Episode 20

Tiba di Mansion dengan sambutan yang tajam dari kedua saudaranya, Ethan hanya tersenyum tipis.

"Aku sudah pamit dengan kalian, ada urusan mendadak, maaf aku terlambat"

"Ck, kak Ethan menyebalkan, kita sudah kelaparan menunggu makanan dari mama Ratu!" Jawab Ailina yang kini sudah membuka bingkisan itu dan menyiapkannya di meja makan.

"Kak Ethan benar-benar keterlaluan" sahut Evan tak kalah kesal dengan Ailina.

"Sudah, aku cuci tangan dulu, dan kita makan siang bersama, bukan kalian saja yang lapar, aku juga" ucap Ethan terus berjalan menuju wastafel untuk membersihkan tangannya.

Makan siang itu dilakukan hampir sore hari, namun ketiganya begitu menikmati, bersyukur bisa menikmati makanan kesukaan mereka tanpa harus repot-repot mencari ataupun memasaknya sendiri.

*

*

Hari ke dua dimana ketiga saudara kembar di tinggal okeh kedua orangtuanya, dan Evan hampir saja terlambat karena tidak segera membuka mata saat Ailina membangunkan dirinya.

"Oh my God, lapar sekali perutku" ucap lirih Evan yang tidak sempat untuk sarapan.

Melewati seseorang, nampak Evan merasa aneh, menatap ke arah Kania yang duduk dan membicarakan sesuatu yang begitu serius dengan beberapa teman akrabnya.

"Ulah apa lagi yang dilakukan gadis bar bar itu?' batin Evan terus melangkah.

Sementara itu, Kania bukannya tak tau kalau Evan melewatinya tapi urusannya kali ini dirasa lebih penting dari apapun juga.

"Kania, kamu tidak menyapa kekasihmu itu?" Tanya salah satu temannya.

"Ish, itu tidak penting, ingat pesanku yang sudah aku jelaskan tadi!" Sahut Kania.

"Iya, harusnya kamu punya foto gadis yang kamu cari itu, kalau cuma ciri-ciri saja itu akan menyusahkan kamu untuk mencarinya" sahut salah satu temannya.

"Jangan cerewet, gadis ini tidak sama dengan wanita biasanya, dia sangat cantik dan mata birunya itu begitu unik"

"Yang punya mata biru itu banyak juga kali" sahut salah satu dari mereka.

"Sudah jangan kebanyakan protes, kalau kalian menatap mata biru itu merasakan sesuatu, aku pastikan dia adalah seseorang yang aku cari"

"Konyol sekali, mana ada wanita seperti itu"

"Ck, kalau tidak percaya, nanti kalian buktikan sendiri!" Seru Kania dengan luka lebam di sekitar bibirnya yang masih nampak terlihat.

Terdengar bel berbunyi, tanda jam pertama pelajaran hari ini akan di mulai, Kania dan teman-temannya segera membuyar kan diri untuk masuk kelas masing-masing.

Tak lama kemudian jam istirahat sudah tiba, Evan sedang berbincang di taman belakang dengan beberapa temannya.

"Kau tau apa yang sedang dilakukan gadis yang memaksa menjadikan kamu kekasihnya?" Tanya teman Evan.

"Tidak, dan aku tak peduli" jawab Evan.

Mereka bukannya berhenti, malah melanjutkan pembahasan tentang Kania, Evan hanya diam dan mendengarkan saja.

Tak lama Ethan sedikit mengerutkan kening, saat wanita dengan mata biru di bahas dalam perbincangan yang di dengarnya.

"Tunggu, maksud kalian apa?" Tanya Evan yang makin penasaran.

"Kau tidak tau?, Kania gadis bar-bar itu sedang memberikan perintah ke beberapa temannya untuk mencari gadis bermata biru, makin aneh saja tingkahnya" sahut salah satu teman Evan.

"Gadis bermata biru?" Tanya Evan memastikan.

"Iya, tapi sayang, aku rasa itu hanya bualan Kania saja, mungkin sudah mulai jengah mengejar Evan, jadi cari sensasi baru lagi" sahut salah satunya.

"Tunggu, kalian tau seperti apa gadis yang di maksud Kania?" Ucap Evan yang terbaru saja was-was karena punya adik dengan ciri mata yang sama.

"Wow, seorang Evan yang begitu rupawan rupanya juga penasaran?" Salah satu temannya menggoda.

"Ck, aku hanya ingin tau saja" sahut Evan.

Mereka semua bergantian membicarakannya ciri wanita yang tengah di cari oleh Kania, ada yang tertawa karena merasa itu terlalu berlebihan, ada juga yang membayangkan seandainya wanita mata biru itu benar-benar seperti yang di bicarakan oleh Kania.

Sementara Evan hanya terdiam saja, terus mendengar dan lama kelamaan membuatnya khawatir, karena apa yang di bicarakan semakin mirip dengan ciri yang Ailina punya.

