Ruby berjalan ke kamar kecil dan menelpon orang tuanya. Gadis itu kesal karena lagi lagi dia kalah dari Joy, selama ini dia selalu menganggap joy sebagai saingannya, Apa yang disukai joy dia harus memilikinya, apa yang joy miliki dia juga harus miliki dan bahkan harus lebih, orang tuanya memang sangat kaya, seperti Joy makanya Ruby bisa meminta apapun yang dia inginkan.
📲“Halo sayang kenapa telepon mommy? Bukannya kamu sedang di sekolah saat ini?” suara mommy Ruby terdengar dari dalam telepon.
📲“mom! Ruby gak mau tau! Pokoknya ruby juga mau dijaga sama bodyguard! Seperti Joy! Ruby gak mau kalah dari joy!”
📲“tenang dulu ruby, kamu telepon mommy langsung marah marah emang ada apa ini?” tanya monika, mommy nya Ruby.
📲“Joy bikin Ruby kesal mom! Mommy tau dia di jaga sama bodyguard yang super tampan! Ruby juga mau!”
📲“baiklah baik, mommy akan minta sama daddy kamu untuk mencarikan bodyguard untukmu” ujar monika pasrah, sifat egois putrinya memang tidak bisa dia lawan.
📲“Ruby maunya bodyguard milik joy mom!” gerutu Ruby kesal.
📲“Iya nanti mommy usahakan minta sama daddy kamu, balik lagi belajar sana” monika langsung mematikan telepon dari Ruby secara sepihak.
“Arrgghh mommy!” umpat ruby kesal karena teleponnya sudah mati.
Ruby berjalan dengan kesal menuju kelasnya, dalam perjalanan dia tidak sengaja melihat dua bodyguard joy sedang merokok di belakang sekolah, ide jahat langsung muncul dari otak Ruby, gadis itu berjalan mendekati Ray dan Melvin.
“Hai” sapa Ruby sambil tersenyum manis pada dua bodyguard Joy.
Ray hanya melihat tanpa ekspresi dia hanya sibuk mengisap rokok di tangannya, sebagai ketua mafia rokok memang sudah biasa dia hirup, apa lagi jika sedang bekerja di dalam dunia gelap.
“Hai, gue ruby” sapa ruby sekali lagi sambil menyodorkan tangannya ke arah Ray.
Ray hanya acuh dan bersikap cuek dia tidak melirik lagi atau pun menganggap ada orang yang mengajak dia bicara.
“Gue lebih kaya dari Joy, gue bisa bayar kalian lebih mahal, mau gak kerja sama gue?” ruby berusaha menahan emosi saat mencoba mengajak bicara Ray dan Melvin.
Ray mengulum senyumnya, dan menghembuskan asap rokok yang ada di mulutnya, “1 milyar lo bisa bayar 1 milyar emangnya?” sindir Ray.
Mata Ruby langsung melotot mendengar ucapan dingin Ray, “Tidak mungkin kan? Mana mungkin kalian di bayar semahal itu!”
“Katanya anda mau membayar lebih dari nona joy, bayaran kami bahkan lebih dari itu” Melvin akhirnya ikut bicara.
Ruby semakin emosi tapi dia masih tidak mau kalah, dia ingin memiliki pria tampan itu semakin dia mendekat semakin ruby ingin memiliki Ray untuk dirinya. “ba-baik aku akan membayar kamu satu milyar, jadi berhenti sekarang juga dan jadi bodyguard ku” perintah Ruby.
“hahahaha” Ray melempar rokok yang di tangannya dan mendekati ruby, “Jangan berharap! Yang bisa menentukan dimana gue kerja hanya diri gue sendiri, sana bermimpi untuk mendapatkan gue!” sindir Ray sambil berlalu meninggalkan Ruby.
Tangan Ruby semakin mengepal geram karena emosi dengan ucapan Ray. “LIAT SAJA GUE AKAN DATANG KE KANTOR LO! DAN LO AKAN MENJADI BAWAHAN GUE!” teriak Ruby pada Ray dan Melvin yang berlalu pergi.
Ray hanya acuh dan kembali memasang masker pada wajah tampannya, seperti permintaan nona joy, dia akan mematuhi keinginan gadis itu.
