Kembalinya Musuh Lama (4)

Mendengar pertanyaan Lili, ketiganya saling memandang satu sama lain. Melihat ketiganya saling berpandangan satu sama lain, Lili pun mendehem.

"Ahem...ahem...bagaimana rasanya? Enak tidak?"

"Ah iya...enak...enak...sekali...hahaha." kata Moonly sambil tertawa.

"Iya ini enak sekali. Rasanya segar. Bukan begitu, Darkie?" tanya Sunny sambil menyeringai.

"Masih enak hati manusia, apalagi darah wanita yang masih perawan." jawab Darkie dengan wajah tanpa dosa.

Betapa kagetnya Lili mendengar perkataan yang diucapkan oleh Darkie. Wajah Lili tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi. Melihat wajah Lili memucat, Sunny dengan kesalnya memukul kepala Darkie karena berbicara seenaknya. Lili pun kaget melihat Sunny memukul Darkie.

"Aduh! Kenapa kau memukulku?!" teriak Darkie sambil memegang kepalanya yang terasa sakit akibat dipukul oleh Sunny.

"Karena kau berbicara seenak udelmu!"

"Hah?!"

"Kenapa? Protes?! Mau aku pukul lagi?!"

"Hmph...wanita selalu benar dan pria selalu salah!"

"Apa kau bilang?!"

Kedua mata Sunny dan Darkie saling bertatapan satu sama lain. Ada gelombang kebencian yang terpancar dari kedua mata mereka. Seperti aliran listrik yang siap menyambar sekitarnya. Melihat keduanya hendak bertengkar, Moonly pun melerainya.

"Sudah...sudah...kalian jangan bertengkar." kata Moonly dengan nada lembut

"Bacot lu!" bentak Sunny dan Darkie ke arah Moonly.

"Kenapa kalian berdua membentakku? Huhuhu..." kata Moonly dengan mata berkaca-kaca.

"Astaga...kenapa malah jadi seperti ini?" batin Lili sambil memegang dahinya.

"Hei...jika kalian terus memanas seperti ini, aku akan melaporkan tindakan kalian kepada raja kalian!" ancam Lili dengan wajah serius.

Mendengar ancaman Lili, Sunny dan Moonly langsung bersujud memohon pengampunan Lili.

"Nona, kami bertiga hanya bercanda. Tolong jangan laporkan kami kepada Yang Mulia." pinta Sunny

"Iya nona...aku mohon. Darkie katakan sesuatu, jangan diam saja seperti patung!" teriak Moonly

"Cih...kalian berdua bawel sekali!"

"Darkie!" teriak Sunny dan Moonly secara bersamaan.

"Apa yang kau makan?" tanya Blackie tepat disebelah telinga kanan Blackie. Betapa kagetnya Darkie yang melihat Blackie tiba-tiba ada disampingnya.

"Eeh...sejak kapan kau ada disini?!" tanya Darkie

"Sejak kalian bertiga bertengkar." jawab Blackie

"Apa maksudmu dengan kami bertiga?! Pacarmu itu yang memulai duluan?!" teriak Sunny dengan nada kesal.

"Pacar?!" tanya Blackie kepada Sunny. Sesaat kemudian, ia tertawa terbahak-bahak mendengar kata "pacar" yang dilontarkan oleh Sunny kepadanya.

"Kau gila ya?!" ejek Sunny kepada Blackie.

"Iya aku gila. Gila karena melihat kau cemburu, hahahaha!"

"Kau!"

"Sudahlah Sunny untuk apa kau ladeni si Blackie. Eh, tapi ngomong-ngomong kau dan Tuan Edward sedang membicarakan apa?"

"Hanya urusan sesama pria."

"Huh!"

"Hahaha! Oh ya nona Lili, malam ini kau tinggal disini sendirian." terang Blackie.

"Kenapa? Bukannya Raja meminta aku dan Sunny untuk menemaninya?!"

"Menemaninya dalam artian apa? Sebentar atau seumur hidupmu?! Yang jelas, Raja meminta kita semua kembali ke kastil sekarang."

