya semalam yang terasa nyata baginya.

Mark turun dari tempat tidurnya. Karena sudah pagi, pria itu pun segera membersihkan dirinya juga sarapan pagi.

“Aku sebaiknya melanjutkan lukisanku semalam.” ia pun masuk kembali ke ruang galerinya.

Pria itu menatap intens lukisan di depannya sebelum mulai menyapukan kuas di tangannya.

“Kurasa semalam aku terlalu menjiwai saat melukismu hingga kau masuk dalam mimpiku.” Mark tersenyum tipis kemudian mulai menyapukan kuas nya.

Ia membayangkan seperti apa bentuk tubuhnya dan melukisnya persis seperti dalam mimpinya semalam. “Oh... kenapa aku membuat lukisan ini jadi mirip sekali dengan gadis dalam mimpiku semalam ?”

Mark tak habis pikir dan tanpa sadar ia melukis sosok dalam mimpinya semalam.

Tujuh hari berlalu dan setiap malam Mark selalu bermimpi tentang sosok gadis dalam lukisannya.

“Kali ini aku tak akan menjual karya lukisanku ini pada siapapun.” Mark melihat lukisannya kembali sebelum ia pergi tidur.

“Kau benar-benar cantik rasanya aku ingin membuatmu hadir dalam hidup ku.” Mark tiba-tiba mempunyai pikiran jika ingin mengabadikan lukisan itu dalam bentuk karya seni lainnya yang lebih hidup.

“Ya benar aku meminta tolong pada Michael untuk membuatmu.”

Malam-malam ia pun pergi ke rumah temannya.

“tok... tok...” Mark segera mengetuk pintu rumah temannya itu begitu tiba di sana.

“Ada apa malam-malam begini kau kemari ?” tanya Michael membuka pintu.

“Sebenarnya aku ingin minta tolong padamu.” Mark menunjukkan lukisan yang ia bawa.

“Apa ini ?” Michael melihat lukisan Mark.

“Aku minta tolong padamu untuk membuatkan patung seorang gadis yang mirip dengan lukisan ini.”

Ya, Michael adalah seorang seniman pembuat patung lilin. Di tangan pria itu Iya menciptakan banyak patung lilin yang mirip sekali dengan aslinya.

Michael mengerutkan keningnya saat melihat lukisan Mark. “Untuk apa kau membuatnya ?”

“Sebenarnya itu untuk ku pajang di rumahku sendiri. Kau tahu kan di rumah ku hanya anda lukisan saja.”

“Baiklah tiga hari lagi datanglah kemari untuk mengambilnya.” Mark menyanggupi membuatkan patung meskipun dia masih heran alasan tersembunyi dari Mark.

“Terimakasih, kawan. Aku kembali dulu.” Mark segera berpamitan dan kembali ke rumahnya sambil menepuk pelan bahu temannya itu.

Tiga hari kemudian Mark kembali mendatangi rumah Michael.

“Bagaimana apa pesananku sudah selesai ?” tanya Mark masuk ke ruang kerja Michael.

“Oh ya punya mu di sana.” Michael yang sedang mengerjakan patung lilin lainnya mengajak Mark menuju ke sudut ruangan di mana di sana ada beberapa patung yang sudah selesai dan tutupi dengan kain putih.

“Ini punya mu.”

Mark terlihat terpesona melihat patung lilin buatan temannya itu begitu tirai yang menutupinya terbuka.

“Michael karya mu benar-benar luar biasa bagus.”

“Kau ini terlalu memuji ku.” Michael tersenyum kecil mendengarkan pujian dari temannya.

“Baiklah jika begitu aku akan membawanya pulang sekarang.” ucap Mark tak sabar.

“Ya, tentu.”

Mark membawa patung lilin tadi ke rumahnya. “Dimana aku sebaiknya menaruhnya ?” menatap ke seisi rumah setelah tiba di sana.

Sungguh tak di sangka pria itu menaruh patung lilin tersebut di kamarnya.

Malam hari sebelum tidur Mark menatap manekin nya yang sudah ia pakaian baju. “Kurasa kau akan kedinginan jika berdiri di sana.”

Pria itu memperlakukan manekin tersebut seperti manusia dan sekarang ia memindah patung lilinnya itu ke ranjang tempat tidurnya, di sampingnya.

