Bab 14 : Donatur panti asuhan.

Ken mengirim paket seperti biasa hingga pukul satu siang. Tak lupa sebagai muslim yang taat pada agama dan Tuhan, Ken berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan shalat dzuhur.

Selesai shalat Ken pergi ke sekolah Fius, dia sudah berjanji pada Fius untuk menemuinya saat dia pulang sekolah.

Ken menunggu di dekat gerbang sekolah Fius. Saat bel sekolah berdering Ken fokus mencari sosok Fius dari gerombolan siswa-siswi yang keluar dari gerbang.

Cukup lama Ken menunggu Fius keluar dari sekolah, sekitar tiga puluh menit berlalu tapi Fius belum juga muncul.

Hingga hampir satu jam akhirnya Fius keluar dari gerbang. Dia berjalan sendiri, kepalanya menunduk sambil memegang tasnya. Fius terlihat tidak percaya diri dan kesepian.

"Kasihan dia, yang lain berjalan bergerombol, tapi Fius sendirian." Gumam Ken.

“Us.. Fius.” Ken melambaikan tangannya, lalu Fius berlari mendekatinya.

“Abang benar-benar datang ternyata.” Sebuah senyuman terbit dari bibir Fius.

“Yuk kita ngobrol sebentar sambil makan, abang juga belum makan nih.” Ken mengajak Fius makan di warung makan di dekat sekolah.

“Kata teman abang kamu datang ke kantor buat cari abang ya kemarin? Ada apa Us?” Tanya Ken.

“Emm.. mau minta maaf sekaligus berterima kasih sama abang. Maaf ya bang ibu tiri dan bapakku memalak abang. Terima kasih juga udah beliin aku ponsel baru, kalau nggak bertemu abang entah jadi apa aku sekarang bang.” 

Ken merasa simpati pada Fius, sorot mata Fius sering melihat bawah, menandakan ketidak percayaan dirinya.

“Emm.. kalau boleh tau kenapa ponsel kamu bisa rusak? Jatuh?” Ken penasaran.

“Jatuh waktu aku berjalan bang.”

Hologram muncul.

...[Pendeteksi perasaan aktif! Fius berbohong!]...

“Hahh..” Ken menghembuskan nafas kasar, sistem mengatakan Fius berbohong, sebenarnya tanpa sistempun Ken juga sudah merasa bahwa jawaban Fius bukanlah jawaban yang sebenarnya.

“Kamu boleh cerita apa aja Us sama abang, anggap aja aku ini abang kamu. Inshaallah kalau abang bisa bantu abang bantu.” Ken ingin membuat Fius merasa nyaman bersamanya.

“Emm.. sebenarnya ponsel aku rusak karena teman-teman kelasku bang.” Mata Fius mulai berkaca-kaca.

Hologram muncul lagi.

...[Fius berkata jujur!]...

Ken menepuk-nepuk punggung Fius. 

“Di sekolah aku di bully bang. Mereka bilang aku anak pel*cur.” Fius mulai menangis.

“Nggak usah didengarkan yang begitu Us, kamu harus kuat.”

“Ibu kandungku pergi saat aku masih sekolah dasar, lalu bapak menikah lagi. Setelah ibu kandungku pergi dari rumah, bapak menjadi orang yang berbeda, dia menjadi galak dan sering menyiksaku.”

Hologram muncul lagi.

...[Fius berkata jujur!]...

Sistem pendeteksi perasaan masih aktif.

Ken merasa kasihan pada Fius, namun dia juga tidak bisa berbuat lebih untuk Fius.

“Kapanpun kamu butuh teman untuk cerita hubungi abang ya Us.”

Fius mengangguk sambil menyeka air matanya.

“Sekarang dihabiskan makannya.”

Setelah selesai makan Ken tidak lupa memberi Fius uang untuk disimpan sendiri, dia juga berpesan pada Fius jika membutuhkan uang jangan segan meminta pada dirinya. Ken melanjutkan pengiriman barang.

Ken menghentikan motornya saat lampu lalu lintas berubah menjadi merah.

Hologram muncul.

...[Selamat reward tambahan (10 juta) karena sudah berbuat baik tanpa pamrih telah berhasil masuk ke akun anda. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih.]...

