Episode 8

Tak lama akhirnya Evan tiba juga di Mansion dengan berlarian masuk kedalam sambil mengucapkan salam dan mendapat sahutan dari kedua saudaranya yang duduk santai di sofa ruang tengah yang masih lengkap dengan pakaian sekolahnya.

Brug

Evan segera menjatuhkan dirinya di sofa.

"Astaghfirullah kak Evan!, Jangan mepet-mepet gini, gerah aku ni, sonoan, masih longgar itu dekat kak Ethan" ucap Ailina sambil mendorong Evan.

"Ish, apaan sih Ai, pelit amat, sukanya aku disini aja, diam dulu lah, aku capek ini" sahut Evan.

"Ya sama kak Evan, aku juga capek, gerah, mangkanya jangan ngedusel gini, gerah jadinya" sahut Ailina tak mau kalah.

Namun Evan bukannya bergeser, malah kembali lagi di dekat Ailina yang akhirnya pasrah dengan kelakuannya.

Sementara Ethan tampak memijat keningnya dan masih merebahkan kepalanya di sofa yang sama.

"Kak Ethan kenapa?" Tanya Ailina.

"Pusing dengar kalian dari tadi ribut" jawab Ethan kesal.

"Bohong, kak Ethan lagi pusing miki cewek se-ksi di sekolah nya tu" sahut Evan.

"Sembarangan!" Ucap Ethan.

Bug.

Ethan melempar bantal sofa tepat di kepala Evan yang seketika tertawa.

"Wah, aku ketinggalan info nih" sahut Ailina yang langsung mendekati Ethan dengan senyum anehnya.

"Jangan dengarkan gosip si Evan" ucap Ethan saat melihat Ailina sudah bergeser dan kini ada dalam pelukannya.

"Beneran?" Sahut Ailina dengan mengerjab kan mata menggoda Ethan.

"Ish kau ini, jangan di pelukan kakak gini, risih, gerah Ai, minggir!" Ucap Ethan kemudian berusaha menghindari pertanyaan Ailina.

"Gak mau, kak Ethan cerita dulu soal cewek itu, baru aku pindah dari pelukan kakak" sahut Ailina mengajukan syarat.

Ethan menatap Ailina jengah, sungguh sebenarnya Ethan sudah sangat eneg dengan sikap salah satu temannya di sekolah, Pasalnya gadis itu sangat suka memakai pakaian se-ksi tanpa menutup aurat sama sekali.

Belum lagi sifatnya yang kepedean karena begitu banyak laki-laki yang mengejarnya. Bisa di bilang gadis ini adalah bintang di sekolahnya, tapi tidak bagi seorang Ethan Eagle Nugraha. Hingga akhirnya Ethan harus berusaha menghindari gadis ini dengan segala cara.

"Oh, jadi begit, Cantik pasti kan kak?" Tanya Ailina.

"Cantik lah, se-ksi dia, bohai, hahaha" sahut Evan sambil tertawa.

Bug

"Ah!, Kak, sakit tau!" Teriak Evan saat dilempar kepalanya dengan sesuatu oleh Ethan.

Ethan dan Ailina kini yang gantian tertawa melihat kepala Evan sedikit benjol. Lemparan kunci mobil dari Ethan rupanya tepat mengenai kepala Evan saat mentertawakan kakaknya Ethan.

"Kau sendiri apa kabar itu dengan wanita yang lebih mirip bodyguard kamu" ucap Ethan sambil melirik Evan.

"Ha, apalagi ini, maksudnya kak Evan punya bodyguard cewek?" Sahut Ailina yang masih bingung.

"Tanya ke orangnya" sahut Ethan.

"Apa sih kak, jangan percaya sama kak Ethan Ai" Teriak Evan membela diri.

"Ish, kalian ini apaan sih, cerita dong kak, ayo cepet" Rengek Ailina ke Evan kakaknya.

"Iya iya, aku cerita Ai, dasar kak Ethan, ngapain juga sih ngomongin itu cewek" jawab Evan bersungut-sungut.

Akhirnya Evan menceritakan bagaimana dirinya dipaksa untuk menjadi kekasih seorang Remaja teman satu angkatan, yang sok berkuasa di sekolahnya.

Bahkan dengan lantang gadis itu sering mengatakan akan memberi pelajaran kalau ada wanita yang berani mendekati Evan. Tidak seperti Ethan yang berusaha menghindar, Evan justru mendiamkan saja apa yang di lakukan gadis itu.

"Emang kak Evan suka sama cewek itu, niat gitu sama yang namanya pacaran?" Tanya Ailina.

"Ya enggak lah Ai, mana ada hal itu dalam pikiranku, bisa di laknat Allah tu, kalau pacaran model zaman sekarang" sahut Evan.

"Good, you are the best brother" ucap Ailina sambil mengacungkan kedua jempolnya untuk Evan.

"Aku tidak?" Sahut Ethan tak terima.

"Tentu saj, you are the best brother too" ucap Ailina kini gantian mengacungkan kedua jempolnya untuk Ethan.

Cup Cup

Kedua kakaknya langsung memberikan ciuman di kedua pipi Ailina.

"Kakak!, Sudah di bilang jangan suka nyium, aku dah gede, sama kayak kalian, dasar!" teriak Ailina kesal dan segera membersihkan pipinya dengan tissue yang ada didekatnya.

"Hahaha"

Ethan dan Evan malah tertawa melihat ekspresi Jengkel Ailina yang di anggap lucu dan menggemaskan.

"Sekarang Giliran Kamu Ai" ucap Ethan dan Evan hampir bersamaan.

"Aku?" Tanya Ailina terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, siapa lagi, apa kabar itu laki-laki misterius yang berkali-kali menolong mu" ucap Ethan.

"Hah, kok kakak tau, jangan bilang kak Ethan menggunakan kekuatan kakak untuk membaca pikiran ku"

"Sorry." Sahut Ethan.

"Kak Ethan!, menyebalkan!" Teriak Ailina yang kini sudah memukuli kakaknya.

Sementara Evan semakin tertawa melihat perseteruan kakak dan adiknya.

"Ampun Ai, Evan, bantu dong!" Teriak Ethan.

Evan segera menarik tubuh Ailina menjauhi Ethan sambil tertawa.

"Sudah-sudah, ayo Ai, waktunya kamu yang cerita soal laki-laki itu" ucap Evan yang masih memegangi Ailina.

"Gak mau, lagian aku juga gak kenal, itu orang siapa" sahut Ailina sambil membenahi baju dan hijabnya.

"Masak sih Ai, kok bisa?" Tanya Ethan.

"Tau kak, orang dingin kayak gitu, ditanya juga ucapnya singkat doang" ucap Ailina masih jengkel saat mengingat sosok laki-laki yang sudah membantu nya.

"Wah misterius banget tu Orang, tapi baik juga sih, suka tiba-tiba muncul disaat kamu butuh bantuan, iya kan?" tanya Evan.

"Hhh, baik sih, tapi aku merasa dunia ini hanya SELEBAR DAUN KELOR, kemanapun aku pergi dan membutuhkan pertolongan, selalu bertemu dengan itu orang" ucap Ailina.

"Nah, sama tuh kayak aku dan wanita bodyguard itu,setiap langkahku di lingkungan sekolah selalu bertemu, benar-benar, Dinia terasa SELEBAR DAUN KELOR" sahut Evan.

"Kenapa nasib kita dimasa sekolah SMA ini sama ya, aku juga di kintilin sama itu model centil di sekolah, hhh, sepertinya Dunia memang hanya SELEBAR DAUN KELOR" Ucap Ethan.

Dan ketiga bocah kembar itu pun saling menatap lalu tertawa bersama, hingga suara peringatan dari sang Mommy akhirnya membuyarkan keasikan mereka.

"Kalian ini, rusuh banget sih, ganti baju dulu!" Teriak Alena yang sudah membuyarkan ketiga anaknya yang lari masuk ke kamarnya masing-masing.

"Sorry mom!" teriak Ethan.

"Love you Mom!" teriak Evan.

"Mommy, are you the best!" Teriak Ailina.

Alena yang mendengar teriakan ketiga anak kembarnya langsung tertawa kecil dengan hati bahagia.

"Dasar, anak-anak yang menggemaskan" ucap lirih Alena sambil merapikan kursi sofa ruang tengah yang sudah berantakan oleh perbuatan ketiga anaknya.

Tak lama kemudian, terdengar suara salam dari seorang laki-laki tampan yang tak lain adalah Edward sang Daddy dari ketiga bocah kembarnya.

Alena menjawab salam dan tersenyum senang mendapati suaminya sudah pulang lebih awal dari biasanya. "Ada apa ini, ramai sekali?, Aku dengar tadi kamu teriak-teriak Bee?" Ucap Edward yang kini duduk di kursi sofa yang sudah sepi.

"Biasa, siapa lagi yang buat ulah honey, ketiga anak kamu itu, habis buat rusuh di sini" jawab Alena.

Edward tersenyum, menarik Alena hingga jatuh dalam pangkuannya, menci-um lembut bibirnya. "Honey, jangan gini, nanti dilihat sama mereka, ke kamar dulu, mandi dan ganti baju, ayo!" ucap Alena yang kini sudah sigap berdiri, menarik Edward yang terpaksa beranjak dan berjalan dengan malas.

jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

jd iri dg mereka bertiga bisa rukun Saling menyayangi rasanya bahagia banget deh

2023-08-20

6

Nor Azlin

Nor Azlin

daddy mommy yang harmonis & ke tiga amak nya yang kompak selalu menjaga peradaban di luar mau pun dirumah ...menghormati orang yang lebih tua dari mereka & suka menolong orang dialam kesusahan ...lanjut thor

2023-05-20

0

Ryanty Syuryanty

Ryanty Syuryanty

Edward gak bisa nahan diri kalau udah jumpa istri nya.

2023-03-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!