“Sekarang tidurlah.” Mark bahkan menyelimuti manekin tersebut dan memeluknya sambil memejamkan mata.

“Kurasa cukup bagi ku menjadikanmu sebagai teman tidurku.” mencium manekin tadi dan benar-benar tidur setelahnya.

Tengah malam tiba-tiba hujan turun deras dengan kilat yang menyambar dengan keras.

“jder !” kilat menyambar tepat di atas kamar Mark berada yang membuat pria itu terbangun dari tidurnya.

“Oh hujan lebat rupanya.” Mark hanya membuka matanya saja lalu memejamkannya kembali karena merasa matanya berat sekali untuk dibuka.

“blink.” tak lama setelahnya ada seberkas sinar masuk ke manekin tadi.

Satu jam setelahnya Mark kembali terbangun. Ia merasa manekin nya berpindah posisi.

“Bagaimana bisa dia berada di tepi ranjang dan hampir jatuh ?”

Ia duduk dan menarik manekin tadi kembali mendekat padanya.

“Argh... !” teriaknya kaget karena tiba-tiba saja manekin tadi mengedipkan matanya.

Refleks ia pun malah mendorong manekin itu menjauh darinya karena merasa takut dan membuatnya jatuh ke lantai. Namun ia semakin merinding kala mendengar suara merintih kesakitan di kamarnya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

manekin nya hidup setelah petir
menyambar .. apakah seberkas sinar yg masuk itu adalah arwah si gadis ..

