Akhirnya Ken makan, perlahan tapi pasti obrolan Ken dan Lambang semakin asik, mereka bisa akrab dalam waktu singkat.
Hingga tak terasa sudah pukul sebelas malam.
"Ken.. aku ada hadiah untukmu." Lambang memberikan sebuah tempat kacamata.
"Tapi pak, saya—"
"Terima saja, ini rezekimu. Tapi ingat kamu harus selalu bersedekah dan berbuat baik terhadap sesama. Ayo ambil."
Akhirnya Ken menerima pemberian Lambang. Ken lalu ijin pulang dan bilang bahwa lain kali sia akan datang lagi, tapi Lambang hanya menjawab dengan senyuman.
Sesampainya di rumah, Ken melihat Abas sedang membawa lemari tua milik ayahnya ke luar dari rumah.
"Mau dibawa kemana bang? Itu kan lemari kesayangan bapak?" Ken menahan Abas.
"Mau aku jual ke tukang loak, lemari udah lapuk begini cuman laku dijual di tukang loak doang. Di rumah menuh-menuhin tempat."
"Aku beli bang, berapa? Aku transfer sekarang juga." Ken mengeluarkan ponselnya.
"Emm.. satu juta deh kalau begitu." Abas memberi nominal yang lumayan tinggi untuk lemari itu, tapi Ken tidak membantah, dia langsung melakukan transaksi transfer ke rekening Abas melalui ponselnya.
"Sudah aku transfer, buktinya sudah aku kirim." Ken membawa lemari itu masuk lagi ke rumah.
"Eh.. gimana udah dapat kos belum?" Tanya Abas.
"Besok dapat, tenang aja Bang." Ken membawa masuk lemari itu ke kamarnya lalu menutup pintu.
Ken memandang lemari kesayangan ayah tirinya itu. Lemari itu adalah peninggalan leluhur.
Ken menaruh tasnya di meja lalu berbaring di kasurnya, memandang lemari itu sambil membayangkan ayahnya.
Walau Ken adalah anak tiri tapi dialah yang paling dekat dengan ayahnya.
Klotak..
Tempat kacamata yang diberikan Lambang tiba-tiba jatuh ke lantai. Ken mengambil lalu membukanya, terdapat sebuah kacamata bening berbingkai warna silver.
Ken mencoba kacamata itu lalu sebuah hologram besar muncul di hadapannya.
...[ Selamat datang user baru! Anda telah mengaktifkan sistem teka-teki kacamata super.]...
Ken melepaskan kacamata itu karena kaget. Ken menggosok-gosok matanya, dia tidak percaya dengan apa yang muncul dihadapannya tadi.
"Apa itu?" Ken kembali memakai kacamata itu lalu muncul hologram yang sama.
...[ Sebutkan nama anda!]...
"Ken." Jawab Ken lirih.
...[ Sebutkan nomor rekening anda beserta nama bank! ]...
Ken mengerutkan dahi, kenapa tiba-tiba nomor rekening?
"080220211455, bank rakyat sejahtera."
...[ TING! User baru terverifikasi! Selamat datang user 802 Ken! Anda telah mengaktifkan sistem ini. Angkat tangan kanan anda jika ingin melakukan soal percobaan dengan reward rendah. ]...
Semakin lama semakin tidak paham itu yang ada di otak Ken saat ini.
Tapi karena penasaran Ken mengikuti perintah sistem, dia mengangkat tangan kanannya.
...[ Teka-teki percobaan 01 :...
...'Mana yang lebih berat besi 10kg dengan kapas 10 kg?' ]...
Ken tertawa kecil lalu menjawab. "Sama aja dong kan sama-sama 10kg."
...[ Anda benar! Seratus ribu rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
"Ha? Apa-apaan ini?"
...[ Jika ingin lanjut angkat tangan kanan anda, jika ingin menarik ke rekening anda angkat tangan kiri. ]...
Ken mengangkat tangan kirinya
...[ Selamat penarikan dana berhasil. ]...
Ken cepat-cepat melihat saldo di rekeningnya melalui ponsel, dan benar saldonya bertambah.
"Benar bertambah. Sistem lanjut pertanyaannya." Kata Ken bersemangat karena tahu bahwa dirinya menemukan suatu keajaiban.
Namun sistem tidak bergerak sama sekali. Ken berpikir sejenak, lalu mengangkat tangan kanannya.
...[ Teka-teki percobaan 02 : 'Ditutup jadi tongkat, dibuka jadi tenda. Apakah aku? ]...
Ken berpikir sejenak, sudah lama sekali rasanya tidak menemukan teka-teki remeh seperti ini.
"Payung?"
