2. The Real Ray

Sebuah brankar pasien berjalan dengan cepat menuju ruang operasi.

Seorang wanita tampak meringis kesakitan memegangi perut nya yang besar, usia kehamilan wanita itu masih 7 bulan tapi harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan, saat hendak menjemput putra-putranya dari sekolah.

Dua orang pria berwajah sama berada disisi kiri wanita itu, dan satu lagi berwajah sama berada disisi kanan bersama saudara tertuanya.

sementara daddy mereka berada di tengah-tengah dan di depan wanita itu ada dokter pria yang juga berwajah cemas dengan ke lima pria yang menjaga setiap sisi wanita itu.

"Ay! bertahan sayang! bertahanlah untuk aku" lirih Brian berkali-kali selama dalam perjalanan menuju rumah sakit hingga saat ay di pindahkan ke atas brankar pasien.

Ya, wanita yang dibawa itu adalah Danaya, istri dari Brian Marcello dan 4 pria yang berada disisi kanan dan kiri ay, adalah keempat putra kesayangannya, yang sudah berumur 16 tahun dan 12 tahun.

Brian sama sekali tidak menghiraukan darah yang terus mengucur pada wajahnya hingga mengenai baju nya yang dia khawatirkan adalah istri tercinta yang saat ini sedang merasa kesakitan.

"Jo! selamatkan Ay, aku mohon jo!" lirih Brian, bajunya sudah merah penuh dengan darah, karena sejak tadi Brian belum melakukan pengobatan

Johan menggenggam tangannya, "lo harus percaya sama gue, akan gue selamatkan keduanya, heii jagoan-jagoan uncle tolong kalian bantu obati daddy kalian, aku akan kena marah mommy ay jika daddy kalian mati kehabisan darah" setelah berkata begitu Johan masuk ke ruang operasi, sebenarnya brian ingin ikut tapi karena keadaanya saat ini makanya brian tidak di bolehkan, orang akan fokus melihat darah yang mengucur pada dirinya.

"Dad, ayo kita obati luka daddy" ucap Ray agar brian mau diobati, saat ini dia sebagai anak tertua dari keluarga itu merasa harus menggantikan posisi daddy brian yang sedang tidak dalam kondisi baik.

"Iya dad ayo kita obati luka daddy" bujuk Deva si putra pertama dari 3 anak kembar itu.

Brian menggeleng, dia masih menatap sedih pada pintu ruangan operasi yang tertutup. Jantungnya serasa sedang ditusuk oleh berbagai pisau, dia takut terjadi hal berbahaya pada istrinya.

Ray yang tidak suka melihat darah daddy nya terus keluar, akhirnya berniat untuk mencari dokter biar daddy nya di obati disitu, dia yakin Brian tidak akan bisa di bujuk untuk berobat, lebih baik dia yang bertindak.

"Abang mau kemana?" tanya Davi si putra kembar kedua.

"Mencari dokter, biar daddy di obati di sini" ucap Ray, dia langsung pergi mencari dokter pilihannya.

Davi langsung berlari dan mengikuti Ray, "bang Davi ikut" ucap Davi pada abangnya itu, meninggalkan kedua saudara kembarnya yang menemani Brian.

.

Tidak sampai 5 menit Ray berhasil membawa dokter dan suster untuk mengobati daddy nya.

Brian sendiri hanya diam mendapatkan pengobatan mata pria itu terlihat kosong menatap kearah pintu ruangan operasi yang tertutup.

Ray berbalik kembali tapi sebelum itu dia mendekati Deva anak tertua setelah dirinya.

"Jaga daddy jika mommy sudah selesai operasi kabari abang" ucap Ray sedikit berbisik

Deva menatap Ray, "abang mau kemana?" tanya pria itu.

"Memberi pelajaran bagi orang yang sudah membuat bidadari abang seperti itu" ucap ray dingin. dia berniat menuju markas mafia milik Brian dan mengamuk dengan orang-orang yang membuat keluarganya seperti itu. Dia tau anak buah daddy Brian sudah berhasil membawa orang yang sudah membuat mommy tercintanya sampai seperti itu.

"Dev ikut!" pinta Deva.

Ray menggeleng, "tolong bantu abang menjaga daddy, mommy, dan adik kita yang akan lahir, abang yang akan mengurus semuanya" walau masih 16 tahun tapi Ray cukup mengerikan dia mampu mengalahkan 100 orang dewasa yang badannya lebih besar dari dirinya, Ray bersumpah akan melindungi bidadari nya tapi ternyata dia masih belum mampu untuk melindungi mommy nya, saat ini jiwa psikopat pria itu kembali muncul karena ulah para penjahat yang mengganggu keluarganya, Ray sudah di antisipasi akan mengejar orang yang membuat dia marah hampir mirip psikopat.

"Baiklah, hukum berat mereka bang" ucap Deva pasrah, dia tidak bisa memaksa untuk ikut, bisa bahaya jika dia ikut, ray kemungkinan akan marah karena dia tidak mau mendengarkan ucapannya.

