Di sebuah sekolah ternama nampak seorang Remaja tengah berjalan cepat karena menghindari teman wanitanya dengan tatapan dingin kepada kaum hawa yang berusaha menarik perhatiannya.
Dan seperti yang di duga, sosok wanita centil yang dandanannya selangit dan seksi sudah mengikutinya.
Dia adalah Primadona yang di gandrungi di sekolahnya saat ini, banyak murid laki-laki yang memperebutkannya.
Bukan karena baik atau cantiknya, tapi lebih ke gaya hidupnya yang bebas tanpa batas dan dengan bangga dia menjalaninya demi kata moderenisasi.
Dialah Sofia Putri Mahardika, gadis kaya raya bergelimang harta, hidup dengan mudah memamerkan harta kekayaan orang tuanya.
"Ethan, tunggu!" Teriak sofia.
Ethan tidak perduli, terus berjalan dengan santai menuju kelasnya tak memperdulikan teriakan wanita yang berlari mengejarnya.
"Stop!" Teriak Sofia yang berhasil ada di depan Ethan.
"Ada apa?" Tanya Ethan datar.
"Kenapa kau selalu mengalihkan pandangan saat bicara denganku?" Ucap Sofia.
"Hanya itu, pertanyaannya?" Tanya Ethan masih menatap ke arah lain.
"Iya, itu dulu, dan jawab!"
"Aku tidak ingin mengotori mataku dengan dosa saat melihat aurat mu yang harusnya tertutupi" ucap Ethan santai.
"Cih, kau itu kuno sekali, heran, untung kau tampan" sahut Sofia.
"Sudah ngomongnya, minggir aku mau lewat" ucap Ethan ingin melangkahkan kakinya kembali.
"Belum, satu lagi, kenapa kau tidak tertarik dengan ku, padahal banyak cowok disekolah ini memperebutkan diri ku" Tanya Sofia lagi.
"Tidak ada yang berharga darimu untuk membuatku tertarik" jawab Ethan dengan tenang.
"What!, Aku_, tidak berharga katamu?, lihat baik-baik Ethan, semua yang ada dalam diriku ini adalah sesuatu yang diidamkan semua orang" jawab Sofia makin emosi.
"Tidak dengan ku, minggir atau aku akan menerjang mu, kau sudah membuang waktuku" sahut Ethan yang akan melanjutkan langkahnya.
"Tunggu, kalau begitu apa yang membuatmu menarik dari seorang perempuan?" tanya Sofia sengaja menghalangi.
"Perempuan yang tangguh dan mampu menjaga kehormatannya dengan menutup semua auratnya karena takut akan murka Allah" ucap Ethan tegas.
"Jadi kalau aku menggunakan penutup di seluruh tubuhku, kau akan menyukaiku?"
"Tentu saja tidak!" Jawab Ethan.
"What?!, apa maksud mu, jangan membuatku bingung Ethan" ucap Sofia di buat semakin jengkel.
"Aku sudah bilang, menutup Aurat karena Allah, bukan karena manusia, kau ini makin lama makin bodoh, mangkanya tutupi tubuhmu dengan benar, biar otakmu tidak ikut masuk angin" ucap Ethan semakin sebal.
"Ethan, kau_!"
"Minggir!"
Ethan segera melangkah lagi dengan mendorong tubuh Sofia yang sudah menghalangi jalannya.
"Awas kau Ethan, aku tidak akan melepaskan mu!" Teriak Sofia, sementara banyak pasang mata tertawa geli melihat tingkah konyolnya.
"Dasar wanita gila!" Batin Ethan yang kini sudah berjalan masuk ke dalam kelasnya.
**
Sementara itu di Sekolah ternama yang lain, seorang Remaja Berjalan santai dengan beberapa teman satu genk nya yang bertemu di pintu gerbang saat masuk.
Tiba-tiba saja Remaja itu yang bernama Evan mendapat pesan dari siswa wanita, yaitu anak buah dari seorang murid wanita yang sangat berkuasa di sekolahnya.
"Kau harus menemui Kania Senvanca, tidak boleh tidak" ucap wanita yang disuruh oleh Kania.
"Memang kenapa aku harus menemuinya?" tanya Evan biasa saja.
"Ya karena kamu sudah di nobatkan sebagai kekasihnya, jadi harus lebih perhatian dan bersikap sebagai kekasih"
"Oh ya, sejak kapan aku setuju menjadi kekasihnya?" Jawab Evan sambil tertawa.
"Jangan tertawa kalau menyangkut Kania, dia bisa saja membuatmu di depak dari sekolah ini kalau tidak mau menuruti keinginannya"
"Benarkah?, aku bahkan berencana mendepaknya" sahut Evan.
"Kau_!, Berani sekali bicaramu ha?" Sahut seorang wanita yang kini sudah menyorot tajam ke arah Evan, yang tak lain adalah Kania Senvanka.
"Jangan berteriak, kau itu seorang wanita, jaga akhlak mu, jangan seperti preman pasar yang pindah tempat disini" jawab Evan dengan santai.
"Apa?!, berani kau menghinaku?" Teriak Kania penuh emosi.
"Minggir, aku hanya mau bicara dengan manusia"
"Apa!, kau kira aku ini apa ha?!" Ucap Kania semakin kesal.
"Kau lebih mirip ib-lis saat marah seperti itu, tidak ada sisi manusia yang terlihat dari wajahmu, berkaca lah saat kau marah, pasti akan terkejut melihat wajahmu sendiri" sahut Evan.
"Brengsek, kau berani menghinaku!" Teriak Kania.
