Ray sedang berbaring di kamarnya, namun pria itu bangun secara tiba tiba ketika mendengar dering ponsel yang berbunyi.
“bos, kami sudah mendapatkan orang yang memukul Nando bos” lapor anak buah Ray.
Beberapa hari yang lalu ada anak muda yang datang dan memukul salah satu anggota klan mafia milik Ray, karena dia menolak untuk membeli jenis narkoba baru, Ray yang tidak suka anak buahnya di usik akhirnya menyuruh para anggota yang lain untuk mencari orang yang memukul itu, dan sekarang baru orang itu tertangkap.
“di mana?”
“di club xxx sekarang mereka sedang pesta di ruang VIP nya bos”.
“Suruh semuanya siap siap, aku akan ke sana” Ray langsung mematikan ponselnya, saat dia mau keluar dari pintu kamar langkahnya terhenti, bisa bahaya jika mommy ay memergoki dia keluar dari kamar, Pria itu mulai berjalan menuju balkon dan loncat dari sana, setelah itu ray meloncati pagar dan menunggu Melvin di samping rumahnya, dia tau Melvin akan selalu bisa membaca gerak geriknya dan tau dimana dia berada, Melvin memang pelayan setia Ray, dia sangat terkenal patuh pada Ray, dan juga nomor 3 yang di takuti di dalam dunia mafia, selain Ray dan Brian. Namun Brian sudah sekitar 5 tahun tidak pernah mengurus dunia mafia lagi.
Tidak lama Ray menunggu Mobil yang Melvin kendarai berhenti di depan Ray.
“Apa bos nya ada di sana?” tanya Ray to the point.
“Ada bos, mereka sedang merayakan keberhasilan mereka dalam menjual jenis narkoba baru, sepertinya mereka baru mendapatkan seorang peneliti obat obatan bos” jelas Melvin, pria itu sangat mengetahui sifat Ray, jadi dia bisa langsung menjawab apapun yang Ray tanyakan sebelum sempat berpikir dan mencari jawaban yang diinginkan Ray.
“anak anak tidak ada yang tergoda kan?” tanya Ray.
“ada beberapa anak anak yang baru masuk bos, tapi mereka sudah langsung saya bereskan” jawab Melvin.
Ray menghela nafas panjang, “suruh sayap kiri juga turun tangan” perintah Ray.
Melvin dengan cepat mengangguk sebelah tangannya langsung mengeluarkan ponsel dan mengabari perintah Ray untuk segera di laksanakan.
Anggota penting yang Ray pilih sendiri, itu di panggil dengan sayap kiri, sedangkan sayap kanan adalah anggota penting yang daddy Brian punya, dan masih berada di klan mafia itu.
...🍇🍇🍇🍇🍇...
“Selamat datang tuan muda” sambut Rudi sambil membukakan pintu mobil Ray.
Melvin segera turun dan berlari memberikan masker, topi dan kacamata pada Ray, pria itu memang biasa minum, tapi jika dia ke klub untuk minum dia tidak akan mengenakan masker, topi dan kacamata. Namun kalau pria itu menggunakannya, itu pertanda dia tidak mau di kenali di dalam klub itu, dan kedatangannya harus dirahasiakan.
“Kalian sudah menutup semua jalan keluar?”
“Semua jalan sudah ditutup, mereka semua sedang berkumpul di lantai VIP bos” sahut Melvin dengan cepat.
“Arahkan” hanya sekali ucap Melvin mengangguk dan menunjukkan arah menuju ruang VIP.
“HENTIKAN!!” Langkah kaki Ray terhenti saat melihat sosok yang dia kenal, terlihat seorang gadis mabuk sedang berusaha di tarik oleh seorang pria, tapi gadis itu terus menolak. “menyingkir kalian!!!” teriak gadis itu sekali lagi, walaupun mabuk dia masih bisa menjaga kewarasan dirinya agar tidak tersentuh oleh pria pria yang ada di sana.
“Bos” panggil Melvin dengan pelan. pada Raya yang terdiam.
“kau saja yang urus, selesaikan dengan cepat” perintah Ray, dia kini berbelok arah mendekati gadis mabuk itu.
Tanpa banyak bertanya Melvin mengangguk dan menyuruh semua anak buah yang mengikuti di belakang Ray untuk mengikutinya.
