Ken dapat menahan mobil itu dengan satu tangan hingga membuat mobil berhenti, dibantu dengan rem kuat dari pengemudi mobil.
Ken selamat, mobil tidak menghantamnya, namun ada sedikit penyok pada body mobil bagian depan.
Sang pemilik mobil mewah berwarna merah itu keluar.
"Kalian baik-baik saja?" Tanyanya tampak panik. Di seorang wanita muda cantik, dengan rambut panjang yang dicat coklat.
"Hmm.." Hanya itu jawaban Ken, dia masih sibuk melihat badan Fius mencari apa ada luka atau tidak.
Disekitar orang-orang mulai ramai melihat, Ken membawa Fius menepi. "Nggak ada yang terluka kan Us?"
Fius menggeleng, dia masih syok.
"Mas baik-baik saja?" Tanya wanita pemilik mobil.
"Iya mbak, maaf. Sepertinya mobil bagian depan agak penyok mbak, saya akan ganti rugi." Kata Ken.
"Nggak usah dipikir mas, kayaknya adik mas syok, bawa ke rumah sakit dulu mas." Wanita itu mengajak Ken dan Fius ke rumah sakit dengan mobilnya.
......................
Sesampainya di rumah sakit, Fius dirawat di unit gawat darurat. Fius diberi obat penenang dan diinfus, dia tertidur.
Ken keluar dari ruang gawat darurat menemui wanita pemilik mobil.
"Gimana mas adiknya?" Tanya wanita itu.
"Tidur mbak." Jawab Ken.
"Ah.. maaf mas saya lupa memperkenalkan diri. Saya Sarah Lavin." Wanita berparas blasteran itu mengajak Ken bersalaman.
Ken menyambutnya. "Ken Shankara."
Sarah tersenyum, menambah kecantikan wajahnya.
"Saya yang akan membayar tagihan rumah sakitnya mas." Kata Sarah.
"Nggak usah mbak, saya aja."
"Nggak mas, saya merasa bersalah. Kalau nggak membayar biaya rumah sakit adik mas saya bakal nggak bisa tidur nanti mas."
Ken akhirnya membiarkan Sarah membayar biaya rumah sakit Fius. Mereka berdua membayar di loket pembayaran.
"Terima kasih mbak, biaya perbaikan mobil mbak—"
KRUK..
'Sial! Kenapa nih perut nggak punya gengsi sama sekali! Di depan cewek cantik malah konser!' Ken berkata dalam hati, mengumpat perutnya yang berbunyi.
Sarah tersenyum kecil.
"Emm.. saya lapar mas, dari pada bayar biaya bengkel bayarin saya makan aja gimana?" Kata Sarah.
"Emm.. boleh mbak. Tapi di kantin rumah sakit nggak apa ya? Saya masih harus menunggu Fius." Kata Ken.
Sarah mengangguk setuju.
Ken dan Sarah pergi ke kantin rumah sakit, mereka makan siang bersama.
"Lain kali saya kirim makan ke tempat mbak Sarah deh, nggak enak saya mbak." Kata Ken.
"Lain kali bawa saya makan di tempat lain mas, oke?" Sarah masih menghabiskan makannya.
Ken mengangguk setuju.
"Maaf mas saya angkat telepon dulu." Sarah menjawab telepon yang masuk di ponselnya.
"Emm.. mas maaf saya nggak bisa nunggu sampai adik mas bangun. Ada urusan mendadak mas, ini kartu nama saya, jangan lupa hubungi saya ya mas. Ingat ya mas masih punya janji traktir saya makan. Saya duluan ya mas, bye." Sarah buru-buru pergi.
Ken hanya dapat melihat Sarah pergi begitu saja.
Sarah Lavin
CEO Laviva dermatology clinic
Ken memandang kartu nama Sarah.
"CEO?" Ken tertawa geli pada diri sendiri, sejenak dia merasa geli dengan imajinasinya tentang Sarah.
"Ken.. Ken.. kamu jangan ke ge er-an gitu dong! Sadar diri! Dia CEO, ya kalik tertarik sama orang kaya kamu. Minta traktir ya wajarlah karena kamu udah merusak mobil mewahnya, ckck.." Ken mengutuk dirinya sendiri yang sempat berpikir bahwa Sarah tertarik padanya karena bersikap baik.
Ken kembali ke ruang gawat darurat menjenguk Fius, namun Fius masih tertidur pulas.
Ken menunggu lebih dari dua jam sampai Fius terbangun.
