Permintaan Luo Feng

Luo Feng menatap tajam enam sosok yang baru saja datang, dan berhenti tepat di hadapannya. Sedangkan yang ditatap, mereka cukup terkejut dengan keberadaan Luo Feng karena mereka sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan sosok yang saat ini berdiri di hadapan mereka.

Masih dengan sorot mata tajam Luo Feng menatap satu persatu orang di hadapannya, dan tatapannya terhenti saat dia melihat keberadaan sosok asing diantara lima orang yang sudah dikenalinya.

Semua orang masih saja diam, menunggu apa yang akan dikatakan Luo Feng pada mereka.

Namun, tak ada suara yang terdengar dari mulut Luo Feng. Dia hanya menggerakkan tangan sebagai tanda jika semua orang harus mengikutinya tanpa bantahan.

Melayang turun secara perlahan dengan enam orang mengikuti di belakangnya, Luo Feng membawa mereka menuju aula kediaman Klan Shui, dan sambil menuju ke tempat itu dia mengirim pesan telepati pada Patriak Shui Zen untuk datang ke aula.

Mereka yang mengikuti Luo Feng tak lain adalah rombongan Shen Ming, dan kelima putranya.

Meski mereka terlahir dari ibu yang berbeda, dan meski watak Shen Ming sangatlah keras untuk ukuran seorang wanita, tapi dia sangat menyanyangi mereka dan tak membeda-bedakan saat memberi kasih sayang.

Luo Feng tidak membawa mereka ke aula utama kediaman Klan Shui, melainkan menuju aula samping yang biasa digunakan untuk menyambut tamu Klan, dan kebetulan tempat itu baru saja dibersihkan karena sudah terlalu lama tak ada tamu yang berkunjung ke kediaman Klan Shui.

Dua orang murid yang ditugaskan sebagai penjaga aula samping, mereka segera membukakan pintu begitu Luo Feng datang.

“Biarkan mereka masuk karena mereka adalah tamu Klan!” ucap Luo Feng pada kedua penjaga, saat kedua penjaga ingin menghentikan langkah Shen Ming dan kelima putranya. Pada akhirnya mereka masuk kedalam aula, yang mana Patriak Shui Zen sudah menunggu kedatangan mereka.

Semua orang segera duduk di tempat yang sudah tersedia untuk mereka, termasuk Luo Feng yang duduk di kursi kehormatan atas permintaan Patriak Shui Zen. Dia memang dianggap keluarga oleh Luo Feng, tapi dia tetap ingin menunjukkan pengabdiannya pada Klan Luo dengan caranya. Salah satu cara yaitu dengan memberikan kursi kehormatan di kediaman Klan Shui pada Luo Feng.

Begitu duduk, dengan tenang Luo Feng berkata, “Untuk sekelompok orang yang tak memiliki kepercayaan padaku, aku cukup terkejut dengan kedatangan kalian, tapi sepertinya diantara kalian ada yang memiliki kepercayaan padaku!”

Mata Luo Feng segera tertuju pada Shen Ming, dan mengabaikan yang lainnya. Dari matanya, Luo Feng tahu kalau wanita yang belum dia kenal justru memiliki kepercayaan padanya, berbeda dengan Shen Huang dan empat orang lainnya.

Merasa sedang ditatap pemuda yang ingin dia temui, Shen Ming segera memperkenalkan dirinya. “Tuan Muda, saya Shen Ming, Tetua Kedua Klan Shen di Pulau Besar Zhu Dao,” ucapnya memperkenalkan diri.

Luo Feng masih terlihat tenang setelah tahu identitas Shen Ming, meski dalam hati dia cukup terkejut dengan keberadaan salah satu Tetua Klan Shen.

“Kalau boleh tahu, apa yang membawa Bibi datang jauh-jauh ke tempat ini? Apa Bibi ada perlu denganku?” tanya Luo Feng dengan wajah tanpa ekspresi dan suara datarnya.

“Apa anda Tuan Muda Luo Feng? Jika iya, kedatangan saya ke tempat ini adalah untuk meminta bantuan pada Tuan Muda!” ucap Shen Ming berterus-terang tentang apa yang menjadi tujuannya.