"Lalu bagaimana dengan nona Lili? Dia masih belum mengenal tempat ini." sahut Moonly

"Tidak perlu khawatir Moonly. Aku baik-baik saja."

"Tapi..."

Belum sempat melanjutkan kata-katanya, bahu Moonly ditepuk pelan oleh Blackie. Moonly menoleh kesamping dan dilihatnya Blackie menggelengkan kepala. Seolah mengerti maksud yang disampaikan, Moonly pun mengangguk pelan.

"Nona Lili, ini jadwal harianmu selama kau menjadi murid di sini." kata Blackie sambil menyerahkan sebuah kertas ditangannya kepada Lili. Lili pun menerimanya.

Ia membaca setiap detail didalamnya. Tiba-terdengar suara gaduh dari luar. Kelimanya saling berpandangan satu sama lain dan mencari asal sumber suara gaduh. Kilatan cahaya aneh terlihat dari dalam kamar Lili. Lili pun menoleh ke arah jendela. Kilatan cahaya dan suara itu semakin terdengar jelas dari arah luar jendela. Lili pun berlari ke arah jendela diikuti Darkie, Blackie, Sunny dan Moonly dibelakangnya. Dilihatnya dibawah jendela ada Satu orang anak dibawah sedang bertarung dengan empat orang anak dengan ilmu sihir mereka. Salah satu diantara keempat anak itu mengeluarkan kilatan petir dari tongkatnya dan diarahkan tepat dihadapan satu orang anak yang memakai jubah berwarna hitam bermotif abstrak. Dengan gerakan cepatnya, anak itu menghindari setiap serangan yang dilancarkan kepadanya. Demi membantu temannya, salah satu dari keempat anak itu mengeluarkan satu jarum perak beracun dan mulai mengarahkan tepat ke arah lawan didepannya. Menyadari aksi anak tersebut, Lili pun berteriak.

"Awas dibelakangmu!" teriak Lili

Mendengar suara seseorang berteriak, anak berjubah hitam itu menoleh kebelakang. Dan dilihatnya sebuah jarum perak terbang melayang ke arahnya. Tak sempat menghindar, jarum perak itu menusuk tepat dibahu kanannya. Merasa bahunya kesakitan akibat terkena jarum perak beracun, anak itu pun terduduk diatas tanah sambil memegang bahunya yang masih tertusuk jarum. Darah mulai keluar mengalir membasahi jubah hitamnya. Melihat lawannya tak berdaya, keempat anak itu tertawa terbahak-bahak seolah mereka bangga karena telah menjatuhkan lawannya.

"Hahaha...inilah akibatnya kalau kau keras kepala!" teriak salah satu anak yang membawa tongkat.

"Benar Tuan. Dia pantas mendapatkannya. Lagian sampah seperti dia bagaimana bisa dibadingkan dengan Ratu Ilmu Hitam!"

"Hahaha...kau benar. Aku ingin tau ada berapa banyak nyawa yang dia milikki kali ini!"

"Tenang saja Tuan. Jarum perak racunku akan menyiksa dia pelan-pelan sampai mati. Entah sampai berapa lama dia mampu bertahan. Tidak ada yang bisa membuat penawarnya, selain aku."

"Hahaha...kau memang pantas untuk menjadi pasanganku. Ayo tinggalkan dia disini. Jika dia mati disini tidak ada yang menuntut kita!"

"Iya!"

"Hahaha!"

Mereka berempat tertawa sambil meninggalkan anak itu sendirian dengan bahu yang terluka.

"Mereka kejam sekali!" kesal Lili

"Kau kasihan pada anak itu? Nona Lili, aku sarankan kau untuk tidak terlibat dalam pertarungan gelap seperti ini." terang Blackie

"Pertarungan gelap?"

"Ya. Pertarungan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dan resikonya, kau bisa terbunuh oleh lawanmu tanpa ada orang lain yang tahu." tambah Blackie

"Lalu bagaimana dengan anak itu? Haruskah kita membiarkannya sendirian?!"

