"Geyaaa !!" penggilnya setengah berteriak.
Pemilik nama dan satu orang lainnya itu menoleh. Ethan bergegas menghampiri kedua orang tersebut.
Ethan berdiri di depan Geya dan melirik pria yang ada di samping wanita itu.
"Geya, kenapa kau pergi ke tempat seperti ini?" seru Ethan.
"Bukan urusanmu!" balas Geya acuh.
"Geya, papa dan mamamu cemas karena kau pergi tanpa izin. Sekarang, ayo kita pulang!" Ethan meraih pergelangan tangan Geya namun segera di tepis kasar oleh wanita itu.
"Jangan pernah atur hidup aku! Memangnya kau siapa, hah? Kau hanya anak pungut yang berani mengambil kasih sayang papa dan mama. Dan sekarang, kau berani mempengaruhi mereka agar aku mau menikah denganmu?" Geya tersenyum getir. "Jangan mimpi!" imbuhnya.
Ethan tidak menyangka jika Geya sanggup melontarkan kata seperti itu padanya. Ya, ia akui ia memang bukan siapa-siapa di keluarga Geya, ia hanya anak adopsi yang di angkat menjadi anak di keluarga wanita itu.
Meski demikian, ia tidak sakit hati dengan ucapan Geya. Sebab ia tahu jika wanita itu dengan mabuk.
"Geya, ayo pulang. Mama dan papamu sedang mengkhawatirkan mu. Ayo!"
Ethan kembali meraih pergelangan tangan Geya, namun lagi-lagi di tepis kasar oleh wanita itu.
"Jangan sekali-sekali sentuh aku! Aku tidak sudi di sentuh oleh orang yang berani mau merampas kebahagiaanku!"
"Geya-"
"Tolong jangan paksa dia!" timpal pria yang sedari tadi memilih untuk diam.
Ethan melirik pria itu. "Kau siapa? Kau pasti mau macam-macam kan dengan Geya?" tuduh Ethan.
"Hei, aku tidak seburuk yang kau pikir. Biarkan Geya pulang bersamaku!"
"Tidak, Geya harus pulang bersamaku. Aku sudah janji pada orang tuanya untuk membawa dia pulang. Jadi, Geya tidak boleh pulang bersama orang lain. Apalagi denganmu!" seru Ethan dengan tegas.
"Ayo, Geya. Kita pulang sekarang!"
Ethan meraih tangan Geya namun wanita itu memberontak. Lantaran Geya keras kepala tidak ingin pulang dengannya, terpaksa Ethan membopong tubuh wanita itu dan membawanya ke dalam mobil.
"Turunkan aku sekarang juga! Turunkan! Turunkaaan .. !!" Geya memukuli tubuh Ethan berharap pria itu menurunkan dirinya.
Sementara Geya pulang bersama mobil Ethan, mobil wanita itu di tinggal dulu di sana.
Di perjalanan pulang, Geya terus memberontak meminta Ethan untuk menghentikan mobilnya.
"Stop ..!! Turunkan aku sekarang!" seru Geya.
Ethan tidak begitu memperdulikan Geya. Wanita itu sedang dalam keadaan mabuk.
Geya sudah merasa sangat kesal, akhirnya dia mengambil alih setir hingga membuat Ethan panik.
"Turunkan aku sekarang!"
"Geya, lepaskan, Geya. Ini bahaya, Geya."
"Tidak, turunkan aku sekarang juga. Aku tidak mau pulang. Mama sama papa pasti akan memaksaku untuk menikah denganmu. Aku tidak mau. Turunkan aku sekarang juga."
"Geya, ini bahaya, Geya. Lepaskan."
Mobil Ethan berjalan sudah tidak karuan. Beruntung jalanan lenggang sehingga resiko kecelakaan sedikit berkurang.
"Geya, lepaskan. Ini bahaya."
"Aku tidak mau pulang."
"Kau tidak akan menikah denganku!" seru Ethan membuat Geya akhirnya melepaskan setir nya.
Ethan menghentikan mobilnya sejenak di tepi jalan. Ia menghela napas lega lantaran berhasil membuat Geya melepaskan stir yang akan membahayakan mereka.
"Kau bisa jamin jika papa dan mama tidak akan memaksaku untuk menikah denganmu?" tanya Geya kemudian.
Ethan mengangguk. "Iya, kau tidak akan menikah denganku karena akupun tidak akan menikah denganmu."
Seulas senyum terbit dari sudut bibir Geya.
"Sungguh?"
Dengan berat hati Ethan mengangguk. "Iya."
Geya tampak bahagia sekali. Dan itu membuat hati Ethan sedikit teriris.
"Ya sudah, kalau begitu cepat antarkan aku pulang. Aku mengantuk," pinta Geya di angguki oleh Ethan.
Ethan menghidupkan kembali mesin mobilnya, dan mobil pun melesat dari sana.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
irfah albeghyttu
sabar...sabar...eth..
2023-01-19
2
Eva Karmita
Geya mulutmu pedes banget kasihan Ethan
2023-01-16
2
Defi
Ethan apa menyukai Geya, lepaskan saja Than.. masi banyak wanita lain yang bisa menerima kamu apa adanya
2023-01-15
2