Ray berjalan memasuki kantor Brian, dengan menggunakan masker dan topi, dia memang tidak suka di kenali sebagai putra dari keluarga terkaya itu.
“Ngapain kesini bang?” tanya Deva pada Ray yang sedang berbaring di sofa ruang kerjanya. Deva, Davi, dan Dava memang sudah mulai menggantikan posisi brian di beberapa perusahaan milik Brian.
“Bosan, di rumah dengar mommy muji muji wanita yang mau dia ajak kencan buta sama gue” jawab Ray.
Deva tertawa kecil sambil geleng geleng kepala, “makanya cepat cari pasangan abang sana, biar ada kerjaan, kalau gak sini bantuin kerjaan Dev”.
Kali ini Ray yang tertawa keras, “Ogah, gue mana bisa berdiam diri mengerjakan dokumen dokumen yang menumpuk itu”.
“Ini awalnya kerjaan abang kan? Abang anak pertama harusnya perusahaan ini jatuh ke tangan abang dong”.
“Kalau gitu gantian posisi, lo jadi ketua mafia abang gantiin posisi lo” usul Ray.
Kepala Deva menggeleng cepat, bukan karena dia tidak bisa bela diri atau menggunakan senjata, hanya saja Deva tidak terlalu suka dengan perkelahian dan pertempuran yang berdarah darah. Sejak awal semua anak Brian diajarkan cara melindungi diri mereka sendiri termasuk si kecil Ratu, tapi mereka tidak terlalu parah seperti orang tua mereka di ajarkan, tidak sampai melihat kematian di depan mata mereka. Hanya Ray yang pernah melihat itu.
Semuanya terjadi juga karena kebetulan, dan hanya Ray yang bisa menggantikan posisi Brian sebagai ketua mafia, karena sosok Ray bisa menjadi menyeramkan jika sudah marah. Namun Ray bisa menjadi pribadi yang hangat juga.
‘tok tok tok’ Kepala Ray dan Deva menoleh pada pintu masuk yang diketuk, Melvin masuk dan menyerahkan dokumen yang sudah Ray minta sejak semalam.
Deva sempat mengintip sedikit pada dokumen yang di berikan Melvin pada Ray. “Udah tau calon yang mau mommy kenalkan?” tanya Deva.
“Belum” jawab Ray singkat, mata pria itu fokus pada dokumen di tangannya yang masih dia baca dan ada beberapa foto yang di lampirkan Melvin padanya.
“Lalu itu foto apaan bang?” tanya Deva penasaran, dia menghentikan pekerjaannya untuk sementara dan mendekati sofa yang Ray duduki.
“Calon kakak ipar lo” ujar Ray.
Deva cepat cepat mengambil salah satu foto yang ada di sana, “anak SMA? Lo suka yang muda muda bang?” suara tawa Deva mulai terdengar.
“Like father like son” ucap Ray santai, memang dari opa dan daddy nya memiliki istri yang jauh lebih muda dari mereka, perbedaan umur brian dan Ay saja 10 tahun masih mending dia Cuma 9 tahun.
“Apa lagi yang di tunggu, ya cepat kasih tau mommy sana biar abang gak di jodoh jodohkan lagi” ujar Deva.
Ray berhenti membaca dokumen di tangannya dan menatap Deva, “lo siap jadi target mommy selanjutnya? Kalau siap biar abang kasih tau kalau abang udah punya calon istri” tantang Ray. Sebenarnya bukan itu alasan Ray tidak memberitau mommy ay, dia hanya belum 100 persen yakin gadis yang menarik perhatiannya itu cocok dengan tipe mommy ay, dia takut mommy akan menolak wanita yang dia sukai, lagian belum tentu wanita itu mau dengan nya yang seorang ketua mafia.
Sejak dulu Ray tidak terlalu tertarik dengan wanita karena takut orang yang dia lindungi akan semakin banyak, dia takut dirinya tidak bisa melindungi mereka semua, karena itu Ray selalu bersikap biasa pada semua orang, dia juga sebenarnya mau lepas dari dunia mafia tapi, setiap dia mulai absen dari dunia gelap itu, maka aka nada orang yang berusaha mengganggu keluarganya, ada beberapa yang hampir membunuh adik adiknya.
