Seketika pandangan Ethan tertuju ke lantai bawah, ia melihat sosok wanita dengan pakaian sekksi berjalan di bawah tangga dari arah dapur menuju ruang tamu.
"Siapa dia? Kenapa bisa ada orang lain di rumah ini? Tapi wajahnya sepertinya tidak asing," batin Ethan.
"Than, lihat apa?" pertanyaan mama Elin mengalihkan perhatian Ethan.
"Mm, sebentar ya, bi. Bibi tunggu di sini."
Ethan bergegas turun dari tangga meninggalkan kebingungan di wajah mama Elin.
"Ethan kenapa, ya?" pikir wanita paruh baya itu.
"Tunggu!" teriak Ethan menghentikan langkah wanita yang sudah sampai di ambang pintu keluar rumah.
Wanita itu kemudian menoleh. Ethan berjalan beberapa langkah menghampiri wanita tersebut.
Kedua mata Etha memicing, mencoba mengenalj wajah wanita yang tidak asing baginya.
"Hai, Ethan. Kenapa melihatku sampai seperti itu? Kau terpesona denganku?"
Ethan sedikit terkejut ketika wanita itu mengenalj dirinya. Itu artinya benar, jika wanita itu tidaklah asing baginya.
"Kau lupa ya aku siapa? Kalau begitu, mari kenalan ulang." Wanita tersebut mengulurkan tangan namun tidak Ethan jahat.
Wanita tersebut menarik tangannya kembali.
"Baiklah, aku perkenalkan langsung saja. Aku Clarin. Apa sekarang kau sudah ingat?"
"Clarin?" ucap Ethan dalam hati.
Ya, sekarang dia sudah ingat siapa wanita itu. Clarin merupakan putri dari bi Yayan.
"Mau apa kau datang ke sini?" tanya Ethan kemudian setelah cukup lama terdiam.
"Tentu saja aku ingin memperlihatkan kesuksesanku pada babu di rumah ini," jawab Clarin songong.
"Siapa yang sukses?"
"Aku lah. Siapa lagi?"
Ethan memandang Clarin dengan senyum remeh.
"Seseorang bisa dikatakan sukses ketika dia bisa membanggakan orang tuanya. Dan manusia sepertimu tidak bisa di katakan sukses."
"Jaga bicaramu, Ethan. Aku yakin, jika barusan aku tidak memperkenalkan ulang diriku padamu, kau pasti terpesona denganku bukan?" ujar wanita itu penuh percaya diri.
"Bahkan tidak ada yang menarik dari dirimu."
"Oh yeah?"
"Ya."
"Ok, kalau begitu artinya kau bukan pria normal. Sebab pada umumnya semua pria yang melihatku akan langsung jatuh hati dan terpikat oleh kecantikan dan kemolekan tubuhku. Kau yakin aku tidak menarik?"
"Lalu apa yang bisa kau banggakan dari dirimu?"
Clarin membusungkan dadanya, memperlihatakan dia gunung kembar yang terbungkus setengah braa itu pada Ethan.
"Jika kau mau, aku akan memberikannya padamu saat ini juga. Bagaimana?" ucap Clarin dengan nada sensual yang sangat kental.
Ethan menaikan sebelah sudut bibirnya.
"Bahkan kau lebih hina dari seekor binatang."
"Baiklah, aku tahu kau hanya berpura-pura atau memang kau bukan pria normal. Biasanya, seseorang akan datang padaku dan lebih dulu meminta. Tapi, kau sudah aku beri tawaran tetap saja menolak."
"Sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah lagi menginjakan kaki di sini."
"Okay. See you, Ethan." ucap Clarin di akhir dengan kiss bye serta kedipan mata.
Ethan sampai bergidik. Bisa-bisanya ada wanita seperti Clarin di dunia ini.
Mengingat kalimat wanita tadi, Ethan bergegas pergi menuju dapur. Ia khawatir terjadi sesuatu pada bi Yayan. Dan benar, begitu sampai dapur, ia mendapati bi Yayan tengah menangis sesenggukan.
"Bi .. Bi Yayan .."
Ethan bergegas menghampiri wanita paruh baya itu.
"Bi, bibi baik-baik saja kan?" tanya Ethan seraya memegang kedua bagi wanita paruh baya itu.
Alih-alih baik-baik saja, tangis bi Yayan justru kian menderas. Ethan membawa wanita paruh baya itu ke dalam pelukan. Ia berusaha memberi ketenangan pada wanita yang ia anggap ibu juga, sama halnya seperti mama Elin.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
kia
jadi sampah aja bangga kamu clarin jual tubuh and body ,,mending jadi babu , walaupun ngosek WC to halal🤭
2023-03-20
1
irfah albeghyttu
bekerja dg menjual keseksian tubuhmu aja bangga...☹☹☹
2023-01-19
1
Defi
Clarin kesuksesan versi dirimu boro2 buat ibumu bangga, ini malah menyakiti ibumu 🤦♀️🤦♀️
2023-01-15
3