Ethan menurunkan Geya di atas ranjang tempat tidur kamar wanita itu.
"Aku sudah bilang jangan pernah berani sentuh aku!" seru Geya.
"Iya, maaf," ucap Ethan.
"Dan satu hal lagi, jangan pernah ikut campur dengan hidup aku!"
"Geya-"
"Ma, aku mohon jangan pernah membela di di hadapan aku! Aku muak dan sekarang aku minta kalian keluar dari kamar aku. Aku butuh waktu untuk sendiri."
Mama Elin memberi sebuah anggukan pada Ethan agar menuruti permintaan Geya. Keduanya pun keluar kamar dan membiarkan Geya untuk sendiri.
"Bibi, aku minta maaf jika aku penyebab hubungan kalian akhirnya jadi seperti ini," ucap Ethan saat mereka sudah keluar dari kamar Geya.
Mama Elin mengusap bahu Ethan pelan.
"Ini bukan salahmu, Ethan. Justru bibi dan paman yang memutuskan keinginan kami dengan harapan Geya bisa bahagia dan akan aman jika kau yang mendampingi dia lebih dari sekedar kakak dan adik."
"Aku akan memenuhi apapun permintaan paman dan bibi, tapi jika Geya tidak mau, aku juga tidak ingin paman dan bibi sampai memaksanya. Apalagi kejadian semalam aku harap itu tidak sampai terulang lagi. Geya anak yang baik, dia tidak pantas pergi ke sebuah club bahkan sampai mabuk."
"Iya, Ethan. Bibi pun tidak menyangka jika Geya akan melakukan hal itu. Ah ya, tadi Geya sempat memberi tahu bibi, jika pria yang kau ceritakan semalam sedang bersama Geya itu bernama Bara."
Ethan mengerutkan keningnya. "Bara?"
Mama Elin mengangguk. "Iya, jadi semalam Bara itu orang yang mendengarkan curhatan Geya mengenai pernikahan nya denganmu. Bara juga katanya sempat mau mengantar Geya pulang melihat dia mabuk parah. Jadi bisa jadi Bara ini memang pria yang baik juga."
Ethan mengangguk. "Iya, bibi. Tapi kita tetap saja tidak bisa mempercayai orang asing begitu saja. Karena kita belum tahu sifat aslinya dia."
"Iya, Than. Oleh karena itu sekarang bibi khawatir Geya akan berhubungan lebih lanjut dengan Bara. Yang bibi khawatirkan itu ya takut jika Geya keliru menilai pria itu. Bibi minta kau untuk selidiki siapa Bara itu."
Ethan mengangguk menurut. "Iya, bibi. Nanti aku akan cari tahu siapa pria itu sebenarnya dan seperti apa dia aslinya."
"Terima kasih ya, Than."
"Sama-sama, bi."
Mama Elin bersyukur sekali memiliki Ethan di dalam keluarganya. Ethan selalu bisa membantu keluarga sedang dalam keadaan apapun.
Seketika pandangan Ethan tertuju ke lantai bawah, ia melihat sosok wanita dengan pakaian sekksi berjalan di bawah tangga dari arah dapur menuju ruang tamu.
"Siapa dia? Kenapa bisa ada orang lain di rumah ini? Tapi wajahnya sepertinya tidak asing," batin Ethan.
"Than, lihat apa?" pertanyaan mama Elin mengalihkan perhatian Ethan.
"Mm, sebentar ya, bi. Bibi tunggu di sini."
Ethan bergegas turun dari tangga meninggalkan kebingungan di wajah mama Elin.
"Ethan kenapa, ya?" pikir wanita paruh baya itu.
"Tunggu!" teriak Ethan menghentikan langkah wanita yang sudah sampai di ambang pintu keluar rumah.
Wanita itu kemudian menoleh. Ethan berjalan beberapa langkah menghampiri wanita tersebut.
Kedua mata Etha memicing, mencoba mengenalj wajah wanita yang tidak asing baginya.
"Hai, Ethan. Kenapa melihatku sampai seperti itu? Kau terpesona denganku?"
Ethan sedikit terkejut ketika wanita itu mengenalj dirinya. Itu artinya benar, jika wanita itu tidaklah asing baginya.
"Kau lupa ya aku siapa? Kalau begitu, mari kenalan ulang." Wanita tersebut mengulurkan tangan namun tidak Ethan jahat.
Wanita tersebut menarik tangannya kembali.
"Baiklah, aku perkenalkan langsung saja. Aku Clarin. Apa sekarang kau sudah ingat?"
"Clarin?" ucap Ethan dalam hati.
Ya, sekarang dia sudah ingat siapa wanita itu. Clarin merupakan putri dari bi Yayan.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
kia
jangan mau Ethan,,clarin si ulet keket
2023-03-20
1
irfah albeghyttu
bibit ulet bulu keknya...
2023-01-19
1
Defi
Clarin jangan sampai berbuat ulah dan mengganggu keharmonisan keluarga Geya
2023-01-15
2