Bab 06 : Banjir Bro!

"Yo ma Bro, ma big bos, akhirnya datang juga." Sambut Beno saat Ken dan Aira tiba di warung bakso tempat ketemuan.

Suasana warung bakso disini selalu ramai pengunjung karena menjadi salah satu ikon bakso kota ini. Selain rasanya yang enak tempat makannya pun bersih dan nyaman.

"Iya nih, lama, keburu lapar, bisa pingsan aku." Kata Ares yang terlihat lesu, kepalanya ditempelkan di meja.

"Maaf, tadi sempat gerimis kan, nona Aira yang nggak tahan air ini minta menepi dulu, takut melempem." Sindir Ken.

"Ya maaf aku kan belum bersertifikat IP67." Aira membuka jaketnya.

Beno dan Ares tertawa.

"Kalah dong sama ponsel bututnya Ares yang udah punya sertifikat tahan air, tahan debu, tahan banting, tahan semprot atasan, tahan nol kuota, terakhir tahan malu karena minta teartring mulu, hahaha." Beno memang suka sekali jahil, dia adalah tipe orang yang dibutuhkan kehadirannya untuk membangkitkan suasana. Meski kadnag bercandanya terdengar menjengkelkan taoi bagi Ken, Ares dan Aira hal itu sudah biasa.

"Biarin daripada kamu ponsel isi kuota penuh, main game terus tapi perut kosong kalau tanggal dua puluh keatas. Ujung-ujungnya pinjam duit aku, ya wajar jadinya kalau ponsel aku nol kuota, duit buat beli kuota dihutang sama Beno." Ares adalah pengimbang Beno, mereka adalah dumb and dumber.

Aira tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan jenaka Beno dan Ares.

"Hush.. cewek kok ketawa nya nyablak gitu sih Ra? Jaim sedikit kek jadi cewek agak anggun gitu." Komentar pedas dari Ares.

"Lhah.. barusan Aira Res yang ketawa? Aku kira mbak kunti, hahaha." Beno tertawa.

PLAK!

"Sialan!" Aira menabok tangan Beno.

Inilah yang membuat Ken betah bertahan di tempat kerjanya, mereka bertiga adalah alasan utamanya.

"Udah, udah, ayo pesan makan. Udah malam nih, nggak enak sama ayahnya Aira. Kalian makan sepuasnya, kalau perlu bawa pulang juga. Nanti titip buat ibu sama adik kamu juga ya Res. Sama buat ayah sama bunda kamu Ra." Kata Ken.

"Baru banyak duit Ken?" Tanya Beno.

"Udah nggak usah komentar, dari pada aku berubah pikiran."

"Eh.. jangan dong, ditraktir makan apalagi sepuasnya buat anak kost kayak aku anugerah banget." Kata Beno.

"Dasar fakir miskin." Hina Ares seraya bercanda.

"Makanya kamu manusia kaya raya yang bergelimang harta santuni anak kost miskin kayak aku dong, nanti banyak pahala." Beno sedang sibuk memilih menu.

"Banyak hutang yang ada kalau aku menyantuni kamu." Ares juga sedang memilih menu.

Ken merasa senang bisa memiliki teman yang selalu ada bersamanya dalam suka dan duka.

......................

Setelah mengantar pulang Aira, Ken kembali ke kostnya. 

"Hah.. kenyang banget." Ken berbaring di tempat tidurnya sambil mengangkat kaos, membiarkan perut tanpa ototnya terbuka.

Ken mengambil kacamata super, dia ingin mengecek apakah misinya sudah terselesaikan dengan baik.

Hologram muncul.

...[ Selamat reward tambahan (10 juta) karena sudah berbuat baik tanpa pamrih telah berhasil masuk ke akun anda. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih.]...

...[ Selamat misi 03 selesai. Reward berhasil di dapatkan! Teka-teki selanjutnya akan hadir kembali besok. Jangan lupa untuk selalu check-in setiap hari. Terima kasih Ken! ]...

Mata Ken terbelalak melihat kejutan yang sangat menguntungkan baginya. Dia tidak menyangka akan ada reward tambahan dengan nominal yang besar. 

