"Hah.. malas banget sih mau beres-beres. Huft.. Nggak banyak sih barangnya tapi kok malas ya?" Ken mulai membongkar kardus bajunya lalu memasukan ke lemari milik almarhum ayah tirinya. Meski malas melakukannya tapi dia tidak punya pilihan lain.
Drrr… drrrt..
Ken melihat pesan masuk ke ponselnya.
'Pesan dari Beno : Jangan lupa baksonya bos, di tempat biasa kan? Jam 9 aja ya masih lumayan banyak nih barang yang belum terkirim.'
'Balas ke Beno : Iya, jangan lupa kabarin Ares sama Aira deh kalau dia mau.'
'Pesan dari Beno : Siap bos!'
Ken melanjutkan beres-beres barangnya. Tidak begitu banyak, hanya empat kardus baju, dua kardus berisi tas, buku, dan barang kecil lainnya.
"Oh.. iya aku belum check-in." Ken ingat bahwa dia belum check-in di sistem.
Ken memakai kacamata super, lalu hologram muncul.
...[ Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-3 berhasil. Angkat tangan kanan anda untuk memulai teka-teki.]...
Ken mengangkat tangan kanannya.
...[ Teka-teki 002 : Yang paling ujung dari 'Langit' adalah?']...
"Haha.. ini sih gampang, Ares pernah kasih tebak-tebakan ini sama aku! Huruf T!" Jawab Ken mantap.
...[ Anda benar! Dua juta rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
...[ Teka-teki hari ini telah selesai. Misi 03 : Mentraktir teman-teman makan sepuasnya.// Reward : Bertambah tinggi 3 cm.// Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...
"Kalau mau dua-duanya gimana dong?" Ken bertanya pada sistem tapi tidak ada jawaban.
Ken mengangkat kedua tangannya, mencoba apakah berhasil.
...[ Selamat penarikan dana berhasil. Sekarang anda bisa melanjutkan misi ....
...FYI \= Setiap soal teka-teki dan misi harus terselesaikan, jika tidak maka soal dan misi selanjutnya tidak akan muncul. ]...
"Wah.. tau aja nih sistem kalau aku bisa aja ingkar janji traktir teman-teman, hehe.." Ken melepas kacamatanya, menyimpannya di di laci dalam lemari.
Drtt.. drrt..
'Pesan dari Beno : Aira nggak ada motor, katanya motornya dipinjam sepupunya, kamu jemput dia ya Ken.'
'Balas ke Beno : Iya.'
Ken mempercepat beres-beresny lalu pergi ke kamar mandi.
Derita anak kost, mau mandi harus mengantri, kamar mandi di kost ini ada empat, tapi penghuni kosnya ada banyak.
Ada tiga kamar kost yang dihuni keluarga dan enam kamar kost yang dihuni perorangan.
"Mas penghuni kost baru ya?" Tanya seorang wanita muda pada Ken.
"Eh.. iya mbak, nama saya Ken." Ken mengulurkan tangan mengajak bersalaman.
"Saya Dara mas, penghuni lantai bawah." Sambut Dara si gadis manis.
"Oh.. iya mbak salam kenal. Udah lama disini?"
"Baru empat bulan mas. Harus sabar mas kalau disini pakai kamar mandinya harus antri." Kata Dara.
"Iya mbak, nggak apa. Resiko bayar uang kost yang murah." Kata Ken.
"Iya mas, saya bertahan karena harga sewa terjangkau, ibu kostnya nggak bawel dan nggak jauh dari tempat kerja." Dara menenteng alat mandi, handuk.
Tiba-tiba seorang wanita berlari sambil menggendong anak.
"Ayo dong yang di kamar mandi buruan, anak saya kebelet pup nih." Wanita itu menggedor-gedor empat pintu kamar mandi bergantian.
"Belum lagi ada kejadian luar biasa kayak begini mas, harus makin sabar, hehe.." Kata Dara mengomentari wanita berdaster itu.
"Bu.. mau keluar nih." Anak laki-laki berusia empat tahun wajahnya memerah karena menahan buang air besar.
"Ayo dong yang di kamar mandi keluar, kasihan nih anak saya." Wanita itu semakin tidak sabar.
