Geya mendapat kabar dari Bara jika pria kini sudah dalam perjalanan menuju rumahnya. Ia langsung siap-siap ganti baju, memoles wajahnya dengan sedikit make up dan serta memberi semprotan minyak wangi lebih banyak dari biasanya. Tidak hanya itu, ia juga meminta bi Yayan untuk masak lebih banyak dan tidak lupa meminta papa dan mamanya untuk menunda makan malamnya. Agar nanti Bara bisa ikut malam malam bersamanya.
Beberapa menit kemudian, ponsel Geya berdering mengeluarkan nama Bara di layar hp. Ia langsung menyambar benda pipih tersebut guna menjawab telepon nya.
"Hai, sudah sampai mana?" tanya Geya dengan perasaan sudah tidak lagi sabar.
"Aku sudah sampai di depan gerbang rumahmu."
Mulut Geya sontak mengangga, ternyata Bara sudah di depan rumah.
"Iya, iya, kau tunggu sebentar, ya. Nanti ada security yang bukain gerbang."
"Iya."
Sambungan telepon pun di matikan, Geya menatap pantulan wajahnya di cermin. Untuk memastikan apa ia sudah tampil sempurna atau belum. Dan ternyata ia sudah berusaha cantik semaksimal mungkin. Ia bergegas keluar kamar dan turun ke pantai bawah.
Geya mendengar suara pintu depan nya di ketuk oleh seseorang, ia mempercepat langkah guna membukakan pintunya. Begitu di buka, muncul Bara dari balik pintu.
"Hai," sapa pria itu dengan seulas senyum yang membuat hati Geya luluh.
"Hai," balas Geya, ia sama sekali tidak mengedipkan kedua matanya melihat Bara yang tampil beda seperti sebelumnya.
Bara terlihat lebih keren malam ini. Bahkan bukan pria itu yang terpesona akan dirinya, justru malah ia yang terkesima dengan pesona Bara.
"Ayo, masuk!" ajak Geya setelah beberapa detik mereka saling tatapan.
"Iya, terima kasih," ucap pria itu lekas melangkah masuk ke dalam.
"Silahkan duduk!"
"Iya."
Bara duduk di sofa single sementara Geya duduk di sofa panjang. Pria itu menaruh sesuatu yang ia bawa untuk mamanya Geya.
"Kau cantik sekali malam ini," puji Bara seketika melelehkan hati Geya.
"Ah terima kasih, Bara. Kau juga, terlihat sangat tampan."
"Terima kasih."
"Sama-sama. Kau mau minum apa?"
"Tidak perlu repot-repot, Geya."
"Tidak, tidak repot. Kau mau minum apa, hot atau cool?"
"Apa saja."
"Oh, ok. Tunggu sebentar, ya."
"Ah ya, ini ada makanan untuk mamamu. Di bawa saja." Bara memberikan kantong plastik putih bening berisi kotak makanan dan di terima oleh Geya.
"Terima kasih, ya. Nanti aku sekalian panggilkan mamanya."
"Iya."
Sementara Geya membuatkan minum dan memanggil mamanya, Bara duduk menunggu di sofa ruang tamu. Pria itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan tersebut. Sampai akhirnya seorang wanita paruh baya datang membawakan minuman.
"Silahkan diminum, Den," ucap wanita paruh baya itu usai meletakan minuman dari nampan ke atas meja di hadapannya.
"Terima kasih," ucap Bara sopan.
"Iya, sama-sama. Kalau begitu bibi pamit ke belakang lagi."
"Iya."
Bi Yayan melipir pergi dan tidak berapa lama Geya kembali bersama dua orang yang ia kira itu adalah orang tuanya. Bara bangkit berdiri begitu tuan rumah datang.
"Oh jadi ini yang namanya Bara," ujar mama Elin.
Bara mengangguk dan segera menyalami kedua orang tua Geya. Geya sendiri senang sekali melihatnya.
"Bara, ini mama dan papaku," kata Geya memperkenalkan mereka.
"Iya, aku Bara paman, bibi," sahut Bara.
"Iya, iya. Silahkan duduk!"
Adnan mempersilahkan Bara untuk duduk kembali. Mama Elin duduk di sofa panjang bersama Geya sementara Adnan duduk di sofa single yang satunya lagi, yang saling berhadapan dengan Bara.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Eva Karmita
satu kata LANJUT 🔥💪😍😁
2023-01-17
1
Defi
otw bucin ya Ge 🤣
2023-01-17
1