“Cepat selesaikan Mel” perintah Ray sekali lagi sebelum dia menjauh dari Melvin.
“siap laksanakan bos” ucap Melvin patuh, dia memang asisten paling cepat tanggap di antara semua anak buah yang Ray miliki, makanya julukan pria itu adalah Heydere milik Ray.
.
“Menyingkir!” teriak Joy sekali lagi saat tangan kekar pria mencoba merangkul bahunya.
“Heii!! Kau dengar jangan pegang pegang joy, nanti daddy nya marah hahahha!” seru Sonia, gadis itu tidak kalah mabuk dengan Joy, tapi dia berbeda saat ini Sonia sedang ada dalam dekapan pria dengan keadaan teler.
“Jangan ganggu joy! Dia berbeda dari kami, dia special” pekik nanda yang tidak kalah mabuk. Ketiga sahabat Joy memang sangat nakal, Sonia dan Icha sudah pernah melakukan hubungan badan dengan kekasih mereka sementara nanda dan Joy masih Virgin, namun mereka tetap berteman akrab. Tidak saling menjatuhkan tapi tidak juga melindungi, karena saat ini mereka tidak bisa melindungi joy sebab mereka saja tidak bisa melindungi diri mereka.
“Ayolah ikut abang, abang akan kasih surga dunia padamu” bujuk pria yang sejak tadi berusaha merayu Joy.
“Gak mau!” tolak Joy, kesadarannya dalam melindungi diri memang patut di acungi jempol.
“Ayolah” sekali lagi pria itu memaksa dengan cara mencengkram bahu joy sangat kuat hingga membuat Joy yang sudah hampir hilang kesadaran ikut terbawa oleh pria itu.
“Akkhhhhh” kini pegangan pria itu terlepas dari joy, karena lengannya baru saja di remukkan oleh Ray. Pria itu tanpa suara langsung mencengkram lengan pria yang berusaha membawa joy dan menekannya dengan kuat.
Joy yang terlepas dari tangan pria itu segera masuk dalam pelukan ray, entah apa yang terjadi Joy yang mencium bau maskulin ray langsung mengeratkan pelukannya pada Ray malah gadis itu bergelantung pada badan ray menempelkan hidungnya pada leher Ray.
“Siapa lo! Bera_” ucapan pria itu terhenti saat melihat kartu nama yang ditunjukkan oleh ray, kartu member dari klub itu dan bertuliskan ‘Raynald Barra Marcello’ tanpa bicara lagi semua pria yang ada di sana langsung berlari meninggalkan ray. Siapa yang berani jika pemilik nama itu terkenal sebagai bos mafia, walau gak banyak yang tau wajahnya tapi nama Raya terkenal di dunia gelap.
“akkhhhh!” pekik Sonia, tadi dia duduk di atas pangkuan seorang pria, dan kini pria itu lari terbirit birit meninggalkan Sonia membuat gadis itu terjatuh kebawah kursi, namun dia tidak bisa naik karena kesadarannya yang sudah nol.
Tidak jauh beda dengan gadis lainnya mereka juga sudah tertidur di kursi mereka tidak sadar kalau para lelaki yang melihat kartu nama yang ray tunjukkan sudah pada lari.
“Jangan sentuh…” gumam Joy, tapi berlainan dengan ucapannya saat ini gadis itu sedang memeluk erat tubuh Ray.
“Sial” umpat Ray, saat merasakan nafas hangat Joy mengenai leher pria itu. Ray memilih duduk dengan memangku tubuh Joy yang tidak bisa lepas dari tubuhnya, apa lagi sekarang adik pria itu mulai bangun, akibat ulah joy yang terus menciumi leher Ray.
Ide jahil muncul dari otak Ray, dia melepas maskernya dan mencium bibir Joy, pertama kalinya pria itu membiarkan seorang gadis menciumnya atau lebih tepatnya ini adalah ciuman pertama Ray.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Dewi Sunarti
akuhh juga mau dapet ciuman pertama dari Rey 😘
2023-04-30
2
Renireni Reni
itu sih bukan ide jahil...tpi maunya rey
2023-03-21
0
Astuti Setiorini
cieeee ciuman pertama boss mafia
2023-02-23
1