“Ternyata masih dapat? Kenapa tadi pagi nggak dapat reward tambahan ya? Kan aku udah donasi di mushola?” Ken masih saja memikirkan kenapa dia tidak padat reward atas perbuatannya tadi pagi.

TIIIIIIIIIIN…

Karena fokus dengan pikiranya sendiri Ken tidak sadar lampu sudah berubah menjadi hijau. Ken langsung tancap gas.

Hari sudah mulai gelap, Ken berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan shalat maghrib.

“Hmm.. karena banyak berhenti paketnya masih lumayan banyak padahal sudah jam segini? Mana aku belum sempat ke panti asuhan untuk melakukan misi, duh..” Ken kembali mengirim barang hingga pukul sembilan malam.  

“Masih ada delapan paket lagi, tapi aku harus cari panti asuhan untuk berdonasi menyelesaikan misi hari ini.

Ken mencari panti asuhan terdekat, dia mencari melalui internet. Tak jauh dari tempatnya berhenti ternyata ada sebuah panti asuhan. Ken perg ke panti asuhan tersebut.

“Assalamualaikum.” Ken masuk ke gerbang panti asuhan yang tidak dikancing.

“Waalaikumsalam.” Seorang wanita paruh baya berkerudung keluar menyambut Ken.

“Permisi bu, maaf apa benar ini panti asuhan kasih ibu?” Ken berbasa basi, padahal di gerbang sudah terpampang plakat besar nama panti asuhan itu.

“Itu mas.” Wanita itu menunjuk plakat.

Ken tersenyum salah tingkah, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Gini bu, sebenarnya saya datang untuk berdonasi. Boleh minta nomor reke–” Belum selesai Ken bicara wanita itu langsung mengajak Ken masuk ke panti asuhan.

Ken tidak bisa menolaknya, walaupun sebenarnya dia ingin menolak karena tidak ingin berlama-lama disitu, masih ada paket yang harus dikirim.

“Neng.. tolong buatkan teh hangat ya.” Wanita itu berbicara pada seseorang di dalam.

“Maaf mas sampai belum perkenalkan diri. Saya Santi, saya istri dari bapak Darma pendiri panti asuhan ini.” Santi memperkenalkan dirinya.

“Saya Ken Shankara bu.” Ken memperkenalkan diri.

“Kalau begitu bisa isi data ini mas.” Santi menyodorkan secarik kertas formulir donatur tetap.

Ken menelan ludahnya, dia tidak berniat menjadi donatur tetap tetapi dia juuga tidak enak menolaknya. Ken terpaksa menulis formulir itu, namun dia terhenti saat seorang gadis berjilbab yang manis keluar membawa baki yang berisi teh hangat.

“Silahkan diminum.” Gadis itu memberikan segelas teh hangat.

“Oh.. iya terima kasih.” Ken memandang wajah gadis manis itu.

“Ini anak saya mas namanya Humaira.” Santi mengenalkan gadis itu.

“Oh.. iya bu.”

“Ini Ken neng, calon donatur tetap disini.”

Ken hanya tersenyum kaku mendengar kata-kata yang Santi pakai untuk mengenalkan dirinya pada Humaira.

“Subhanallah, terima kasih mas.” Humaira berterima kasih sambil tersenyum lalu menunduk lagi.

“Hmm.. sama-sama.” 

“Kalau begitu saya masuk dulu, silhakan dilanjut pembicaraannya dengan ibu.” Humaira masuk ke dalam.

“Ehmm..” Santi berdehem karena Ken terlihat terpesona dengan anaknya.

“Emm.. bapak Dani dimana bu?” Ken mencari pembahasan untuk menutupi salah tingkahnya.

“Dani siapa ya mas?” Santi bingung.

“Emm.. suami ibu.”

“Oh.. Darma mas, bukan Dani.”

“Maaf bu, saya memang suka lupa nama orang apalagi baru kenal.”

Santi tersenyum, dia tahu Ken salah tingkah. “Diminum lho mas Ken teh hangat buatan anak saya.”

“Terima kasih bu, maaf malah jadi merepotkan.” Ken menyeruput teh hangat, rasanya nikmat. Entah karena dia haus atau karena dia sudah terpesona dengan sanga pembuat teh.

