Kembalinya Musuh Lama (5)

"Kau baik-baik saja?" tanya Lili kepada anak berjubah hitam itu

"Kau...uhukkkk!"

Anak itu memuntahkan segumpulan darah kotor. Kepalanya terasa sakit dan pandangan matanya kabur melihat dua orang yang berdiri tepat dihadapannya. Ia pun jatuh pingsan diatas tanah. Jubah hitamnya menutup kepalanya. Lili dan Blackie saling berpandangan.

"Dia...pingsan." kata Lili

Blackie pun mendekati anak itu dan membuka jubah yang menutupi kepalanya. Wajahnya sangat cantik dengan kulit kuning langsat. Kedua mata Blackie menatap tajam wajah itu.

"Dia wanita. Apa kau mengenalnya?" tanya Lili kepada Blackie

"Tidak. Sepertinya dia murid disini. Dia sekarang terluka parah. Jika tidak segera diobati, aku takut dia..."

"Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo cepat tolong dia!"

"Iya!"

Blackie pun mengambil kertas origami putih berbentuk burung dari dalam saku jubahnya. Ia pun melempar ke udara. Dan Ajaibnya, kertas origami itu berubah menjadi kertas origami putih berbentuk burung dengan ukuran raksasa. Blackie pun menggendong anak itu di kedua tangannya dan meletakkannya di atas punggung burung kertas itu. Lili pun heran melihat tingkah Blackie.

"Apa tidak apa-apa diletakkan di atas burung kertas ini?"

"Tidak apa-apa. Kau bisa membuktikannya sendiri. Burung kertas ini bisa membawa beban dua orang."

"Hanya dua orang?"

"Iya."

"Lalu bagaimana denganmu?"

"Aku bisa terbang."

"Huh...sombong."

"Hehehe. Sudahlah cepat naik keatas. Kita tidak punya banyak waktu."

Lili pun naik keatas punggung burung kertas itu dan burung itu terbang ke atas kamar Lili diikuti Blackie dari belakang. Burung kertas itu berhenti didepan jendela kamar Lili. Lili pun turun terlebih dahulu dan mencoba mengangkat gadis yang tertidur diatas punggung burung kertas itu.

"Biar aku saja." kata Darkie sambil menggendong gadis itu di kedua tangannya.

Darkie pun menggendong gadis itu dan meletakkannya diatas kasur Lili dengan lembut.

"Dia cantik sekali." puji Moonly.

"Blackie, apa yang terjadi dengan gadis ini?" tanya Darkie dengan kedua alis yang mengkerut.

"Dia terkena jarum perak beracun." jawab Blackie sambil berjalan ke arah gadis itu dan menarik jarum perak yang masih tertancap di bahu kanan gadis itu.

"Jarum perak beracun. Aku pikir tidak ada orang yang menggunakannya lagi."

"Ya. Tapi nyatanya kau melihatnya sendiri bukan." kata Blackie sambil menunjukkan jarum perak itu kepada Darkie.

"Apa yang harus kita lakukan? Jika kita tidak kembali ke kastil sekarang juga, raja pasti..." cemas Darkie

"Kau tidak perlu khawatir. Aku bisa menangani ini dengan cepat."

"Hah? Sejak kapan kau bisa menetralisir racun?"

Seolah tidak menghiraukan perkataan Darkie, Blackie mulai mengerahkan kekuatannya. Tangan kanan berada di bawah sedangkan tangan kiri berada diatas seolah membuat sebuah lingkaran. Ditengah-tengahnya muncullah sebuah bola yang bercahaya. Ia pun menangkap bola itu dan menggenggamnya dengan tangan kanannya. Hanya dalam lima menit, ia membuka telapak tangannya. Diatasnya terdapat sebuah pil berwarna putih dengan bulir-bulir es melingkupi pil itu. Pelan-pelan ia membuka mulut gadis itu dan memasukkan pil itu kedalam mulutnya.