Luo Feng sedikit mengangkat alis kanannya, saat mendengar ucapan Shen Ming.

“Aku memang Luo Feng, tapi aku tidak merasa memiliki kewajiban memberi bantuan pada Bibi, dan lagi aku sama sekali tidak tahu permasalahan seperti apa yang sedang Bibi alami!” Luo Feng menatap Shen Ming, dan dia sedikit merasa aneh dengan sosoknya yang tiba-tiba saja datang, lalu begitu saja ingin meminta bantuan darinya tanpa lebih dulu menjelaskan permasalahan yang sedang di alami.

Mendengarnya, segera saja Shen Ming menceritakan apa yang sedang terjadi pada Klan Shen. Semua dia ceritakan pada Luo Feng tanpa ada yang dia tutup-tutupi darinya. Bahkan dia menceritakan tentang keadaan Patriak Klan Shen yang sedang sakit keras, padahal masalah sakit Patriak Klan Shen adalah sesuatu yang sangat dirahasiakan oleh seluruh anggota Klan Shen.

Beberapa kali Luo Feng menganggukkan kepala saat mendengar cerita Shen Ming, dan dari cerita itu dia sangat jelas bisa memahami keadaan Klan Shen yang ada di Pulau Besar Zhu Dao. Keadaannya memang tak seburuk keadaan Klan Shui sebelum kedatangannya, tapi keadaan itu bisa jauh lebih buruk jika tidak segera dihentikan.

“Bukannya permasalahan Klan Shen dapat terselesaikan asalkan Patriak Klan kalian sembuh dari penyakitnya?” ujar Luo Feng.

“Dengan kesembuhan Patriak, permasalahan memang bisa teratasi, tapi kami benar-benar telah menemui jalan buntu untuk kesembuhan penyakit Patriak Klan,” balas Shen Ming.

“Memang apa penyakit apa yang diderita Patriak Klan Shen? Apa itu penyakit yang sangat langka, atau justru sebuah racun yang penawarnya belum ditemukan?” tanya Luo Feng sambil mencoba menebak jenis penyakit apa yang diderita Patriak Klan Shen.

“Tebakan Tuan Muda ada benarnya, Patriak Klan Shen bukan menderita sebuah penyakit, melainkan sebuah racun yang sampai sekarang belum ada penawarnya. Racun itu seperti hidup, dan bukan hanya belum ditemukan penawarnya tapi belum ada yang tahu jenis dari racun yang terus-menerus menggerogoti kehidupan Patriak,” ucap Shen Ming.

Mendengar ucapan Shen Ming, Luo Feng jadi penasaran racun apa sekiranya yang menggerogoti kehidupan Patriak Klan Shen, dan jika ingin memuaskan rasa penasarannya dia harus melihatnya secara langsung di kediaman Klan Shen.

Luo Feng sebenarnya bisa-bisa saja pergi ke kediaman Klan Shen untuk melihat keadaan Patriak Klan Shen, dan siapa tahu dia bisa membantu kesembuhan orang itu. Akan tetapi, dengan keadaan Klan Shui yang baru bangkit, dia belum yakin jika harus pergi jauh meninggalkan Klan Shui.

Masih dengan pandangan tertuju pada Shen Ming, Luo Feng berbicara, “Sebenarnya aku cukup penasaran dengan keadaan Patriak Klan Shen, tapi syangnya aku tidak bisa pergi meninggalkan Klan Shui tanpa penjagaan.”

“Apa mungkin Tuan Muda tahu racun apa yang diderita Patriak Klan Shen?” tanya Shen Ming sembari berharap mendapat jawaban yang menyenangkan dari Luo Feng.

“Aku harus melihatnya secara langsung untuk bisa mengetahui jenis racun yang menggerogoti kehidupan Patriak Klan Shen, tapi aku sudah katakan kalau sulit bagiku meninggalkan Klan Shui untuk saat ini!” jawab Luo Feng.

Shen Ming sejenak terdiam, tapi tak lama senyum cerah terlihat di bibirnya yang tipis.

