📲“Nona, baru saja telinga saya berdarah akibat teriakan nona, kenapa nona berteriak?” lirih Melvin.
📲“ingin saja, mana abang?” tanya Ratu datar, seolah tidak ada masalah sama sekali.
‘Gak abang gak adek sama aja sikapnya’ lirih Melvin dalam hati.
📲“Sedang mengamen nona” jawab Melvin.
📲“Bilang sama abang, kalau gak segera pulang malam ini kita makan barbeque Simba bakar” telepon langsung di matikan secara sepihak oleh Ratu, tepat sekali seperti namanya kesayangan keluarga marcello itu selalu diperlakukan bak Ratu, dia tumbuh menjadi kesayangan semua orang karena hanya dia satu satunya cucu perempuan dalam keluarga besar brian.
Melvin mengusap dadanya dan tersenyum pasrah, ‘Simba bakar sepertinya terdengar sangat enak’ batin Melvin, dia segera berlari masuk kedalam kerumunan yang sedang mengerumuni Ray.
“Tuan makan malam hari ini adalah simba bakar kalau kita tidak pulang sekarang” bisik Melvin pada ray.
Mata Ray melotot mendengar bisikan Melvin, “bercandakan?”
Melvin menggeleng dan menatap ray dengan wajah serius, “nona muda yang mengatakannya” bisik Melvin lagi.
“oohhh tidakk!” Ray segera berlari sedangkan Melvin hanya berjalan santai menuju salah satu supermarket membeli beberapa sayuran untuk barbeque.
.
Sebuah mobil Porsche hitam berhenti di depan rumah mewah milik Brian, dari mobil itu ray keluar sambil berlari memasuki rumahnya.
“Amaannn!" pekik Ratuuu begitu sampai rumah "Ratuuu! Abang tidak telatkan pulangnya” pekik Ray sekali lagi.
Gadis kecil berumur sepuluh tahun langsung berlari menubruk tubuh ray, dengan sangat mudah pria itu menggendong tubuh ratu, layaknya boneka teddy bear.
“Mommy mana?” tanya Ray.
“di dapur”
“ayo kita ke dapur, bantuin mommy” seru Ray.
Di dalam dapur terlihat mommy Ay sedang mengasah pisau besar yang biasa digunakan untuk memotong tulang yang sangat keras.
“Mom ray pulang” sapa ray.
Tapi tidak mendapat jawaban apapun dari mommy ay.
“Dek, mommy sedang apa?” tidak mendapat jawaban dari Ay, Ray kini memilih opsi pada adiknya.
“Ngasah pisau buat sembelih simba” jawab ratu dengan sangat polos.
‘glek’ ray langsung meneguk saliva nya, mata pria itu sudah berkeliling mencari bantuan dan tampaklah Brian sedang duduk di meja makan.
“Dad, simba masih hidupkan?” mata ray sudah ketakutan bertanya pada Brian.
“Sampai sekarang masih, tidak tau beberapa jam lagi” jawab Brian.
Dengan cepat Ray menurunkan Ratu dari gendongannya dan berlari memeluk mommy ay yang sedang emosi padanya.
“Mommy cantik jangan marah dong, ni abang udah pulang, batalin ya menu makan malam hari ini” bujuk Ray.
Mommy ay masih tidak menjawab dia masih sibuk mengasah pisau dan mencoba seberapa tajam pisau itu membuat Ray tambah bergidik ngeri.
“Mom, ray mohon mom, maafin ray” cara membujuk tidak berhasil kali ini ray memilih cara memelas.
“Tidak, adek juga pengen rasa daging simba kan dek?” Mommy ay menjawab tapi tidak menjawab sesuai harapan Ray.
Ratu ber lonjak bahagia, “iya! Mau mom” sorak ratu bahagia, dia bahagia membuat abang tertuanya ketakutan.
“Waahhh gak sabar gimana rasanya daging simba” suara Deva yang baru turun dari tangga terdengar menyahuti ucapan Ratu.
“Mom abang gak bakal keluar lagi! Jadi batalin ya mam” ray berusaha mengucap janji biar permintaannya di kabulkan.
Tapi sayang ucapannya hanya dianggap angin lalu.
Ray mengambil nafas panjang dan tertunduk lesu, “baiklah abang ikut kencan buta yang mommy siapkan” ujarnya lesu.
