Bab.10

Siang ini Juan yang baru saja terbangun dari tidur siangnya, dia melangkah menuju balkon kamar. Di saat bersamaan dari atas sana dia bisa melihat Maudy yang baru saja datang.

Juan terus memandangi wanita itu meski dari kejauhan. Dia terus berpikir apakah benar dia menyukai Maudy sebagai seorang wanita bukan hanya karena dia ingin mendapatkan ciuman wanita itu.

Karena pada kenyataannya kemarin ketika dia mengulang kejadian yang sama seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya, nyatanya dia tidak mengingat apapun kecuali jantung dan tubuhnya yang bereaksi karena menyentuh bibir seorang wanita.

"Huuft bagaimana caraku menghadapi dia sekarang ... apa kejadian waktu itu hanya ketidaksengajaan saja."

Helaan nafas Juan seolah mengisyaratkan bahwa sekarang dia dilanda kebingungan. hingga beberapa detik kemudian tiba-tiba dia ingat akan sesuatu.

"Jangan-jangan karena itu. Saat kejadian dikamar mandi waktu itu, secara logika dialah yang menciumku, bukan aku yang menciumnya. Semen kemarin aku yang memulai lebih dulu ...."

Pada kesimpulannya, ingatan Juan akan kembali terlintas jika Maudy yang mencium duluan, bukan sebaliknya. "Ah pantas saja kemarin, aku tidak mengingat apapun," gumam Juan.

Klek.

"Permisi, Dok."

Juan berbalik saat mendengar suara pintu terbuka dan suara seorang wanita. Tentu saja wanita itu adalah Maudy, dia datang dengan membawa obat yang harus dikonsumsi oleh Juan setiap tiga kali sehari.

"Kau datang." Juan melangkah masuk kedalam kamar menghampiri Maudy. Semakin dekat, dia bisa melihat jika hari ini Maudy terlihat agak berbeda.

Wanita itu lebih kalem tak secerewet biasanya. Refleks, Juan menyetuh kening Maudy. "Tidak panas, tapi kenapa kamu terlihat lemas sekali?"

Pertanyaan itu membuat Maudy mengumpat dalama hati. Aku tidak bisa tidur semalaman karena sikapnya kemarin, dan sekarang dia malah bertanya aku kenapa, dasar kadal buntung, batin Maudy.

"Saya tidak apa, ini obat anda." Maudy meletakkan nampan obat itu keatas meja sofa. ",Kalau begitu saya permisi keluar, jika anda butuh apa-apa, bisa panggil saya."

Dari cara bicaranya dan gerak-geriknya, Juan bisa melihat bahwa saat ini Maudy sedang kesal dan marah kepadanya dan tentu saja dia tahu penyebab semua itu karena kejadian kemarin.

Melihat Maudy yang hendak berbalik pergi Juan dengan cepat mencegah, diraihnya lengan kecil itu agar tetap disana. "Aku butuh kamu dalam segala situasi, tetaplah disini. Aku mau berganti pakaian sebentar, lalu kita akan pergi."

Maudy hanya mengangguk pelan dan membiarkan Juan masuk ke Walk in closed. Dia banyak bicara hari ini, seolah ingin melupakan kejadian kemarin yang tak seharusnya dia pikirkan secara terus menerus.

Dia sadar dirinya siapa, dan tidak seharusnya kemarin dia lengah hingga hal yang tidak dia inginkan, terjadi. Beberapa hari bekerja disana membuat dia semakin tahu jika strata sosial itu adalah batasan yang tidak bisa dilewati.

~

Setelah beberapa saat menunggu, Juan keluar dengan penampilan rapi dengan celana jeans dan kemeja. "Ayo kita pergi sekarang."

"Tunggu sebentar," cegah Maudy. "Kita mau kemana?"

Juan mendekat dan langsung meraih tangan Maudy. "Jangan banyak tanya, pokoknya ikut saja." Dia menarik Maudy menuju pintu keluar, namun baru saja dia meraih handel pintu, Maudy malah melepaskan genggaman tangannya.

"Saya bisa jalan sendiri, tidak perlu digandeng," ucap Maudy dengan kepala tertunduk. Ya, selayaknya seorang pelayan, yang selalu tunduk saat bicara dengan Tuannya.

Hal itu membuat Juan menghela napas, namun tak ingin memperpanjang perdebatan.

Aku harus mencari tempat yang lebih tenang agar bisa membuatnya kembali tersenyum, batin Juan.

***

Bersambung 💕

Terpopuler

Comments

Nurlaela

Nurlaela

ayo dokter, klo diam bukan sikapnya Maudy, buat dia senyum dan kembali ke Maudy aslinnya gara-gara ciuman nih🤣

2023-02-27

0

Wulan Dary

Wulan Dary

salah sendiri kaya bebek aja main sosor.....

2023-02-02

0

Alya_Aziz

Alya_Aziz

Benar kak, maksudnya Maudy, typo maaf ya 🙏🥲

2023-02-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!