“Kamu di pecat Cody!” ujar papi Steve pada Bodyguard Joy.
“Tapi tuan, nona muda sudah turun” ujar bodyguard joy.
“Pukul berapa ini? aku suruh agar dia tidak terlambat datang, sekarang pukul 8 pagi baru dia turun” kata Papi steve.
Cody sang bodyguard hanya bisa menunduk sedih karena dia di pecat dari pekerjaannya baru 1 bulan bekerja.
“yang sabar ya” ledek Joy sambil menepuk bahu bodyguardnya. Gadis itu dengan santainya menyantap sarapan pagi bersama keluarganya, padahal sudah jelas dia akan telat ke sekolah.
Mami syntia melirik Putri kandungnya yang baru saja turun, dia mengepalkan tangannya menahan amarah tapi tetap menjaga keanggunannya di depan sang suami dan anak laki lakinya.
“Senang Joy? Kamu baru saja memecat bodyguard baru mu?” tanya papi Steve.
Joy menoleh dan melahap roti yang baru dia oleskan selai kacang, “tolong garis bawahi pi, yang memecat adalah papi, bukan Joy, yang memperkerjakan dia juga papi bukan joy!” ujar Joy dengan santai.
“JOY! Ini sudah bodyguard yang ke 24 yang di pecat karena ulahmu!! Apa kamu tidak kasian pada semua bodyguard itu?!” omel papi Steve.
“Sekali lagi joy tekankan bukan joy yang memecat melainkan papi dan mami! Kalau soal perilaku joy, joy hanya mencontoh kalian berdua, jadi jangan salahkan joy!” keluh Joy, dia segera meninggalkan meja itu tanpa menunggu tanggapan dari kedua orang tuanya.
“JOY! PAPI MU MASIH MAU BICARA! TIDAK SOPAN MENINGGALKAN SEPERTI ITU!” pekik mami Syntia sudah hilang ke anggunan yang sejak tadi dia jaga.
Joy sama sekali tidak berhenti dia hanya melambaikan tangan dan bersikap acuh.
“Ini semua karena didikanmu! Seandainya putri ku masih hidup dia tidak akan seperti joy!” sindir Steve, pria itu langsung pergi meninggalkan Syntia dan Sandy putra pertamanya di meja makan.
“arrrhhhggg joy!!!” umpat Syntia kesal, dia memang selalu di banding bandingkan karena Syntia adalah istri kedua Steve, istri pertamanya hanya melahirkan satu anak perempuan lalu meninggal saat melahirkan setelah tumbuh beberapa tahun anak perempuannya meninggal karena penculikan, karena itu Joy sangat di jaga, sebenarnya Steve sangat menyayangi Joy, tapi dia tidak pandai mengucapkannya, makanya hanya ada pertengkaran antara ayah dan anak itu.
“Sudah lah mam, semakin mami mengekang joy, dia akan semakin memberontak, semua ini juga salah mami yang terlalu mengatur dia” ujar sandy.
“kamu tidak mengerti Sandy! Kita ini adalah bangsawan! Jadi kita harus sempurna!” pekik Syntia, dia memang terlalu terobsesi dengan para bangsawan inggris yang sangat sempurna, sampai Joy dijadikannya seperti manekin yang bisa dia atur sesuka hati.
Sandy geleng geleng kepala melihat obsesi mami Syntia pada Joy, “terserah mami, Sandy tidak bisa memberi nasehat lagi” pria itu akhirnya pergi juga meninggalkan syntia sendiri di sana.
...🍈🍈🍈🍈🍈...
“Ahhhh capeknya~” keluh joy dan ke tiga temannya, mereka baru saja selesai membersihkan WC dan taman sekolah, hukuman bagi mereka yang telah datang.
Sonia yang sedang menyandarkan kepalanya di meja tiba tiba mengangkat kepalanya menatap ke tiga temannya, “kalian ingat gak? Di antar siapa tadi malam?” tanya Sonia tiba tiba.
“paling seperti biasa bodyguard Joy datang dan mengantarkan kita masing masing menuju rumah” ujar Icha. Memang biasanya jika mereka ke Klub maka hanya ada dua kemungkinan, mereka akan tertidur di sana sampai pagi atau di antar oleh bodyguard Joy yang sudah mengetahui Joy kabur dari rumah.