"Pastinya" Ray langsung berlalu pergi si calon ketua mafia itu akan mengamuk hebat atas apa yang terjadi pada mommy nya.

...🥭🥭🥭🥭🥭...

“mana mereka!” teriak Ray begitu memasuki markas utama milik Brian, beberapa anak buah brian terlihat ketakutan melihat ray yang masuk membawa sebuah tongkat bisbol sambil menampilkan senyum mengerikan.

“A-ada di ruang penyiksaan tuan muda” jawab salah satu anak buah Brian.

Tanpa menjawab Ray berjalan menuju ruangan yang di maksud.

“Hai ray, kami sedang mengintrogasi pria in_” lars tidak dapat melanjutkan ucapannya karena begitu ray masuk dia langsung melayangkan tongkat bisbolnya pada kaki sang pelaku.

“Akkkkhhhhh!” saat ini hanya terdengar teriakan keras dari mulut 2 orang pelaku tabrak lari keluarga Ray, saat ini entah kaki mereka masih bisa berfungsi atau tulangnya sudah remuk Ray tidak peduli.

Lars, Leon, dan beberapa anak buah brian tampak melongo melihat anak umur 16 tahun yang mengamuk di depan mereka.

“Mereka gak mau buka mulut juga ternyata, perlu pukulan sekali lagi hahahha” Sekali lagi dia melayangkan tongkat di tangannya pada kaki sebelah pelaku yang belum terkena pukulan, darah segar muncrat dan berceceran kemana mana.

“Ray, dia bisa mati sebelum kita mengetahui siapa tuan mereka” ujar Lars berusaha menenangkan pria kecil itu.

Ray menatap Lars dan tertawa keras beberapa darah di pipinya akibat terkena ceceran darah pelaku malah membuat ray tampak semakin mirip dengan brian jika jiwa iblis Brian bangun.

“siapa yang peduli, aku akan membunuh mereka semua yang berani datang mendekati orang yang aku sayangi!” ujar Ray di sela tawanya.

Ray memainkan tongkat besi di tangannya dengan sangat horror, saat dia hendak melayangkan pukulan lagi pada tangan pelaku, orang itu langsung berteriak ampun pada Ray.

“Am-ampun tuan! Ampun saya Cuma orang suruhan dari mafia Ronald, to long am pu ni sa ya” Lirih pelaku itu.

“i-iya tuan” sahut pelaku yang satunya.

Ray tertawa keras dan menatap Leon dan Lars, “om dia angkat bicara, dan memohon ampun atas nyawanya, dia pikir dia akan dilepaskan, tidak akan” ucapan terakhir Ray menandakan akhir dari dua pelaku itu, dengan dua kali pukul pada dua kepala pelaku, Ray langsung menghabisi nyawa kedua pelaku itu. “Aku ampuni kalian” lanjut ray setelah kedua pelaku itu mati.

“Ray bukannya kamu mengampuni, tapi kok di habisi nyawa mereka?” tanya lars.

“menghilangkan penderitaan mereka dengan cepat bukankah ampunan yang paling ampuh untuk mereka?” jawab ray santai lalu berjalan pergi dengan menyeret tongkat bisbol yang sudah berdarah darah.

Lars, leon dan anak buah brian yang lain hanya bisa meneguk saliva mereka, ‘Memang titisan Brian’ batin mereka semua.

...🥝🥝🥝🥝🥝...

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

brian junior... keren Rey

2024-04-06

0

Azzahro shofiya Ramadhani

Azzahro shofiya Ramadhani

ha...ha...ha....harus sperti itu memang....jngan ksih kendor....

