Ailina bagai terkena sihir masih diam mematung menatap laki-laki di depannya,
"Maaf nona..apa kau baik-baik saja?" tanya laki-laki itu dan berhasil mengagetkannya.
"Ha!, oh..iya, aduh, maaf" ucap Ailina segera menundukkan pandangan dengan muka merahnya, lalu berjalan meninggalkan tempat begitu saja saat mendapati semua perampok itu sudah lari entah kemana.
Laki-laki itu tersenyum melihat Ailina yang terlihat gugup dan salah tingkah, dan saat akan berjalan meninggalkan tempat, tiba-tiba saja terdengar teriakan dari suara yang baru saja dikenalnya.
"Tunggu Tuan..!" Teriak seorang gadis yang tak lain adalah Ailina, laki-laki itu terkejut melihatnya, lalu berhenti dan memperhatikan Ailina yang masih ngos-ngosan mengatur nafas dan belum bisa berbicara, hingga kemudian, "Terimakasih, maaf saya tadi lupa mengucapkan Terimakasih"
Laki-laki itu tersenyum kembali melihat kekonyolan seorang gadis yang ada di depannya, "hanya itu?" Tanyanya.
"Iya, memang apa lagi, kalau mau minta nomer handphone dan yang lainya, NO" ucap Ailina lalu segera pergi begitu saja.
Tawa kecil terlihat dari bibir laki-laki itu, "Mata yang sangat indah, dan aku yakin wajahmu begitu sempurna walaupun aku belum bisa melihatnya" batin Laki-laki itu yang kini sudah masuk kedalam mobil kembali dengan pengawalan yang sangat ketat dari beberapa orang-orang yang sudah mendampingi nya.
"Maaf Tuan muda, kita akan menuju ke tempat yang paling aman dan jauh dari pusat kota dahulu, keselamatan Tuan harus jadi prioritas saat ini" ucap salah satu pengawalnya.
"Hem, lakukan yang terbaik, kondisiku belum pulih seratus persen, aku butuh banyak Istirahat" ucapnya.
"Siap Tuan, tempat paling aman sudah kami persiapkan"
"Apa mereka masih terus mengejar ku sampai di negara ini?" Tanya Tuan Muda itu lagi.
Kemudian sang pengawal memberitahukan bahwa perebutan kekuasaan di dalam Dunia bisnis keluarganya masih memanas, dan bahkan Fitnahan keji yang ditujukan kepada tuan Mudanya kini bertambah kejam.
"Lalu Mommy ku?" Tanya tuan Muda lagi.
"Nyonya selamat Tuan, beliau kini berada di dalam Mansion Utama dengan perlindungan penuh dari Nenek dan kakek anda"
"Bagus, hanya mereka berdua yang bisa aku percaya saat ini, dan aku berharap bisa segera kembali dan membalas mereka semua, Dasar Ba-ji-ngan!" Teriak Sang Tuan Muda sambil menghentakkan tangannya.
"Kakak pertama dan kedua anda, sepertinya sudah merencanakan suatu kejahatan lagi untuk merampas semua perusahaan yang sudah di wariskan ke anda Tuan"
"Aku tau, dan aku sudah menyangka hal ini akan terjadi, seandainya mereka tidak ada ikatan darah dengan Almarhum Daddy, aku pasti sudah mencincang mereka dari dulu, dasar Parasit!" Ucap sang Tuan Muda yang kini kembali menyandarkan kepalanya di kursi mobil untuk beristirahat sejenak selama perjalanan menuju tempat teraman nya.
Namun bibirnya tiba-tiba saja tersenyum dangan mata yang masih terpejam, saat sekilas bayangan Ailina melintasi alam pikirannya.
Beberapa pengawalnya saling pandang melihat reaksi Tuan mudanya yang sudah tersenyum beberapa kali tanpa mereka tau alasannya.
"Apa menurutmu, Tuan kita masih baik-baik saja?" Tanya salah satu dari Pengawal nya dan yang lain hanya menggelengkan Kepalanya.
*
Sementara itu Ailina sudah berjalan kembali ke tempat dimana seorang wanita yang tadi berteriak meminta pertolongan saat kalung permata nya dirampas oleh beberapa perampok.
"Maaf, ini perhiasan anda kan?" Ucap Ailina sambil tersenyum dan memberikan kalung permata itu.
Wanita muda yang kira-kira empat tahunan di atasnya itu pun segera menoleh, lebih mendekat kearah Ailina, laku kemudian memperhatikan kalung itu dengan teliti.
"Ini asli punyaku kan, tidak kamu tukar yang palsu?" Ucap wanya itu dan sontak membuat Ailina sangat terkejut.