"Blackie, sejak kapan kau mempunyai kemampuan seperti itu?" tanya Darkie dengan penasaran

"Sudah waktunya kita untuk kembali ke kastil sekarang juga." ajak Blackie

"Hei... kau belum menjawab pertanyaanku?!"

"Nona Lili, kami akan kembali sekarang juga. Untuk anak itu, aku sudah memberikan penawarnya. Sebentar lagi dia akan sadar."

"Benarkah? Kau bisa membuat penawarnya?! Tadi aku sempat mendengar salah satu anak berkata, bahwa hanya dia yang bisa membuat penawarnya. Tapi siapa sangka ternyata kau bisa membuatnya."

"Itu hanya kata-kata anak bau kencur. Oh ya, kau harus segera beristrihat. Besok pagi kau akan memulai kelasmu."

"Iya. Terima kasih dan maaf merepotkan."

"Tidak perlu sungkan. Kami permisi dulu nona." kata Blackie sambil membungkukkan sedikit punggungnya ke depan dan diikuti Darkie, Sunny dan Moonly.

Setelah berpamitan, keempat orang ini langsung menghilang seperti sebuah bayangan. Tiba-tiba Lili mendengar suara desah kesakitan. Ia menoleh kearah tempat tidur dan dilihatnya gadis itu berusaha untuk duduk. Ia pun berlari dan membantu gadis itu untuk duduk.

"Hati-hati, kau masih terluka."

"Aku tidak apa-apa. Dimana ini?" tanya gadis itu sambil menoleh menatap sekelilingnya.

"Ini dikamarku. Aku dan temanku melihat kau terluka dan pingsan. Jadi aku dan temanku membawa kau kemari untuk diobati. Kau terkena racun."

"Apa kau yang mengobatiku?"

"Bukan. Itu temanku."

"Dimana dia? Aku harus mengucapkan terima kasih kepadanya."

"Dia sudah pergi barusan."

"Temanmu sepertinya bukan orang biasa?"

"Entahlah. Mungkin saja."

"Terima kasih sudah menolongku. Tolong sampaikan ucapan terima kasihku kepada temanmu."

"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir. Eh kau mau kemana?"

"Aku harus pergi. Tidak baik jika aku terus berada disini. Atau kau akan terkena masalah." kata gadis itu sambil beranjak dari tempat tidurnya.

"Masalah? Kenapa kau berkata begitu?"

"Kau pasti murid baru disini. Aku sarankan kau untuk tidak bergaul denganku. Jika tidak, kau akan dicelakai mereka."

"Apa yang kau maksud itu keempat anak yang mengeroyokmu barusan."

"Aku pergi. Terima kasih atas bantuannya. Aku berutang budi padamu." kata gadis itu sambil berjalan menuju jendela.

"Oie tunggu!"

Mendengar Lili berteriak, gadis itu menoleh kebelakang dan tersenyum.

"Namaku Krisan. Sampai jumpa di kelas besok." kata gadis itu sambil tersenyum. Ia pun mengeluarkan burung kertas dari dalam jubahnya dan melemparkannya ke udara. Burung kertas itu berubah menjadi burung kertas raksasa.

Dan gadis itu berdiri diatas punggungnya dan terbang menghilang. Trik semacam ini bukan kali pertama dilihat Lili. Lili melihat Blackie juga mengeluarkan burung kertas dengan warna yang sama dan mengubahnya menjadi burung kertas berukuran raksasa. Melihat seisi kamarnya sepi, Lili pun menutup jendela kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Hari sudah sore, ia memutuskan untuk mandi dan beristirahat.

"Ahh...sepi. Waktunya mandi lalu memasak dan istirahat." kata Lili sambil berjalan menuju kamar mandi.