Pisau yang dari tadi ay asah berhenti, kini wanita itu tersenyum menatap Ray, “dari tadi dong, jadi mommy gak perlu acting kan, ayo dek” Dengan santainya ay melemparkan pisau itu ke wastafel dan menggandeng Ratu untuk pergi dari sana.
Ray terduduk dilantai, bisa juga dia kena kerjai oleh bos besar dari rumah itu.
“Gak boleh gak datang, semuanya udah pada dengar janjimu” teriak Ay.
“Yaaa~, mommy memang t o p, t o p!” helaan nafas Ray kembali terdengar panjang. Dimeja makan Ratu dan mommy ay sudah terkikik geli melihat tingkah Ray. Seorang bos mafia kalah di tangan mommy nya.
...🍉🍉🍉🍉🍉...
Joy meloncat dari jendela kamarnya, gadis itu tersenyum senang karena berhasil meloncat dari jendela kamar dan keluar dari pagar rumahnya.
Diluar pagar sudah ada teman teman nakal joy yang menunggu gadis itu untuk melarikan diri dari rumahnya.
“Keren Joy!” pekik gadis bernama Sonia begitu Joy sudah memasuki mobil yang dia kemudikan.
“Yuuuhhuuu” sahut joy.
“gimana caranya lo bisa kabur dari bodyguard bokap lo?” tanya Icha teman joy yang ada di mobil itu juga.
“Gue kasih obat tidur minumannya, dan gue bisa kabur lewat jendela” kekeh Joy.
“emang the best ide lo joy!” puji Nanda, sahabat perempuan joy lainnya, mereka berempat sahabat dan memang terkenal sangat badung di sekolah.
“tapi yang gue gak habis pikir, kit aini semua sama sama anak orang kaya, kenapa joy sampai harus pakai bodyguard, emang bapak lo kerjanya apaan sih joy?” selidik Sonia.
Joy membuang pandangannya menatap jalanan, “biasa sama kayak bokap lo pada, Cuma karena gue anak perempuan satu satunya, jadi gue terlalu di jaga deh” elak joy. Sebenarnya Joy memiliki darah bangsawan dari inggris walau keluarga jauh dan keluarganya cukup kaya raya, makanya identitas dirinya cukup di jaga.
“Heran gue, gue malah anak satu satunya di keluarga gue gak perlu tu di jaga jaga” celetuk nanda.
“Gue special sayang, dulu karena kecantikan gue, gue hampir diculik beberapa kali makanya gue perlu di jaga” bohong Joy lagi, dia memang cantik dan memang pernah beberapa kali hampir diculik tapi semenjak identitasnya di rahasiakan dan dia pindah ke Indonesia belum pernah ada kejadian penculikan lagi.
“uueeekkkk mual gue dengarnya” canda Icha.
“Iri bilang” kekeh Joy.
“Udah udah gak usah pikirkan itu! Yang penting hari ini kita party!!!” teriak Sonia, dia mulai menghidupkan pemutar music pada mobilnya dan menyalakan dengan kencang.
Para anak gadis di dalam mobil itu bersorak bahagia dan bernyanyi keras di dalam mobil.
Saat menghentikan mobil di lampu merah tempat Ray mengamen tadi, mata Joy sedikit celinguk kan mencari pria pengamen yang tadi dia lihat, tapi tidak kunjung ketemu.
“cari apa joy?” tanya nanda tiba tiba.
“Pengamen ganteng yang tadi gue lihat dekat sini” ujar Joy keceplosan.
“Lo juga tau joy? Tadi kita juga liat ada pengamen ganteng di dekat sini, dia di tawar beberapa kakak centil di pinggir jalan mungkin sudah pergi dengan kakak kakak itu” ujar Sonia acuh.
“tawar?” beo Joy.
“yaahh lo tau lah biasa memuaskan kakak cantik, kita langsung pergi begitu kakak kakak itu nawar dia, kagak sanggup ikutan tawar, ntar ketahuan kantong gue jebol” kekeh Sonia.
“oooo” Joy hanya mengangguk mengerti dan acuh dengan apa yang dia dengar.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Renireni Reni
joy udah salah paham....
2023-03-21
1
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
hhhaahha di kira apa ya Abang rauy
2023-02-14
0
HARTIN MARLIN
😄😄😂😂🤣🤣 mati kutu sih Ray kalau bokap nya bertindak
2023-02-06
0