Bab 07 : Lupa Check-in!

Menerjang hujan lebat, membelah jalanan yang tergenang air, melawan angin dan menahan dingin.

Ken sudah seperti ninja saja, sebagai kurir pengiriman barang jiwa juangnya patut diacungi dua jempol. Ken adalah orang yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Dia selalu bersyukur atas pekerjaan yang dia jalani sekarang. Sebagai seorang lulusan SMA, Ken berpikir pekerjaannya sudah cukup, dia adalah orang yang berpikiran sederhana.

Ken duduk di teras sebuah mushola, sudah pukul empat sore tapi barang yang seharusnya dia kirim ke pelanggan masih banyak. “Sudah ah, lanjut kerja lagi." Langit masih mendung meski hujan sudah tidak begitu deras.

Ken melanjutkan pekerjaannya, hingga sampailah dia di sebuah daerah yang tidak bisa diakses, ada lima desa terparah yang terdampak banjir.

“Mas mau kirim barang ya?” Tanya petugas penjaga keamanan.

“Iya pak, nggak bisa ya pak?”

“Iya mas, masih setinggi delapan puluh centimeter.”

“Waduh.. terus warganya gimana pak?”

“Hampir semua warga mengungsi di balai desa mas.”

“Ya sudah pak, terima kasih.” Ken melanjutkan pengiriman barang lainnya hingga malam hari. Ken kembali ke kantor pukul delapan malam.

“Masih banyak tuh Ken?” Tanya Beno saat melihat box barang Ken masih banyak paket yang belum terdistribusi.

“Lima desa nggak bisa diakses Ben.” 

“Ya udah lapor dulu sana, aku masih ada beberapa kiriman lagi, duluan ya Ken.” Beno pergi.

Ken masuk ke kantor untuk melapor ke Aira. “Banyak yang belum terdistribusi Ra, lima desa nggak bisa diakses.”

“Nggak apa, nih minum.” Aira memberi Ken segelas teh hangat dan jamu sachet.

“Nggak ah, aku nggak suka jamu, pahit.” Ken mengembalikan jamu sachet itu ke Aira.

“Ih.. ini nggak pahit, minum aja, biar nggak masuk angin.” Aira menyodorkan lagi ke Beno.

“Iya deh, terima kasih.” Ken membuka bungkus jamu itu dan dia hampir muntah karena baunya menyengat, dia tidak suka jamu. 

Aira memasang wajah jutek, mau tidak mau Ken meminumnya, setelah tertelan Ken langsung minum teh hangat untuk menghilangkan rasa jamu yang tertinggal di mulutnya.

“Ra, ini yakin bukan racun? Nggak enak banget rasanya.” Ken menyipitkan mata karena rasa jamu yang tidak enak.

“Kalau enak ya es dawet Ken bukan jamu.” Aira sibuk mengecek surat jalan yang Ken kembalikan. “Oke selesai, ayo kita pulang.” Aira menon-aktifkan komputernya, menata berkas-berkas yang berserakan di mejanya lalu berkemas, siap pulang.

“Ayo Ra aku antar sampai dekat rumah.” 

“Nggak usah kan aku bawa motor Ken.”

“Nggak apa, aku ikuti kamu dari belakang, yuk.” Ajak Ken.

“Kalau begitu mampir makan dulu yuk.”

“Boleh, bakmi jawa enak ya Ra kayaknya?”

“Cus!”

Ken dan Aira pergi mencari warung bakmi jawa, mereka makan malam berdua. Sebenarnya sudah lama Aira menyukai Ken, tapi karena tidak ingin persahabatan mereka terganggu Aira hanya bisa menyukai Ken dalam hatinya saja.

Ken mangantar Aira hingga gang di dekat rumahnya, lalu Ken pergi. Minimarket adalah tujuannya, dia memborong roti sobek dan roti tawar di tiga minimarket, Ken pergi ke balai desa tempat pengungsian.

Ken memberikan semua roti yang dia beli. “Terima kasih banyak mas.” Kata seorang bapak yang bertugas menyalurkan bantuan.

“Bukan dari saya pak, saya cuman mengantar. Semoga bermanfaat, saya pamit pak.” Ken sengaja tidak mengakui bahwa roti yang dia berikan adalah bantuan darinya.

Ken kembali ke kostnya, dia mandi lalu sholat.

“Hah.. akhirnya bertemu kasur.” Ken membanting badan di kusurnya, kemudian dia ingat kacamata super. Dia memakainya, lalu hologram muncul.

[ Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-4 gagal. Anda akan kembali dari hari ke-1.]

