"Zwart Land? Apa itu?"
"Sebuah negeri tempat berkumpulnya para penyihir terhebat dan terkuat."
"Penyihir terhebat dan terkuat? Seperti apa itu?"
"Kenapa permaisuriku bertanya seperti itu?!"
"Hanya penasaran saja. Terhebat dan terkuat. Kalau hebat sudah pasti kuat kan?"
"Kalau begitu, bisakah permaisuriku menjawab rasa penasaranku padamu?" sambil memegang pipi kanan Lili dengan lembut.
"Kau! Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?" sambil menyingkirkan tangan kiri pria berjubah hitam yang menyentuh pipinya.
"Bagaimana caraku agar bisa membuatmu mengerti?!"
"Antarkan aku pulang kembali ketempat asalku dan jangan memanggilku dengan panggilan mengerikan darimu! "
"Hahaha...mengantarmu pulang? Tentu saja. Sayang, kau tidak perlu khawatir. Cukup jadilah permaisuriku yang baik dan jangan pernah pergi meninggalkanku lagi." terang pria berjubah hitam itu sambil menggenggam erat kedua tangan Lili dan menciumnya. Kecupan lembut bibirnya terasa dipunggung tangan mungilnya yang seputih kapas. Terasa lembut dan ringan, seolah ada kehangatan yang mengalir didalamnya. Ada perasaan akrab mengalir dalam dirinya, namun terasa asing juga.
"Hoie...apa yang kau bicarakan?! Dasar pria tua bangka!" bentak Lili sambil menarik kembali kedua tangannya.
Lili mengalihkan pandangannya kearah jendela. Dilihatnya pemandangan yang aneh dan unik dibawahnya. Dalam hatinya, ia berkata " Apa aku tidak bisa kembali ke duniaku dan menetap disini selamanya?".
Kedua matanya mulai berkaca-kaca.
"Hei pria tua!"
Mendengar gadis kecil yang duduk disampingnya memanggil dirinya dengan sebutan pria tua, ia hanya meliriknya sekilas dan mengalihkan pandangannya kedepan.
"Ada apa?" tanya pria berjubah hitam. Nada suaranya terdengar dingin.
"Apa aku tidak bisa kembali kerumahku lagi?" tanya Lili sambil menatapnya. Wajahnya terlihat muram dari sebelumnya. Kedua matanya terlihat berkaca-kaca dan siap menumpahkan setetes air mata diwajahnya.
"Menurutmu?!"
"Aku tidak tau."
"Kau bilang kau bukan permaisuriku. Seharusnya kau tau jalan pulang kerumahmu kan? Kenapa kau malah mengikutiku?"
"Mengikutimu? Hei, kau sendiri yang menggendongku dan memaksaku masuk kedalam keretamu."
"Kenapa kau tidak memberontak?!"
"Terserah kau saja." bentak Lili
"Jelas-jelas kau yang memberiku mantra menjadi patung! Dasar rubah tua licik!" batin Lili.
"Lalu bagaimana caramu bisa masuk keduniaku? Manusia biasa sepertimu tidak akan mudah keluar masuk dari tempat ini. Katakan padaku, siapa sebenarnya dirimu?!" tanya pria berjubah hitam itu dengan tampang serius.
"Aku tidak tau. Aku hanya mencari kertas gambarku yang tertiup angin. Sampai aku tidak sadar kalau aku sudah memasukki hutan ini dan bertemu ribuan makhluk aneh mengerikan yang mengejarku."
"Benarkah?" tanya pria berjubah itu sambil mencondongkan tubuhnya kedepan Lili.
"Te...tentu saja!"
"Permaisuriku sayang, kau pikir suamimu ini bodoh. Berapa kalipun kamu berganti rupa dan penampilanmu, aku tetap mengenalimu. Aku rasa pakaian tipis seperti ini tidaklah cocok untukmu. Tapi, cukup untuk membangkitkan selera makanku." senyum dingin melengkung diwajah tampannya.
Tidak hanya menggodanya, pria ini juga menyentuh pakaian yang dikenakan Lili. Tangan kiri pria berjubah hitam itu dengan sengaja menyentuh dan meremas payudara kanan miliknya. Merasa payudaranya disentuh dan diremas oleh pria itu, secara refleks ia menyingkirkan tangannya. Kaget, takut, malu bercampur menjadi satu didalam dirinya.
"Ada denganmu?"
"Jangan sentuh aku!"
"Kenapa?! Kau kan permaisuriku, istriku! kenapa aku tidak boleh menyentuhmu?!"