... [ Anda benar! Dua ratus ribu rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
...[ Jika ingin lanjut angkat tangan kanan anda, jika ingin menarik ke rekening anda angkat tangan kiri. ]...
Ken semakin bersemangat, dia mengangkat tangan kanannya.
...[ Teka-teki percobaan 03 : 'Aku bisa dimakan, rasaku mania dan bisa juga buat baper. Apakah aku? ]...
Ken mengerutkan dahi, saat sekolah dulu dia memang pandai tapi di sekolah tidak ada pelajaran teka-teki seperti ini.
"Apaan dong jawabannya?"
Ken berjalan mondar-mandir mencoba menemukan jawaban di otaknya.
"Emm.. kecup manis?" Jawab Ken ragu.
...[ Anda benar! Empat ratus ribu rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
...[ Jika ingin lanjut angkat tangan kanan anda, jika ingin menarik dana ke rekening anda angkat tangan kiri. ]...
"Waah.. jadi aku udah dapat tujuh ratus ribu?" Ken kembali mengangkat tangannya.
...[ Teka-teki percobaan telah selesai. Misi 01 : Memberi pemulung makanan yang layak. // Reward : Glowing pada bagian wajah. // Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...
Ken segera mengambil jaket dan tasnya lalu berlari keluar rumah, menaiki motornya untuk membeli makan. Ken membeli sebungkus nasi rames dan teh hangat. Lalu dia ke minimarket membeli roti dan beberapa camilan. Ken kembali menaiki motornya untuk mencari seorang pemulung. Dan dia menemukan di depan ruko.
"Malam pak, ini untuk bapak." Ken memberikan semua yang baru saja ia beli.
"Terima kasih nak. Saya belum makan hari ini, terima kasih nak. Tuhan akan mengganti lebih banyak untukmu. Siapa namamu nak?" Pemulung itu menggenggam tangan Ken.
"Hehe.. sama-sama pak. Amiin.. saya baru dapat rejeki. Semoga bermanfaat untuk bapak. Emm.. panggil saja saya Mr. Kacamata. Permisi pak, saya pergi dulu." Ken menaiki motornya hendak pulang.
Hologram muncul kembali.
...[ Selamat misi 01 selesai. Reward berhasil di dapatkan! Teka-teki selanjutnya akan hadir kembali besok. Jangan lupa untuk selalu check-in setiap hari. Terima kasih Ken! ]...
Ken bercermin di kaca spionnya. Dan benar bekas jerawat yang ada pada wajahnya memudar.
"Waaah.. aku bisa jadi kaya dan ganteng dengan sistem ini." Ken tersenyum, lalu menaiki motornya pulang ke rumah.
......................
Pagi ini Ken berniat untuk pergi ke rumah Lambang untuk menanyakan tentang kacamata yang dia berikan. Namun apa yang di dapat Ken?
Rumah Lambang dipenuhi manusia yang melayat. Karangan bunga menghiasi halaman rumah Lambang.
Ken berlari masuk ke rumah Lambang lalu disambut oleh seorang laki-laki berusia tiga puluh tahunan.
"Maaf tidak sembarangan orang boleh mendekat." Katanya sambil menahan Ken masuk ke rumah.
"Apa yang terjadi pak? Semalam bapak Lambang sehat-sehat saja kok. Saya makan malam bersamanya." Ken kaget setelah melihat keranda yang berbalut kain hijau dengan foto Lambang di sampingnya.
"Anda Ken Shankara?"
"Iya pak." Ken bingunf bagaimana orang ini bisa tahu namanya.
"Sebentar." Lelaki itu pergi mengambil sebuah amplop.
"Anda adalah orang terakhir yang bertemu bapak Lambang. Dia tampaknya sangat terkesan dengan anda. Amplop ini dia genggam hingga akhir hayatnya." Lelaki itu memberikan sebuah amplop coklat pada Ken.
Ken menerimanya.
"Pak.. boleh saya menyolatkan jenazah?" Tanya Ken.
"Silahkan, anda sudah boleh masuk."
Ken berjalan mendekat, dia lama mandang kain hijau itu lalu sholat.
'Bapak Lambang, tenang disana ya pak. Jujur saya sedih pak, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan mengenai kacamata yang bapak beri.' Batin Ken.
Tak terasa Ken menangis.
Dia segera pergi dari rumah Lambang, untuk berangkat ke tempat kerja.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Nor Johari
mantap
2023-12-11
1
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Ouwhhh... Padahal Baru Ch 2 kasian pak... siapa tadi namanya?... Bambang... Lambang oh ya Lambang! Kasihan Pak Lambang, Sehat sehat di sana pak
2023-04-09
1
Hades Riyadi
Penggemar novel sistem hadir 😀👍👍
2023-03-10
2