'Sialan ini orang, sudah ditolong sampai kembang kempis gini nafas ku, eh..malah mencurigai ku, dasar!' batin Alina yang masih dengan senyuman yang tetap menghiasi bibirnya.
"Silahkan diperiksa saja Nona, kalau saya sih gak tau dari awal itu asli atau imitasi"
Wanita itupun langsung melotot kan matanya, tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ailina yang memasang tampang santai dan cuek bebek.
"Eh, kamu, enak saja kalau ngomong, aku adalah Sarah Putri Mahardika, anak dan pewaris dari pemilik perusahaan Mahardika Company yang kaya raya dan berkuasa, gak mungkin ya, mau pakai barang imitasi, orang tuaku bisa beli permata sekalian tokonya, mengerti!" Ucap Sarah dengan sombongnya.
"Bengek ini anak orang, sombongnya selangit, bikin aku pengen jambret lagi aja deh itu kalungnya, dan aku buang jauh biar tau rasa" batin Ailina yang mulai malas melihat wanita yang ada di depannya.
"Kok malah bengong sih, ya udah, kamu udah tau namaku kan, sekarang bilang, kamu maunya apa karena sudah menolongku, seratus ribu, satu juta atau apa, aku bisa memberimu semuanya untuk mengganti hutang budi karena sudah menolongku tadi" ucap sarah membuat mata Ailina semakin membulat tak percaya dengan modelan anak manusia yang ada didepannya.
Tidak tinggal Diam, lalu kemudian Ailina tersenyum saat terlintas di pikirannya sedikit ide memberi pelajaran kepada wanita yang kini tengah membuatnya kesal setengah mati. "Baiklah.. loe jual gue beli, jangan salahkan aku" batin Ailina.
Lalu kemudian dirinya maju sejengkal dan berkata dengan tegas, "gue minta satu jarimu buat kenang-kenangan saja, boleh?" Ucap lirih Ailina dengan senyuman sinis nya yang begitu mengerikan bagi wanita yang ada di depannya.
"Kau gila!" Teriak Sarah yang kini segera mundur dengan wajah yang ketakutan.
Ailina terkekeh merasa berhasil dan geli sendiri melihat bagaimana reaksi wanita sombong yang ada di depannya, lalu kemudian Ailina melemparkan kalung itu ke muka Sarah dan pergi begitu saja.
"Hei!, dasar wanita sial-an, tunggu, berani kau berbuat kurang ajar padaku ha!" Teriak Sarah tidak terima karena ada orang yang berani berbuat kurang ajar padanya dan ini untuk yang pertama kalinya.
"Dasar wanita gila, sebentar lagi kau akan menjerit lebih keras" batin Ailina lalu kemudian_
"Kalungku!, Aku akan membuat perhitungan denganmu!, Awas kau!" Teriak Sarah lagi dan kali ini begitu keras penuh dengan Emosi, bagaimana tidak, permata di kalung itu hancur berkeping-keping dan rontok seketika karena perbuatan Ailina.
Sementara itu Ailina tertawa terbahak-bahak sambil terus berjalan membayangkan muka Sarah yang kini pasti tengah menangis darah.
Kini tujuan Ailina adalah kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang, kemudian dirinya segera menghubungi kakaknya Ethan agar menjemputnya di Taman yang dekat dengan dirinya saat ini.
Hingga akhirnya senyuman lebar dari bibir Ailina kini merekah seketika, saat melihat tukang es cendol langganan nya melintas.
"Mang tunggu!" Teriak Ailina sambil berlari mengejarnya.
Orang setengah baya yang sedang mendorong gerobak Es cendol segera berhenti dan menoleh kearah Ailina, seketika orang itu memperlihatkan deretan giginya dengan wajah yang sangat senang.
"Wah, Non Beauty dari mana?, Sengaja kesini cari Mang Kosim?"
"Ish, Ailina mang, bukan Beauty" sahut Ailina yang kini berjalan disebelah mang Kosim yang sebentar lagi sampai di tempat mangkal nya.
Yang masih mau seru-seruan, yuk jangan lupa VOTE HADIAH LIKE KOMEN dan Tonton IKLANNYA.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
wowww ketampananny sampai bisa cepat menyadarkan ailin dari serbuk bius yg d hirupny tadi amazing 👏👏👏👏
2024-08-31
1
Isabela Devi
ga tau trima kasih
2023-11-28
4
Erning tri Christanti
pengen Jambak rambutnya....dasar ga tau diri sudah ditolong malah .....😠
2023-07-23
0