Ia melepas bajunya dan mulai menyalakan kran untuk mengisi penuh bathtubnya. Mendengar suara air, Buto yang sembunyi diatas atap kamar mandi segera terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah bawah. Dilihatnya bagian punggung Lili yang putih mulus masuk berendam ke dalam bathtub yang dipenuhi busa sabun. Melihat pemandangan itu, wajah Buto langsung memerah dan berkeringat. Dalam pikirannya, ia membayangkan wajah seram penuh amarah Yang Mulia saat menatapnya. Dengan tubuh transparannya ini, ia merasa aman karena Lili tidak bisa melihatnya sekaligus takut jika Yang Mulia tau kalau dia tidak sengaja mengintip gadis milik Yang Mulia.

"Aku tidak melihat...aku tidak melihat." kata Buto sambil menutup kedua matanya.

Terpopuler

Comments

Lauraveralice

Lauraveralice

Ayoo yang suka Novel Genre Vampire silahkan tap profilku

2021-01-18

1

aflanufi

aflanufi

lanjut thor

2021-01-18

2

noragami

noragami

aku tidak melihat... aku tidak melihat...
sambil nutup mata pake telapak tangan tapi direnggangkan ...😂

2021-01-18

5

lihat semua
Episodes
1 Jatuh
2 Hutan Misterius
3 Pria Berjubah Hitam
4 Zwart Land
5 Perjanjian Dengan Raja Iblis
6 Bloody Castle
7 Bloody Castle 1
8 Bloody Castle 2
9 Satu Cermin Dua Wajah
10 Satu Cermin Dua Wajah 1
11 Satu Cermin Dua Wajah 2
12 Satu Cermin Dua Wajah 3
13 Satu Cermin Dua Wajah 4
14 Tidak Ada Alasan
15 Kembalinya Musuh Lama
16 Kembalinya Musuh Lama (1)
17 Kembalinya Musuh Lama (2)
18 Kembalinya Musuh Lama (3)
19 Kembalinya Musuh Lama (4)
20 Kembalinya Musuh Lama (5)
21 Kembalinya Musuh Lama (6)
22 Kembalinya Musuh Lama (7)
23 Kembalinya Musuh Lama (8)
24 Kembalinya Musuh Lama (9)
25 Kembalinya Musuh Lama (10)
26 Kembalinya Musuh Lama (11)
27 Petualangan Baru
28 Mimpi
29 Hutan Kematian
30 Hutan Kematian 1
31 Hutan Kematian 2
32 Hutan Kematian 3
33 Hutan Kematian 4
34 Hutan Kematian 5
35 Hutan Kematian 6
36 Janji di bawah Senja
37 200 Tahun (Pertemuan pertama)
38 200 Tahun (Kekuatan Misterius)
39 200 Tahun (Pengemis Tampan)
40 200 Tahun (Benci Dan Cinta)
41 200 Tahun (Benci Dan Cinta 1)
42 200 Tahun (Benci Dan Cinta 2)
43 200 Tahun (Benci Dan Cinta 3)
44 200 Tahun (Benci Dan Cinta 4)
45 200 Tahun (Benci Dan Cinta 5)
46 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
47 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
48 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 1)
49 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 2)
50 200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 3)
51 200 Tahun (Perpisahan)
52 200 Tahun (Bertemu untuk Berpisah)
53 200 Tahun (Maaf & Terima kasih)
54 200 Tahun (Pergi Selamanya)
55 200 Tahun (Perjamuan awal Kehancuran)
56 200 Tahun (Pernikahan)
57 Kembalinya Sang Ratu Iblis
58 Kembalinya Sang Ratu Iblis 1
59 Kembalinya Sang Ratu Iblis 2 (Raja Elf)
60 Kembalinya Sang Ratu Iblis 3 (Pertarungan sengit)
