Di atas arena pertandingan, Klan Chu dan Klan Qin sama-sama sudah naik ke atas arena dan sedang terlibat adu tatapan mata yang begitu sengit. Meski hubungan kedua Klan terbilang baik, tetap saja mereka ingin keluar menjadi pemenang dan melanjutkan jalannya kompetisi ke putaran selanjutnya.
Meski kekuatan perwakilan Klan Chu sedikit lebih lemah dibandingkan kekuatan perwakilan Klan Qin, tapi mereka memiliki formasi kelompok yang sudah sudah teruji kekuatannya tiap kali berlangsungnya kompetisi Pulau Kecil Bai Dao.
Terdapat peraturan tak tertulis kompetisi Pulau Kecil Bai Dao, dan peraturan itu berbunyi jika seluruh perwakilan Klan bisa melakukan pertandingan secara kelompok, saat kedua belah pihak menyetujuinya.
Klam Chu maupun Klan Qin, keduanya setuju melakukan pertandingan secara kelompok, dan di atas dua arena pertandingan, saat ini saat ini sudah berhadap-hadapan dua kelompok dari Klan Chu dan dua kelompok dari Klan Qin.
Tak sedikitpun ada pembicaraan antara dua kelompok yang segera bertanding, dan saat pengawas pertandingan mengatakan pertandingan bisa dimulai, keempat kelompok yang saling berhadapan langsung saja baku hantam di atas arena pertandingan.
Pedang melawan tombak, Klan Chu terkenal akan permainan tombaknya, sedangkan Klan Qin terkenal dengan jurus pedang yang indah tapi mematikan. Tak ada yang menahan diri, semua mengerahkan seluruh kekuatan demi meraih kemenangan.
Di atas arena pertandingan terlihat formasi bertahan yang dimiliki Klan Chu sangat rapi, sedangkan formasi serangan Klan Qin sedikit berantakan karena kurangnya komunikasi diantara perwakilan Klan Chu.
“Sial! Dari tahun ke tahun, pertahanan mereka semakin kuat!” ucap murid pria Klan Qin.
Baru juga selesai bicara, tiba-tiba tubuhnya terdorong mundur saat sebuah tendangan menghantam dadanya. Tendangan datang begitu cepat, memanfaatkan sedikit kelengahan murid Klan Qin.
“Di tengah pertandingan jangan melamun jika tidak ingin kalah terlalu cepat!” teriak salah satu murid Klan Chu yang berhasil menyerang dan serangannya tepat sasaran.
Kelima pria perwakilan Klan Qin memgerang marah mendengar teriakan salah satu murid Klan Chu. “Formasi pertahanan sialan! Aku pasti menghancurkan formasi kalian!” seru salah satu murid Klan Qin.
Bukannya memperbaiki formasi serangan, kelima murid Klan Qin justru melakukan serangan membabi-buta, yang mana serangan mereka tak sedikitpun mampu menyulitkan pertahanan musuh.
Sementara itu, di sisi Klan Chu, melihat serangan musuh semakin melambat, mereka yakin jika musuh mulai kelelahan, dan kini saatnya membalas melakukan serangan dengan segenap kekuatan yang mereka miliki.
“Kemampuan kalian terlalu lemah untuk dapat bersaing dengan pertahanan kami!”
Merubah formasi dari bertahan ke formasi menyerang, dengan mudah perwakilan Klan Chu memukul mundur kelompok perwakilan Klan Qin. Hanya dalam waktu yang begitu singkat, dua murid Klan Qin mengalami luka yang membuat kekuatan mereka semakin melemah.
Sementara itu Lho Feng yang melihat jalannya pertandingan dari kejauhan, dia sama sekali tidak dibuat kagum dengan apa yang dilakukan Klan Chu.
“Beruntung lawan mereka hanyalah sekumpulan idiot bodoh, jadi formasi mereka bisa terlihat unggul. Kalau saja lawan mereka sedikit saja pintar, formasi mereka tak lagi berguna, dan tak akan sulit mengalahkan mereka!” gumam Luo Feng pelan, tapi masih dapat didengar Patriak Shui Zen.
Kelompok perwakilan Klan Chu yang melihat celah lebar untuk mengalahkan perwakilan Klan Qin, mereka tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dan langsung saja menyerang perwakilan Klan Qin.
Hasil dari pertandingan antara Klan Chu dan Klan Qin keluar, dan Klan Chu dengan meyakinkan keluar sebagai pemenang tanpa mengalami luka serius, bahkan mereka sama sekali tidak mengalami luka.
Bukan hanya perwakilan kelompok pria yang menang, perwakilan kelompok wanita Klan Chu juga berhasil memenangkan pertandingan mereka, dan dapat melaju ke putaran selanjutnya.
Begitu pertandingan pertama selesai, kedua arena cepat dibersihkan, dan tak lama kedua Klan yang akan bertanding sudah berada di atas arena pertandingan.
Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan perwakilan Klan Shui melawan perwakilan Klan Huo lapis kedua.
Melihat perwakilan Klan Shui dan Klan Huo yang sudah berada di atas arena, semua penonton semakin yakin jika kemenangan akan kembali menjadi milik Klan Huo.
Diantara semua penonton, sama sekali tidak ada yang yakin jika Klan Shui akan menang, apalg setelah melihat perbedaan kekuatan yang begitu mencolok diantara perwakilan kedua Klan.