Ken melirik jam dinding, 06:10 PM.
"Saya keluar dulu mbak, mau sholat dulu aja. Mari mbak." Ken membawa alat mandi, baju ganti dan sarung menuju pom pengisian bahan bakar.
Ken mandi di kamar mandi umum di pom, lalu sholat.
Usai sholat Ken membeli es krim di minimarket yang berada di pom sambil menikmati keramaian pom.
"Copet.. copet.. tolooooong.." Teriak seorang ibu berhijab yang baru saja keluar dari bilik ATM.
Ken langsung menaiki motornya untuk mengejar dua orang pencopet yang menaiki motor. Ada dua orang lagi yang ikut membantunya mengejar.
Ken menambah kecepatan hingga bisa sejajar dengan motor pencopet.
"Eh.. balikin woy dompetnya!" Teriak Ken sambil fokus mengendarai motor.
"Eh.. Siapa sih lo? Jangan sok pahlawan deh!" Kata pencopet yang menjadi sopir.
Ken menendang motor pencopet hingga kehilangan keseimbangan, namun mereka bisa kembali lagi. Merasa tidak terima pencopet menendang balik motor Ken hingga jatuh ke trotoar.
Ken mencoba bangkit untuk mengejar tapi dia melihat dua orang bermotor sudah berhasil menghentikan pencopet dan mengambil dompet itu.
Ken berdiri dan menarik motornya yang menyender di trotoar.
Klotak..
Kaca spion sebelah kiri copot, Ken meringis, merasa pipi kirinya perih, ternyata ada luka gores akibat menabrak trotoar.
"Huft.." Ken menyalakan mesin motor.
"Alhamdulillah masih waras." Ken kembali ke pom pengisian bahan bakar, dia melihat korban pencopetan berterima kasih sambil memberikan uang kepada dua orang yang mengembalikan dompetnya.
Ken berjalan mendekat,
"Makasih ya mas, kalau nggak ada kalian dompet saya nggak selamat." Kata korban pencopetan pada kedua pemuda.
"Iya bu, tadi saya tendang tuh motor pencopet sampai mereka jatuh, saya hajar mereka bu." Jelas seorang pemuda.
Ken hanya tersenyum mendengarnya. Ken berjalan menuju meja di depan minimarket melihat es krim yang dia tinggalkan sudah mencair, dia membuangnya ke tong sampah lalu pulang ke kost.
......................
Pukul 08:20 PM, Ken pergi menjemput Aira.
"Malam pak, saya mau menjemput Aira. Ini main sama Beno dan Ares juga pak." Ken menjelaskan kepada ayah Aira yang baru duduk di teras sambil menikmati kopi.
"Kirain mau berdua aja." Ayah Aira sudah mengenal Ken dengan baik, begitu juga dengan Beno dan Ares.
Ken hanya tersenyum kaku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ih.. bapak apaan sih? Norak ah." Aira keluar dari rumah. "Yuk Ken."
"Permisi ya pak, nanti saya juga antar Aira pulang kalau sudah selesai." Kata Ken meminta izin.
"Iya sudah sana pergi keburu malam."
"Eh.. Ken motor kamu kenapa?" Tanya Aira.
"Tadi jatuh waktu ngejar copet." Ken memakai helm.
"Eh.. itu pipi kamu ada luka Ken, tunggu.. tunggu." Aira mencari plester penutup luka di tas mungilnya lalu memasangkan di pipi Ken.
Wajah Ken memerah sesaat.
"Ehem.." Ayah Aira sengaja berdehem melihat adegan semi romantis antara putrinya dan Ken.
"Eh.. terima kasih. Yuk Ra, nggak enak sama ayah kamu." Ken langsung menyalakan mesin motor.
Aira tersenyum, dia naik ke atas motor, lalu Ken membawanya pergi.
"Dasar Ken, jelas-jelas Aira udah kasih sinyal kuat, dia masih aja nggak paham, ckck.. kasihan anak ayah." Gumam ayah Aira.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Like and coment 😀👍
2023-03-10
1
Jimmy Avolution
Ayo....
2023-03-03
0
Aster
lo aja yg w hajar gimana?
2023-01-28
1