Memikirkan inti ucapan Luo Feng, dia akhirnya menyadari satu hal, dan itu sebenarnya sangat mudah disadari. “Asalkan Tuan Muda bersedia ikut saya untuk melihat keadaan Patriak Klan Shen, saya bersedia mengabulkan seluruh permintaan Tuan Muda, asalkan itu masih berada di dalam batasan saya!”

Shen Huang dan keempat saudaranya sebenarnya sedikit keberatan dengan keputusan Shen Ming, tapi mereka memilih tetap diam karena tidak ingin memancing kembali amarah seorang Shen Ming.

Di saat kelima orang itu dengan terpaksa diam sambil menahan keinginan mereka memprotes keputusan Shen Ming, Luo Feng justru menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.

Bukannya langsung mengatakan permintaannya pada Shen Ming, Luo Feng justru lebih dulu menunjukkan lencana miliknya, yang menunjukkan jika dirinya adalah bagian dari Klan Luo. Bukan hanya sekedar bagian atau anggota Klan biasa, tapi dia adalah bagian dari keluarga inti Klan Luo.

Melihat apa yang ditunjukkan Luo Feng padanya, Shen Ming mencoba menilai keaslian lencana milik Luo Feng. Tak lama melakukan penilaian, tiba-tiba Shen Ming bangkit berdiri dan mencoba berlutut di hadapan Luo Feng. Akan tetapi dia tidak bisa berlutut karena ada kekuatan yang menahannya.

“Aku menunjukkan ini padamu bukan karena aku ingin kamu berlutut, tapi aku menunjukkan ini supaya kamu tahu siapa aku!” ucap Luo Feng tegas, dan dengan sedikit menggerakkan tangannya dia mengirim Shen Ming duduk kembali di tempatnya.

“Sejak awal melihatmu, aku sudah bisa melihat kepercayaan yang kamu berikan padaku, dan sebenarnya aku sama sekali tidak keberatan ikut denganmu melihat keadaan Patriak Klan Shen.”

“Namun, aku akan pergi jika kamu bersedia memenuhi dua permintaanku!”

Shen Ming sejak awal tidak keberatan dengan permintaan Luo Feng, asal itu tak melewati batasannya, tapi sejak awal juga Shen Huang dan empat orang lainnya keberatan dengan keputusannya.

“Permintaan pertama, aku ingin kamu memastikan keamanan Klan Shui selama kepergianku! Untuk permintaan kedua, aku ingin melatih mereka berlima sesuai dengan keinginanku!”

Luo Feng menyeringai setelah selesai mengatakan dia permintaannya, yang mana permintaan keduanya dia meminta Shen Ming mengizinkannya melatih Shen Huang dan empat orang lainnya.

Dari dua permintaan Luo Feng, Shen Ming tak melihat ada yang melewati batasannya, dan permintaan itu terasa terlalu mudah untuk dilakukan.

Mejaga keamanan Klan Shui, dia bisa mengirim orang-orang kepercayaannya untuk melindungi Klan Shui. Sedangkan untuk permintaan kedua, dia justru merasa sangat senang karena kelima putranya akan mendapat bimbingan langsung dari Tuan Muda Klan Luo.

Sedangkan Shen Huang dan empat orang lainnya, entah kenapa mereka merasakan firasat buruk setelah mendengar permintaan kedua Luo Feng.

Mereka, terutama Shen Huang, mereka telah membuat marah Luo Feng karena tidak mempercayainya, dan kemungkinan latihan yang dimaksud Luo Feng adalah caranya membalas dendam pada mereka.

“Tuan Muda, seribu orang kepercayaan saya akan menjaga keamanan Klan Shui selama kepergianku Tuan Muda. Sedangkan untuk mereka, saya pastikan mereka akan menuruti semua keinginan Tuan Muda!” ucap Shen Ming tegas.

Luo Feng kembali menunjukkan senyuman tipis di bibirnya mendengar ucapan Shen Ming. “Mereka akan aku latih begitu urusanku di kediaman Klan Shen selesai!” ucapnya tegas.

