“Pria kaya raya, kita ini dari keluarga terhormat, seperti ini” ucap mami Syntia.
Joy menatap wajah Deva dan kembali menghembuskan nafas sedikit panjang, “bukankah dia mirip dengan pengamen itu?” ujar Joy.
“apa?! Jangan sembarangan kamu joy! Dia ini putra keluarga kaya raya, mana mungkin bisa mirip dengan anak jalanan itu, sudah jangan liat pengamen itu, berikan saja uang nih, dia pasti sangat bersyukur dengan uang itu” mami syntia kesal dan memberikan selembar uang seratus ribu pada joy.
Joy hanya mengangguk dan membuka jendela mobilnya sambil memberikan kode pada Ray dan Melvin untuk mendekat, setelah mereka mendekat Joy memberikan uang itu pada Melvin yang memegang botol air kosong yang berisi beberapa receh di sana.
“Terima kasih nona” ujar Melvin, diikuti senyum dari Ray, pria itu terus tersenyum menatap wajah cantik Joy.
“Joy cepat tutup kacanya, mereka bau orang miskin!” umpat mami syntia.
Joy memandang kedua orang pengamen itu dan memberi kode maaf tanpa suara.
.
“Bos emang gue bau ya?” gumam Melvin.
Ray tidak menggubris hanya mengedikkan bahu, “sayang berada di keluarga yang tidak benar” gumam ray pada dirinya sendiri.
“bos ngomong apa?” tanya Melvin,
Ray menggeleng, “ayo kita beli makan siang” ujar brian, dia mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan diberikan pada Melvin.
“heran gue, kalau dari tadi bos keluarkan uang kita gak perlu ngamen, ngapain sih kita ngamen bos” tanya Melvin heran, bahkan uang yang diberikan Ray padanya lebih banyak dari uang yang orang tadi berikan padanya.
Ray hanya tersenyum datar, “diam dan laksanakan perintah tanpa banyak bertanya” ucap Ray datar.
Melvin segera mengangguk, bisa bahaya jika Ray yang normal mengamuk, Melvin memang belum pernah melihat mode ray yang mengamuk tapi dia sering diberi nasehat oleh para tetua agar menjaga Ray dalam kondisi normal, karena jika ray mengamuk orang orang akan mati di tangan Ray, terakhir Ray mengamuk adalah saat kelahiran adiknya Ratu, orang orang yang membuat mommy ay dan Ratu dalam kondisi kritis habis di tangan Ray sampai ke akar akarnya. Umur 16 tahun Ray bahkan membunuh kepala klan mafia yang mengganggu keluarganya.
“Baik Bos” Melvin segera berlari menuju warung nasi untuk membelikan beberapa bungkus nasi beserta lauknya dan mengganti uang yang dia punya dengan uang receh dan memasukkan beberapa uang pada nasi bungkus itu.
Ray terlihat duduk di trotoar di persimpangan lampu merah, dia bersama beberapa anak jalanan sedang bernyanyi bersama, dengan suara petikan gitarnya, Ray bernyanyi diiringi anak anak jalanan itu. Mereka semua tidak tau siapa Ray, yang mereka tau Ray adalah kakak baik hati yang sering membantu mereka ketika mereka di palak oleh para preman yang berusaha menarik pungutan liar pada mereka.
“Bos nasi bungkus sudah datang” teriak Melvin dari jauh.
Beberapa anak jalanan tampak kegirangan dengan kedatangan Melvin mereka semua memang menunggu nasi bungkus yang biasa Melvin bawakan untuk mereka jika Ray dan Melvin sedang mengamen di sana, Ray dan Melvin memang sering berpindah tempat mengamen.
“Berbaris!” perintah Ray. Semua anak jalanan yang ada di sana segera berbaris sejajar di depan Melvin untuk mengambil jatah nasi bungkus.
Melvin membuka buku yang berjudul IPA, biasanya dia selalu membawa buku yang berbeda beda, kadang matematika, kadang IPA, kadang sejarah, sesuai keinginan hatinya, kali ini buku IPA yang dia bawa.
Anak diurutan pertama maju, umurnya sekitar 6 tahunan, tapi sudah harus bekerja keras mencari sesuap nasi, anak anak jalanan itu rata rata tidak memiliki Pendidikan.
