Sebentar mas.” Santi masuk ke dalam mengambilkan air putih untuk Ken. Santi senyum-senyum melihat sikap salah tingkah Ken.
“Terima kasih ya bu Santi. Ini formulirnya, saya akan transfer uang donasinya bu. Untuk bulan-bulan berikutnya juga begitu ya bu.” Ken menyerahkan formulir yang telah dia isi lengkap.
“Di transfer ya? Kirain bakal rajin kesini mas biar ketemu Humaira." Santi kembali menggoda Ken.
Ken semakin salah tingkah, dia merasa harus segera pergi dari tempat itu. “Kalau begitu saya pamit ya bu, masih ada tanggungan tugas bu Santi."
Santi mengantar Ken sampai depan gerbang. “Mas Ken kurir pengiriman barang ya?”
“Iya bu.”
“Terima kasih ya mas, semoga rezeki mas Ken dilancarkan oleh Allah. Lain kali datang lagi mas bertemu bapak Darma, sayangnya hari ini bapak masih ada acara di luar kota.” Jelas Santi.
“Baik bu, kalau begitu saya pamit dulu bu. Assalamualaikum.” Ken akhirnya pergi dari panti asuhan itu.
Ken kembali mengirimkan barang hingga pukul 11:02 PM.
Tok.. tok.. tok..
Ken mengetuk pintu pelanggan terakhir. “Paket.” Seru Ken.
KREK..
Seorang pria paruh baya berkumis tebal keluar. Wajahnya mengantuk, dia hanya memakai kaos singlet dan sarung.
“Saya udah tunggu dari sore mas, kenapa baru dikirim sih? Saya nggak pernah lho terima paket jam segini? Ya baru mas ini.” Pria itu sedikit marah.
“Maaf ya pak membuat bapak menunggu lama.” Ken menundukan badan beberapa kali untuk meminta maaf.
“Ckck.. dasar orang malas.”
BLAM!
Pria itu menutup pintu keras, Ken sampai kaget.
“Huft..”
Hologram muncul.
...[Selamat misi 04 selesai. Reward berhasil di dapatkan! Teka-teki dan misi selanjutnya akan hadir kembali besok. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih dan jangan lupa untuk selalu check-in setiap hari. Terima kasih Ken! ]...
ZREEEEEET..
Ken merasa tubuhnya seperti dipukul-pukul orang, ototnya menegang, aliran darahnya terasa lebih kencang.
“Aaaaak..” Ken sedikit kesakitan, lalu dia merasa baju bagian lengan tangannya sempit. Ken memegang lengannya, otot tumbuh lebih kekar walaupun tidak sekekar binaragawan.
“Waahh.. ototku jadi kekar tanpa harus olahraga, uww..” Ken mengangkat tangannya membentuk L, dia mengagumi otot lengannya.
KREK..
Pria penerima paket membuka pintu, Ken kaget.
“Kenapa masih disini mas? Ada apa ya?” Tanyanya ketus.
“Maaf pak, tadi saya baru mengecek aplikasi pekerjaan pak, menyelesaikan laporan. Saya pamit pak, permisi, maaf mengganggu.” Ken buru-buru kabur dengan motornya takut kena semprot.
......................
Sesampainya di kost, Ken segera mandi lalu masuk ke kamarnya. Dia memakai boxer namun belum memakai kaos, dia bercermin mengagumi otot lengannya.
"Wow.. keren banget ya kalau punya otot begini, tapi kenapa cuman otot lengan sih? Ini gimana dong?" Ken memegang perutnya yang tidak berotot sama sekali.
"Kan nggak kompak kalau begini? Hmm.. semoga di misi selanjutnya rewardnya bisa tumbuh otot perut biar kotak-kotak gitu kayak roti sobek, hehe.." Ken bercermin lebih dari tiga puluh menit. (Narsis sih emang nih anak, haha…)
......................
Ken selesai shalat subuh, dia memakai kacamata super untuk check-in.
... [Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-5 berhasil.]...
...[Teka-teki 05 : Apa yang memiliki cabang dan bunga, tetapi tidak memiliki buah, batang, atau daun?]...
"Ya Allah, tiap pagi aku harus berhadapan sama teka-teki sepele tapi bikin pusing gini ya?" Ken memutar otaknya, sepuluh menit berlalu dia menemukan jawabannya.
"Bank??"
...[Anda benar! Enam belas juta rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
...[ Teka-teki hari ini telah selesai. Misi 05 : Membantu Fius melaporkan kasus bully ke guru..// Reward : Bertumbuh otot perut sesuai keinginan.// Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...
Ken mengangkat kedua tangannya.
...[Penarikan dana berhasil.]...
