Kehadiran Joy yang tidak biasa sedikit membuat keluarganya bingung, tapi steve merasa sangat senang melihat perubahan Joy yang tidak telat bangun pagi.
“Tidak sia sia aku membayar kalian sangat mahal, pertahankan pekerjaan kalian, selama satu bulan ke depan aku dan putraku akan dinas ke inggris, jangan sampai aku mendengar kabar buruk dari kalian, tetap pertahankan pekerjaan kalian seperti hari ini” puji Steve.
Joy hanya mendengus kesal dan duduk untuk sarapan pagi.
Ray dan Melvin mengangguk serentak, “baik tuan” jawab Ray dan Melvin bersamaan.
“Sebelum papi pergi, lakukan janji papi! Tentang les ku!” sindir Joy.
Steve mengangguk pelan, “Syntia hentikan semua les yang joy lakukan, sudah cukup dia tidak memerlukan semua les itu” ujar Steve pada istrinya.
“Tidak bisa begitu! Joy memerlukan itu untuk masa depannya! Jangan karena Joy adalah anakku kamu tidak mau memberikan fasilitas yang sama dengan putri pertamamu!” tolak Syntia.
“Syntia! Joy sendiri yang meminta tidak ingin melakukan les yang tidak jelas itu! Jangan berpikir aku pilih kasih!” pekik Steve yang mulai naik darah.
“Joy itu masih kecil! Dia tidak tau apa yang baik untuknya! Jadi dia tidak bisa menentukan pilihannya, sebagai orang tua kitalah yang harus bisa mengarahkan dan memberikan ajaran yang baik padanya! Jangan mengikuti semua kemauan joy! Dia itu tidak tau apapun!”balas Syntia kesal.
Joy yang sejak tadi menjadi topik pertengkaran orang tuanya hanya bisa memejamkan mata sambil menutup telinganya, selalu seperti ini kedua orang tuanya bertengkar dan pasti akan berakhir dengan keinginan syntia.
Joy meninggalkan roti yang baru dia oles dengan selai kacang, dia beranjak dari kursi dan meninggalkan kedua orang tuanya yang asik bertengkar.
Ray dan Melvin segera mengikuti Joy yang berjalan keluar rumah.
“Nona pasang seftybelt nya” pinta Ray dengan suara lembut.
Joy hanya diam dan memejamkan matanya tanpa menjawab Ray, hal itu membuat Ray sendirilah yang memasangkan seftybelt pada joy, untung saja gadis itu tidak mengamuk dan menepis tangan Ray.
“Nona tenang saja, tuan besar tadi sudah memberi perintah pada saya, jika nona tidak mau datang ke tempat les tidak apa, asal nona menjadi anak yang baik” Ray mulai berbicara pada Joy.
Mata Joy yang tadinya tertutup kini terbuka dan menatap Ray, “benarkah? Mami bagaimana?” walau nakal Joy sebenarnya sangat takut pada mami Syntia, dia tidak berani membantah wanita yang telah melahirkannya.
“saya akan melindungi nona dari kemarahan nyonya besar, saya jamin nona tidak akan kena marah” ujar Ray.
“awas kalau kau tidak melindungi ku” gerutu Joy pelan.
Ray mengangguk dan tersenyum manis pada Joy, “iya nona, saya akan selalu melindungi nona” ulang Ray.
‘Deg’ lagi lagi jantung Joy berdetak cepat setiap melihat senyuman dari bibir Ray, padahal tadi dia tidak memikirkan tentang Ray lagi, tapi setelah dia mulai tenang gadis itu kembali grogi dengan keberadaan Ray yang ada di sebelahnya.
...🍋🍋🍋🍋🍋...
“Wuuiihhh Joy! Tumben lo datang pagi” sapa salah satu teman sekelas Joy.
“Biasa aja dong, hari ini kebetulan gue bangun pagi” kekeh Joy, dia duduk di kursinya dan melihat kursi ketiga sahabatnya yang kosong.
“Ini tidak biasa, kalian berempat kan biasanya selalu telat bareng, ini ketiga teman lo belum pada datang, dan lo udah datang” ledek teman joy sekali lagi.