Melvin membuka halaman buku itu secara acak dan menunjuk satu kalimat yang cukup singkat pada anak itu, “ayo baca” ujar Melvin.
Anak kecil itu mengambil nafas panjang, sudah sejak Ray datang dan membagikan buku cara membaca pada anak anak itu, dia mulai bisa membaca seperti ajaran Ray dan Melvin, Kedua orang itu memang suka datang ke jalanan mengajarkan anak jalanan cara menghasilkan uang tanpa mencuri, dan cara membaca agar mereka tidak dibodohi oleh orang orang.
“F – O fo T- O to S-I Si datang N Sin T-E Te S-I Si datang s Sis, Fo to sin te tis …” anak itu mulai membaca paragraph yang ditunjuk Melvin dengan sangat lambat, walau begitu dia mulai bisa membaca huruf waktu pertama kali dia tidak bisa membaca, Ray dan Melvin mengajarkannya secara lembut dan memberi hadiah jika dia sudah bisa sampai pada pencapaian yang bagus.
Anak di urutan pertama selesai membacakan paragraph singkat dan langsung diberikan satu buah nasi bungkus oleh Melvin.
“Ye!! Makasih kak Melvin!” teriak anak itu girang, dulu beberapa kali dia tidak mendapatkan nasi bungkus yang dia inginkan, walau menunjukkan wajah memelas Ray dan Melvin tidak memberikan hadiah apapun karena dia belum bisa membaca, jadi anak itu bertekad belajar untuk bisa mendapatkan nasi plus beberapa rupiah yang diselipkan di dalam plastic nasi bungkus itu.
“Iya, lain kali harus lebih lancar” ujar Melvin lalu mulai menguji anak kedua.
Anak kecil itu duduk disebelah Ray dan membuka bungkusan nasinya langsung di sebelah ray.
“wuuuaaahhhh ayam goreng! Makasih bos!” pekiknya kesenangan, tidak lupa dia berterima kasih pada ray yang duduk disebelahnya.
Ray tersenyum dan mengangguk pelan, “enak kan? Uangnya simpan jangan di kasih orang mengerti?!”
“Iya bos! Tapi bos kemana beberapa minggu ini? adi sudah capek capek belajar tapi bos tidak ada” gumam pria kecil itu sambil melahap makanannya dengan sangat rakus.
“berkeliling dong, adi tidak lupa belajar terus kan? Jangan berhenti belajar walau abang tidak ada” ujar ray. Dia memang biasakan dirinya memanggil abang, tapi entah kenapa gara gara Melvin yang memanggilnya bos, anak anak jalanan itu memanggilnya dengan sebutan bos bukan abang.
“baik bos, tapi ada preman baru yang menguasai tempat ini bos, mereka terus meminta uang yang sudah kami kumpulkan” adu anak kecil itu.
Alis Ray sedikit naik dan dia berhenti memetik gitarnya, kali ini ray ebih serius mendengarkan celotehan anak kecil itu.
“Biasanya mereka datang tidak tentu, kalau mereka datang kami harus memberikan uang kami, adi mau cepat cepat pulang dan memberikan uang ini pada ibu” celoteh Adi si anak jalanan.
Ray hanya diam, sebuah senyuman evil muncul dari bibirnya, Melvin yang melihat itu langsung bergidik ngeri, walau bukan dalam mode mengamuk Ray tetap mengerikan dika sedikit emosi.
“Setoran!!!” teriak beberapa anak muda bertato dari arah beberapa meter dari Ray dan Melvin, anak anak Jalanan yang tadinya berbaris di depan Melvin kini berlari dan sembunyi di belakang Melvin.
“Bos! Itu orangnya” adu Adi, tangannya yang sedang menyuap nasi bergetar sangking ketakutannya.
Ray tersenyum dan mengusap kepala adi dengan lembut, “makan saja, biar abang yang urus” Ray yang duduk mulai tegak dan merenggangkan tangannya dengan santai.
...🍐🍐🍐🍐🍐...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Renireni Reni
aduhh.....pas bner tuh tukang palak dtg....
2023-03-21
1
Astuti Setiorini
mafia berhati malaikat mau membantu anak jalanan good
2023-02-23
1
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
ksian ya ank*jlnanan,,
2023-02-14
0