"Ya! Lagipula itu bukan urusan kita. Ditambah aku dan yang lain harus segera kembali ke kastil." kata Blackie dengan wajah tanpa dosa.

"Kau sama kejamnya dengan mereka!"

"Eh?!"

"Aku akan menyelamatkannya."

"Tunggu! Nona, kau mau kemana?!"

"Pergi menyelamatkannya."

"Huft... baiklah biar aku yang membawanya kesini."

"Aku ikut."

"Nona Lili, sebaiknya kau...."

"Sudahlah Blackie turutti saja. Apa kau mau dilaporkan kepada Yang Mulia atas tuduhan kalau kau mengabaikannya?!" bujuk Darkie

"Baiklah. Kau menang."

Senyum mengembang diwajah Lili. Blackie berjalan kearah Lili dan menggandeng tangannya. Tak lama kemudian, keduanya sampai tepat dihadapan anak itu. Melihat kehadiran seseorang didepannya, ia pun mendongak ke atas dan kaget.

"Kau?!"

Terpopuler

Comments

lily

lily

masa udah ada kata " bacot" Thor, oiya menurut ku lebh baik kata "pacar" diganti " kekasih" lebh gimna gtu

2024-01-17

2

noragami

noragami

ya benar,,, perempuan selalu benar...😬

2021-01-17

1

noragami

noragami

ya benar,,, perempuan selalu benar...😬

2021-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 Jatuh
2 Hutan Misterius
3 Pria Berjubah Hitam
4 Zwart Land
5 Perjanjian Dengan Raja Iblis
6 Bloody Castle
7 Bloody Castle 1
8 Bloody Castle 2
9 Satu Cermin Dua Wajah
10 Satu Cermin Dua Wajah 1
11 Satu Cermin Dua Wajah 2
12 Satu Cermin Dua Wajah 3
13 Satu Cermin Dua Wajah 4
14 Tidak Ada Alasan
15 Kembalinya Musuh Lama
16 Kembalinya Musuh Lama (1)
17 Kembalinya Musuh Lama (2)
18 Kembalinya Musuh Lama (3)
19 Kembalinya Musuh Lama (4)
20 Kembalinya Musuh Lama (5)
21 Kembalinya Musuh Lama (6)
22 Kembalinya Musuh Lama (7)
23 Kembalinya Musuh Lama (8)
24 Kembalinya Musuh Lama (9)
25 Kembalinya Musuh Lama (10)
26 Kembalinya Musuh Lama (11)
27 Petualangan Baru
28 Mimpi
29 Hutan Kematian
30 Hutan Kematian 1
31 Hutan Kematian 2
32 Hutan Kematian 3
33 Hutan Kematian 4
34 Hutan Kematian 5
35 Hutan Kematian 6
36 Janji di bawah Senja
37 200 Tahun (Pertemuan pertama)
38 200 Tahun (Kekuatan Misterius)
39 200 Tahun (Pengemis Tampan)
40 200 Tahun (Benci Dan Cinta)
41 200 Tahun (Benci Dan Cinta 1)
42 200 Tahun (Benci Dan Cinta 2)
43 200 Tahun (Benci Dan Cinta 3)
44 200 Tahun (Benci Dan Cinta 4)
45 200 Tahun (Benci Dan Cinta 5)
46 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
47 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
48 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 1)
49 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 2)
50 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 3)
51 200 Tahun (Perpisahan)
52 200 Tahun (Bertemu untuk Berpisah)
53 200 Tahun (Maaf & Terima kasih)
54 200 Tahun (Pergi Selamanya)
55 200 Tahun (Perjamuan awal Kehancuran)
56 200 Tahun (Pernikahan)
57 Kembalinya Sang Ratu Iblis
58 Kembalinya Sang Ratu Iblis 1
59 Kembalinya Sang Ratu Iblis 2 (Raja Elf)
60 Kembalinya Sang Ratu Iblis 3 (Pertarungan sengit)
