Ailina ingin keluar berjalan-jalan sendiri, saatnya memanjakan sisi wanitanya, dengan masker dan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, sempurna menutupi mata birunya.
Senyuman lebar ada di sana saat memasuki Mall dan menemukan barang-barang yang di cari, baju remaja yang menutupi tubuh namun juga begitu trendy.
Memasangkan beberapa atasan dan bawahan, dirasa cocok lalu diambilnya.
Setelah selesai, berjalan kembali keluar untuk mencari jajanan menarik yang diinginkan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.
Namun dirinya terhenti di sebuah butik dan melihat gaun yang begitu cantik berwarna coklat tua dengan hiasan manik-manik kecil di beberapa bagian dan begitu terlihat menawan.
Ailina tersenyum, dan langsung masuk hendak melihatnya, namun apa yang terjadi, dirinya hampir saja terjungkal saat tubuh seorang wanita terdorong dengan keras dan membentur dirinya.
"Wow, hati-hati Nona" ucap Ailina menahan tubuh wanita yang diperkirakan seusianya.
Namun yang terjadi di luar dugaan, gadis itu maju kembali dan berniat menendang wanita se-ksi yang berkacak pinggang dengan beberapa pengawal di sekitarnya.
"Hajar gadis itu!" Ucap wanita itu, dan beberapa pengawal kini kembali maju menghajar gadis itu tanpa ampun.
Ailina terkesiap, gadis seusianya yang sempat membuat tubuhnya hampir terjatuh tadi melakukan perlawanan dengan ilmu bela diri yang dimiliki.
"Lumayan" ucap Ailina menikmati tontonan gratis di depan matanya.
Namun tenaga gadis itu tidak cukup kuat, hingga tak menunggu waktu lama, para pengawal itu berhasil menghajarnya hingga membuat sang gadis terjatuh.
Wanita se-ksi itu maju perlahan, mendekati gadis yang berhasil di lumpuhkan, perlahan Ailina pun mengerutkan kening, mengingat kembali sepertinya tak asing akan wajahnya.
"Oh my God, kenapa aku harus bertemu dengan wanita ini lagi" gumam Ailina, lalu perlahan membalikkan badan ingin pergi dan tidak mau ikut campur urusan wanita yang sangat menyebalkan baginya.
Namun teriakan gadis itu membuat dirinya segera membalikkan badan kembali, terlihat bagaimana gadis itu mengerang kesakitan saat sepatu high heels itu sudah menginjaknya dengan sengaja.
"Bre-ng-sek, lepaskan injakanmu wanita telan-jang!" Ucap gadis itu kencang.
"Akh!" Teriak gadis itu lagi, saat injakan itu semakin keras di rasakan.
Afita terpaksa membantu, kali ini menyembunyikan diri dan tak ingin terlihat lagi, menggerakkan tangan dan membuat wanita yang tak lain bernama Sarah tiba-tiba terpelanting seolah terpeleset begitu saja.
Gadis itu langsung berdiri terpincang, lalu di seret keluar dan terjatuh di depan Ailina.
Ailina membantu untuk berdiri, gadis itu melihat aneh ke arah Ailina yang berpakaian tertutup di siang hari, lengkap dengan masker dan kaca mata hitamnya.
"Terimakasih" ucapan yang begitu dingin.
Berjalan kembali tertatih menahan luka yang membiru di kakinya. Kebetulan arah yang di tuju sama, hingga Ailina terpaksa harus berjalan di belakangan dengan langkah yang berjarak.
Tiba-tiba saja gadis itu mundur, melihat seorang laki yang berada di depannya berjalan ke arahnya.
"Ada apa denganmu?" Tanya laki-laki itu.
"Aku terlibat perkelahian Pa"
"Bagus, lalu?"
Gadis itu terdiam, hanya menunduk seolah ada rasa khawatir disana.
"Kau kalah?" Tanya laki-laki itu berlanjut.
"Mereka mengeroyokku dan_"
PLAK.
Ailina sampai terkejut melihat apa yang terjadi di depannya.
"Aku tidak sudi melihat anakku lemah!, Dan itu kenapa aku begitu membenci anak perempuan terlahir dari keturunanku!" Teriak laki-laki itu membuat hati gadis itu mencelos.
Bukan hanya gadis itu, bahkan Ailina seakan ingin sekali membumi hanguskan laki-laki itu saat ini juga,"Kurang ajar, aku akan_"
Grep
Sebuah tangan segera memegang lengan Ailina saat akan mengeluarkan tenaga dalamnya.
