Papa feri merasakan kesedihan,senyum istrinya tak lagi terlihat,di wajah istrinya hanya nampak kesedihan,di ciumnya tangan istrinya yang masih tidur.
"pa",mama Yuli terbangun,karena mimpi satria yang semakin menjauh saat akan di raihnya.
"papa sudah menemukan satria,gimana pa satria sehat Khan pa,dan pa apakah satria sudah papa ajak pulang",ucap mama Yuli lemah.
"ma,mama lekas sembuh,nanti mama akan papa pertemukan dengan satria,satria sehat ma, sekarang dia tinggal di rumah temannya,satria belum bisa kesini karena ada hal penting yang harus di lakukan ",ucap papa feri agar istrinya semangat untuk sembuh.
sedangkan di tempat lain,bagus menemui satria yang sedang tidur di kostan,"sat kamu pulang saja ,kasihan nyokap sama bokap mu",bujuk bagus.
"ingat Gus ,aku gak akan pulang kalau papa belum minta maaf ke aku,sakit hati aku atas perlakuan papa waktu itu ",sahut satria.
"apa gak kasihan sama nyokap mu,dia lagi sakit loh, sekarang opname di rumah sakit",ucap bagus ,"kalau gak percaya lihat nih fotonya saat di rumah sakit",jelas bagus.
"ah ,itu cuma akal-akalan papa saja biar aku pulang,aku pokoknya gak mau pulang kalau papa gak minta maaf padaku",ucap satria keras kepala.
"kamu bakalan nyesel,kalau sampai nyokap mu tiada,dan ingat penyesalan itu datangnya terlambat dan takkan berguna lagi",tutur bagus.
"gak mungkin matilah,nyokap baru usia berapa",ucap satria tetap pada pendiriannya.
"terserah kamulah,tapi orang tiada gak pandang usia,bayi saja mati",ucap bagus kesal.
"kalau gitu kamu saja yang bilang ke papa, kalau aku mau pulang tapi dengan syarat papa harus minta maaf padaku",,ucap satria .
"malas bicara sama kamu",ucap bagus,",nih uang dari bokap mu,tadi suruh bagi sama aku,tapi gak usahlah aku Khan punya rumah",ucap bagus sedikit mengejek."aku pulang dulu,sudah di tungguin papa sama mamaku",ucap bagus agar satria iri .
"yah sudah pulang saja sana,ngapain masih disini,aku gak butuh kamu",ucap satria ketus.
saat bagus pergi meninggalkan satria,satria mulai berfikir,"apa aku pulang saja yah,tapi aku masih jengkel sama papa,tapi papa juga kirim duit,dan juga gak maksa aku pulang",satria merasa galau."tapi apa benar mama sesakit itu",di lihat fotonya dan di perhatikan benar-benar,"sepertinya memang mamaku sakit betulan",di telepon nya bagus ,untuk mengetahui dimana mamanya di rawat,setelah mengetahui satria memakai jaket Hoodie dan memakai kacamata hitam ,agar tidak dikenali.
segera satria pergi ke rumah sakit,di carinya ruangan mamanya di rawat,setelah ketemu,satria gak langsung masuk,pintu kamar mamanya sedikit terbuka, di lihat ada bagus yang jenguk mamanya,"gimana kondisi Tante ,om",tanya bagus.
"lihat saja sendiri meski Tante di infus tapi Tante gak mau makan,jadi badan Tante lemas tiada tenaga",jawab papa feri.
"oh iya gimana satria,sudah ketemu sama anak itu ?",tanya papa feri.
"sudah om,saya sudah ketemu,tapi katanya mungkin kalau gak besok yah lusa jenguk Tante",ucap bagus berbohong agar papa feri tenang,"untuk urusan besok atau lusa satria kesini aku akan berusaha membujuknya",bathin bagus.
"yah sudah ,saya pulang dulu om,sampaikan salam saya ke Tante jika sudah sadar",ucap bagus sambil pamit dan bersalaman dengan papa feri.
setelah beberapa jam berlalu,satria masih menunggu di luar ruangan mencari kesempatan saat papanya keluar.
tak berapa lama papanya keluar mencari makan,satria segera masuk kamar mamanya,"di lihat mamanya begitu kurus dan pucat,"maafin aku ma,buat mama bersedih,cepatlah sembuh ,satria akan pulang jika mama sudah sembuh",ucap satria pelan sambil mengelus tangan mamanya.mama Yuli matanya terbuka perlahan,"satria,satria sayang,kamu datang nak,mama rindu padamu nak,kamu sudah makan belum sayang",ucap mama Yuli sambil berusaha duduk,"sudah ma,mama baring saja,mama kenapa sampai sakit begini,mama harus sehat agar satria ada yang lindungi",ucap satria tetap dengan egonya.
"mama akan sehat nak,kamu pulang nak yah,mama akan jagain kamu sayang,mama gak bisa hidup tanpa satria sayang",ucap mama Yuli terisak,
di usap air mata mamanya,"mama jangan nangis lagi,satria pulang kalau mama sudah sembuh,mama harus makan biar cepat sembuh",ucap satria sedih,tanpa di sadari air matanya jatuh ,rasanya tak tega melihat mama yang begitu mencintainya terbaring lemah seperti ini.
"satria",ucap papa feri yang sontak membuat satria kaget.
satria diam saja saat papanya menghampirinya,"sat , pulang nak yah,kasihan mama nak,papa minta maaf sudah menyakitimu nak",ucap papa feri menyesal karena telah membuat satria pergi dan mama Yuli sakit.
Satria tersenyum puas,tidak sia-sia dia pergi dari rumah,akhirnya papa yang diktator ini minta maaf juga.
"iya pa, satria bakal pulang,tapi satria harus menunggu mama sampai benar-benar pulih, sekarang satria yang akan menunggui mama dan menyuapi serta menjaga mama di rumah sakit",ucap satria tegas.
"baiklah nak,papa ikuti kemauan kamu",ucap papa feri sambil merangkul pundak satria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments