Kesombongan

"Geya, tunggu! Kau mau kemana lagi?"

Mama Elin berusaha mengejar ketertinggalan langkah Geya. Sementara Geya terus berjalan tanpa memperdulikan mamanya.

Saat sampai di pintu depan rumah, langkah Geya terhenti begitu ia berpapasan dengan Ethan. Pria itu lagi-lagi menampakkan diri di hadapan nya.

"Geya, tunggu! Jangan pergi lagi!" teriakan mama Elin dari dalam terdengar oleh Ethan, pria itu tentu saja menahan Geya yang hendak pergi.

"Geya, kau mau kemana?" cegah Ethan seraya meraih pergelangan tangan wanita itu.

"Lepaskan aku! Ini bukan urusanmu!" seru Geya sembari berusaha melepaskan tangannya dari Ethan.

"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau beri tahu aku, kau mau pergi kemana lagi?"

"Aku katakan ini bukan urusanmu! Lepaskan!"

Ethan berusaha menahan Geya untuk tidak pergi-pergi lagi. Ia tidak ingin membuat kedua orang yang sudah membesarkannya selama ini khawatir akan itu.

Mama Elin datang dan merasa lega begitu Ethan ada di sana.

"Syukurlah kau ada di sini," ucap wanita paruh baya itu.

"Geya, ayo kembali ke dalam, sayang. Kau tidak boleh pergi dalam keadaan seperti ini."

"Mama tidak perlu menahan aku, sekarang anak pungut kesayangan mama sudah datang. Jadi mama tidak perlu aku lagi bukan?" seru Geya seraya melirik ke arah Ethan.

"Astaghfirullah, Geya! Kenapa kau bicara seperti itu, sayang? Ayo, sekarang masuk kita sarapan bersama!"

"Aku tidak mau!" tolak wanita itu.

Akhirnya Ethan terpaksa membopong tubuh wanita itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.

"Kurang ajar! Turunkan aku! Hei! Turunkan aku!" teriak Geya seraya memukuli tubuh Ethan, pria itu tidak perduli yang terpenting Geya tidak bepergian lagi.

Sementara di dapur, seorang wanita paruh baya yang tengah memasak di kejutkan oleh kedatangan gadis yang saat ini berdiri di sampingnya. Wajahnya seketika berubah menegang mendapat senyum dari gadis itu.

"Hai, apa kabar?" sapa gadis itu.

Kemarahan tampak jelas di wajah bi Yayan melihat gadis itu.

"Untuk apa kau kembali ke sini?" seru bi Yayan dengan lirih dan terdengar nada marah yang tertahan di sana.

Gadis itu menyunggingkan sebelah sudut bibirnya.

"Aku ingin membuktikan padamu jika aku sekarang bisa sukses. Lihatlah baik-baik, aku sudah berubah jauh lebih baik bukan?"

Bi Yayan memandang gadis itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Memang banyak sekali perubahan di diri gadis itu, tapi tetap saja, ia lebih menyukai gadis itu yang dulu.

"Seorang model majalah dewasa apa bisa di katakan sukses?" seru bi Yayan.

"Tentu saja," sahut gadis itu. "Aku sudah pernah bilang sebelumnya kan, jika aku bisa sukses dan aku mencintai pekerjaaku. Aku merasa bebas melakukan apapun yang ingin aku lakukan sekarang."

"Clarin, ibu tidak suka pekejaanmu. Tolong kembalilah seperti Clarin anak ibu yang dulu!" ucap bi Yayan dengan uraian air mata yang tidak dapat di bendung lagi.

"Apa kau bilang? Ibu? Kau bukan ibuku dan aku bukan putrimu lagi. Kau tidak menyukai perjaanku? Aku tidak perduli. Sebab akupun membenci pekerjaanmu. Kau hanya seorang babu yang hidup di telunjuk orang lain. Aku malu memiliki ibu sepertimu." maki Clarin dan membuat tangisan bi Yayan semakin deras.

"Kau tahu, aku selalu memimpikan hidup layaknya seorang putri seperti Geya. Tapi malangnya, aku justru di lahirkan di rahim ibu yang di takdirkan menjadi babu. Aku sangat menyesal tumbuh dan lahir dari rahim dirimu," imbuh Clarin.

Air mata bi Yayan semakin bertumpah ruah. Rasanya sakit sekali mendengar setiap kata yang di lontarkan oleh putrinya sendiri.

"Ah ya, kau bertanya kenapa aku kembali ke sini? Aku hanya ingin memperlihatkan kesuksesanku ini padamu. Dan aku sangat yakin, aku bisa lebih besar lagi dari sekarang. Dan kau akan tetap menjadi babu di rumah ini. Selamanya." ucap Clarin di akhiri dengan senyum remeh.

Gadis itu melipir pergi dengan membawa kesombongan. Dan ucapan yang baru saja ia lontarkan pada sang ibu, akan menjadi boomerang baginya nanti. Bersiaplah.

_Bersambung_

Terpopuler

Comments

kia

kia

anak durhaka,clarin

2023-03-20

1

irfah albeghyttu

irfah albeghyttu

awas aja clarin,kualat kamu...

2023-01-19

1

Defi

Defi

kirain temannya Ethan, rupanya putri Bi Yayan.. jangan kasar2 sama orang tua apalagi Ibumu yang sudah bersusah payah mengandung dan melahirkanmu ke dunia ini Clarin..

2023-01-15

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!