61 Kembalinya Sang Ratu Iblis 4 (Pembebasan)
62 Kembalinya Sang Ratu Iblis 5 (Reuni)
63 Kembalinya Sang Ratu Iblis 6 (Antara Dendam dan Cinta)
64 Kembalinya Sang Ratu Iblis 7 (Boneka Mana)
65 Kembalinya Sang Ratu Iblis 8 (Pertemuan Kakak Adik)
66 Kembalinya Sang Ratu Iblis 9
67 Musim Gugur, Cinta Bersemi
68 Jujur Saja
69 Musim Gugur dan Daun Maple Merah
70 Pertemuan Pertama di Musim Gugur
71 Maple Cintaku
72 Api Cemburu
73 Calon istriku hanya kau!
74 Aku menunggumu
75 Kebahagiaan atau...
76 Trust and Betrayal
77 Trust and Betrayal (Pengasingan)
78 Pesona Cinta
79 Aku tergoda
80 Pergi
81 Pergi (Kau menggoyahkan hatiku)
82 Pamit
83 Istana Ratu Iblis
84 Hati yang rumit
85 Jaga jarak
86 Malam pertama
87 Malam Pertama (2)
88 Rahasia Tersembunyi
89 Rahasia Tersembunyi (2)
90 Rahasia Tersembunyi (3)
91 Rahasia Tersembunyi (4)
92 Rahasia Tersembunyi (5)
93 Rahasia Tersembunyi (6)
94 Rahasia Tersembunyi (7)
95 Rahasia Tersembunyi (8)
96 Rahasia Tersembunyi (9)
97 Rahasia Tersembunyi (10)
98 Rahasia Tersembunyi (11)
99 Terungkap Juga
100 Positif Thinking
101 Lili, aku harap kau hidup aman dan bahagia
102 Kesedihan Ratu Iblis
103 Kesedihan Ratu Iblis (2)
104 Kesedihan Ratu Iblis (3)
105 Hutan Kematian Ratu Iblis
106 Pesona Ratu Iblis
107 Teror Ratu Iblis
108 Teror Ratu Iblis (2)
109 Teror Ratu Iblis (3)
110 Kematian Raja
111 Love Vs Betrayal
112 Love Vs Betrayal (2)
113 Love Vs Betrayal (3)
114 Love Vs Betrayal (4)
115 Perpisahan Ratu Iblis
116 Dalang Sebenarnya
117 Cinta atau Obsesi
118 Cinta atau Obsesi Gila
119 Kembalinya Kekuatan Ratu Iblis dan Hati Yang Hilang
120 Aku bukan membencimu, tapi...
121 Raja Yang Sesungguhnya
122 Hilangnya Segel Kutukan Cinta
123 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 1
124 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 2
125 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 3
126 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 4
127 Sebuah Pilihan
128 Pertama dan Terakhir (End)
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Jatuh
2
Hutan Misterius
3
Pria Berjubah Hitam
4
Zwart Land
5
Perjanjian Dengan Raja Iblis
6
Bloody Castle
7
Bloody Castle 1
8
Bloody Castle 2
9
Satu Cermin Dua Wajah
10
Satu Cermin Dua Wajah 1
11
Satu Cermin Dua Wajah 2
12
Satu Cermin Dua Wajah 3
13
Satu Cermin Dua Wajah 4
14
Tidak Ada Alasan
15
Kembalinya Musuh Lama
16
Kembalinya Musuh Lama (1)
17
Kembalinya Musuh Lama (2)
18
Kembalinya Musuh Lama (3)
19
Kembalinya Musuh Lama (4)
20
Kembalinya Musuh Lama (5)
21
Kembalinya Musuh Lama (6)
22
Kembalinya Musuh Lama (7)
23
Kembalinya Musuh Lama (8)
24
Kembalinya Musuh Lama (9)
25
Kembalinya Musuh Lama (10)
26
Kembalinya Musuh Lama (11)
27
Petualangan Baru
28
Mimpi
29
Hutan Kematian
30
Hutan Kematian 1
31
Hutan Kematian 2
32
Hutan Kematian 3
33
Hutan Kematian 4
34
Hutan Kematian 5
35
Hutan Kematian 6
36
Janji di bawah Senja
37
200 Tahun (Pertemuan pertama)
38
200 Tahun (Kekuatan Misterius)