...[Selamat reward tambahan (10 juta) karena sudah berbuat baik tanpa pamrih telah berhasil masuk ke akun anda. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih. Angkat tangan kanan anda untuk memulai teka-teki.]...

“What?” Ken melihat ponselnya untuk mengetahui jam.

00:32 AM.

“Wah.. jadi aku harus mengulang dari awal lagi ya? Hah..” Ken menghela nafas karena kecewa harus mengulang dari hari pertama. “Eh.. nggak boleh begini, alhamdulillah aku dapat uang sepuluh juta cuma-cuma.” Ken cepat-cepat merubah pikirannya sendiri untuk tetap bersyukur.

[Karena anda belum memiliki ‘free pass card’ jadi anda harus mengulang dari soal dan misi pertama. Anda juga tidak akan mendapat reward atas misi yang diulang karena sebelumnya sudah menerima reward untuk misi tersebut. Angkat tangan kanan anda untuk memulai teka-teki.]

Ken mengangkat tangan kanannya, kemudian muncul soal teka-teki yang sama seperti sebelumnya. Dan juga misi pertama yaitu memberi makanan yang layak untuk pemulung. 

Ken keluar menggunakan motor untuk membeli makanan untuk pemulung, jika sebelumnya hanya satu pemulung yang dia beri, kali ini Ken memberi sepuluh pemulung.

Ken berkeliling kota untuk mencari pemulung, hingga tidak terasa sudah pukul tiga pagi, Ken kembali ke kostnya untuk istirahat.

...----------------...

Suara adzan membangunkan Ken, matanya masih berat karena baru tidur sebentar. 

"Hoam.." Ken meregangkan badannya di atas kasur.

Ken mengambil kacamata super lalu memakainya.

Hologram muncul, memberikan pertanyaan teka-teki ke-2 lalu misi kedua yaitu membeli jualan pedagang yang masih banyak jualannya harus Ken selesaikan lagi.

Ken shalat lalu, bersiap jogging. Pukul 05:06 AM, Ken pergi ke lapangan kelurahan. Banyak penjual makanan membuka lapak di pinggir lapangan.

"Kok banyak ya? Apa aku harus beli semua?" Ken berpikir sejenak, melihat satu-satu gerobak penjual.

"Ya udah deh, beli aja semua, biar rata, bagi-bagi rejeki."

Ken membeli sepuluh porsi bubur kacang hijau, 10 porsi bubur ayam, 20 porsi cilok, 30 tusuk tempura, dan 20 buah donat kentang.

Total pengeluaran Ken sekali belanja empat ratus ribu. Tapi, bukan itu masalahnya, masalahnya adalah bagaimana makanan ini harus habis.

Ken akhirnya membagikan kepada seluruh penghuni kost, ibu dan bapak kost, lalu tak lupa teman-teman di kantornya.

"Wah.. Ken baru kesambet setan apa sih?" Beno sibuk mengunyah bubur ayam.

"Iya nih, padahal tanggal tua tapi sering traktir, dapat warisan ya?" Sindir Ares sambil menikmati donat.

"Warisan dari Hongkong! Nyindir aja sukanya." Ken sedang memindai barcode paket.

Aira berlari dari lantai atas, "Ken ciloknya masih?"

"Tuh ada punya Beno." Ken menunjuk Beno yang menyimpan beberapa makanan yang Ken beri.

Aira mengambil sebungkus cilok dari Beno. "Eh.. Ra, aku belum makan ciloknya."

"Pelit banget sih, kamu udah abis dua porsi bubur lho Ben, itu lihat perut udah bleber kemana-mana tuh lemaknya, ckckck.."

Beno memang memiliki badan yang lumayan berisi.

Ken tersenyum melihat kelakuan Beno dan Aira.

"Udah sana balik ke ruangan Ra, dari pada nanti diambil lagi sama Beno." Kata Ares.

"Terima kasih ya Ken, lain kali lagi, pizza atau burger yang agak mahal, haha.." Aira berlari menuju ruang kerjanya.

Ken merasakan senang bisa berbagi rezeki pada orang-orang disekitarnya.

'Karena kacamata super aku jadi bisa bersedekah, alhamdulillah.' Batin Ken.