Ray masih ada di dunia mafia hanya untuk melindungi keluarganya seperti Brian yang menggunakan klan mafia untuk melindungi orang yang dia sayang.
Ray tidak pernah bertransaksi narkoba, hanya beberapa tempat perjudian tapi legal di beberapa negara, ada juga penjualan senjata api hanya itu, selebihnya tidak pernah dia lakukan, paling dia sering membantu polisi dalam membongkar bandar narkoba dan perdagangan manusia karena Ray sangat benci dengan hal itu. Adalah beberapa transaksi gelap yang dia lakukan tapi soal narkoba dan perdagangan manusia sangat di haramkan Ray di dalam klan mafia miliknya.
“Gue sih siap siap aja” Ucapan Deva menyadarkan Ray yang sedang melamun. “Cantik juga dapat dimana bang?” lanjut Deva lagi.
“Ketemu di lampu merah tempat gue biasa ngamen” jawab Ray.
“lah dari fotonya gak Nampak anak jalanan, benaran di lampu merah?” selidik Deva, dia masih tidak percaya.
‘plak’ Ray memukul pelan kening Deva, “emang lo kira Cuma ada anak jalanan di lampu merah, masih ada yang lain, pengendara atau pengguna jalan”.
“Ya mana gue tau, lo kan biasanya ngamen di pinggir jalan, bukan berburu mangsa” ledek Deva, dia akhirnya kembali ke meja kerjanya.
“Dev!” panggil Ray.
“Hmm?”
“Lo gantiin gue buat ketemu sama orang yang mommy kenalkan dong” pinta Ray dengan wajah memelas.
“Ogah!” tolak Deva mentah mentah. “Sekarang tau gue, ngapa lo kesini, mau minta bantuan sama gue buat gantiin lo di kencan buta nanti kan?” lanjut deva lagi.
Ray garuk garuk kepala dan nyengir ke arah Deva, “Ayolah dek, gantiin gue, kali ini aja” pinta Ray sekali lagi.
Tanpa bicara lagi dave mengambil ponselnya.
“Lo mau apa dek?” tanya Ray tiba tiba, dia sudah tegak dan mendekat pada Deva.
“halo mom, abang minta Dev_” mulut Dave langsung di bekap oleh Ray, dan teleponnya langsung di ambil alih oleh Ray.
“Mom, dave cumin bercanda, nanti abang datang kok ke kencan buta yang sudah mommy siapkan”
“Awas jika kamu tidak datang Ray!” suara ancaman mommy Ay terdengar dari telepon dan Dave mengulum senyum melihat Ray yang tidak bisa berkutik jika sudah menyangkut mommy ay.
“iya mommy cantik, Ray akan datang ni Ray lagi siap siap” Ray berbicara sambil memberi tatapan sinis pada Deva. Semua adik ray tidak ada yang takut pada dirinya, karena mereka selalu bisa mengadu pada Mommy ay yang paling ditakuti oleh ray.
Sekitar 5 menit ray mendapat ceramah dari mommy ay, pria itu hanya bisa mengangguk dan memberikan tatapan sinis pada adiknya.
Deva terus tertawa hingga Ray mematikan teleponnya, “Gimana masih mau Dev gantiin?” ledek Deva sambil menaik turunkan alisnya.
“emang kampret lo!” Ray berlari mengejar Deva, namun pria itu sudah lebih dulu melarikan diri keluar dari kantornya. Ray tidak bisa mengejar karena dia belum menutup wajahnya.
“Bye bye bro, selamat kencan butanya” ledek Deva, dia sudah pergi bersama asistennya untuk menghadiri rapat.
...🥭🥭🥭🥭🥭...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
SURYAKENCANA
seru banget
2023-08-10
1
Renireni Reni
ray..sabarrr
2023-03-22
0
Tyaz Wahyu
hrs e tuh si joy divisualin irine red Velvet trs laki e si Michelle morroneo 🤭 biar tambah jauh jarak umurnya old man n young girl , cocokkan
2023-02-23
2