Seorang pria kisaran usia lima puluh tahun, melangkah dengan santai masuk kedalam ruangan bertuliskan Dokter Rian. SP. N. "Papa datang,dan kamu tidak menyambut sama sekali, apa sekarang waktumu hanya untuk pasien?"
Ya, pria itu adalah ayahanda dari dokter Rian, seorang mantan dokter yang dicabut gelarnya karena skadal malpraktek, dua puluh tahun silam.
"Papa tahu sendiri sekarang aku adalah dokter utama dirumah sakit ini." Rian mendekat dan langsung mencium tangan sang Papa. "Senang Papa bisa berkunjung, bagaimana kabar istri Papa? Jika dia melahirkan, ingat jangan bawa kerumah sakit ini."
"Ehm, jangan membahas hal itu. Papa datang kesini, untuk memastikan karir kamu baik-baik saja. Rahasia hari itu, masih aman 'kan?"
Aktivitas Rian yang sedang menyeduh kopi seketika terhenti ketika mendengar pertanyaan sang papa. Raut wajahnya yang tadi ceria, kini mendadak pias.
Dia menoleh, memandangi sang Papa yang sedang duduk di sofa. "Hem, sampai saat ini, semua aman. Saksi yang menyaksikan kejadian hari itu, saat ini telah kehilangan ingatannya."
***
"Untuk apa kita kesini?" tanya Maudy yang saat ini berdiri di depan sebuah tempat wahana permainan, seperti Disneyland.
"Em entahlah. Dulu aku sering datang kesini bersama Papa dan Mama. Aku selalu ingin naik kincir angin itu, tapi aku tidak berani naik sendiri," ujarnya sambil menunjuk lurus kearah kincir angin yang bergerak perlahan.
"Ck, ternyata badan anda saja yang besar, tapi nyalinya hanya sebesar biji kacang," sahut Maudy dengan raut wajah meledek.
"Hah, aku penakut? Hey kodok jelek, jaga ucapanmu ya, aku bukan takut karena ketinggian, tapi aku hanya tidak suka sendiri. Sekarang kamu harus naik bersamaku."
Tanpa menunggu persetujuan Juan segera menarik tangan Maudy agar mengikuti langkahnya menuju tempat wahana kincir angin. Mungkin siapapun yang melihat pasti akan mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih, padahal pada kenyataannya mereka tidak lebih dari seorang pelayan dan tuannya.
~
Setelah mendapatkan tiket akhirnya Juan dan Maudy naik kincir angin. sambil menunggu kincir angin itu penuh, Juan kembali menatap Maudy yang duduk di hadapannya. "Ehm, maaf untuk kejadian kemarin."
Maudy yang sejak tadi hanya diam seraya menikmati pemandangan, kini beralih menatap sang majikan. Entah bagaimana, namun dia tidak menyangka Jika ternyata Juan masih sadar diri untuk meminta maaf kepadanya.
"Huuft, ya lupakan saja. Saya tidak mau membahas itu lagi, karena saat itu saya tahu anda hanya ingin memastikan apa ingatan anda akan kembali setelah mencium saya. Tapi yang membuat saya marah adalah karena anda pergi begitu saja."
Juan tertunduk, menyesali sikapnya kemarin. "Ya, kemarin aku terlalu kaget dengan apa yang aku lakukan, padahal kamu tidak siap."
"Lalu bagaimana, apa anda ingat sesuatu?" tanya Maudy yang kembali merasa penasaran. Setidaknya jika Juan mengingat sesuatu maka ciuman itu tidak sia-sia dan berarti dia berhasil membuat seseorang memulihkan ingatannya.
Perlahan Juan menggelengkan kepalanya. "Tidak. Entah bagaimana tidak ada satupun ingatan yang muncul di pikiranku setelah ciuman itu. Tadi malam aku sampai tidak bisa tidur memikirkan hal ini dan akhirnya aku mendapat jawaban ... bahwa mungkin ciuman itu akan berfungsi memulihkan ingatanku hanya jika kamu yang melakukannya terlebih dulu."
"Hah, aku!?" Saking kagetnya Maudy sampai berdiri, lalu kembali duduk saat ruangan persegi empat itu bergoyang.
"Sudahlah, aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku yakin bisa sembuh dengan pengobatan medis," ucap Juan.
Situasi kembali hening di antara keduanya kini nampak Maudy yang memperhatikan Juan. Meski terkadang menyebalkan tetapi dari relung sanubari yang terdalam, Maudy merasa kasihan.
Juan sudah berjuang mati-matian untuk sembuh demi memulihkan ingatannya, jika memang benar ciuman itu bisa memulihkan sedikit demi sedikit ingatan Juan maka haruskah mau diperkorban untuk seorang lelaki pengidap Amnesia?
Apa yang aku pikirkan, apakah aku harus seagresif itu, mencium telebih dulu. Huuft kenapa juga aku begitu perduli kepadanya, batin Maudy.
Bersambung 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Nurlaela
ternyata mulai terkuak nih siapa di balik kecelakaan itu, ayah dokter Rian rupanya yang dicabut gelarnya karena malpraktek, klo begitu Juan adalah saksi dan tahu tentang yang dilakukan ayah Rian itu jadi Juan punya bukti, hingga dibuat celaka akhirnya Juan amnesia, dokter Rian kenapa, sebagai sahabat dan musuh dalam selimut.
2023-02-27
0
Tatik R
apa motifnya sampe dalang kecelakaan ternyata dokter rian dan ayahnya 🤔
2023-02-09
0
Nani Evan
ada tanda tanya besar nih ama dokter Rian n bapak'ny 🤔🤔🤔
2023-02-08
1