2023-04-17

2

Renireni Reni

Renireni Reni

ngeri mbayabginnya

2023-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Prolog
2 2. The Real Ray
3 3. Pengamen
4 4. Tes Para Anak Jalanan
5 5. Sisi lain Ray
6 6. Kabur
7 7. Klub
8 8. Mengantar Pulang
9 9. Misteri Tanda Merah
10 10. Raya Bosan
11 11. Kencan buta
12 12. Pemilihan Bodyguard
13 13. Menghayal
14 14. Klub
15 15. Bodyguard Hot
16 16. Pulang
17 17. Ray Jahil
18 18. Heboh
19 19. Iri
20 20. Emosi
21 21. Penculikkan
22 22. Ray Gigolo
23 23. Penculikan ke 2
24 24. Penculikan membawa berkah
25 25. Masih Bodyguard
26 26. Eksekusi
27 27. Ray Mesum
28 28. Rencana Kabur
29 29. Bodyguard Rasa Pacar
30 30. Kalah Telak
31 31. Bosan
32 32. Tempat senang senang Ray
33 33. Aldo Murka
34 34. Dipanggil Mommy
35 35. Squisy
36 36. Dijemput
37 37. Menolak
38 38. Debut
39 39. Permohonan Ray
40 40. Kembali
41 41. Pembicaraan dalam Mobil
42 42. Pesta
43 43. Heboh
44 44. Pengumuman Pertunangan
45 45. Bicara dengan Aldo
46 46. Belajar Beladiri
47 47. Bercerita
48 48. Mafia itu Keren
49 49. CCTV
50 50. Korban
51 51. Pesta Ulang Tahun
52 52. Kejutan Raynald
53 53. Isi Kado
54 54. Rencana Ruby
55 55. Hadiah
56 56. Ke puncak
57 57. Jurang
58 58. Mengungkapkan Kebenaran
59 59. Uncle Lara dan Uncle leon
60 60. Interogasi
61 61. Kena Hajar Mommy
62 62. Tunangan ku adalah Bodyguard ku
63 63. Mommy Ay
64 64. Keluarga Joy
65 65. Melamar
66 66. Salah Sangka
67 67. Penguntit
68 68. Ancaman
69 69. Butik
70 70. Mengancam
71 71. Ray Pengen Berdua
72 72. Keluarga Nanda (Revisi)
73 73. Melvin Marah
74 74. Ketahuan Joy
75 75. Alasan Pingsan
76 76. Syarat
77 77. Jadian
78 78. Obat Perangsang
79 79. Ganti Rencana
80 80. Rezeki atau Bencana?
81 81. Senjata makan Tuan
82 82. Salah Tebak
83 83. Pernikahan
84 84. Ruby menyerah
85 85. Proposal Diterima
86 86. Menahan Diri
87 87. Mata Panda
88 88. No Signal
89 89. Honeymoon
90 90. Melamar
91 91. Drakula
92 92. Paginya Pasutri
93 93. Berita mengejutkan
94 94. Sisi Gelap
95 95. Bos Cemburu
96 96. Hamil
97 97. Pemeriksaan
98 98. Disambut keluarga
99 99. Ngidam
100 100. Nasib Ruby
101 101. Ray Marah
102 102. Nasib
103 103. Akhir Bahagia
104 Pengumuman novel Baru
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. Prolog
2
2. The Real Ray
3
3. Pengamen
4
4. Tes Para Anak Jalanan
5
5. Sisi lain Ray
6
6. Kabur
7
7. Klub
8
8. Mengantar Pulang
9
9. Misteri Tanda Merah
10
10. Raya Bosan
11
11. Kencan buta
12
12. Pemilihan Bodyguard
13
13. Menghayal
14
14. Klub
15
15. Bodyguard Hot
16
16. Pulang
17
17. Ray Jahil
18
18. Heboh
19
19. Iri
20
20. Emosi
21
21. Penculikkan
22
22. Ray Gigolo
23
23. Penculikan ke 2
24
24. Penculikan membawa berkah
25
25. Masih Bodyguard
26
26. Eksekusi
27
27. Ray Mesum
28
28. Rencana Kabur
29
29. Bodyguard Rasa Pacar
30
30. Kalah Telak
31
31. Bosan
32
32. Tempat senang senang Ray
33
33. Aldo Murka
34
34. Dipanggil Mommy
35
35. Squisy
36
36. Dijemput
37
37. Menolak
38
38. Debut
39
39. Permohonan Ray
40
40. Kembali
41
41. Pembicaraan dalam Mobil
42
42. Pesta
43
43. Heboh
44
44. Pengumuman Pertunangan
45
45. Bicara dengan Aldo
46
46. Belajar Beladiri
47
47. Bercerita
48
48. Mafia itu Keren
49
49. CCTV
50
50. Korban
51
51. Pesta Ulang Tahun
52
52. Kejutan Raynald
53
53. Isi Kado
54
54. Rencana Ruby
55
55. Hadiah
56
56. Ke puncak
57
57. Jurang
58
58. Mengungkapkan Kebenaran
59
59. Uncle Lara dan Uncle leon
60
60. Interogasi
61
61. Kena Hajar Mommy
62
62. Tunangan ku adalah Bodyguard ku
63
63. Mommy Ay
64
64. Keluarga Joy
65
65. Melamar
66
66. Salah Sangka
67
67. Penguntit
68
68. Ancaman
69
69. Butik
70
70. Mengancam
71
71. Ray Pengen Berdua
72
72. Keluarga Nanda (Revisi)
73
73. Melvin Marah
74
74. Ketahuan Joy
75
75. Alasan Pingsan
76
76. Syarat
77
77. Jadian
78
78. Obat Perangsang
79
79. Ganti Rencana
80
80. Rezeki atau Bencana?
81
81. Senjata makan Tuan
82
82. Salah Tebak
83
83. Pernikahan
84
84. Ruby menyerah
85
85. Proposal Diterima
86
86. Menahan Diri
87
87. Mata Panda
88
88. No Signal
89
89. Honeymoon
90
90. Melamar
91
91. Drakula
92
92. Paginya Pasutri
93
93. Berita mengejutkan
94
94. Sisi Gelap
95
95. Bos Cemburu
96
96. Hamil
97
97. Pemeriksaan
98
98. Disambut keluarga
99
99. Ngidam
100
100. Nasib Ruby
101
101. Ray Marah
102
102. Nasib
103
103. Akhir Bahagia
104
Pengumuman novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!