61 Kembalinya Sang Ratu Iblis 4 (Pembebasan)
62 Kembalinya Sang Ratu Iblis 5 (Reuni)
63 Kembalinya Sang Ratu Iblis 6 (Antara Dendam dan Cinta)
64 Kembalinya Sang Ratu Iblis 7 (Boneka Mana)
65 Kembalinya Sang Ratu Iblis 8 (Pertemuan Kakak Adik)
66 Kembalinya Sang Ratu Iblis 9
67 Musim Gugur, Cinta Bersemi
68 Jujur Saja
69 Musim Gugur dan Daun Maple Merah
70 Pertemuan Pertama di Musim Gugur
71 Maple Cintaku
72 Api Cemburu
73 Calon istriku hanya kau!
74 Aku menunggumu
75 Kebahagiaan atau...
76 Trust and Betrayal
77 Trust and Betrayal (Pengasingan)
78 Pesona Cinta
79 Aku tergoda
80 Pergi
81 Pergi (Kau menggoyahkan hatiku)
82 Pamit
83 Istana Ratu Iblis
84 Hati yang rumit
85 Jaga jarak
86 Malam pertama
87 Malam Pertama (2)
88 Rahasia Tersembunyi
89 Rahasia Tersembunyi (2)
90 Rahasia Tersembunyi (3)
91 Rahasia Tersembunyi (4)
92 Rahasia Tersembunyi (5)
93 Rahasia Tersembunyi (6)
94 Rahasia Tersembunyi (7)
95 Rahasia Tersembunyi (8)
96 Rahasia Tersembunyi (9)
97 Rahasia Tersembunyi (10)
98 Rahasia Tersembunyi (11)
99 Terungkap Juga
100 Positif Thinking
101 Lili, aku harap kau hidup aman dan bahagia
102 Kesedihan Ratu Iblis
103 Kesedihan Ratu Iblis (2)
104 Kesedihan Ratu Iblis (3)
105 Hutan Kematian Ratu Iblis
106 Pesona Ratu Iblis
107 Teror Ratu Iblis
108 Teror Ratu Iblis (2)
109 Teror Ratu Iblis (3)
110 Kematian Raja
111 Love Vs Betrayal
112 Love Vs Betrayal (2)
113 Love Vs Betrayal (3)
114 Love Vs Betrayal (4)
115 Perpisahan Ratu Iblis
116 Dalang Sebenarnya
117 Cinta atau Obsesi
118 Cinta atau Obsesi Gila
119 Kembalinya Kekuatan Ratu Iblis dan Hati Yang Hilang
120 Aku bukan membencimu, tapi...
121 Raja Yang Sesungguhnya
122 Hilangnya Segel Kutukan Cinta
123 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 1
124 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 2
125 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 3
126 Hilangnya Segel Kutukan Cinta 4
127 Sebuah Pilihan
128 Pertama dan Terakhir (End)
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Jatuh
2
Hutan Misterius
3
Pria Berjubah Hitam
4
Zwart Land
5
Perjanjian Dengan Raja Iblis
6
Bloody Castle
7
Bloody Castle 1
8
Bloody Castle 2
9
Satu Cermin Dua Wajah
10
Satu Cermin Dua Wajah 1
11
Satu Cermin Dua Wajah 2
12
Satu Cermin Dua Wajah 3
13
Satu Cermin Dua Wajah 4
14
Tidak Ada Alasan
15
Kembalinya Musuh Lama
16
Kembalinya Musuh Lama (1)
17
Kembalinya Musuh Lama (2)
18
Kembalinya Musuh Lama (3)
19
Kembalinya Musuh Lama (4)
20
Kembalinya Musuh Lama (5)
21
Kembalinya Musuh Lama (6)
22
Kembalinya Musuh Lama (7)
23
Kembalinya Musuh Lama (8)
24
Kembalinya Musuh Lama (9)
25
Kembalinya Musuh Lama (10)
26
Kembalinya Musuh Lama (11)
27
Petualangan Baru
28
Mimpi
29
Hutan Kematian
30
Hutan Kematian 1
31
Hutan Kematian 2
32
Hutan Kematian 3
33
Hutan Kematian 4
34
Hutan Kematian 5
35
Hutan Kematian 6
36
Janji di bawah Senja
37
200 Tahun (Pertemuan pertama)
38
200 Tahun (Kekuatan Misterius)