2023-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 Pameran Lukisan
2 Eps. 2 Nightmare
3 Eps. 3 Kejadian Aneh
4 Eps. 4 Bukan Halusinasi
5 Eps. 5 Pemberian Nama
6 Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7 Eps. 7 Noda Cat
8 Eps. 8 Membeli Baju Baru
9 Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10 Eps. 10 Tidak Waras
11 Eps. 11 Menumpang Tidur
12 Eps. 12 Sebuah Pelukan
13 Eps. 13 Ikut Pameran
14 Eps. 14 Dewi Fortuna
15 Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16 Eps. 16Tawaran Kerja
17 Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18 Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19 Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20 Eps. 20 Omzet Meningkat
21 Eps. 21 Populer
22 Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23 Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24 Eps. 24 Pindah Kerja
25 Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26 Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27 Eps. 27 Sesi Pemotretan
28 Eps. 28 Gagal Fokus
29 Eps. 29 Menghindar
30 Eps. 30 Demam
31 Eps. 31 Demam Turun
32 Eps. 32 Lelah
33 Eps. 33 Mencuri Dengar
34 Eps. 34 Hanya Kebetulan
35 Eps. 35 Rasa Iri
36 Eps. 36 Membakar Galeri
37 Eps. 37 Aroma Minyak
38 Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39 Eps. 39 Terpukul
40 Eps. 40 Mark Demam
41 Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42 Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43 Eps. 43 Pikiran Rileks
44 Eps. 44 Ide Mengalir
45 Eps. 45 Ikut Pameran
46 Eps. 46 Pesanan Banyak
47 Eps. 47 Rival Baru
48 Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49 Eps. 49 Pernyataan Cinta
50 Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51 Eps. 51 Kembali Melukis
52 Eps. 52 Bermanja
53 Eps. 53 Tambalan Sementara
54 Eps. 54 Rekaman CCTV
55 Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56 Eps. 56 Elvis Kabur
57 Eps. 57 Tetangga Baru
58 Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59 Eps. 59 Lukisan Viral
60 Eps. 60 Rekening Gendut
61 Eps. 61 Kencan Private
62 Eps. 62 Foto Viral
63 Eps. 63 Menguping
64 Eps. 64 Elvis Pulang
65 Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66 Eps. 66 Lukisan Cantik
67 Eps. 67 Mencuri Lukisan
68 Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69 Eps. 69 Akun Terblokir
70 Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71 Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72 Eps. 72 Janji Fiona
73 Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74 Eps. 74 Menculik Fiona
75 Eps. 75 Fiona Hilang
76 Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77 Eps. 77 Laporan Kehilangan
78 Eps. 78 Menjual Fiona
79 Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80 Eps. 80 Tak Sama
81 Eps. 81 Kebakaran
82 Eps. 82 Fiona Berpamitan
83 Eps. 83 Elvis Tertangkap
84 Eps. 84 Di Ujung Asa
85 Eps. 85 Kejadian Berulang
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Eps. 1 Pameran Lukisan
2
Eps. 2 Nightmare
3
Eps. 3 Kejadian Aneh
4
Eps. 4 Bukan Halusinasi
5
Eps. 5 Pemberian Nama
6
Eps. 6 Kembali Menjadi Manekin
7
Eps. 7 Noda Cat
8
Eps. 8 Membeli Baju Baru
9
Eps. 9 Mencoba Baju Baru
10
Eps. 10 Tidak Waras
11
Eps. 11 Menumpang Tidur
12
Eps. 12 Sebuah Pelukan
13
Eps. 13 Ikut Pameran
14
Eps. 14 Dewi Fortuna
15
Eps. 15 Pengunjung Dari Butik
16
Eps. 16Tawaran Kerja
17
Eps. 17 Jawaban Untuk Tuan Jimmy
18
Eps. 18 Hari Pertama Di Butik
19
Eps. 19 Cepat Pakaikan Bajuku
20
Eps. 20 Omzet Meningkat
21
Eps. 21 Populer
22
Eps. 22 Bertemu Manajer Agency Model
23
Eps. 23 Mengambil Alih Kontrak
24
Eps. 24 Pindah Kerja
25
Eps. 25 Membersihkan Noda Cat
26
Eps. 26 Pergi Ke Stark Model
27
Eps. 27 Sesi Pemotretan
28
Eps. 28 Gagal Fokus
29
Eps. 29 Menghindar
30
Eps. 30 Demam
31
Eps. 31 Demam Turun
32
Eps. 32 Lelah
33
Eps. 33 Mencuri Dengar
34
Eps. 34 Hanya Kebetulan
35
Eps. 35 Rasa Iri
36
Eps. 36 Membakar Galeri
37
Eps. 37 Aroma Minyak
38
Eps. 38 Penyebab Kebakaran
39
Eps. 39 Terpukul
40
Eps. 40 Mark Demam
41
Eps. 41 Mampir Ke Galeri
42
Eps. 42 Tak Bisa Melukis
43
Eps. 43 Pikiran Rileks
44
Eps. 44 Ide Mengalir
45
Eps. 45 Ikut Pameran
46
Eps. 46 Pesanan Banyak
47
Eps. 47 Rival Baru
48
Eps. 48 Mood Kembali Hilang
49
Eps. 49 Pernyataan Cinta
50
Eps. 50 Balasan Dari Fiona
51
Eps. 51 Kembali Melukis
52
Eps. 52 Bermanja
53
Eps. 53 Tambalan Sementara
54
Eps. 54 Rekaman CCTV
55
Eps. 55 Terungkapnya Pelaku
56
Eps. 56 Elvis Kabur
57
Eps. 57 Tetangga Baru
58
Eps. 58 Lukisan Tak Ternilai
59
Eps. 59 Lukisan Viral
60
Eps. 60 Rekening Gendut
61
Eps. 61 Kencan Private
62
Eps. 62 Foto Viral
63
Eps. 63 Menguping
64
Eps. 64 Elvis Pulang
65
Eps. 65 Pemantik Api Yang Tertinggal
66
Eps. 66 Lukisan Cantik
67
Eps. 67 Mencuri Lukisan
68
Eps. 68 Lukisan Yang Hilang
69
Eps. 69 Akun Terblokir
70
Eps. 70 Mengosongkan Rumah
71
Eps. 71 Jalanan Mirip Dengan Masa Depan
72
Eps. 72 Janji Fiona
73
Eps. 73 Membantu Nona Pearl
74
Eps. 74 Menculik Fiona
75
Eps. 75 Fiona Hilang
76
Eps. 76 Sampai Di Rumah Elvis
77
Eps. 77 Laporan Kehilangan
78
Eps. 78 Menjual Fiona
79
Eps. 79 Membuat Ulang Fiona
80
Eps. 80 Tak Sama
81
Eps. 81 Kebakaran
82
Eps. 82 Fiona Berpamitan
83
Eps. 83 Elvis Tertangkap
84
Eps. 84 Di Ujung Asa
85
Eps. 85 Kejadian Berulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!