Shen Ming hanya mengangguk patuh mendengarnya, sedangkan Shen Huang dan empat orang lainnya, mereka merasa akan segera melewati hari-hari keras selayaknya kehidupan di neraka terdalam.

...----------------...

Bersambung.

Terpopuler

Comments

anwar sanusi

anwar sanusi

keren

2025-03-05

0

Harman Loke

Harman Loke

mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget

2025-01-10

0

Eneng Eneng

Eneng Eneng

Agak bermutu obrolanya

2024-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Mengalami Masalah Pikiran
3 Ranah Kultivasi
4 Cincin Ruang
5 Membantu Klan Shui
6 Kitab Jurus Tingkat Hitam
7 Pelatihan Tanpa Istirahat
8 Hasil Dari Latihan
9 Pergi Ke Klan Yun
10 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12 Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13 Terbongkarnya Perbuatan Curang
14 Serangan Yang Telah Direncanakan
15 Cerita Tentang Klan Luo
16 Rencana Balas Dendam
17 Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18 Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19 Permintaan Luo Feng
20 Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21 Keterkejutan Semua Orang
22 Kematian Shen Pan
23 Keinginan Luo Feng
24 Sifat Arogan Pembawa Masalah
25 Pergi Meninggalkan Klan Shen
26 Bersikap Kejam Pada Musuh
27 Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28 Musnah Tak Bersisa
29 Metode Latihan Luo Feng
30 Kemunculan Binatang Buas
31 Memburu Binatang Buas
32 Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33 Memulai Perjalanan
34 Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35 Kematian Patriak Klan Yun
36 Informasi Penting Tentang Klan Qing
37 Bertemu Kawanan Bandit
38 Lagi-Lagi Klan Qing
39 Pergi Melanjutkan Perjalanan
40 Serangan Gurita Raksasa
41 Sosok Qing Ciao
42 Menuju Daratan Tengah
43 Pulau Di Tengah Samudra
44 Rencana Dua Tetua Klan Qing
45 Sampai Di Daratan Tengah
46 Perkumpulan Naga Giok
47 Balasan Setimpal
48 Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49 Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50 Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51 Kekuatan Iblis Kegelapan
52 Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53 Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54 Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55 Serangan Bertubi-Tubi
56 Dua Sosok Tidak Asing
57 Mata-Mata Klan Qing
58 Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59 Arena Pertarungan Bebas
60 Wanita Dari Klan Luo
61 Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62 Sampai Di Kota Yuan
63 Memasuki Kediaman Klan Yuan
64 Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65 Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66 Menyerang Markas Pemberontak
67 Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68 Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69 Akhir Para Pengkhianat
70 Pria Bertopeng Tengkorak
71 Memata-Matai Mata-Mata
72 Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73 Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74 Kematian Raja Siluman
75 Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76 Melakukan Peregangan Otot
77 Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78 Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79 Gelombang Serangan Binatang Buas
80 Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81 Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82 Di Jurang Kabut Kematian
83 Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84 Meremehkan Musuh
85 Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86 Memenangkan Pertarungan
87 Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88 Keputusasaan
89 Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90 Belum Saatnya Mati
91 Merasa Tidak Adil
92 Ketakutan Patriak Qing Qong
93 Dijadikan Makanan Binatang Buas
94 Gunung Kematian
95 Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96 Senjata Pusaka Klan Luo
97 Senjata Untuk Luo Xue
98 Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99 Pertemuan Keluarga
100 Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101 Datang Memberi Peringatan
102 Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103 Reuni Dengan Klan Shui
104 Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105 Kedatangan Luo Hong
106 Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107 Kawan Atau Lawan
108 Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109 Hari Pernikahan
110 Pesta Malam Dan Malam Pertama
111 Upacara Penghormatan Pagi
112 Patriak Baru Klan Luo
113 Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114 Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115 Kekuatan Elemen Kegelapan
116 Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117 Bertemu Dua Ekor Naga
118 Cincin Penguasa Alam Semesta
119 Kekuatan Baru Luo Xue
120 Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121 Racun Dalam Makanan
122 Melawan Enam Orang Pemuda
123 Salah Menyinggung Orang
124 Hukuman Untuk Penguasa Kota
125 Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126 Mendapatkan Informasi Berharga
127 Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128 Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129 Persiapan Klan Luo