39
200 Tahun (Pengemis Tampan)
40
200 Tahun (Benci Dan Cinta)
41
200 Tahun (Benci Dan Cinta 1)
42
200 Tahun (Benci Dan Cinta 2)
43
200 Tahun (Benci Dan Cinta 3)
44
200 Tahun (Benci Dan Cinta 4)
45
200 Tahun (Benci Dan Cinta 5)
46
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
47
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
48
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 1)
49
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 2)
50
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 3)
51
200 Tahun (Perpisahan)
52
200 Tahun (Bertemu untuk Berpisah)
53
200 Tahun (Maaf & Terima kasih)
54
200 Tahun (Pergi Selamanya)
55
200 Tahun (Perjamuan awal Kehancuran)
56
200 Tahun (Pernikahan)
57
Kembalinya Sang Ratu Iblis
58
Kembalinya Sang Ratu Iblis 1
59
Kembalinya Sang Ratu Iblis 2 (Raja Elf)
60
Kembalinya Sang Ratu Iblis 3 (Pertarungan sengit)
61
Kembalinya Sang Ratu Iblis 4 (Pembebasan)
62
Kembalinya Sang Ratu Iblis 5 (Reuni)
63
Kembalinya Sang Ratu Iblis 6 (Antara Dendam dan Cinta)
64
Kembalinya Sang Ratu Iblis 7 (Boneka Mana)
65
Kembalinya Sang Ratu Iblis 8 (Pertemuan Kakak Adik)
66
Kembalinya Sang Ratu Iblis 9
67
Musim Gugur, Cinta Bersemi
68
Jujur Saja
69
Musim Gugur dan Daun Maple Merah
70
Pertemuan Pertama di Musim Gugur
71
Maple Cintaku
72
Api Cemburu
73
Calon istriku hanya kau!
74
Aku menunggumu
75
Kebahagiaan atau...
76
Trust and Betrayal
77
Trust and Betrayal (Pengasingan)
78
Pesona Cinta
79
Aku tergoda
80
Pergi
81
Pergi (Kau menggoyahkan hatiku)
82
Pamit
83
Istana Ratu Iblis
84
Hati yang rumit
85
Jaga jarak
86
Malam pertama
87
Malam Pertama (2)
88
Rahasia Tersembunyi
89
Rahasia Tersembunyi (2)
90
Rahasia Tersembunyi (3)
91
Rahasia Tersembunyi (4)
92
Rahasia Tersembunyi (5)
93
Rahasia Tersembunyi (6)
94
Rahasia Tersembunyi (7)
95
Rahasia Tersembunyi (8)
96
Rahasia Tersembunyi (9)
97
Rahasia Tersembunyi (10)
98
Rahasia Tersembunyi (11)
99
Terungkap Juga
100
Positif Thinking
101
Lili, aku harap kau hidup aman dan bahagia
102
Kesedihan Ratu Iblis
103
Kesedihan Ratu Iblis (2)
104
Kesedihan Ratu Iblis (3)
105
Hutan Kematian Ratu Iblis
106
Pesona Ratu Iblis
107
Teror Ratu Iblis
108
Teror Ratu Iblis (2)
109
Teror Ratu Iblis (3)
110
Kematian Raja
111
Love Vs Betrayal
112
Love Vs Betrayal (2)
113
Love Vs Betrayal (3)
114
Love Vs Betrayal (4)
115
Perpisahan Ratu Iblis
116
Dalang Sebenarnya
117
Cinta atau Obsesi
118
Cinta atau Obsesi Gila
119
Kembalinya Kekuatan Ratu Iblis dan Hati Yang Hilang
120
Aku bukan membencimu, tapi...
121
Raja Yang Sesungguhnya
122
Hilangnya Segel Kutukan Cinta
123
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 1
124
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 2
125
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 3
126
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 4
127
Sebuah Pilihan
128
Pertama dan Terakhir (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!