"Jangan lakukan itu, ini di tempat umum"
Ailina terkejut melihat sosok laki-laki yang tiba-tiba saja muncul untuk yang kesekian kalinya.
"Lepas!" Ailina segera membuang tangan laki-laki itu dengan cepat.
"Jangan membantu dengan kekuatan supranatural mu"
"Ish, berisik!" sahut Ailina masih menahan emosinya.
Lagi-lagi seperti yang selalu saja terjadi, seorang yang nampak seperti bodyguard datang mendekat, dan membisikkan sesuatu di telinga laki-laki misterius yang selalu datang dan pergi begitu saja.
"Aku pergi, hati-hati" ucapnya, lalu segera menghilang dari pandangan Ailina yang makin jengkel di buatnya.
"Peduli apa aku denganmu, dasar!" Ucap lirih Ailina dan segera mengalihkan pandangan.
Brug.
Suara gadis itu terjatuh, seketika Ailina kembali terkejut untuk yang kesekian kali, di mana kekerasan terjadi di depan mata, dan dirasa ini sudah cukup.
Tak ada air mata yang tumpah di mata gadis itu, tubuh lemahnya di paksa berdiri.
"Aku tidak akan kalah lagi Pa" ucapnya sambil mengusap darah dari sudut bibirnya.
"Lalu, apa yang aku lihat ini ha!" Tangan itu hampir menyentuh kepala, dan disaat yang sama_
Dag.
"Jangan berani menghajar anakmu sendiri!" Tangkisan dan suara itu datang bersama, hingga laki-laki itu hampir saja terpelanting.
Kini mata Laki-laki itu dan juga Ailina saling beradu, sedikit memicing Ailina seperti sedang mengingat sesuatu, begitu juga laki-laki itu, hingga kemudian,
"Kau lagi gadis Sia-lan!" Teriaknya.
"Rupanya anda paman", sahut Ailina tersenyum sinis, dalam hatinya berkata,"oh my God, dunia benar-benar selebar daun kelor"
Merasa mulai banyak orang yang memperhatikan, laki-laki itu segera menghentikan pertikaian, kuda-kuda yang dipasang tidak jadi gunakan untuk menyerang gadis yang berulang kali menggagalkan aksinya.
"Kali ini kau selamat Bocah" ucap laki-laki itu perlahan membalikkan badan, "dan Kau, Pulang!" Bentaknya menatap sang anak yang masih menunduk.
Ailina menghela nafas, lalu mendekati gadis sebayanya, "Maaf kalau aku ikut campur, Namaku Ailina, kau tidak apa-apa?"
Gadis itu masih menatap ke bawah, seolah di sana lebih menarik hatinya dari pada harus melihat pemandangan yang sewajarnya, hingga kembali Ailina bertanya sambil menyentuh bahunya.
"Hey, apa kau baik-baik saja?" Tanya Ailina kedua kali.
"Lain kali jangan membantuku!" Ucapnya dan pergi begitu saja.
Ailina tertegun, merasa tak terima dengan apa yang di lakukan gadis itu, dan lebih tepatnya begitu penasaran, dimana ada seseorang yang rela disakiti dan bahkan menolak untuk di tolong.
"Dasar Aneh" ucap Ailina yang tak mau ambil pusing lagi.
Melanjutkan langkah menyusuri jalanan yang berbeda, Ailin kembali menikmati kebebasannya hari ini, tak mau lagi pusing dengan urusan orang lain, hingga kemudian menemukan jajanan yang ingin sekali dinikmati.
Melewati sebuah lorong untuk sampai di sana, Ailina berjalan cepat dengan senyuman yang mengembang.
"Akhirnya aku menemukan jajanan kesukaanku, Hem nyam nyam" begitulah kira-kira Ailina berdendang.
Hampir saja sampai di tempat itu, tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara Isak tangis yang tak sengaja menyapa telinganya, dengan cepat Ailina mengedarkan pandangan, lalu kemudian terkejut melihat apa yang tertangkap mata indahnya.
Tetesan da-rah mengalir di ujung-ujung jari.
"Hentikan, apa yang kau lakukan!"
Ada Apakah?, Yuk yang pada Kepo, segera kasih KOMEN, HADIAH, VOTE, LIKE dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sunarty Narty
kayaknya papa2 mereka tu memang musuh 2 klan nugraha deh,yg mau sama Reyna dl dr keluarga mana ya
2023-07-17
4
Sri Ariesto
lanjuttt😘
2023-05-04
0
Pasrah
lanjut
2023-03-31
0