Ketiga anak kembar itu masih terdiam dan menatap Daddy nya, berharap mendapatkan jawaban yang di inginkan oleh mereka, hingga kemudian datanglah seseorang yang rupanya sudah ditunggu oleh Edward.
"Nah..ini dia" ucap Edward menyambung ucapannya.
"Daddy..apaan sih Dad, kita nunggu jawaban dari tadi ni..kok malah jawabannya ini dia, memang nya ada hubungan dengan papa Kai?" Protes Ailina sambil memanyunkan bibirnya.
Sementara Ethan dan Evan hanya menarik nafas panjang saat menyadari kalau Daddy nya hanya mengulur waktu saja.
Kaisar tersenyum dan menyapa semua yang ada disana, lalu dirinya menatap satu-persatu ketiga bocah kembar kesayangannya.
"Rupanya kalian sudah besar juga ya?" Ucap Kaisar sambil tersenyum.
"Ish..apaan sih pa..baru sadar kita dah Segede gini, coba aja Mommy buka pendaftaran calon mantu..pasti langsung penuh itu list pendaftaran nya" sahut Evan.
BUG
Alena melempar sebuah buku tepat di kepala Evan.
"Akh..sakit Mom!" Teriak Evan.
"Sekolah yang bener, gak usah mikir aneh-aneh, Mommy masih gak mikir calon mantu, dasar!" Sahut Alena.
"Canda Mom, hehe" jawab Evan.
Sementara yang lain pada menahan tawanya melihat Evan yang masih meringis kesakitan menggosok kepalanya perlahan.
Edward memulai kembali bicaranya, "Baiklah sepertinya semua sudah kumpul, dan Daddy akan menyerahkan hasil akhir keputusan ini kepada Papa KAI kalian."
Kaisar menarik nafas panjang, sebenarnya dia sangat berat hati kalau harus menuruti keinginan ketiga bocah kembar ini, namun bagaimanpun juga mereka berhak mendapatkan kebebasan berpendapat nya.
"Baiklah, aku akan menyetujui permintaan kalian dengan syarat_" ucap Kaisar.
"Apa?!" Ucap ketiganya hampir bersamaan, dan tengah menatap serius ke arah Kaisar.
"Sabar, tidak perlu menatapku dengan sorot mata kalian yang mengerikan itu" ucap Kaisar sedikit terkejut melihat betapa antusiasnya mereka.
"Aduh cepet Pa, jangan kelamaan ngomong, kita dah gak sabar ini" sahut Ailina.
"Okey, Syaratnya kalian harus bisa menghadapi ku dan paman Raka, bagaimana?" tanya Kaisar.
"Apa!" Teriak ketiganya dengan wajah yang sangat terkejut.
"Pa, apa gak ada syarat yang lain, ini keterlaluan!" Ucap Evan dengan muka kesalnya.
"Iya nih pa, apa-apaan kita harus menghadapi kalian berdua, gak usah bercanda deh Pa" sahut Ailin yang tak kalah nyolot.
Namun berbeda dengan Ethan, "Jadi begini permainan papa Kai, okey, kita akan sebaik mungkin memenuhi syarat itu, dan kalian Evan, Ailin, bersiaplah, mau tidak mau kita harus berusaha bertahan kalau memang kalian inginkan kebebasan kita." sahut Ethan.
Ailina dan Evan saling menatap sejenak kemudian mengangguk kan kepalanya, sementara Edward, Kaisar dan Alena hanya menarik nafas panjang pada akhirnya.
"Mereka tidak akan menyerah akan keinginannya Honey, dasar keras kepala!" Ucap Alena.
Tidak dengan Edward yang justru tertawa melihat keputusan ketiga anak kembarnya, "kau tau Bee, mereka benar-benar keturunan keluarga Eagle dan Nugraha, pantang menyerah dan punyak karakter yang sangat kuat, aku bangga!" Sahut Edward.
"Kau ini, apa tidak merasa khawatir sama sekali dengan mereka, kalau tanpa pengawalan bagaimana, kalau terjadi sesuatu aku harus berbuat apa, aku tidak bisa melihat mereka sampai terluka honey, melihat kalian melatihnya dengan keras saja, membuat hatiku tiap malam menangis" ucap Alena yang sudah menampakkan air mata yang ada di pelupuk matanya.
Edward segera mendekap dan membingkai wajah istrinya, ditatapnya dengan penuh kasih sayang lalu dikecupnya kening dan bibir Alena dengan lembut.
"Mereka anak-anak yang istimewa Bee, tidak ada yang bisa melukai mereka, apa kau meragukan suami mu ini?" Ucap Edward.
"Maaf honey, aku hanya khawatir dengan keselamatan mereka, bagiku mereka masih baby kecilku yang lucu-lucu dan aku tidak ingin siapapun melukainya" jawab Alena.
"Lalu, bagaimana menurutmu, apa kita akan memperlakukan mereka seperti seorang bayi?" Ucap Edward.
"Tentu saja tidak, Aku hanya_, hehh, Baiklah aku setuju saja Honey.." ucap Alena pada akhirnya, karena semua di lakukan untuk kebaikan ketiga anak kembarnya.
**
Pertarungan kali ini sudah disiapkan di tempat latihan yang terletak di belakang Mansion.