“Hahaha... lebih baik kalian merangkak, mencium kakiku lalu mengaku kalah sebelum wajah kalian babak belur di tangan kami!” cibir salah satu murid Klan Huo yang ditunjuk sebagai pemimpin perwakilan Klan Huo lapis kedua.
Shui Cen yang memimpin kelompok murid pria Klan Shui dan Shui Yin yang memimpin kelompok murid wanita Klan Shui, keduanya hanya menunjukkan ekspresi datar mendengar cibiran tak mendasar, yang dilakukan oleh lawan mereka dalam kompetisi.
“Mencium kaki dan mengaku kalah? Kenapa juga kami harus melakukan itu, kalau tak lama lagi kalianlah yang akan menderita kekalahan di tangan kami!” ucap Shui Cen sembari tertawa lirih.
Suara Shui Cen yang cukup keras, membuat banyak penonton di sekitar arena pertandingan mendengarnya, dan bersama-sama mereka menertawakan Shui Cen. Bukan hanya mereka, semua anggota kelompok Klan Huo juga menertawakan Shui Cen.
“Ingin mengalahkan kami dengan tangan kotor murid Klan Shui yang tak lama lagi musnah? Kalian tidak akan pernah menang, yang ada selamanya kalian akan menjadi pecundang!” balas pria yang merupakan pemimpin kelompok Klan Huo yang kali ini menjadi lawan Klan Shui.
Di tempat duduknya, Luo Feng dan Patriak Shui Zen yang mendengar semuanya, keduanya justru terkekeh pelan, tak merasa tersinggung dengan semua ucapan buruk yang ditujukan pada Klan Shui.
Di atas arena pertandingan, Shui Cen juga terkekeh pelan mendengar ucapan pemimpin kelompok Klan Huo. “Semoga saja kalian tidak akan kalah dari kami yang hanya sekelompok pecundang! Kalau kalian kalah dari kami yang hanya sekelompok pecundang, bukan hanya kalian yang akan malu, tapi Klan yang kalian wakili juga pasti malu sampai bingung kemana ingin menyembunyikan wajah mereka.”
Kelima murid perwakilan Klan Huo menggerakkan giginya menahan amarah. Jika sebelumnya mereka ingin melakukan pertandingan satu lawan satu sebanyak tiga kali, sekarang mereka memutuskan pertandingan kelompok, dan tanpa pikir panjang Shui Cen maupun Shui Yin menyetujui keinginan perwakilan Klan Huo.
“Pecundang yang banyak omong kosong, itulah kalian!” teriak salah wanita anggota kelompok perwakilan Klan Huo yang akan berhadapan dengan kelompok di bawah pimpinan Shui Yin.
Pengawas pertandingan yang melihat ke-empat kelompok sama-sama telah siap, dia segera memberi tanda kalau pertandingan bisa segera dimulai.
Begitu pertandingan di mulai, Shui Cen yang tak ingin main-main, dia langsung saja maju menyerang bersama ke-empat anggota kelompoknya, dan hal yang sama juga dilakukan Shui Yin bersama anggota kelompoknya.
Kelompok murid pria maupun wanita Klan Huo yang menjadi lawan Klan Shui, mereka tertawa melihat lawan yang datang mengantarkan nyawa kepada mereka. Namun, tawa mereka seketika hilang saat lawan tiba-tiba bergerak sangat cepat.
Sepuluh orang di dua arena berbeda membuka lebar-lebar kedua mata mereka mencoba mencari keberadaan lawan, tapi lawan mereka seolah-olah menghilang tanpa jejak. “Kemana mereka? Apa mereka pergi melarikan diri karena ketakutan?”
Baru juga salah satu murid yang mewakili Klan Huo bicara, tiba-tiba saja tubuhnya sudah terlempar keluar arena dalam keadaan tidak sadar, dan pelaku yang membuatnya terlempar adalah Shui Ho, murid Klan Shui yang sedikit lebih lemah dari Shui Cen.
Keluar dari arena artinya murid itu kalah, dan dia tak berhak kembali naik ke atas arena. Semua kejadian terjadi dengan sangat cepat, dan hanya dalam satu tarikan napas tujuh dari sepuluh perwakilan Klan Huo telah terlempar keluar arena pertandingan dan dinyatakan kalah.
Namun, dikarenakan mereka melakukan pertandingan kelompok, mereka baru dinyatakan menang jika berhasil mengalahkan semua lawan.
Meski belum menang, serangan kilat yang dilakukan kedua kelompok Klan Shui sudah mengejutkan semua penonton, termasuk juga mengejutkan para Patriak Klan yang menyaksikan jalannya pertandingan dari tempat duduk masing-masing.
“Sangat cepat! Jurus percepatan gerak mereka, bukanlah jurus sembarangan. Apa mungkin itu jurus tingkat Hitam? Akan tetapi, darimana Klan Shui mendapatkan jurus tingkat hitam?”
Berbagai macam pertanyaan memenuhi pikiran salah satu Patriak Klan, dan dia adalah Patriak Klan Huo yang sepertinya akan gagal merebut seluruh wilayah Klan Shui.
...----------------...
Berambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Harman Loke
menangkan terus turnamen itu
2025-01-10
0
Iskandar Yunaeni
Hahahahaha
2024-10-29
0
Ikram Dicky
lanjut
2024-10-20
0