“Tapi kok gue ngerasa gak bodyguard joy yang mengantar kita, Joy! Apa kata bodyguard lo?” tanya Sonia pada Joy yang masih saja diam dan membaringkan kepalanya di meja.
“Apaan sih! Gue masih mual nih! Sumpah tadi malam gue mabuk banget sampai rasanya bibir gue bengkak, apa gue mulai alergi alcohol ya?” kata Joy, beberapa kali dia memegang bibirnya karena merasa ada sensasi aneh pada bibirnya.
Nanda memicingkan matanya begitu menyadari ada tanda merah pada leher Joy, dia segera mendekat dan memastikan tanda yang dia lihat itu ****** atau kena gigit nyamuk.
“Joy, lo bilang sama gue, lo pulang dalam keadaan aman kan?” tanya Nanda panik.
“Apaan sih Nan, geli tau” Joy berusaha mengelak dari tangan nanda yang terus menyentuh tanda merah pada lehernya.
“Ya ampun joy leher lo kenapa?” Pekik Sonia begitu memperhatikan tanda merah yang di perhatikan nanda.
“gigit nyamuk”jawab Joy santai.
Nanda semakin mendekatkan wajahnya pada leher Joy ingin memperhatikan tanda merah itu ada bentolnya atau hanya tanda merah biasa, “hmmmm~ joy! Ini bukan di gigit nyamuk, ini cupa__” mulut Nanda langsung di bekap Icha agar suaranya langsung terhenti.
“Lo bilang ****** liat liat siskon dong” ujar icha dengan suara yang agak pelan.
Nanda segera melihat suasana kelasnya yang untung saja kosong karena pada di ruang lab, sedangkan ke empat gadis itu baru selesai mengerjakan hukuan mereka. “gak ada orang neng jadi aman” kata Nanda.
“Cupang apaan sih ?” tanya Joy tiba tiba.
“Udah berapa tahun lo tinggal di Indonesia! ****** itu kissmark!” jelas Sonia.
“HAH?! Bercanda kalian?? Mana mungkin merah di leher gue ini kissmark?!” Joy cepat cepat mengambil kaca dalam tas nya untuk melihat tanda merah di lehernya, “yakin kalian ini kissmark?!” tanya joy sekali lagi.
“Joy lo gak sadar dicium sama orang? Lo aman kan joy? Bangun masih di kamar kan?” tanya Nanda beruntun.
“Sh*t! Cha minta bedak lo!” kata Joy. Dia masih belum mau menjawab pertanyaan nanda, ketiga temannya masih menatap dia dengan wajah penasaran. Joy akhirnya menurunkan kacanya dan menatap ketiga temannya, “Gue gak ingat gimana caranya gue pulang, yang pasti gue bangun sudah ada di dalam kamar gue, kalian ingat gak sih wajah cowok yang dekati gue tadi malam?”
Ketiga temannya serentak menggelengkan kepala, “alcohol yang kita minum kemaren emang dosisnya sangat tinggi, jadi gue gak inga tapa apa” ujar Icha.
“Sama gue gak ingat juga” sahut Nanda.
“Mobil gue aja masih nangkring di klub” tambah Sonia.
“iisss jijik banget gue! First Kiss gue sama cowok gak jelas!” Joy mengusap usap bibirnya karena merasa jijik dengan apa yang terjadi pada dirinya.
“hahahha sana cari orangnya dan minta tanggung jawab” Icha mulai tertawa melihat tingkah joy.
“Issss apaan sihh! Mana mau gue sama cowok kayak dia” umpat Joy.
“Ngapa? Karena kurang kaya?” ledek Sonia.
“Ya elah bukan karena itu, hati gue gak terima di sentuh sama tu cowok, pokoknya mulai sekarang gue gak bakal ma uke klub itu lagi, kita pindah klub” putus Joy.
“Ya ampun Joy, gue udah jadi member di sana, payah kalau pindah pindah lagi” protes Sonia.
“mending kita pindah aja deh, ke tempat cowok baru gue aja gimana?” tawar Icha.
“terserah asal jangan di tempat kemarin!” ujar joy.
...🥑🥑🥑🥑🥑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Renireni Reni
pindahhh club
2023-03-21
1
Cucu Ulpah
pindah kemanapun pasti kamu bakal tetap d ikutin am ray joy
2023-02-02
1
Lucia Sri
blm tahu dia siapa dibalik semua nya itu
2023-01-28
0