39
200 Tahun (Pengemis Tampan)
40
200 Tahun (Benci Dan Cinta)
41
200 Tahun (Benci Dan Cinta 1)
42
200 Tahun (Benci Dan Cinta 2)
43
200 Tahun (Benci Dan Cinta 3)
44
200 Tahun (Benci Dan Cinta 4)
45
200 Tahun (Benci Dan Cinta 5)
46
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
47
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius)
48
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 1)
49
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 2)
50
200 Tahun (Roh Misterius dan Kekuatan Misterius 3)
51
200 Tahun (Perpisahan)
52
200 Tahun (Bertemu untuk Berpisah)
53
200 Tahun (Maaf & Terima kasih)
54
200 Tahun (Pergi Selamanya)
55
200 Tahun (Perjamuan awal Kehancuran)
56
200 Tahun (Pernikahan)
57
Kembalinya Sang Ratu Iblis
58
Kembalinya Sang Ratu Iblis 1
59
Kembalinya Sang Ratu Iblis 2 (Raja Elf)
60
Kembalinya Sang Ratu Iblis 3 (Pertarungan sengit)
61
Kembalinya Sang Ratu Iblis 4 (Pembebasan)
62
Kembalinya Sang Ratu Iblis 5 (Reuni)
63
Kembalinya Sang Ratu Iblis 6 (Antara Dendam dan Cinta)
64
Kembalinya Sang Ratu Iblis 7 (Boneka Mana)
65
Kembalinya Sang Ratu Iblis 8 (Pertemuan Kakak Adik)
66
Kembalinya Sang Ratu Iblis 9
67
Musim Gugur, Cinta Bersemi
68
Jujur Saja
69
Musim Gugur dan Daun Maple Merah
70
Pertemuan Pertama di Musim Gugur
71
Maple Cintaku
72
Api Cemburu
73
Calon istriku hanya kau!
74
Aku menunggumu
75
Kebahagiaan atau...
76
Trust and Betrayal
77
Trust and Betrayal (Pengasingan)
78
Pesona Cinta
79
Aku tergoda
80
Pergi
81
Pergi (Kau menggoyahkan hatiku)
82
Pamit
83
Istana Ratu Iblis
84
Hati yang rumit
85
Jaga jarak
86
Malam pertama
87
Malam Pertama (2)
88
Rahasia Tersembunyi
89
Rahasia Tersembunyi (2)
90
Rahasia Tersembunyi (3)
91
Rahasia Tersembunyi (4)
92
Rahasia Tersembunyi (5)
93
Rahasia Tersembunyi (6)
94
Rahasia Tersembunyi (7)
95
Rahasia Tersembunyi (8)
96
Rahasia Tersembunyi (9)
97
Rahasia Tersembunyi (10)
98
Rahasia Tersembunyi (11)
99
Terungkap Juga
100
Positif Thinking
101
Lili, aku harap kau hidup aman dan bahagia
102
Kesedihan Ratu Iblis
103
Kesedihan Ratu Iblis (2)
104
Kesedihan Ratu Iblis (3)
105
Hutan Kematian Ratu Iblis
106
Pesona Ratu Iblis
107
Teror Ratu Iblis
108
Teror Ratu Iblis (2)
109
Teror Ratu Iblis (3)
110
Kematian Raja
111
Love Vs Betrayal
112
Love Vs Betrayal (2)
113
Love Vs Betrayal (3)
114
Love Vs Betrayal (4)
115
Perpisahan Ratu Iblis
116
Dalang Sebenarnya
117
Cinta atau Obsesi
118
Cinta atau Obsesi Gila
119
Kembalinya Kekuatan Ratu Iblis dan Hati Yang Hilang
120
Aku bukan membencimu, tapi...
121
Raja Yang Sesungguhnya
122
Hilangnya Segel Kutukan Cinta
123
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 1
124
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 2
125
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 3
126
Hilangnya Segel Kutukan Cinta 4
127
Sebuah Pilihan
128
Pertama dan Terakhir (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!