Bab 16 : Melapor ke guru Fius.

Maaf pak kalau membuat bapak nggak enak hati, tapi sekarang jadwal saya dan Ken ikut meeting administrasi pengiriman secara nasional pak, kami harus cepat-cepat gabung zoom. Ini juga demi kebaikan cabang ini pak, kami datang meeting skala nasional tepat waktu.” Aira masih memegang tangan Ken. Yoga melirik tangan Aira, lalu tertawa miring, dia tidak percaya apa yang dia lihat.

“Jadi gimana pak? Boleh datang meeting atau tidak?” Tanya Aira.

Yoga membuat gestur tangan mengusir Ken dan Aira dari hadapannya.

Aira menarik tangan Ken, mengajaknya keluar dari ruang staf ke ruang istirahat kurir di lantai dasar. Aira mengaktifkan laptop untuk zoom.

“Terima kasih ya Ra udah bantu aku tadi.” Ken duduk di kursi, bersebelahan dengan Aira.

“Aku nggak bantu kamu ya, jangan geer dulu kamu.” Goda Aira.

Ken tersenyum, padahal dia tahu maksud Aira tadi.

“Tapi kamu jadi kena semprot pak Yoga gara-gara aku, padahal dia selalu baik sama kamu.”

“Mulai kemarin sore dia nggak akan baik lagi sama aku.” Aira selesai menyambungkan koneksi ke meeting skala nasional.

“Eh? Memang kenapa?”

“Dia bilang kalau suka sama aku, tapi aku bilang kalau aku suka orang lain.” Aira dengan santainya mengatakan hal yang membuat Ken syok.

“APA? Pak Yoga menyatakan perasaannya sama kamu? Terus kamu tolang semena-mena?” Terlalu syok Ken tidak bisa mengontrol suaranya.

“Ssst.. kita udah gabung zoom, ngomongnya pelan-pelan.” Aira berbisik sambil fokus ke layar laptop yang menampilkan manajer nasional administrasi pengiriman.

“Wah.. kalau Beno sama Ares tau mereka pasti lebih heboh daripada reaksiku Ra.” Ken ikut berbisik.

“Kamu nggak mau tau siapa nama yang aku sebut ke pak Yoga?”

“Nama apa? Nama orang yang kamu suka maksudnya?”

“Hmm..”

“Emm.. siapa memang?”

“KEN!”

Ken tepuk jidat, sekarang dia tahu kenapa Yoga iri padanya. “Aku kira kamu tadi menyelamatkan aku, ternyata kamu tadi membalas hutang karena membawa-bawa namaku buat alasan menolak pak Yoga ya? Dasar Aira!” Ken menepuk pelan kepala Aira.

“Sst.. dengar tuh meetingnya udah mulai.” Aira meminta Ken diam.

Aira tak sengaja menyenggol lengan Ken, dia melirik aneh saat melihat otot lengan Ken terlihat lebih besar.

"Lihat apa Ra? Lihat depan, layar laptopnya di depan kamu bukan di samping kamu." Bisik Ken.

Wajah Aira memerah karena malu. Diam-diam Ken suka setiap Aira salah tingkah padanya.

Selesai meeting Ken keluar dari ruang istirahat kurir, dia langsung menemui Beno dan Ares yang sedang merokok.

"Gimana Ken? Masih utuh kan badan kamu?" Sindir Ares.

"Nggak ditebas pakai parang sama pak Yoga kan?" Beno mengimbangi.

"Nggak, masih utuh." 

"Nih lho Res yang aku bilang! Lihat tuh! Ken belakangan ini tumbuh dengan baik. Tuh celananya kependekan. Lengan bajunya sempit, bekas jerawatnya memudar, ckck.. heran aku tuh." 

Ken menggaruk kepalanya.

"Pakai pupuk apa kamu Ken?" Tanya Ares.

"Urea." Jawab Ken asal.

Beno dan Area tertawa.

"Udah ah aku berangkat dulu, nanti aku dibilang kurir malas lagi kalau berangkat dari kantor siang-siangan." Ken pergi meninggalkan teman-temannya untuk mengirim paket.

Ken mengirim paket lebih cepat dari biasanya, dia berniat ke sekolah Fius sebelum sekolah usai.