“Bos, wajah bos memang dapat membuat para wanita berperang untuk mendapatkan bos”ledek Melvin.
Ray hanya tertawa pelan, “bagi gue hanya ada satu wanita di dalam hati gue” kekeh Ray.
...🍊🍊🍊🍊🍊...
“Lo curang joy! Lo gak kena hukum bareng kita kita” lirih nanda pada Joy.
Joy hanya tertawa pelan dan menyodorkan botol minuman pada teman temannya, “sorry banget, gue dibangunkan pagi banget tadi, jadi gak telat deh”.
Kepala Sonia dan icha langsung tegak begitu mendengar ucapan Joy, “Joy! Tadi gue dengar dengar dari anak anak, bodyguard lo itu gantengnya super duper, emang benar itu?” pekik Sonia.
Ruby yang kebetulan ada di kelas juga langsung menoleh dan melirik sinis pada Joy dan teman temannya.
“Sonia sumpah bodyguard Joy itu gantengnya luar biasa, meleleh liat wajahnya” pekik salah satu teman sekelas mereka yang kebetulan melihat Ray saat datang membawakan Joy sarapan.
“Apaan sih, jangan bahas itu lagi” gumam joy berusaha mengalihkan topik pembicaraan para teman temannya.
“Joy, gue gak mau tau sekarang juga bawa sini bodyguard lo, gue pengen liat dia” pekik Sonia di angguki icha dan yang lainnya, hanya Ruby yang tidak bereaksi dan tetap melirik sinis.
“Alah baru bodyguard juga udah bangga, paling kalau joy udah gak bayar dia lagi, dia gak akan patuh sama joy” sindir Ruby.
“Lo kalau iri bilang aja ruby, lo pengen juga kan punya bodyguard seperti bodyguard milik joy, makanya lo emosi banget dengar kita bicarain bodyguard milik joy” celetuk Nanda yang sejak tadi diam.
“Ruby gak mungkin iri, dia punya gue yang ngelindungi dia, gue tanpa di bayar pun rela melindungi kekasih gue, kalau bodyguard milik joy bekerja karena di bayar” Aldo ikutan berbicara untuk membela kekasihnya.
Ruby merasa sangat senang dan memeluk lengan aldo sambil memberikan ciuman pada pipi pria itu. “makasih sayang” bisik Ruby pada Aldo.
“Ya udah kalau gak iri jangan sewot dengar kita bicarain bodyguard milik joy” ujar nanda ketus.
Joy yang dibicarakan sejak tadi hanya diam saja, dia melihat kea rah aldo dan memegang dadanya, ‘Kenapa gue ngerasa biasa aja ngelihat Ruby dan aldo bermesraan’ batin Joy, sudah sejak pagi tadi Joy berpikir tentang apa yang di rasakannya pada Aldo kini sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin sejak aldo berpacaran dengan Ruby, atau mungkin sejak kedatangan Ray dalam hidupnya.
Joy lebih merasa grogi jika berdekatan dengan Ray, dia malah kesal karena banyak anak kelasnya yang tertarik pada Ray, di banding banyaknya wanita yang menyukai Aldo. ‘sebenarnya apa yang gue rasain ke Aldo ini cinta atau bukan sih’ Batin joy. Gadis itu termenung memikirkan bagaimana perasaannya pada aldo sekarang, dulu waktu mereka berteman Joy sangat yakin menyukai aldo karena gadis itu sering membayangkan wajah Aldo di setiap hari yang dia lalui kini wajah itu tidak pernah lagi terbayang oleh Joy.
“Joy!” sebuah tepukan di bahu dan panggilan baru menyadarkan Joy dari lamunannya.
“Hmm? Ada apa?” tanya Joy.
“Kita shopping yuk, udah lama gak jalan jalan ke mall, kita shopping” ajak Sonia.
“hmm” joy berpikir sebentar dia ada les biola yang harus dia datangi, mami syntia akan marah jika dia tidak datang ke les biola itu.
“Jangan bilang lo ada les lagi?” selidik Sonia.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Renireni Reni
hatinya udah pindah haluan
2023-03-22
1
Atik Marwati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-02-02
0
Widya Febrina
siapa sih Ray????🤔🤔🤔🤔😉😉😉😁😁😁😁😁
2023-02-02
0