Joy kembali memutar kepalanya melihat teman teman yang datang ke klub tadi malam memang rata rata belum datang, hanya ada ruby dan aldo, mereka memang tidak pernah telat datang ke sekolah walau mereka datang ke klub sekalipun.
‘Gimana gue gak bangun pagi, mau mejam lebih lama udah di ceburin sama si bodyguard kampret itu’ batin Joy.
“Joy tumben lo gak datang telat, udah ganti bodyguard jadi sok baik ya? Lo mau godain cowok gue pakai cara apa lagi?” Ruby kembali memanas manasi Joy yang hanya diam tidak melawannya, gadis itu memang sangat membenci Joy, padahal dulu mereka berteman.
“Gue_”
‘Tok tok tok’ Ucapan Joy terhenti karena ketukan pintu di depan kelasnya, Joy sedikit melotot melihat Ray yang tidak memakai masker sedang tegak di depan kelasnya.
Semua wanita di kelas itu langsung menatap Ray dan langsung berubah seperti cacing kepanasan.
Joy mendengus kesal dengan Ray yang berjalan mendekatinya.
“Nona ini sandwich untuk anda, tadi anda belum sempat sarapan, jadi saya membawakan ke sini” ujar ray sambil menyodorkan satu potong sandwich yang masih hangat dan satu botol susu coklat.
Joy mengambil makanan itu dan menatap Ray dengan wajah kesal, “lain kali kalau ke luar pakai masker! Jangan pernah lepas maskermu!” perintah Joy.
“baik nona, saya akan kembali ke mobil, jika nona membutuhkan sesuatu telepon saja saya” ujar Ray sambil berlalu pergi dari kelas itu.
“kyyaaaa!! Joy!!!”
“JOYY!!! Siapa itu!!!” selepas Ray pergi dari kelas itu, semua gadis kecuali Ruby, langsung berteriak dan mendatangi kursi joy. Ruby sebenarnya juga penasaran dengan pria super tampan yang mendatangi Joy dan memberikan sarapan untuk gadis itu, dalam hati Ruby sudah menebak siapa pria itu tetapi dia berusaha menolak untuk percaya bahwa pria tampan itu adalah bodyguard milik Joy.
“Bodyguard gue, kan bodyguard gue ganti lagi jadi itu bodyguard baru gue” jawab Joy bangga.
“Ya ampun sumpah ganteng banget, gue juga mau di jagain sama bodyguard seganteng itu” pekik sala satu teman sekelas Joy.
Ruby yang mendengar ucapan Joy hanya bisa mengepalkan tangannya kesal bercampur marah, padahal dia sudah bisa mendapatkan Aldo si pria tertampan di sekolah mereka, tapi kini ada pria lebih tampan dari aldo dan lebih keren.
“Joy berapa harga sewa bodyguard itu, gue juga mau sewa dia jadi bodyguard gue” tanya teman joy yang lain.
Joy hanya mengedikkan bahu dan menyantap sarapan paginya dengan hati gembira, walau dia tadi marah dengan Ray yang datang ke kelas nya tanpa menggunakan masker tapi dia cukup senang dengan perhatian Ray yang membawakan sarapan untuknya.
Pertama kali gadis itu mendapatkan perhatian dari seseorang walau itu dari seorang bodyguard, joy merasa cukup senang, selama ini tidak pernah ada yang memperhatikan dirinya, mau dia makan atau tidak makan, mau dia sakit atau terluka, tidak ada yang bertanya, yang peduli hanya teman temannya dan Aldo, pria itu yang merupakan sahabat Joy juga sering memberikan perhatian padanya, namun sejak berpacaran dengan Ruby Aldo sudah tidak pernah lagi memberi perhatian pada Joy.
Ruby mendengus kesal mendengar pertanyaan teman temannya pada bodyguard baru milik Joy, gadis itu menggebrak meja dan berjalan pergi dari kelas itu.
...🍑🍑🍑🍑🍑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
SURYAKENCANA
waduh gimana ya tamapang cewek -cewek yang melongo melihat Rey
2023-08-10
1
Renireni Reni
joy gedek kayaknya
2023-03-22
0
🐊⃝⃟ ⃟🍒⁰¹
wah wah wa
2023-02-23
1