Hologram menghilang.
"Hmm.. misi kali ini nggak mudah sepertinya, Fius pasti nggak akan mau melakukannya. Hmm.. aku harus membujuknya."
......................
Ken baru saja mematikan mesin motornya, helmnya pun masih belum dibuka, tiba-tiba Beno menghampirinya dengan wajah panik.
"Eh.. Ken, kemarin kamu memang main kemana sih?" Tanya Beno.
"Heum?" Ken masih memakai helmnya, suaranya tertahan di dalam tidak terlalu terdengar.
"Buka.. buka.." Beno memukul helm Ken.
Ken membuka helmnya, merapihkan rambut, bercermin di kaca spion.
"Halah! Masih pakai acara dandan! Sini.. sini.. buruan absen." Beno menarik tangan Ken menuju mesin absen.
Ken dipaksa memindai sidik jarinya di mesin absen oleh Beno.
"Waaaah.. Kamu nge-gym ya Ken?" Beno meraba-raba lengan Ken.
"Eh.. eh.. apaan sih! Jijik banget sih ngegrepe-***** gitu. Udah nggak suka cewek ya Ben?" Sindir Ken.
"Enak aja! Sukalah, cewek idaman aku masih si Sarah Viloid kok."
Ken hanya mengangguk tidak ada arti, dia tidak tahu siapa orang yang dimaksud Beno.
"Kenapa sih heboh gitu kayaknya?" Tanya Ken.
"Pak Yoga nyari kamu, dia di laporin sama si mak lampir Najwa, katanya kamu kemarin kirim barang sampai tengah malam padahal jumlah kiriman barang nggak overload. Ngaku kamu Ken, kemarin kemana?" Beno mendesak Ken mengakui perbuatannya.
"Huft.. ya udah aku ke ruang staf dulu kalau begitu." Ken menata hati mempersiapkan diri untuk menghadap Yoga dan Najwa.
"Minum dulu bro, atau sebat dulu deh biar kuat iman." Beno menyodorkan sekotak rokok.
"Hih.. kan aku nggak merokok. Nggak apa, apapun yang bakal terjadi aku udah siap." Ken masuk ke ruang staf.
KREK..
Saat Ken membuka pintu ruang staf, Yoga langsung berdiri berkacak pinggang.
"Permisi." Ken masuk ke dalam ruangan, kepalanya menunduk.
“Ini dia kurir yang kerjanya keluyuran saat bekerja!” Yoga langsung menyemprot ken dengan kata-kata pedas. “SIni kamu!”
Ken mendekat ke meja kerja Yoga, disebelah meja kerja Aira.
Hologram tiba-tiba muncul
...[Pendeteksi perasaan aktif! Yoga marah dan iri pada Ken!]...
'Iri? Kenapa pak Yoga iri sama aku? Apa yang membuatnya iri sama aku? Aneh!' Batin Ken.
"Kemarin kamu ngapain aja Ken? Kiriman barangnya kan nggak overload tapi kamu selesai mengirim barang sampai tengah malam?!” Bentak Yoga.
“Maaf pak.” Ken masih menunduk.
“Kamu tuh kurir paling malas disini! Kamu bikin kinerja pengiriman di cabang ini turun nilainya! Kalau sampai evaluasi bulan ini buruk berarti kamu penyebabnya! Paham?!” Yoga mengeraskan rahangnya, matanya terbuka lebar.
“Maaf pak, baik.” Ken tidak bisa menjawab kata-kata lain.
“Maaf pak, kalau sudah marahnya saya mau bawa Ken pergi, ada urusan pak.” Aira menarik tangan Ken.
“Aira! Kamu ini meremehkan saya ya? Kamu sekarang ngelunjak ya? Mentang-mentang selama ini saya baik sama kamu sekarang kamu jadi beraikap seenaknya!” Yoga membentak Aira.
Bersambung..
Jalan lupa like, komen, subscribe, dan nilainya kak, terima kasih😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Hades Riyadi
ceritanya semakin nggladrah kemana-mana, mendingan keluar dari perusahaan seperti itu...khan udah punya modal, bikin usaha baru kayak Pak Lambang, udah dikasih contoh kok masih koplaaakk seehh...🤔🙄😩😪😠😋
2023-03-11
2
Jimmy Avolution
Terus....
2023-03-03
0
nur kholifah
jadi males bacanya fius lagi fius lagi gak ada yang lain emang fius mau diperkosa ma ken atau gimana tolong ya tolong tapi kog inibkeyerusan Dan fiusnya jadi manja dikit dikit ngadu ma ken hadeh kayak beban aja fiusnya.......prettttt
2023-02-02
3