"Membantu tanpa pamrih? Apa ini karena aku membantu mengejar copet tadi ya? Wah.. keren, aku bisa pakai untuk ke bengkel motor. Terima kasih kacamata super. Aku berjanji akan banyak membantu orang tanpa pamrih." Ken bersemangat, dia merasa menemukan sebuah keajaiban besar yang dapat merubah hidupnya.

Hologram kembali muncul.

...[Reward tambahan hanya akan diberikan saat user benar-benar ikhlas dan tanpa pamrih menolong orang lain, tanpa mengharap imbalan termasuk reward dari sistem.]...

...Cling!...

Hologram menghilang kembali.

"Ih.. sistemnya galak juga ya. Siap sistem, aku bakal jadi orang baik yang suka menolong. Bantu aku ya." Ken melepaskan kacamata super meletakan ke tempat semula.

Gluduk.. Braaaazzzt..

Klap!

"Astagfirullah.. mati listrik, hujan deras, huh.. Ya sudahlah, tidur aja." Ken menyalakan senter untuk menerangi kamarnya.

Di Luar kamar orang-orang sedang heboh karena listrik mati, Ken tidak terusik, tak lama dia tertidur pulas.

......................

Hujan sejak malam hingga pagi tanpa henti membuat sebagian kota ini tergenang banjir. 

Ken duduk di teras kost sambil menunggu antrian kamar mandi. 

Ddrrt.. drrrt..

Sejak semalam grup chat kantor sangat ramai, semua orang memberitahu kabar terkini di daerah rumah mereka. Hanya Ken yang tidak memberi kabar.

Drrt.. drrrt..

Panggilan masuk dari Beno.

"Ya Ben, kenapa?"

"Masih hidup kan? Nggak hanyut karena banjir kan?" Sapaan yang membagongkan.

"Alhamdulillah sehat wal afiat. Kenapa?"

"Ares sama Deki nggak masuk tuh. Rumahnya kebanjiran. Kalau Ares sih cuman alasan, aslinya rumahnya nggak kena banjir tapi dipakai buat posko banjir. Karena malas jelasin ke bos dia bilang aja kalo rumahnya kebanjiran. Dia kirim foto rumah tetangganya, haha."

Ken tertawa. "Dasar Ares. Terus kamu telepon kenapa nih? Bos pasti suruh aku ambil alih kirimannya Ares ya?" 

"Iya."

"Ya udah nggak apa. Aku masih antri mandi nih, nanti aku berangkat lebih awal deh." 

"Oke, Aira bahkan disuruh berangkat jam setengah tujuh pagi Ken buat mengurus alih rute."

"Wah.. kasihan dong."

"Ya udah aku mau mandi, bye!"

Ken menghela nafas.

"Mas Ken, udah tuh kamar mandinya." Teriak seorang penghuni kost.

"Iya bu." Ken buru-buru masuk ke kamar mandi, lalu bersiap berangkat kerja.

......................

Ken memakai jas hujan, siap menerjang hujan untuk berangkat kerja. 

"Astaga." Baru saja Ken keluar gang, banjir sudah menyambutnya di depan mata.

Butuh dua kali lipat atau empat puluh menit untuk sampai ke kantor.

"Huft.. banjir dimana Ra." Ken mengibas-ibaskan rambutnya yang sedikit basah.

Aira menatap Ken tanpa berkedip untuk beberapa detik.

"Kamu berangkat jam berapa dari rumah?" Tanya Ken.

"Oh? Apa?" Aira baru sadar dari keterseponaannya pada Ken.

"Berangkat jam berapa tadi?" Ken mengulang pertanyaannya.

"Oh.. jam enam Ken." Aira melihat Ken dari ujung kepala ke ujung kaki. "Ken, celana mu kependekan tuh, aneh lihatnya. Kayak pengikut suatu anutan." Aira selalu memperhatikan detail-detail kecil pada diri Ken.

"Oh.. ini, hem.. ya." Dalam hati Ken merasa senang, dalam sekejap tingginya bertambah riga centimeter.

"Tolong pengiriman yang punya Ares masukin ke akun aku juga ya Ra." Ken meminta Aira memasukan tugas pengiriman barang milik Ares ke akun aplikasinya.

