"Benarkah? Kau setuju denganku?"
"Tentu saja. Tapi, aku punya satu syarat."
"Apa itu?"
"Aku memberimu waktu selama dua tahun untuk menemukan permaisuriku. Jika dalam dua tahun kau tidak bisa menemukannya, maka kau harus mau menjadi permaisuriku. Bagaimana? Apa kau sanggup?!" tanya Evil dengan senyum menyeringai diwajahnya.
"Dua tahun?! Yang benar saja. Kau sudah menghabiskan waktumu selama dua ratus tahun hanya untuk mencarinya dan tidak membuahkan hasil. Dan kau, malah memberiku waktu hanya dua tahun? Apa kau ingin menipuku?!"
"Menipumu?! Aku hanya ingin tau seberapa hebat manusia kecil sepertimu bisa menemukan permaisuriku?!"
"Tapi, waktu yang kau berikan sangatlah sedikit untukku. Ditambah lagi, aku tidak bisa menggunakan ilmu sihir. Mana mungkin dalam waktu dua tahun, aku bisa menemukan istrimu. Kau hanya ingin menipuku bukan?!"
"Aku tanya padamu, berapa umurmu sekarang?"
"Kenapa dia bertanya soal umur?" batin Lili
"Delapan belas tahun."
"Oh...delapan belas tahun. Aku rasa memberimu waktu dua tahun untuk mencari permaisuriku, sudah cukup."
"Hah?! Dengan ketidakmampuanku ini, kau hanya memberiku waktu dua tahun saja?! Kau mempermainkanku ya?!"
"Mempermainkanmu? Aku rasa kau salah. Aku sudah memperhitungkan semuanya."
"Apa maksudmu?!"
"Dengan usiamu yang sekarang ini, hanya perlu waktu dua tahun saja untukmu belajar menggunakan kekuatan sihir. Lagipula jika kau tak bisa menemukan permaisuriku, bukankah itu waktu yang sangat tepat untukmu menjadi pengantinku?!"
"Dasar rubah tua licik! Kau sangat menjijikan!"
"Kau benar! Aku sangat kejam dan menjijikan! Jika tidak, aku akan kehilangan dirimu untuk kedua kalinya!" sambil menyentuh dan mengangkat dagu Lili keatas.
Karena tidak tahan dengan sikapnya yang genit, Lili menyingkirkan tangan Evil yang menyentuh dagunya. Ia mengalihkan pandangannya kearah pemandangan yang berada dibawah. Melihat sikap Lili yang mencoba menghindar darinya, Evil hanya tersenyum kecil. Ia mengalihkan pandangan kedepan.
"Lili, kau tidak perlu khawatir. Aku akan mengirimkan seseorang untuk mengajarimu ilmu sihir. Akan sangat disayangkan bila bakatmu ini tidak diasah."
Betapa kagetnya Lili mendengar perkataan Evil, bahwa dia mempunyai bakat dibidang sihir. Ia pun menoleh kearah Evil dan menatapnya dengan penuh tanya. Merasa dirinya ditatap oleh seseorang yang duduk disebelahnya, ia pun menoleh. Dilihatnya Lili sedang menatapnya dengan penuh tanya.
"Barusan kau bilang apa? Aku punya bakat? Hahaha...lelucon apa yang sedang kau mainkan ini?!"
"Jadi, kau lebih memilih menikah denganku lebih cepat daripada belajar ilmu sihir?!" tanya Evil sambil menarik tangan kiri Lili dan mendorongnya masuk kedalam pelukannya.
"Dasar bodoh, siapa yang mau menikah dengan pria tua sepertimu! Aku juga tidak buta. Lagipula wujud aslimu tidaklah setampan dan segagah ini bukan? Kau pasti menggunakan sihir yang membuatmu terlihat lebih muda dari usiamu. Aku yakin, kau pasti lemah bermain diranjang. Pantas saja istrimu pergi karena kau sudah membohonginya!" ejek Lili sambil mendorong Evil untuk menjauh darinya.
Tanpa ada perlawanan dari Evil, ia bisa terbebas dari pelukannya. Merasa Evil melepasnya, Lili merasa ada yang salah dengan sikapnya. Ia melirik kearah Evil dan dilihatnya pria itu tertunduk dengan wajah muram. Melihat ekspresi diwajahnya, Lili merasa bersalah karena telah menyinggungnya dengan perkataanya. Ia perlahan mendekati Evil dan bertanya kepadanya.
"Ka..kamu marah?" tanya Lili sambil memandang Evil.
"Tidak." jawab Evil tanpa menoleh kearah Lili. Ia sengaja mengalihkan pandangannya dari tatapan gadis kecil ini.
