Bara Yang Sebenarnya

Bara turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa. Ia berpapasan dengan om nya di ruang tamu.

"Om, ada apa lagi ini, om?" tanya Bara dengan tidak sabar dan napasnya terdengar memburu.

"Papa dan mamamu bertengkar lagi, Bara. Om mencoba untuk melerai mereka, tapi tidak bisa."

Suatu hal yang tidak ingin Bara dengar kali kini terjadi kembali. Lagi-lagi orang tuanya bertengkar. Entah untuk yang ke berapa kali, yang pasti ia sudah muak mendengar pertengkaran tersebut.

"Sekarang mereka dimana, om?" tanya Bara lagi.

"SUDAH KU BILANG JANGAN PERNAH DEKAT-DEKAT LAGI DENGAN PRIA ITU!" teriak seseorang dari lantai atas.

Bara menoleh ke arah tangga atas.

"Mereka ada di kamar, Bara. Papamu mengunci kamarnya agar om tidak bisa masuk!" jawab om tersebut kemudian.

Tidak ingin sesuatu buruk terjadi, Bara bergegas lari meniti anak tangga untuk sampai di kamar papa mamanya.

"AKU TIDAK PERNAH MENDEKATINYA. KAMI HANYA KEBETULAN SAJA BERTEMU!"

"ALASAN!"

Pertengkaran mereka terus berlanjut. Bara menggedori pintu kamar mereka.

"Pa! Ma! Buka pintunya! Kalian bisa bicarakan masalah kalian baik-baik, buka pintunya pa, ma!"

Dug dug dug dug ..

Bara terus menggedori pintu kamar tersebut. Tapi sepertinya mereka tidak memperdulikan hal tersebut.

"Please, aku mohon percayalah padaku! Aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain siapapun itu!"

Mamanya Bara mencoba untuk memberi penjelasan pada suaminya, akan tetapi tidak di dengar. Entah siapa yang salah di sini.

"Aku tidak percaya! Ini sudah kesekian kalinya kau diam-diam bertemu dengan pria itu. Kau pikir aku bisa kau boddohi, hah?"

Plakkk ..

"Aaaaaaaa ... "

Terdengar suara tamparan yang diiringi teriak kesakitan dari sang mama. Bara segera mendobrak pintu kamar tersebut.

Dobrakan pertama gagal, om nya mencoba untuk membantu. Gagal juga. Dan begitu Bara menggunakan kakinya untuk menendang pintu, dobrakan nya berhasil.

Brakk ..

Pintu terbuka lebar dan memperlihatkan papanya hendak memukul.

"STOP!!" teriak Bara menghentikan aksi papanya.

Keduanya menoleh. Bara melangkah masuk di ikuti oleh om nya dari belakang.

Mamanya seketika lari menghampiri om nya yang merupakan sang kakak baginya.

Om nya Bara memeluk mamanya yang merupakan sang adik, ia tidak terima jika adiknya di perlakukan demikian. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun, sebab belum tahu siapa yang salah di sini.

Bara memandang papanya dengan tatapan penuh amarah.

"Bisa tidak pa sehari saja tidak bertengkar dengan mama? Aku capek, pa. Aku capek, ma. Aku capek dengar kalian bertengkar setiap hari."

"Jangan salahkan papa, Bara. Mamamu yang menginginkan hal ini. Dia selalu membuat papa marah karena perbuatannya. Dia mencoba-coba untuk selingkuh dari papa," tunjuk ia pada istrinya.

"Aku tidak pernah selingkuh, kau yang selalu menuduhku dan aku tidak pernah melakukannya. Kau selalu menutup telinga ketika aku mencoba untuk memberi penjelasan. Aku tidak seperti yang kau tuduhkan!" mama Bara berusaha membela diri.

"Kau bahkan masih bisa menyangkal di saat aku sudah memergokimu!"

"Memergoki apa? Apa buktinya?"

"Kau-"

"CUKUUUPP ..!!! " terika Bara berusaha melerai keduanya.

Ia sudah benar-benar capek dengan semua ini. Ia bahkan tidak tahu kapan ini semua akan berakhir. Inilah alasan kenapa ia sering kali pergi ke club hanya untuk mencari ketenangan sesaat.

_Bersambung_

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

Bara dari keluarga broken home.. Papa Bara suka maen pukul 🤦‍♀️, kalau istrinya benar selingkuh ya pisah aja buat apa saling menyakiti dan Bara disini yang paling terluka

2023-01-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!