Ken memutuskan untuk langsung menemui guru pembina.

Seorang guru wanita berkacamata menyambut Ken di ruang guru.

"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya.

Ken celingukan menengok ke kanan dan kiri, dia baru sadar yang dipanggil 'bapak' adalah dirinya karena tidak ada orang lagi selain dia.

"Oh.. maaf bu, iya saya mau mencari guru pembina. Ada yang perlu saya sampaikan terkait dengan seorang siswa yang bersekolah di sini yang bernama Fius." Ken mendekat.

"Silahkan duduk bapak." Guru itu meminta Ken duduk di kursi ruang tamu.

"Perkenalkan saya Sari, saya guru pembina disini. Maaf sebelumnya dengan bapak siapa?" Sari duduk anggun di kursi, wajahnya teduh ciri khas guru pembina.

"Saya Ken Shankara bu."

"Maaf yang anda maksud tadi Fius Faisal anak kelas 8B?"

Ken berpikir sejenak, dia mengingat-ingat apakah Fius pernah memberitahunya soal informasi nama panjang dan kelasnya, emm.. ternyata tidak.

"Emm.. yang anaknya tinggi dan badannya berisi bu, rambutnya lurus." Ken memberitahu ciri fisik Fius.

"Maaf sebelumnya anda ada hubungan apa ya dengan Fius? Kenapa anda terlihat tidak tahu nama dan kelas Fius." Sari merasa curiga dengan Ken.

"Emm.. begini bu, saya adalah saudara jauh dari Fius. Saya mau melaporkan kalau dia adalah korban bully di kelasnya. Ponselnya dirusak temannya, tapi dia tidak berani melaporkan bu." Ken mengatakan apa yang dia tahu.

Sari sejenak sibuk dengan ponselnya. "Tapi kenapa anda yang melaporkan? Bukan orang tuanya?" Selidik Sari.

"Emm.. karena orang tuanya juga tidak begitu peduli dengan keadaan Fius." 

Tok.. tok..

"Masuk." Kata Sari.

Fius masuk ke ruang guru, dia kaget melihat Ken ada di tempat ini.

"Abang Ken? Kok abang disini? Ada apa?" Fius tampak panik.

"Fius kamu benar mengenal orang ini?" Tanya Sari.

"Kenal bu Sari." 

"Dia saudara jauhmu?" Selidik Sari lebih detail.

"Iya bu."

"Duduk sini Fius." Sari meminta Fius duduk di sebelah Ken.

"Apa benar kamu di bully teman-teman kamu?" Tanya Sari.

"Emm.. tidak bu." Fius menunduk tidak berani menatap Sari ataupun Ken.

"Fius kamu harus jujur sama guru kamu. Jangan takut." Ken memegang pundak Fius.

"Fius lihat ibu." 

Fius lalu mendongak, "Ma.. maaf bu, ada salah paham antara saya dan bang Ken." Fius berdiri menarik tangan Ken.

"Eh.. kenapa Us?" Ken bingung.

"Permisi bu, maaf mengganggu." Fius menarik tangan Ken, memaksa Ken untuk keluar dari ruang guru. 

"Maaf bu, permisi." Ken pamit pada Sari.

"Ada yang aneh memang, Fius seperti ketakutan dan tidak berani jujur. Mungkin dia memang ada masalah di sekolah, aku harus mencari tahunya." Sari sebagai guru pembina sudah dapat merasakan ada hal janggal pada Fius.

......................

Fius terus menarik tangan Ken hingga mereka berada di luar kawasan sekolah.

"Us lepas, kita mau kemana? Kamu harus berani cerita sama guru kamu! Hal ini harus diusut!" Ken pasrah Fius menariknya, dia tanpa melawan sama sekali.

Fius berhenti di trotoar.

"Memang kalau udah lapor aku bakal selamat bang? Enggak! Mereka tetap bakal membully aku! Mereka pasti bakal semakin membully aku bang!" Fius menangis, dia tidak bisa menahan kesedihan, kemarahan dan ketakutannya lagi.

"—abang nggak tau apa yang aku rasain! Aku seperti hidup di neraka! Di sekolah mereka membully ku! Di rumah aku selalu dimarahi! Aku memang nggak layak hidup!" Fius berlari ke tengah jalan.