Kaisar tersenyum dan menyapa seseorang yang ditunggunya.
"S-hit!, Jadi kali ini kita akan berhadapan dengan ketiga bocah kembar kesayanganku ini?" Ucap Raka dengan wajah yang berat.
"Mau bagaimana lagi, mereka benar-benar ingin hidup tanpa harus pengawalan dari kita, dan aku rasa tidak semudah itu mereka harus menerima persetujuan dariku" sahut Kaisar.
"Sebenarnya kau itu belum tega saja kan, melepas pengawalan mereka?" Ucap Raka dengan tatapan penuh curiga ke Kaisar yang sedang mempersiapkan dirinya.
"Sudah, tidak usah menebak-nebak apa yang ada di kepalaku, kau bukan Ethan yang dengan mudah bisa melakukan hal itu dan sebaiknya kita konsentrasi dulu menghadapi mereka bertiga, ingat_, mereka punya kekuatan dahsyat, hati-hatilah" sahut Kaisar yang kini sudah bersiap di tengah Arena pertarungan.
Kemudian Raka segera mempersiapkan dirinya, "ini gila, bagaimana mungkin aku menghadapi ketiga anak kembar yang sudah aku anggap seperti darah daging ku sendiri, dasar Kaisar..!" Ucap lirih Raka yang kemudian berjalan menyusul keberadaan Kaisar di tengah Arena.
Kesempatan kali ini tidak disia-siakan oleh para pengawal yang sedang berjaga di sekitar mereka, mereka bahkan sangat senang bukan kepalang bisa mendapat kesempatan melihat kekuatan ketiga majikan kembarnya yang akan segera beraksi.
Sementara itu, Ethan dengan sangat serius memberikan beberapa pesan ke kedua Adiknya, "ingat, kita harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai lengah, kalau tidak mungkin kita mengalahkan mereka berdua, setidaknya kita bisa bertahan dengan serangan mereka, kalian mengerti maksudku kan?" Ucap Ethan dengan serius.
"Siap kak, satu lagi, aku yakin kita pasti akan menggunakan tenaga dalam klan Nugraha, dan saat itu terjadi, kita harus benar-benar mengontrolnya, jangan sampai kita kebablasan, sesuai apa yang di katakan Eyang, kita harus mengontrol kekuatan kita agaty tidak berakibat fatal" jawab Ailina.
"Hem, aku setuju, kita jangan sampai kelepasan, apalagi sampai melukai anggota keluarga kita sendiri" sahut Evan.
Dan kini mereka bertiga sudah berjalan memasuki arena pertarungan, tepat di depan Kaisar dan Raka.
"Ingat Ka, jangan sekali-kali menatap mata Ethan, kalau sampai gerakan terbaca olehnya, tamat Riwayat kita" ucap Kaisar.
"Hehh.., aku lebih baik melawan seratus orang penjahat daripada harus berhadapan dengan mereka bertiga, merepotkan sekali" ucap Raka yang sudah menyiapkan diri, "kau juga jangan sampai terkecoh dengan Evan yang bisa bergerak sangat cepat dan melakukan teleportasi" sahut Raka kembali.
"Ingat juga Ailina!" Ucap keduanya bersamaan, lalu kemudian saling pandang.
Sementara Edward dan Alena tersenyum melihat bagaimana ketiga anaknya mampu membuat dua orang tangguh yang selalu menjaga keluarganya menjadi galau.
Kaisar melompat dan menyerang mereka terlebih dahulu, hantaman kekuatan tangan dan kakinya ditangkis oleh Ethan dan juga Evan, sementara Ailina memutar dan menghentakkan tangannya menyerang Kaisar dengan kekuatan penuh.
Raka menyusul Kaisar dengan gerakan cepat, berusaha mematahkan serangan Ailina yang hampir saja mendarat di perut Kaisar.
"Huff, hampir saja.." ucap lirih Kaisar sambil menoleh ke Raka dan memberikan kode untuk menyerang mereka bersama-sama.
Tendangan cepat dan kuat kolaborasi dari Kaisar dan Raka membuat ketiga bocah itu keteteran, bahkan beberapa bagian tubuh mereka membiru karena pukulan yang berhasil mengenai tubuhnya.
Ketiganya segera melompat ke belakang menjaga jarak dan mengatur nafasnya, "Saatnya gerakan kolaborasi kekuatan kita harus di gunakan, kalau tidak, kita akan kalah" ucap Ethan memberikan instruksi.
"Baik" ucap Evan dan Ailina segera bersiap.
"Kita akan memberikan kejutan ke Papa Kai dan Paman Raka" ucap Ailina dengan senyuman dan tatapan tajamnya.
Makin seru gaes..apakah mereka bertiga sanggup bertahan dan bahkan menjadi pemenangnya?, Sabar dan ikuti Episode selanjutnya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
BundaYuniatfaura
makin seru 😁 😁 😁
2024-02-08
4
Ryanty Syuryanty
makin seru ni, serasa ku pengen melompat juga 😀
2023-03-29
2
anna dharta
kaki ku ikut tegaaang rasa pengen naik genteng aku 🤣🤣. pemirsaahh yuk mamoir ke buku aku JANDA MANDUL karya anna dharta di Noveltoon. makasiih kakak 🌹
2023-03-28
0