Ken baru ingat soal air mata gunung, setelah sosok wanita tua itu mengungkitnya.
"Anda bagian dari sistem kacamata super?" Tanya Ken.
"Hmm.. memberimu air mata gunung adalah tugas terakhirku. Jadi ya bisa dibilang aku ada kaitannya dengan kacamata itu."
"Memang apa tugas anda sebelum ini?" Perlahan perasaan takut menghilang.
"Memberikan batu permata merah untuk Muhajin dan memberi Lambang air laut utara."
Ken kini yakin wanita ini bukan manusia, tapi dia juga tidak bisa mengklasifikasikan makhluk apa sosok yang berada di depannya itu.
"Dengan permata merah Muhajin berhasil menjadi pengusaha batubara sukses. Dengan air laut utara Lambang berhasil menjadi pengusaha kuliner. Lambang memang tidak ingin terlihat menonjol, maka dia hanya membuat tiga restoran yang akhirnya diberikan pada orang. Karakteristik Muhajin dan Lambang sangat berbeda." Wanita tua itu berjalan mondar mandir sambil bercerita.
"—Muhajin menggunakan kekuatan super dengan menjadi ketua mafia yang membantu membalaskan dendam orang tertindas. Lambang yang kalem itu membantu orang dengan membangun organisasi sosial. Dan sekarang aku benar-benar penasaran dengan Ken Shankara. Akan jadi apa kau dengan air mata gunung ini." Wanita tua itu memetikan jarinya, secara ajaib sebuah kendi berukuran cukup besar berada di tangannya. Ukurannya cukup besar tapi wanita tua itu hanya memegangnya dengan tangan satu, ajaib, dia tidak terlihat keberatan.
Ken kaget dia mundur beberapa langkah.
"Awas nanti tergelincir bisa mati kamu!"
Ken menoleh ke belakang, jurang sudah menantinya.
"Campur satu tetes air mata gunung dengan air atau apapun itu, maka akan memiliki reaksi yang luar biasa pada kulit manusia." Wanita itu menyodorkan kendi itu pada Ken.
Ken meletakan kantong sampahnya. Lalu menerima kendi itu, berat! Padahal wanita tadi hanya membawa dengan tangan satu, seolah membawa secarik kertas, padahal beratnya mungkin mencapai lima kilogram.
Tik!
Wanita tua itu menjentikan jarinya, sekejap kantong sampah hilang. "Terima kasih sudah membersihkan rumahku dari sampah. Sekarang pulanglah. Orang lain tidak akan melihat kendi itu jadi kau tidak bisa minta bantuan orang untuk membawanya."
Ken memandang wanita tua itu seolah bertanya apa yang harus diperbuat dengan benda itu.
"Hahaha.. bodoh! Cari tahu saja sendiri, semua tergantung denganmu. Barang itu resmi menjadi milikmu. Aku harus pergi tugasku selesai, semoga beruntung Ken!"
TING!
Wanita itu menghilang, Ken sudah tidak kaget lagi.
"Apa yang harus aku lakukan dengan air mata gunung ini?"
...[Selamat misi 06 selesai. Reward berhasil di dapatkan! Teka-teki dan misi selanjutnya akan hadir kembali besok. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih dan jangan lupa untuk selalu check-in setiap hari. Terima kasih Ken! ]...
ZREEEET..
Tulang kaki Ken bertambah panjang tiga centimeter.
Ken geli melihat celananya yang semakin pendek.
Ken akhirnya berjalan menuruni gunung dengan bantuan peta dari kacamata super.
Hampir empat jam Ken habiskan untuk turun gunung, dia tidak beristirahat bahkan saat sampai di basecamp Ken langsung pulang, susah payah Ken memangku kendi agar aman.
Sesampainya di kost Ken menaruh kendi itu di meja.
Dia membuka tutup kendi.
"Nggak ada bedanya dengan air biasa tuh." Ken mengeluarkan sebotol minyak zaitun yang dia beli dalam perjalanan pulang dari gunung Mbiru. Ia juga membeli beberapa tempat minyak zaitun berukuran kecil. Ken menambahkan satu tetes air mata gunung lalu mengaduknya. Ken membagi satu botol minyak zaitun pada enam tempat kecil.
"Mari kita lihat gimana reaksinya. Bismillah." Ken mengoleskan minyak zaitun pada wajah dan tangannya.
Ken kemudian membagi minyak zaitun yang telah dicampur air mata gunung pada empat orang penghuni kost, termasuk ibu kost.
"Ini apa mas?" Tanya Marina.
"Itu saudara saya baru ada penelitian mbak, katanya minyak ini bisa buat kulit makin sehat mbak." Jelas Ken pada Marina saat memberikan minyak zaitun.
"Emm.. mas Ken udah pernah nyoba?"
Hologram muncul.
...[Pendeteksi perasaan aktif! Marina meragukanmu Ken!]...
'Gimana ya caranya supaya mbak Marina yakin? Aku juga nggak pernah berurusan dengan sales skincare sih, duh!' Dalam hati Ken kebingungan.
"Saya baru pakai tadi pagi mbak karena saudara saya baru kasih semalam. Alhamdulillah masih baik-baik aja wajah saya mbak, tapi belum kelihatan manfaatnya sih mbak." Ken menggaruk kepalanya.
"Lhah mas Ken ini!" Marina menabok lengan Ken. "—skincare mana ada yang instan mas. Yang instan cuma indomie, haha.."
"Hehe.. iya ya mbak."
"Eh.. eh.. tunggu mas Ken." Marina berjinjit mendekatkan wajahnya ke wajah Ken.
Ken kaget, dia memundurkan badan karena takut ada yang melihat dan salah paham.
Hologram muncul
...[Pendeteksi perasaan aktif! Marina penasaran pada Ken!]...
"Maaf mas, nggak maksud apa-apa. Aku nggak maksud yang aneh-aneh." Marina kembali ke posisinya.
"Hehe.. iya mbak."
"Tapi mas Ken sekarang lebih ganteng lho. Kulit wajah mas Ken lebih bersih, badan juga lebih kekar dan segar. Pasti karena punya pacar baru ya mas? Jadi semangat glowing up penampilan?"
The power of emak-emak yang selalu memperhatikan detail kecil kehidupan orang lain.
"Nggak mbak, saya masih jomblo."
"Oya?? Mau aku kenalin sama sepupu aku nggak? Umurnya tiga puluhan sih, tapi dia pekerja bank mas. Sering lembur jadi nggak sempat cari pacar makanya masih jomblo." Mak comblang dadakan mode on.
"Eh?"
"Ibu Kenya mau pup!" Suara Kenya dari dalam kamar kost.
"Eh.. maaf mas Ken nanti sambung lagi, saya urus Kenya dulu. By the way terima kasih mas minyaknya, bakal aku coba kok. Nanti aku lapor deh mas gimana reaksinya."
"Iya mbak."
Marina masuk ke kamar kost.
"Huft.." Rengekan Kenya menyelamatkan Ken kali ini.
***Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote dan beri nilai, terima kasih🙏***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus....
2023-03-03
2
Agusrita Wijayanti
woow.....👍
2023-02-04
2
Komarudin Yahya
mantab
2023-02-03
1