Ken terbangun pukul tiga pagi, dia mencoba untuk tidur lagi tapi tidak bisa.
Ken memakai kacamata super.
Hologram muncul.
...[Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-6 berhasil.]...
...[Kotak hadiah telah hadir! Karena anda melakukan banyak kebaikan anda berhak mendapatkan hadiah berupa :...
...>>Air mata gunung<<...
...Kegunaan >> membuat kulit menjadi semakin sehat dan elastis....
...Cara pakai >> Ambil setetes campur pada cairan/krim/lotion atau apapun....
...Lokasi pengambilan >> Jawaban teka-teki 06....
"Eh? Apa-apaan ini?" Ken bingung.
...[Teka-teki 06 : Satu-satunya tempat di kota ini yang tumbuh bunga Edelweis?]...
"Hmm? Gunung Mbiru?" Di kota ini terdapat satu gunung dengan bernama gunung Mbiru. Konon katanya gunung dengan tinggi 2.165 mdpl ini banyak menyimpan cerita mistis.
Bulu kuduk Ken merinding.
...[Anda benar! Tiga puluh dua juta rupiah sudah masuk ke akun anda. ]...
...[ Teka-teki hari ini telah selesai. Misi 06 : Mengumpulkan sampah sepanjang pendakian.// Reward : Tambah tinggi tiga sentimeter.// Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...
Ken mengangkat kedua tangannya.
...[Penarikan dana berhasil!]...
Meski tidak yakin Ken tetap menuruti misi kali. Dia selalu penasaran kemana sistem super ini akan membawanya.
Ken keluar dari rumah setelah sholat subuh, sebelumnya dia mengajukan cuti dengan alasan sakit.
Perjalanan sampai di kaki lereng gunung Mbiru pukul enam.
"Jam segini seharusnya jam turun gunung tapi aku malah naik gunung, hah.." Ken masuk ke basecamp untuk pendataan pendaki.
"Mas udah pernah mendaki di sini?" Tanya penjaga basecamp.
"Emm.. belum mas." Jawab Ken ragu.
"Bawa kompas kan mas?"
"Bawa mas."
"Jalurnya nggak terjal kok mas, gunung Mbiru memang cocok buat pendaki pemula. Jalurnya nggak begitu susah, mas tinggal ikuti petunjuk jalan aja mas. Ada tiga pos mas, pastikan mampir ya mas, supaya penjaga di setiap pos bisa mendata waktu perjalanan mas." Kata penjaga basecamp.
"Iya mas, terima kasih."
"Cuaca cerah mas, ramalan cuaca hari ini cerah, jadi nggak perlu khawatir mas. Pendakian untuk pemula mungkin membutuhkan waktu empat jam. Selamat menikmati pendakian mas."
"Terima kasih mas." Ken menarik nafas panjang. "Bismillah.. Ken kamu pasti bisa!" Ken menyemangati dirinya sendiri, dia menyesuaikan posisi kacamata.
Hologram muncul.
...[Ikuti maps berikut!]...
Ken tersenyum, rasa was-was dan ragunya tiba-tiba sirna setelah kacamata super menunjukan arah pendakian.
Selama perjalanan Ken tidak lupa memungut sampah.
Satu jam berjalan Ken sampai di pos satu.
Ken disambut papan bertuliskan pos satu gunung Mbiru 825 mdpl.
"Selamat mas berhasil sampai di pos satu dengan waktu yang lumayan cepat buat ukuran pendaki pemula." Sambut penjaga pos satu.
"Wah.. jadi malu saya mas, udah setua ini baru jadi pendaki pemula." Ken meneguk air minumnya.
"Nggak apa mas, nggak ada kata terlambat. Semoga mas bisa ketagihan mendaki ya mas. Saya terkesan mas sama anda, mau mengumpulkan sampah sambil mendaki. Saya malu juga mas, dari basecamp sampai pos satu saja mas udah dapat sampah segitu." Penjaga pos menunjuk dua kantong plastik besar berisi sampah yang dibawa Ken.
"Ah.. ini cuman iseng kok mas."
"Boleh istirahat atau mau lanjut monggo mas." Kata penjaga pos.
"Saya lanjut mas, mumpung masih semangat nih mas."
"Monggo mas, sampahnya boleh taruh sini aja mas, nanti saya bantu bawa ke bawah."
"Terima kasih mas."
"Saya juga terima kasih mas mau mengumpulkan sampah ini." Penjaga pos menerima dua kantong sampah dari Ken
"—perjalanan sampai pos dua mungkin akan ditempuh sekitar satu setengah jam." Jelas penjaga pos satu.
