Hal Yang Menggembirakan

Geya mencoba untuk mengawali percakapan dalam room chat Bara. Ia mengirimkan pesan singkat dan berharap mendapat balasan.

Geya:

Selamat malam, Bara. Sudah tidur belum?

Dengan tidak sabar Geya menunggu balasan. Begitu centang dua abu-abu berubah menjadi biru, ia tampak senang sekali. Akan tetapi Bara tidak membalas pesannya.

Satu menit berikutnya, ponselnya berdering. Di layar ponsel menampilkan panggilan video call dari Bara. Dia otomatis jingkrak-jingkrak

"Oh my god, Bara vc aku?"

Geya spontan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. Sebelum kemudian ia menjawab panggilan tersebut.

"Hai .. " sapa pria itu dengan seulas senyum yang mendebarkan hati Geya.

"Iya, hai. Aku pikir kau sudah tidur," jawab Geya seraya menyembunyikan perasaan bahagianya di depan Bara.

"Aku baru saja pulang."

"Pulang? Dari mana?"

"Hotel."

Seketika wajah Geya berubah, pikiran nya kini sudah kemana-mana.

"Kau pasti sedang berpikir yang tidak-tidak tentang aku bukan?" tebak Bara.

Geya menggeleng. "Ti-tidak. Memangnya kau habis apa di hotel?"

"Tuh, kan. Kau pasti mengira aku habis check in."

"Kau sendiri yang mengatakannya. Aku tidak berpikir apapun. Makanya aku bertanya."

Bara merasa gemas melihat perubahan ekspresi wajah Geya.

"Aku tadi di minta om aku datang kesana, kebetulan om aku itu sedang menginap di hotel. Dia minta aku buat benerin laptopnya yang rusak. Kebetulan aku memang bisa," jelas Bara.

"Oh yeah?"

"Kenapa? Kau tidak percaya padaku?"

"Sulit untuk di percaya, sih."

"Ya sudah, besok aku ajak kau kesana untuk bertemu dengan om ku. Untuk memastikan kebenarannya. Bagaimana, mau?"

Sepertinya Bara memang tidak sedang berbohong.

"Ah iya, Bara. Tadi aku cerita sama mama dan papaku jika aku ketemuan denganmu. Mama juga minta buat aku ajak kau ke rumah, mama ingin bertemu juga denganmu. Apa kau tidak keberatan main ke rumahku?"

"Really? Mamamu minta aku untuk datang kesana? Atau kau yang ingin aku datang?"

"Aku serius, Bara. Jadi gimana, apa kau ada waktu main ke rumahku?"

Bara terlihat berpikir sejenak.

"Besok malam aku main ke rumahmu," jawab pria itu kembali menciptakan senyum di kedua sudut Geya.

"Sungguh kau mau datang ke rumahku?"

Bara mengangguk membenarkan. "Iya. Sekalian tanyakan mamamu mau aku bawakan apa besok, ya. Nanti aku belikan."

Geya ingin sekali berteriak saking senangnya. Akan tetapi itu akan membuat semua orang di rumah ini bertanya-tanya.

"Iya, iya. Nanti aku kasih tahu mama kau mau datang ke sini besok."

"Ok."

"Ya sudah, sekarang kau mandi bersih-bersih, jangan lewatkan malam malam setelah itu tidur istrahat, ya."

"Iya, Geya. Kau juga, tidur ya. Jangan begadang."

"Iya, Bara."

"Kalau begitu aku bersih-bersih dulu, ya. Kau tidur saja. Semoga mimpi indah."

"Iya, Bara. Bye .. "

"Bye .. "

Sambungan video call pun berakhir. Geya mengambil bantal dan menanamkan wajahnya di bantal tersebut.

"Aaaaaaaaaaa .... " teriaknya kegirangan.

Geya mengibas-gibaskan tangan nya di depan wajah. Sepertinya ia butuh oksigen sekarang.

"Semoga saja aku dan Bara bisa lebih lagi setelah ini. Semoga mama dan papa juga suka jika aku berhubungan lebih jauh dengan dia."

Geya memejamkan kedua matanya. Rasanya sudah tidak sabar menunggu hari esok tiba. Ia harus beri tahu mamanya dulu, jika Bara besok akan datang ke rumah.

_Bersambung_

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

Bara masih misteri 🤔

2023-01-17

1

Defi

Defi

Kirain Bara nelfon Geya untuk minta maaf kalau dia ga angkat telfon Geya dan tanya Geya ada keperluan apa..

2023-01-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!