"Fius!" 

Hologram muncul.

...[Super hero mode on!]...

Ken berlari mendekati Fius, dari arah depan sebuah mobil mewah melaju kencang dan.. 

BAM!!

***Bersambung...

Jangan lupa like, komen dan penilaiannya kak, terima kasih🙏***

Terpopuler

Comments

Hades Riyadi

Hades Riyadi

MC-nya Naif muluuu...

2023-03-11

1

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ada apa ini...😀

2023-03-03

0

hakim

hakim

kurang suka mc kayak gini, sepatutnya berhenti kerja buka perusahaan ,kan bagus

2023-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2 Bab 02 : Kemunculan sistem.
3 Bab 03 : Kost.
4 Bab 04 : Pindahan.
5 Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6 Bab 06 : Banjir Bro!
7 Bab 07 : Lupa Check-in!
8 Bab 08 : Bertemu Fius.
9 Bab 09 : Ken si anak baik!
10 Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11 Bab 11 : URGENT ALERT
12 Bab 12 : Flashback mode on!
13 Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14 Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15 Bab 15 : Disemprot atasan!
16 Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17 Bab 17 : Sarah.
18 Bab 18 : Mendaki gunung.
19 Bab 19 : Air mata gunung.
20 Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21 Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22 Bab 22 : Aira VS Sarah.
23 Bab 23 : 2 diantara 3?
24 Bab 24 : Donor darah!
25 Bab 25 : Beno sudah tahu!
26 Bab 26 : Menuju panti jompo.
27 Bab 27 : Panti Jompo.
28 Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29 Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30 Bab 30 : Sibot!
31 Bab 31 : Persiapan bisnis!
32 Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33 Bab 33 : Makan-makan.
34 Bab 34 : Dipecat!
35 Bab 35 : Ken dan Sarah.
36 Bab 36 : Ken si bos muda!
37 Bab 37 : Bertemu Aira.
38 Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39 Bab 39 : Menolak tawaran!
40 Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41 Pengumuman Novel baru
42 Bab 41 : Karin datang.
43 Bab 42 : Bad day!
44 Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45 Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46 Bab 45 : Godaan Lembayung!
47 Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48 Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49 Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50 Bab 49 : Kebodohan Ken!
51 Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52 Bab 51 : Aksi Lembayung!
53 Bab 52 : Bebas dari penjara!
54 Bab 53 : Kembalinya Ken!
55 Bah 54 : Ken vs Tanu!
56 Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57 Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58 Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2
Bab 02 : Kemunculan sistem.
3
Bab 03 : Kost.
4
Bab 04 : Pindahan.
5
Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6
Bab 06 : Banjir Bro!
7
Bab 07 : Lupa Check-in!
8
Bab 08 : Bertemu Fius.
9
Bab 09 : Ken si anak baik!
10
Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11
Bab 11 : URGENT ALERT
12
Bab 12 : Flashback mode on!
13
Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14
Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15
Bab 15 : Disemprot atasan!
16
Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17
Bab 17 : Sarah.
18
Bab 18 : Mendaki gunung.
19
Bab 19 : Air mata gunung.
20
Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21
Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22
Bab 22 : Aira VS Sarah.
23
Bab 23 : 2 diantara 3?
24
Bab 24 : Donor darah!
25
Bab 25 : Beno sudah tahu!
26
Bab 26 : Menuju panti jompo.
27
Bab 27 : Panti Jompo.
28
Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29
Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30
Bab 30 : Sibot!
31
Bab 31 : Persiapan bisnis!
32
Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33
Bab 33 : Makan-makan.
34
Bab 34 : Dipecat!
35
Bab 35 : Ken dan Sarah.
36
Bab 36 : Ken si bos muda!
37
Bab 37 : Bertemu Aira.
38
Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39
Bab 39 : Menolak tawaran!
40
Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41
Pengumuman Novel baru
42
Bab 41 : Karin datang.
43
Bab 42 : Bad day!
44
Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45
Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46
Bab 45 : Godaan Lembayung!
47
Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48
Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49
Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50
Bab 49 : Kebodohan Ken!
51
Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52
Bab 51 : Aksi Lembayung!
53
Bab 52 : Bebas dari penjara!
54
Bab 53 : Kembalinya Ken!
55
Bah 54 : Ken vs Tanu!
56
Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57
Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58
Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!