“Mau apa hayo kok mencari suami saya? Jangan bilang mau melamar anak saya ya mas?” Santi menggoda Ken.

“Uhuk.. uhuk… uhuk..” Ken tersedak

Bersambung...

Terpopuler

Comments

koen

koen

ijin koreksi
jika mendengar berita kebaikan,
ucapannya mashaAllah, bkn Subhanallah

2023-12-02

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Napa MC-nya berubah jadi Naif dan koplaaakk yaaaa...🤔🙄😩😪😠😋

2023-03-11

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Yo....ayo....

2023-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2 Bab 02 : Kemunculan sistem.
3 Bab 03 : Kost.
4 Bab 04 : Pindahan.
5 Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6 Bab 06 : Banjir Bro!
7 Bab 07 : Lupa Check-in!
8 Bab 08 : Bertemu Fius.
9 Bab 09 : Ken si anak baik!
10 Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11 Bab 11 : URGENT ALERT
12 Bab 12 : Flashback mode on!
13 Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14 Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15 Bab 15 : Disemprot atasan!
16 Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17 Bab 17 : Sarah.
18 Bab 18 : Mendaki gunung.
19 Bab 19 : Air mata gunung.
20 Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21 Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22 Bab 22 : Aira VS Sarah.
23 Bab 23 : 2 diantara 3?
24 Bab 24 : Donor darah!
25 Bab 25 : Beno sudah tahu!
26 Bab 26 : Menuju panti jompo.
27 Bab 27 : Panti Jompo.
28 Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29 Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30 Bab 30 : Sibot!
31 Bab 31 : Persiapan bisnis!
32 Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33 Bab 33 : Makan-makan.
34 Bab 34 : Dipecat!
35 Bab 35 : Ken dan Sarah.
36 Bab 36 : Ken si bos muda!
37 Bab 37 : Bertemu Aira.
38 Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39 Bab 39 : Menolak tawaran!
40 Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41 Pengumuman Novel baru
42 Bab 41 : Karin datang.
43 Bab 42 : Bad day!
44 Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45 Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46 Bab 45 : Godaan Lembayung!
47 Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48 Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49 Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50 Bab 49 : Kebodohan Ken!
51 Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52 Bab 51 : Aksi Lembayung!
53 Bab 52 : Bebas dari penjara!
54 Bab 53 : Kembalinya Ken!
55 Bah 54 : Ken vs Tanu!
56 Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57 Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58 Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2
Bab 02 : Kemunculan sistem.
3
Bab 03 : Kost.
4
Bab 04 : Pindahan.
5
Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6
Bab 06 : Banjir Bro!
7
Bab 07 : Lupa Check-in!
8
Bab 08 : Bertemu Fius.
9
Bab 09 : Ken si anak baik!
10
Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11
Bab 11 : URGENT ALERT
12
Bab 12 : Flashback mode on!
13
Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14
Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15
Bab 15 : Disemprot atasan!
16
Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17
Bab 17 : Sarah.
18
Bab 18 : Mendaki gunung.
19
Bab 19 : Air mata gunung.
20
Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21
Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22
Bab 22 : Aira VS Sarah.
23
Bab 23 : 2 diantara 3?
24
Bab 24 : Donor darah!
25
Bab 25 : Beno sudah tahu!
26
Bab 26 : Menuju panti jompo.
27
Bab 27 : Panti Jompo.
28
Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29
Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30
Bab 30 : Sibot!
31
Bab 31 : Persiapan bisnis!
32
Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33
Bab 33 : Makan-makan.
34
Bab 34 : Dipecat!
35
Bab 35 : Ken dan Sarah.
36
Bab 36 : Ken si bos muda!
37
Bab 37 : Bertemu Aira.
38
Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39
Bab 39 : Menolak tawaran!
40
Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41
Pengumuman Novel baru
42
Bab 41 : Karin datang.
43
Bab 42 : Bad day!
44
Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45
Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46
Bab 45 : Godaan Lembayung!
47
Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48
Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49
Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50
Bab 49 : Kebodohan Ken!
51
Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52
Bab 51 : Aksi Lembayung!
53
Bab 52 : Bebas dari penjara!
54
Bab 53 : Kembalinya Ken!
55
Bah 54 : Ken vs Tanu!
56
Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57
Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58
Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!