Ken pergi ke masjid terdekat untuk menunaikan shalat maghrib.
Ken melakukan perjalanan mengirim barang hingga pukul sebelas malam. Ken mampir ke angkringan untuk makan.
Ken membuka ponselnya.
"Eh.. siapa nih kok telepon berkali-kali?" Ken melihat sebuah nomor tidak dikenal menghubunginya berkali-kali. Ken membuka pesan masuk.
"Eoh? Ternyata Fius yang menghubungiku. Emm.. kalau telepon sekarang di pasti udah tidur. Emm.. besok aja deh." Ken memasukan ponselnya ke saku celana.
Ken menyelesaikan makannya lalu kembali ke kost.
Ken berbaring, dia melepaskan kacamata supernya, memandang dengan penuh kekaguman.
"Hmm.. aku jadi penasaran bagaimana bapak Lambang ngejalanin hidupnya dengan amanah kacamata ini. Kalau baca dari internet bapak Lambang dulunya seorang tukang sol sepatu, lalu dia mulai berbisnis kuliner hingga bisa membuat yayasan sosial Miracle Glasses. Nama itu pasti dipilih karena kacamata ini."
ZREEEEET…
Ken kaget saat tangannya seperti tersetrum aliran dari kacamata super itu. Ken tidak sengaja menjatuhkan kacamata itu ke kasur karena kaget.
"Apa itu tadi?" Ken perlahan mengambil kacamata super itu lalu memakainya.
Hologram muncul.
...[FLASHBACK MODE ON!]...
"Flashback??"
Tiba-tiba Ken merasa ada daya tarik yang sangat kuat yang tidak bisa dia tahan.
ZREEEEEEET…
Dalam sekejap Ken berada di sebuah jalan, dI pinggir sawah.
"Dimana aku? Kenapa tiba-tiba jadi siang? Apa ini?" Ken kebingungan.
Hologram muncul.
...[Anda dalam mode flashback. Sistem akan menampilkan kehidupan user sebelum anda, Lambang.]...
"Apa? Keren! Kacamata ini bisa melakukan hal sehebat ini?" Ken merasa takjub.
Dari kejauhan Ken melihat Lambang muda, dia mengayuh sepeda onthel dengan tas besar masuk ke sebuah rumah besar. Ken mengikutinya.
Ternyata Lambang muda, masih menjadi seorang tukang sol sepatu. Dia menjadi langganan seorang pengusaha batu bara bernama Muhajin. Ken melihat Muhajin memberi Lambang sebuah tempat kacamata.
Hologram kembali muncul.
...[Muhajin adalah user sebelum Lambang.]...
"Jadi user-user sebelumnya adalah orang kaya. Apa mereka kaya dengan bantuan kacamata ini?"
WUSHHHHHH..
Angin berhembus kencang, Ken menutup matanya dengan tangannya melindungi matanya dari debu.
Namun saat membuka mata dia sudah berada di sebuah restoran. Dia melihat Lambang sedang berdiskusi dengan seorang lelaki. Lambang terlihat percaya diri berbicara mengenai bisnis.
Hologram muncul kembali.
...[Lambang memulai bisnis dengan percaya diri walaupun tidak memiliki pengalaman, dia sempat gagal dalam berbisnis namun dia bangkit dan memulainya kembali hingga sukses.]...
"Apa aku bisa seperti almarhum bapak Lambang?" Pikiran Ken mulai terbuka.
WUSHHHHH...
Angin kencang kembali datang, Ken menutup matanya lalu membukanya kembali.
Kini dia sudah berada di sebuah sekolah reyot, di sebuah desa kecil.
Dia melihat Lambang memberikan bantuan pada sekolah itu. Murid-murid berlari memeluk Lambang, mereka berterima kasih.
Ken terharu tak terasa air matanya terjatuh.
"Huft.. mulia sekali almarhum bapak Lambang."
Tiba-tiba dia merasakan bumi bergetar, gempa begitu dahsyat sehingga bangunan runtuh.
"Aaaaaak.." Ken berlari namun dia tertimpa runtuhan bangunan.
ZLAAAAAAP!
Ken membuka matanya, dia sudah kembali di kamar kostnya.
Hologram muncul.
...[FLASHBACK MODE OFF!]...
Ken berdiri, memegang kepala, tangan, badan dan kakinya. Dia bercermin, tidak ada yang terluka.
"Wah.. terasa nyata banget! Keren!" Ken melepas kacamata super menaruhnya di tempat kacamata.
Ken berbaring di kasur.
"Apa yang harus aku perbuat dengan uang reward? Bisnis? Membantu orang? Hmm.. tau ah! Pusing, tidur aja dulu." Ken tidak ingin ambil pusing, dia memilih untuk tidur.
......................
Waktu subuh telah tiba, Ken bangun, mengambil sarung, dia berangkat ke mushola untuk shalat berjamaah.
Selesai shalat, Ahmad si bendahara masjid memanggil Ken.
"Ada apa ya pak?" Tanya Ken.
"Apa kabar mas Ken?" Tanya Ahmad.
"Emm.. kabar baik pak alhamdulillah."
"Alhamdulillah.. emm.. gini mas, saya mau menyampaikan kalau minggu depan kami asa acara santunan untuk anak yatim piatu di lingkungan mushola. Maaf apa mas Ken berkenan menjadi salah satu donatur?"
Ken mengeluarkan ponselnya, dia melakukan transfer uang lima juta rupiah ke rekening mushola.
"Sudah saya transfer ya pak."
"Barakallah.. alhamdulillah. Terima kasih mas Ken, semoga Allah memberikan rezeki yang banyak untuk mas Ken." Ahmad mendoakan Ken.
"Amin. Kalau begitu saya permisi pak, assalamualaikum." Ken berjalan keluar halaman mushola.
"Yes aku pasti bakal dapat reward tambahan lagi." Ken berlari menuju kost, dia segera memakai kacamata super.
...[ Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-4 berhasil.]...
...[Teka-teki 04 : Posisiku ada di depan ibu, tetapi suka bersembunyi di belakang televisi. Aku bisa hidup di tengah air. Tapi, kalau ayah datang, aku akan menghilang. Siapakah aku?]...
"Hah?? Teka-teki apa nih? Kok susah sih? Duh.. Boleh pass nggak sistem?"
...[Maaf anda belum memiliki 'Free pass card' anda harus menjawab, waktu anda tingga 58 menit lagi.]...
"Kok ada limit waktunya sih?" Ken kebingungan, dia mengulang berkali-kali membaca soal teka-teki itu.
Hologram kembali muncul.
...[Waktu anda tersisa 30 menit. Jika gagal menjawab maka anda akan kembali dari awal. Reward tidak akan diberikan.]...
"Lho? Kok gitu? Aduh!" Ken kebingungan, semakin panik semakin otaknya tidak bisa diajak kerjasama.
***Bersambung...
Yuk bantu Ken jawab, hihi..
Terima kasih🙏***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Putra_Andalas
sblum scrool ke bawah :
jawabannya HURUP "i"
2024-06-06
0
Aditya Warman
huruf 'i'...
2023-12-20
0
Aditya Warman
huruf 'i'
2023-12-20
0