"Terima kasih mas infonya. Kalau begitu saya lanjut ya mas, mari." Ken melanjutkan perjalanan mendaki gunung. Hologram kembali muncul mengarahkan jalan pada Ken.
Ken menghirup udara yang segar dan asri. "Hmm.. jadi tai kenapa banyak orang suka mendaki gunung."
Rasanya benar-benar menyegarkan pikiran Ken, keseharian di kota bertemu berbagai macam asap, bau dan manusia bisa dia tinggalkan sejenak.
"Kalau dipikir-pikir hidupku belakangan terasa seperti sedang naik roller coaster. Nggak datar dan hambar seperti sebelumnya. Cukup menantang dan menarik, terima kasih kacamata super. Aku menantikan kejutan apa lagi yang kamu siapkan buat aku." Selama perjalanan Ken bermonolog seperti sedang mengajak bicara kacamata super.
Dalam waktu tujuh puluh lima menit Ken sampai di pos dua.
Ken disambut dua orang penjaga pos dengan tepuk tangan.
"Keren anda mas." Sambut salah satu penjaga.
"Iya, saya udah dapat laporan dari teman saya di pos satu. Ternyata benar mas mengumpulkan sampah." Penjaga pos menunjuk kantong sampah yang Ken bawa.
"Iseng kok mas ini." Jawab Ken.
"Isengnya mas berfaedah, tipe anak muda idaman emak-emak nih, haha.." Penjaga pos memang terkenal pandai mencairkan suasana dengan orang baru.
"Bisa aja mas ini." Ken jadi salah tingkah.
"Sini mas saya ambil sampahnya." Penjaga pos mengambil dua kantong sampah, total sudah empat kantong sampah Ken kumpulkan.
Ken meneguk air minum.
"Mas dari organisasi apa?"
"Organisasi pecinta alam ya? Atau pecinta lingkungan?"
Ken hanya tersenyum simpul, dia menggeleng. "Bukan mas, saya cuman iseng ada mendaki, dan soal mengumpulkan sampah ya sekalian aja mas sambil jalan sambil pungut sampah."
"Istimewa memang mas ini, jadi pengen jadiin adik ipar, haha.."
Ken beristirahat selama dua puluh menit sambil mengobrol dengan kedua penjaga pos hingga akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju pos tiga, yaitu puncak gunung yang diberi nama puncak kenangan abadi.
Hologram kembali muncul menunjukan Ken jalan menuju puncak.
Satu setengah jam berlalu Ken sampai di puncak gunung Mbiru.
"Waaaah… pemandangannya keren banget, subhanallah." Mata Ken dimanjakan dengan pemandangan asri pegunungan, matahari sudah mulai terik.
"Selamat datang Ken."
Ken kaget saat mendengar suara seorang wanita tua menyapanya.
"Si.. siapa anda?" Ken takut, dia merasakan aura aneh dari wanita tua yang memakai baju kebaya lusuh dan kain jarik batik yang motif dan warnanya sudah pudar.
"Kenapa takut? Kamu kan sudah dapat hal ajaib jadi kenapa kaget kalau bertemu dengan makhluk ajaib juga?" Rambut wanita tua itu abu-abu menuju putih, kulit wajahnya berkerut, tapi postur badannya masih terlihat sehat, meski membawa tongkat tapi cara berjalannya masih sangat baik dan punggungnya juga tidak bungkuk.
"Siapa anda?"
"Menurutmu aku ini siapa?"
'Setan?' Batin Ken.
"Hahahaha.." Wanita tua itu tertawa hingga suaranya menggema, bulu kuduk Ken berdiri, suara dan tampilan wanita tua itu membuatnya ngeri.
"Sayangnya aku tidak bernama, tapi aku juga bukan setan seperti yang kamu pikirkan." Wanita tua itu menatap Ken.
Ken membuang pandangan, dia tidak berani menatapnya. Dia semakin merinding saat wanita tua itu tahu apa yang dia pik
"Emm.. aku sebuah makhluk yang tidak punya nama, tapi yang pasti aku punya tugas utama."
"Tu.. tugas apa?" Tanya Ken tergagap.
"Memberikan air mata gunung untukmu."
***Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote dan beri nilai, terima kasih banyak atas dukungannya🙏***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2023-03-03
1
Naladhipa💜
upps.. maaf kak typo🙇♀️
2023-02-14
1
Agusrita Wijayanti
wauw......makin keren ini 🤗👍
2023-02-03
2