"Benarkah?"
"Ya!"
"Kalau kau tidak marah, lalu kenapa kamu tidak mau melihatku? Apa aku benar-benar menyinggungmu? Kalau benar, aku minta maaf. Aku hanya...."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Evil meletakkan jari telunjuk kanannya kearah bibir Lili. Seolah mengisyaratkan padanya untuk diam. Melihat Lili sudah mengerti tindakannya, Evil menarik kembali tangannya.
"Aku merasakan ada kekuatan sihir paling besar dan kuat didalam dirimu."
"Sungguh?! Maksudmu, aku mempunyai kekuatan sihir yang besar dan kuat?!"
"Ya! Aku perlu memastikannya. Apa yang aku pikiran dan yang aku rasakan, benar atau tidak."
"Jika itu benar, apa kau tidak takut kalau suatu hari nanti aku akan melarikan diri darimu?!"
"Itu tidak sesederhana yang kau pikirkan."
"Hah?!"
"Diamlah! Kau sangat berisik! Jika kau masih berisik sekali lagi, aku tidak akan sungkan padamu."
"Cih!"
"Aku akan membawamu ke kastilku. Disana kau bisa memulai pelajaranmu. Aku sudah mengirimkan seseorang yang akan mengajarimu ilmu sihir."
"Huh!"
Lili mengalihkan pandangannya kearah jendela. Matanya terbuka lebar seolah melihat sesuatu yang menakjubkan berada tepat didepannya. Dari kejauhan, ia melihat sebuah kastil kristal yang sangat besar dan megah. Design arsitektur kastil kristal ini sangatlah unik dan indah. Bagaimana tidak, kastil ini sangatlah tinggi dan berada di tengah-tengah hutan belantara. Disekitarnya dikelilingi lautan. Tidak hanya tinggi dan megah, seluruh struktur bangunan kastil ini terbuat dari es. Yang lebih menakjubkan lagi, kastil kristal es ini semuanya berwarna merah seperti darah. Terkesan indah tapi sedikit menyeramkan. Dari luar terlihat cantik, indah, dan megah namun didalamnya menyimpan kesuraman. Kereta mendarat di depan pintu gerbang kastil. Pintu kereta terbuka sendiri dan keluarlah beberapa anak tangga menjulur ke bawah. Evil turun terlebih dahulu dan mengulurkan tangan kanannya kepada Lili, berharap bisa membantu Lili turun dari kereta. Melihat Evil mengulurkan tangan kanannya, Lili mengacuhkannya. Ia berjalan menuruni beberapa anak tangga. Kedua matanya terbuka lebar melihat pemandangan kastil kristal es ini dari dekat.
Kastil kristal es ini terlihat sangat tinggi, besar dan megah dengan gaya arsitektur yang klasik. Warnanya yang merah seperti darah, menambah kesan ceria namun mengerikan didalamnya. Dinding-dindingnya sangat tebal meskipun semua bangunan ini terbuat dari es. Keduanya sampai di depan pintu gerbang kastil. Pintu gerbang itu terbuka dengan sendirinya. Keduanya berjalan masuk diikuti Darkie dan Blackie dibelakangnya. Lili mengamati seluruh ruangan kastil. Sangat indah dengan gaya arsitektur klasik tapi berkesan mewah. Yang membuatnya kaget, bukan hanya dari luar saja kastil ini berwarna merah. Tapi didalamnya juga ikut berwarna merah. Hanya ada satu pintu yang berwarna putih seperti kristal. Pandangannya tertuju pada satu pintu berwarna putih itu. Dilihatnya, pintu itu seperti mengeluarkan hawa dingin. Tiba-tiba ia merasakan bahunya ditepuk seseorang.
"Apa yang kau lihat?!" tanya Evil
"Pintu itu kenapa warnanya berbeda dengan yang lain?"
"Apa kau menyukainya?"
"Aku hanya bertanya."
"Kalau begitu simpan saja pertanyaanmu itu. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat."
"Tempat apa itu?"
"Kamarmu. Disana ada beberapa pelayan wanita yang akan membantumu berdandan. Aku tidak suka melihatmu berpakaian seperti itu, meskipun sangat terlihat menggoda."
"Kau!"
"Sudah sampai."
Lili melihat dua pelayan wanita cantik berpakaian seksi menyambutnya didepan pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
pelayan aja berpakaian seksi
2024-06-05
0
Itan viola Hermawan
ko g a cda visualnya ya thor
2021-01-19
2
H.A.N.E.G.A.R.O
up tiap hari dong kak Yuki...🥰
2020-09-20
2