"Oke." 

Ken langsung sibuk dengan barang-barang yang sudah siap dikirim.

"Semangat ya Ken." 

"Iya, aku jalan dulu ya Ra." Ken langsung berangkat untuk menunaikan pekerjaannya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....ayo...

2023-03-03

1

Zafrullah Effendy

Zafrullah Effendy

masih bagus ceritanya....

2023-01-25

3

Abdul Muntholib Suwarto

Abdul Muntholib Suwarto

lanjutkan

2023-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2 Bab 02 : Kemunculan sistem.
3 Bab 03 : Kost.
4 Bab 04 : Pindahan.
5 Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6 Bab 06 : Banjir Bro!
7 Bab 07 : Lupa Check-in!
8 Bab 08 : Bertemu Fius.
9 Bab 09 : Ken si anak baik!
10 Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11 Bab 11 : URGENT ALERT
12 Bab 12 : Flashback mode on!
13 Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14 Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15 Bab 15 : Disemprot atasan!
16 Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17 Bab 17 : Sarah.
18 Bab 18 : Mendaki gunung.
19 Bab 19 : Air mata gunung.
20 Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21 Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22 Bab 22 : Aira VS Sarah.
23 Bab 23 : 2 diantara 3?
24 Bab 24 : Donor darah!
25 Bab 25 : Beno sudah tahu!
26 Bab 26 : Menuju panti jompo.
27 Bab 27 : Panti Jompo.
28 Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29 Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30 Bab 30 : Sibot!
31 Bab 31 : Persiapan bisnis!
32 Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33 Bab 33 : Makan-makan.
34 Bab 34 : Dipecat!
35 Bab 35 : Ken dan Sarah.
36 Bab 36 : Ken si bos muda!
37 Bab 37 : Bertemu Aira.
38 Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39 Bab 39 : Menolak tawaran!
40 Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41 Pengumuman Novel baru
42 Bab 41 : Karin datang.
43 Bab 42 : Bad day!
44 Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45 Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46 Bab 45 : Godaan Lembayung!
47 Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48 Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49 Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50 Bab 49 : Kebodohan Ken!
51 Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52 Bab 51 : Aksi Lembayung!
53 Bab 52 : Bebas dari penjara!
54 Bab 53 : Kembalinya Ken!
55 Bah 54 : Ken vs Tanu!
56 Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57 Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58 Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2
Bab 02 : Kemunculan sistem.
3
Bab 03 : Kost.
4
Bab 04 : Pindahan.
5
Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6
Bab 06 : Banjir Bro!
7
Bab 07 : Lupa Check-in!
8
Bab 08 : Bertemu Fius.
9
Bab 09 : Ken si anak baik!
10
Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11
Bab 11 : URGENT ALERT
12
Bab 12 : Flashback mode on!
13
Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14
Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15
Bab 15 : Disemprot atasan!
16
Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17
Bab 17 : Sarah.
18
Bab 18 : Mendaki gunung.
19
Bab 19 : Air mata gunung.
20
Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21
Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22
Bab 22 : Aira VS Sarah.
23
Bab 23 : 2 diantara 3?
24
Bab 24 : Donor darah!
25
Bab 25 : Beno sudah tahu!
26
Bab 26 : Menuju panti jompo.
27
Bab 27 : Panti Jompo.
28
Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29
Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30
Bab 30 : Sibot!
31
Bab 31 : Persiapan bisnis!
32
Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33
Bab 33 : Makan-makan.
34
Bab 34 : Dipecat!
35
Bab 35 : Ken dan Sarah.
36
Bab 36 : Ken si bos muda!
37
Bab 37 : Bertemu Aira.
38
Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39
Bab 39 : Menolak tawaran!
40
Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41
Pengumuman Novel baru
42
Bab 41 : Karin datang.
43
Bab 42 : Bad day!
44
Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45
Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46
Bab 45 : Godaan Lembayung!
47
Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48
Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49
Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50
Bab 49 : Kebodohan Ken!
51
Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52
Bab 51 : Aksi Lembayung!
53
Bab 52 : Bebas dari penjara!
54
Bab 53 : Kembalinya Ken!
55
Bah 54 : Ken vs Tanu!
56
Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57
Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58
Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!