***Bersambung...

Jangan lupa like, komen, subscribe, dan nilai ya, supaya author semangat melanjutkan kisah Ken si anak baik😍***

Terpopuler

Comments

pauzi aja

pauzi aja

bang lanjut

2023-08-05

2

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-03-03

0

Narno Narno

Narno Narno

keren ⭐⭐⭐⭐⭐

2023-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2 Bab 02 : Kemunculan sistem.
3 Bab 03 : Kost.
4 Bab 04 : Pindahan.
5 Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6 Bab 06 : Banjir Bro!
7 Bab 07 : Lupa Check-in!
8 Bab 08 : Bertemu Fius.
9 Bab 09 : Ken si anak baik!
10 Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11 Bab 11 : URGENT ALERT
12 Bab 12 : Flashback mode on!
13 Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14 Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15 Bab 15 : Disemprot atasan!
16 Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17 Bab 17 : Sarah.
18 Bab 18 : Mendaki gunung.
19 Bab 19 : Air mata gunung.
20 Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21 Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22 Bab 22 : Aira VS Sarah.
23 Bab 23 : 2 diantara 3?
24 Bab 24 : Donor darah!
25 Bab 25 : Beno sudah tahu!
26 Bab 26 : Menuju panti jompo.
27 Bab 27 : Panti Jompo.
28 Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29 Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30 Bab 30 : Sibot!
31 Bab 31 : Persiapan bisnis!
32 Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33 Bab 33 : Makan-makan.
34 Bab 34 : Dipecat!
35 Bab 35 : Ken dan Sarah.
36 Bab 36 : Ken si bos muda!
37 Bab 37 : Bertemu Aira.
38 Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39 Bab 39 : Menolak tawaran!
40 Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41 Pengumuman Novel baru
42 Bab 41 : Karin datang.
43 Bab 42 : Bad day!
44 Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45 Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46 Bab 45 : Godaan Lembayung!
47 Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48 Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49 Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50 Bab 49 : Kebodohan Ken!
51 Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52 Bab 51 : Aksi Lembayung!
53 Bab 52 : Bebas dari penjara!
54 Bab 53 : Kembalinya Ken!
55 Bah 54 : Ken vs Tanu!
56 Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57 Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58 Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Bab 01 : Ken si pemuda malang.
2
Bab 02 : Kemunculan sistem.
3
Bab 03 : Kost.
4
Bab 04 : Pindahan.
5
Bab 05 : Beradaptasi jadi anak kost.
6
Bab 06 : Banjir Bro!
7
Bab 07 : Lupa Check-in!
8
Bab 08 : Bertemu Fius.
9
Bab 09 : Ken si anak baik!
10
Bab 10 : Pendeteksi perasaan Aira.
11
Bab 11 : URGENT ALERT
12
Bab 12 : Flashback mode on!
13
Bab 13 : Mode baru ditemukan!
14
Bab 14 : Donatur panti asuhan.
15
Bab 15 : Disemprot atasan!
16
Bab 16 : Melapor ke guru Fius.
17
Bab 17 : Sarah.
18
Bab 18 : Mendaki gunung.
19
Bab 19 : Air mata gunung.
20
Bab 20 : Efek air mata gunung (1)
21
Bab 21 : Aira dan perasaannya.
22
Bab 22 : Aira VS Sarah.
23
Bab 23 : 2 diantara 3?
24
Bab 24 : Donor darah!
25
Bab 25 : Beno sudah tahu!
26
Bab 26 : Menuju panti jompo.
27
Bab 27 : Panti Jompo.
28
Bab 28 : Hasil tes laboratorium.
29
Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!
30
Bab 30 : Sibot!
31
Bab 31 : Persiapan bisnis!
32
Bab 32 : Kemampuan membujuk!
33
Bab 33 : Makan-makan.
34
Bab 34 : Dipecat!
35
Bab 35 : Ken dan Sarah.
36
Bab 36 : Ken si bos muda!
37
Bab 37 : Bertemu Aira.
38
Bab 38 : Ken, Aira dan Sarah.
39
Bab 39 : Menolak tawaran!
40
Bab 40 : Bertemu Lembayung.
41
Pengumuman Novel baru
42
Bab 41 : Karin datang.
43
Bab 42 : Bad day!
44
Bab 43 : Sudah jatuh tertimpa tangga, masuk selokan pula!
45
Bab 44 : Tama datang ke kantor polisi.
46
Bab 45 : Godaan Lembayung!
47
Bab 46 : Pingsan di pelukan Aira.
48
Bab 47 : Pernyataan cinta Ken.
49
Bab 48 : Misi 1.000 pembelian!
50
Bab 49 : Kebodohan Ken!
51
Bab 50 : Kebodohan Ken! (2)
52
Bab 51 : Aksi Lembayung!
53
Bab 52 : Bebas dari penjara!
54
Bab 53 : Kembalinya Ken!
55
Bah 54 : Ken vs Tanu!
56
Bab 55 : Penyelamaan Aira!
57
Bab 56 : Ken dan sistem kacamata super!
58
Pengumuman novel Sistem Kacamata Super Season 2!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!