"Karena aku bukan permaisurimu dan aku tidak mengenalmu. Kenapa kau masih menganggapku sebagai istrimu? Apa aku mirip dengan seseorang yang kamu kenal? Maksudku, istrimu?!"
Pria berjubah hitam itu, kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan Lili. Ia menatap Lili dari ujung kaki sampai ujung rambut. Postur tubuh dan wajahnya memang mirip. Tidak mungkin didunia ini ada seseorang yang sangat mirip dengan istrinya, kecuali jika istrinya mempunyai saudara kembar. Tapi selama dia mengenal istrinya beberapa tahun yang lalu, ia tidak pernah tau dan tidak pernah mendengar bahwa istrinya mempunyai saudara kembar. Ia hanya mempunyai seorang kakak laki-laki dan bukan kembarannya. Sejenak ia berfikir apa benar gadis yang ada didepannya sekarang, bukanlah istrinya?Ia kembali melirik Lili yang sedang memperhatikannya dengan wajah penuh tanya. Dalam hati, ia berkata dia memang sangat mirip dengannya. Tapi..."
"Gadis kecil, siapa namamu?" tanya pria berjubah hitam itu sambil mengambil beberapa helai rambutnya dan menyentuhnya dengan lembut. Bibirnya terlihat sedikit gemetar.
"Lili."
Pria berjubah hitam itu terkejut mendengar Lili memberitahukan namanya. Sesaat ia merasa sedikit terkejut. Tak lama kemudian, senyum manis yang dingin terukir diwajahnya. Ia menatap Lili dengan tatapan yang sangat tajam. Tatapan itu seolah menelusuri setiap bagian inci dirinya.
"Nama yang bagus."
"Kau, siapa namamu?"
"Ingatlah baik-baik nama suamimu. Namaku Evil." bisik pria itu ditelinga kanannya.
"E...Evil. Ternyata namanya Evil." batin Lili.
"Baik, aku akan mengingatnya. Tapi kenapa kau belum menjawab pertanyaanku?"
"Kau bertanya apa?"
"Aku bertanya, apa aku mirip dengan seseorang yang kamu kenal? Maksudku, permaisurimu?"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Lili kepadanya, ia meliriknya sekilas dan mengalihkan pandangannya kedepan.
"Kau harus tinggal denganku. Aku akan membawamu kembali ke kastilku. Kita akan memulai semuanya dari awal."
"A..Apa?! Aku tidak bisa. Aku mau pulang. Aku bukan istrimu juga permaisurimu. Aku tidak mengenalmu juga tidak mencintaimu! Kau tidak bisa memaksakku untuk tinggal bersamamu!" teriak Lili
"Benarkah? Aku akan membuatmu mengenal diriku, mencintaiku bahkan jika aku harus memaksamu tinggal bersamaku, aku akan melakukan semuanya. Asal kau tidak meninggalkanku lagi. Itu sangat menyakitiku." kata Evil sambil mengangkat dagu Lili keatas. Wajah terlihat muram. Nada suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya.
Dalam hatinya, ia berkata "Pria ini...apa dia?"
"Apa yang kau bicarakan? Jika kau mau, aku bisa membantumu mencari istrimu."
"Hmph, apa yang bisa dilakukan gadis kecil sepertimu?"
"Bukannya kau bilang, manusia biasa sepertiku tidak akan bisa keluar masuk dari tempat ini. Itu berarti aku bukan gadis biasa. Aku bisa masuk tapi tidak bisa keluar. Jika kau mau, bagaimana kalau kita buat perjanjian."
"Perjanjian?" tanya Evil sambil menarik tangannya kembali.
"Ya. Aku akan membantumu mencari istrimu. Jika aku berhasil, kau harus membantuku keluar dari tempat ini."
"Jangan becanda. Selama dua ratus tahun, aku mencari dan menunggunya. Tapi, aku tidak menemukannya. Kau, apa yang bisa kau lakukan?!"
"Tentu saja mencari keberadaannya. Aku dan dia sama-sama wanita. Jadi lebih mudah untuk mencari dan memahami perasaannya."
"Apa kau tau, kenapa kau bisa masuk dan tidak bisa keluar dari tempat ini?"
"Kenapa? Apa kau tau?"
Mendengar hal itu, Evil pun terdiam sesaat. Ia berpikir bahwa kehadiran gadis ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia harus menyelidikinya secara diam-diam.
"Karena kau bilang mau membantuku, baiklah aku setuju denganmu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
namanya juga evil....
2024-06-05
0
Malani Malolo
langsung pegang aja tu pria tua mungkin selera makannya udah lama hilang kali yahh
2021-06-24
4
Dewi Cahaya
Glek, langsung meremas payudara dong huh
2020-12-31
2