"Bukan aku, tapi sikapmu sendiri yang merendahkan mu, sebaiknya kau segera menyingkir" ucap Evan.
"Kau harus menemui ku dikelas ku nanti, ingat itu!" Sahut Kania memaksa.
"Minggir, hampir jam pelajaran, dan aku tidak ada waktu lagi meladeni hal-hal seperti yang kau katakan itu" jawab Evan.
"Tidak bisa, teman-teman ku akan menyeret mu di hadapanku kalau kau tidak melakukan perintahku" sahut Kania.
"Lihat saja, siapa yang akan terseret nanti saat kau memaksakan kehendak gila mu itu" sahut Evan yang langsung pergi begitu saja.
"Evan, berhenti !" Teriak Kania namun percuma saja karena Evan tidak perduli sama sekali, Kania menghentakkan kakinya melampiaskan emosinya.
**
Sementara itu seorang gadis Remaja yang kecantikannya tidak di ragukan lagi sedang berlari menghindari beberapa laki-laki yang tengah mengeroyoknya.
"Berhenti, kalian ini kenapa mengejar ku terus!" Ucap Gadis itu yang akhirnya menghentikan larinya dan kini masih terengah-engah mengatur nafas.
"Dasar gadis tengil, serahkan perhiasan itu, Cepat !" Teriak beberapa perampok itu.
"Ish, kalian ini, perhiasan itu bukan milik kalian dan sudah seharusnya aku mengembalikan ke yang punya, kalian pergi saja, jangan mengejar ku lagi, aku cepek.." ucap Ailina yang sengaja memakai Masker untuk menyamarkan wajahnya.
"Hahaha, aku penasaran dengan wajahmu manis, matamu saja sangat indah, pasti kecantikan wajahmu sangat sempurna" ucap salah satu perampok itu yang sepertinya memimpin mereka.
"Kurang ajar sekali laki-laki ini, tidak tau terimakasih aku sudah mengalah dan menghindar dari tadi, kali ini aku akan menghajar mu!" Batin Ailina, yang kini sudah bersiap dan menatap tajam lawannya.
"Tangkap gadis itu dan bawa ke Markas, aku menginginkan perhiasan dan juga tubuhnya, Jangan sampai kalian menyentuhnya sebelum aku menikmatinya lebih dulu!" perintah pemimpin dari mereka.
Dan perkelahian pun terjadi, bukan hal aneh lagi kalau seorang Ailina harus bertarung dengan siapapun, bahkan gerakannya yang melompat dan melayang dengan mudah sambil melemparkan tendangan yang sangat cepat membuat lawannya kini keteteran.
Saat semua itu terjadi, nampak sosok laki-laki yang berada di dalam mobil mewah melintas dan memerintahkan untuk menghentikan mobilnya. Dirinya terus mengamati Ailina tanpa berkedip sedikitpun.
"Gadis yang sangat istimewa" ucapnya lirih .
Sang pengawal yang ada di depan segera bertanya. "Maaf Tuan muda, saya akan membawa gadis itu di hadapan tuan, kalau memang tuan menginginkannya" ucap sang pengawal.
Laki-laki itu terdiam tanpa jawaban, hanya tatapan tajamnya diarahkan ke sang pengawal tanda bahwa dirinya tidak suka dengan apa yang diucapkan pengawalnya.
"Maafkan saya Tuan, kalau saya lancang" ucap sang pengawal.
"Jaga mulutmu, aku yakin kekuatanmu bukan tandingan gadis itu, jadi diam lah!" Sahut sang Tuan.
Sementara itu pertarungan masih berjalan sengit, kini Ailina di keroyok oleh 6 orang, sebenarnya bukan hal sulit untuk menghajar dan membuat mereka tidak berkutik, seandainya Ailina bisa menggunakan tenaga dalamnya.
Namun tentu saja itu tidak mungkin dia lakukan karena janjinya kepada orang tuanya, hingga di suatu kesempatan, mereka berbuat curang dan menebarkan serbuk bius yang bisa berakibat fatal jika terhirup.
"Sial, aku menghirup serbuk ini" batin Ailina yang sesaat kemudian merasakan serbuk putih itu mulai bereaksi di dalam tubuhnya.
Ailina berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar, hingga kemudian sebuah pukulan berhasil mendarat di perutnya.
"Akh!" Teriak Ailina tidak bisa menahan tubuhnya yang limbung dah hampir terjatuh, namun, sebuah tangan menangkap pinggangnya.
"Hati-hatilah Nona" ucap seorang laki-laki yang kini sudah memeluk dirinya.
Ailina segera mundur dan mendorong tubuhnya untuk terlepas, lalu menatap laki-laki itu dengan lekat. Laki-laki yang sangat tampan dan bisa dipastikan bukan asli keturunan Pribumi, dengan rambut hitam dan rahang yang sangat kokoh, belum lagi postur tubuhnya yang tinggi dan gagah, hidung yang begitu sempurna dengan beberapa bulu tipis nan rapi yang terlihat di sekitar rahang dan dagunya, tatapan matanya yang begitu tajam namun sangat menghanyutkan.
Bersambung ya Gaes, mohon sabar dan jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
pakai masker kan?? bisa terhirup juga??
2024-08-31
1
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
uhhh kata2ny seolah-olah begitu islami bangeeettt...sebelum nyuruh cewe lain nutup aurat suruh dulu tuh emak sama adek lu sempurnakan nutup auratny....kalau emang cantik banget ya di tutup lah pakai cadar biar kecantikanny gk jd masalah....
2024-08-31
0
Sabaku No Gaara
sky
2024-08-02
0