Seharian ini penuh cerita gadis bermata biru di sekolah Evan, hingga membuat dirinya merasa bosan, lalu pada kesempatan yang ada, terpaksa Evan mendekati Kania yang sedang berada sendirian di pojok Kantin yang sudah sepi.

"Aku ingin bicara" ucap Evan.

"Kau merindukanku?" Tanya Kania.

"My God, jangan berpikir yang tidak-tidak, aku hanya ingin memintamu untuk tidak mengirimi pesan-pesan yang mengerikan seperti itu lagi"

"Tidak janji"

"Ck, kau menganggu privasi ku, jangan salahkan aku, kalau aku memblokir nomer kontak mu" ucap Evan dengan tegas memberikan peringatan.

Kania mendongak, kini menatap Evan yang masih berdiri di sampingnya. Di saat itulah tampak Evan terkejut melihat luka memar di beberapa bagian wajah Kania walaupun terlihat samar karena tertutup makeup.

"Sorry, aku hanya ingin pendapat mu saja" ucap Kania kini membuang pandangannya.

"Jangan gila, Pesanmu itu mengerikan, jangan sampai kau seperti seorang yang gemar mengha-bisi orang, Dasar!" Ucap Evan.

"Memang aku ingin melakukannya, seandainya tak ada hukum dunia dan mamaku mengijinkannya" sahut Kania dengan sorot mata penuh amarah.

"Jangan sembarangan, apapun alasannya, mengha-bisi nyawa seseorang itu tetap saja sebuah kejahatan, pikirkan saja belajarmu, sebentar lagi kita ujian"

"Aku bahkan tidak peduli lagi, sebagus apapun prestasi ku kalau aku masih seorang perempuan, itu sama saja di mata seseorang " sahut Kania.

Evan terkejut dengan jawaban Kania, tidak mengerti dengan apa yang di maksud.

"Ya sudah, kalau begitu lakukan saja sesukamu, dan jangan mengikut sertakan aku dalam masalahmu, stop mengirimi ku pesan-pesan mengerikan seperti itu" sahut Evan, dan bersiap pergi dari tempat itu.

"Tunggu, kenapa kau peduli padaku?" Ucap Kania membuat langkah Evan terhenti.

"Siapa yang peduli, aku hanya kasian melihat masa muda mu sia-sia dengan hanya berkelahi dan membuat masalah saja, lihat wajahmu, kau bahkan mirip petarung ring yang kalah telak"

"Bre-ng-sek, kau ingin memperingatkan ku apa menghinaku?!" Sahut Kania mulai jengkel.

"Pikir saja sendiri!" Seru Evan sambil berlalu pergi.

"Evan, tunggu, jangan pergi begitu saja, kau keterlaluan!" Kini Kania segera bangkit dan mengejar Evan.

"Apa lagi?" Ucap Evan masih melanjutkan langkahnya.

"Terserah kau mau menghinaku seperti apa, aku minta bantuan mu" ucap Kania yang teringat akan banyaknya teman Evan di luaran sana.

"Bantuan apa?"

"Tolong bilang ke teman-teman mu untuk membantuku menemukan seseorang, kalian bisa menghubungi ku kalau tau keberadaannya dimanapun" ucap Kania yang masih berusaha berjalan cepat untuk menyamakan langkah dengan Evan.

"Aku tidak tau maksudmu" sahut Evan.

"Berhentilah, aku akan memberi tahumu!" Teriak Kania yang sudah ngos-ngosan mengejar langkah Evan.

Evan berhenti, dia berharap Kania akan membicarakan sosok wanita yang dicari, bagaimanapun Evan juga khawatir kalau memang itu adalah seperti dugaannya.

"Siapa seseorang itu?" Tanya Evan setelah berbalik menghadap Kania.

"Ck, aku tidak tau namanya, dia membantuku waktu itu, yang aku ingat matanya berwarna biru, sangat cantik, seusia kita dan_" tiba-tiba saja ucapan Kania terhenti, teringat sesuatu, dimana wajah Evan sedikit ada kemiripan dengan wanita yang di carinya.

"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Evan merasa heran.

"Wajahmu" ucap Kania.

"Wajahku?, Kenapa dengan wajahku?" Jawab Evan makin di buat bingung.

"Wanita yang aku cari, iya, wajahnya seperti ada sedikit kemiripan dengan mu"

"Apa?!" Ucap Evan terkejut.

"Wanita mata biru itu, dia mirip dengan mu Ev, sungguh"

DEG.

Kini Evan semakin bisa menduganya, kalau yang di maksud oleh Kania adalah benar-benar adik kembarnya.

"Oh si-al!, Bagaimana Ailina bisa terlibat dengan gadis bar-bar ini" batin Evan yang sudah tak peduli lagi dengan ocehan Kania di depannya.

jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

suharwati jeni

suharwati jeni

akhirnya mereka ber3 bersahabat

2024-06-09

2

Sunarty Narty

Sunarty Narty

ya ampun Sofia dan Kania sm2 nyari ailin

2023-07-17

2

Daniy Cullen

Daniy Cullen

kapan sambunganya kak

2023-06-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!