"Kami baik-baik aja Us?" Tanya Ken.
"Iya Bang, maaf ya bang soal tadi." Wajah Fiys tertunduk.
"Nggak apa Us, aku yang harusnya minta maaf karena nggak bilang dulu sama kamu soal melapor ke guru kamu. Maaf ya."
"Nggak apa Bang. Aku udah baikan Bang, aku mau pulang."
"Hmm.. aku panggil perawat dulu ya." Ken memanggil perawat untuk mengecek keadaan Fius.
Karena sudah baik Fius diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
"Abang nggak usah antar aku pulang, nanti ibu dan bapakku bakal marah sama Abang." Fius tidak ingin orang tuanya memanfaatkan Ken.
Akhirnya Ken mencariman Fius taksi untuk membawanya pulang.
Ken melirik jam tangannya.
04:40 PM.
Dia kembali ke sekolah Fius dengan gojek untuk mengambil motornya.
Ken menghembuskan nafas kasar, masih banyak paket yang belum dikirim.
"Bakal sampai malam nih, besok kena semprot lagi nih."
Hologram muncul.
...[Selamat misi 05 selesai. Reward berhasil di dapatkan! Teka-teki dan misi selanjutnya akan hadir kembali besok. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih dan jangan lupa untuk selalu check-in setiap hari. Terima kasih Ken!]...
Ken merasakan perutnya keram beberapa saat.
"Aaaak.." Dia memegang perutnya.
Setelah rasa sakitnya hilang, Ken merasa perutnya mengeras, dia mengangkat sedikit bajunya.
"Wow!" Perutnya sudah berubah menjadi lebih kencang dan rata, meski belum kotak-kotak Ken sudah senang dengan reward ini.
Ken melanjutkan pengiriman barang hingga pukul 10:40 PM.
"Huft.. setidaknya nggak sampai tengah malam. Bodo amat ah soal besok kena semprot lagi. Lagian pak Yoga memang mau melampiaskan iri hatinya dia gara-gara Aira bilang suka aku, ckck.. dasar Aira!" Ken menggumam dalam perjalanan pulang kost.
Sesampainya di kost Ken mandi lalu sholat. Selesai sholat Ken membuka bajunya untuk bercermin, dia sangat puas dengan bentuk badannya sekarang.
"Keren juga aku kalau begini." Ken sangat senang mendapatkan bentuk badan bagus tanpa olahraga.
Tiba-tiba Ken ingat Fius, dia mengirim pesan menanyakan keadaannya.
"Semoga Fius baik-baik aja." Gumam Ken.
Drrt.. drrrt..
Telepon masuk.
"Eh? Aira? Aku kira Fius, ngapain dia malam-malam telepon?"
Ken menjawab telepon dari Aira.
"Nggak baru ngelundur kan Ra?" Sindiran pedas di awal percakapan dilontarkan oleh Ken.
"Waalaikumsalam Ken." Aira menyindir Ken yang tidak menyapanya dengan salam.
"Assalamualaikum." Ken mengucap salam.
"Kamu juga nggak bisa tidur?" Tanya Aira.
"Aku habis sholat isya Ra, baru mau tidur. Kenapa?"
"Aku nggak bisa tidur nih."
"Terus apa hubungannya sama aku?"
"Nggak ada sih."
"Nggak jelas banget sih kamu Ra! Tidur sana!"
"Udah dibilang nggak bisa tidur, kenapa seenaknya suruh tidur sih?" Suara Aira terdengar kesal.
"Hmm.. ya udah kalau gitu kita bahas soal pak Yoga dan pernyataan cintanya buat kamu."
"Nggak ah, males bahas dia."
"Tapi aku penasaran Ra! Ayolah cerita."
"Hmm.. oke.. jadi awalnya—"
Aira dan Ken berbicara jarak jauh hingga satu jam lamanya, sampai Aira ketiduran.
"Ra? Kamu tidur ya? Dasar! Dia telepon cuman buat cari teman ngobrol ternyata, hehe.. ya udah Ra selamat istirahat ya. Mimpi indah." Karena tidak ada jawaban dari Aira akhirnya Ken menutup percakapan lalu tidur.
***Bersambung..
Jangan lupa like, komen, vote, beri nilai ya teman-teman, terima kasih😊***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
pauzi aja
cakep
2023-08-05
2
Jimmy Avolution
Terus...
2023-03-03
0
Iman Dut
Jangan dd kasih certe geng gengan torr jd gk alim lg nanti
2023-02-03
3