130 Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131 Sambutan Untuk Musuh
132 Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133 Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134 Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135 Mengepung Perkemahan Musuh
136 Mempermainkan Lawan
137 Musnah Dalam Sekali Serang
138 Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139 Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140 Kemarahan Luo Feng
141 Sumpah Luo Feng
142 Terpojoknya Su Jing
143 Guang Wu Sekarat
144 Penyesalan Su Jing
145 Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146 Pergi Ke Alam Surgawi
147 Berada Di Alam Surgawi
148 Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149 Keputusan Penguasa Kota
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Mengalami Masalah Pikiran
3
Ranah Kultivasi
4
Cincin Ruang
5
Membantu Klan Shui
6
Kitab Jurus Tingkat Hitam
7
Pelatihan Tanpa Istirahat
8
Hasil Dari Latihan
9
Pergi Ke Klan Yun
10
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12
Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13
Terbongkarnya Perbuatan Curang
14
Serangan Yang Telah Direncanakan
15
Cerita Tentang Klan Luo
16
Rencana Balas Dendam
17
Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18
Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19
Permintaan Luo Feng
20
Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21
Keterkejutan Semua Orang
22
Kematian Shen Pan
23
Keinginan Luo Feng
24
Sifat Arogan Pembawa Masalah
25
Pergi Meninggalkan Klan Shen
26
Bersikap Kejam Pada Musuh
27
Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28
Musnah Tak Bersisa
29
Metode Latihan Luo Feng
30
Kemunculan Binatang Buas
31
Memburu Binatang Buas
32
Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33
Memulai Perjalanan
34
Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35
Kematian Patriak Klan Yun
36
Informasi Penting Tentang Klan Qing
37
Bertemu Kawanan Bandit
38
Lagi-Lagi Klan Qing
39
Pergi Melanjutkan Perjalanan
40
Serangan Gurita Raksasa
41
Sosok Qing Ciao
42
Menuju Daratan Tengah
43
Pulau Di Tengah Samudra
44
Rencana Dua Tetua Klan Qing
45
Sampai Di Daratan Tengah
46
Perkumpulan Naga Giok
47
Balasan Setimpal
48
Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49
Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50
Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51
Kekuatan Iblis Kegelapan
52
Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53
Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54
Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55
Serangan Bertubi-Tubi
56
Dua Sosok Tidak Asing
57
Mata-Mata Klan Qing
58
Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59
Arena Pertarungan Bebas
60
Wanita Dari Klan Luo
61
Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62
Sampai Di Kota Yuan
63
Memasuki Kediaman Klan Yuan
64
Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65
Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66
Menyerang Markas Pemberontak
67
Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68
Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69
Akhir Para Pengkhianat
70
Pria Bertopeng Tengkorak
71
Memata-Matai Mata-Mata
72
Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73
Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74
Kematian Raja Siluman
75
Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76
Melakukan Peregangan Otot
77
Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78
Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79
Gelombang Serangan Binatang Buas
80
Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81
Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82
Di Jurang Kabut Kematian
83
Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84
Meremehkan Musuh
85
Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86
Memenangkan Pertarungan
87
Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88
Keputusasaan
89
Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90
Belum Saatnya Mati
91
Merasa Tidak Adil
92
Ketakutan Patriak Qing Qong
93
Dijadikan Makanan Binatang Buas
94
Gunung Kematian
95
Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96
Senjata Pusaka Klan Luo
97
Senjata Untuk Luo Xue
98
Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99
Pertemuan Keluarga
100
Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101
Datang Memberi Peringatan
102
Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103
Reuni Dengan Klan Shui
104
Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105
Kedatangan Luo Hong
106
Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107
Kawan Atau Lawan
108
Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109
Hari Pernikahan
110
Pesta Malam Dan Malam Pertama
111
Upacara Penghormatan Pagi
112
Patriak Baru Klan Luo
113
Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114
Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115
Kekuatan Elemen Kegelapan
116
Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117
Bertemu Dua Ekor Naga
118
Cincin Penguasa Alam Semesta
119
Kekuatan Baru Luo Xue
120
Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121
Racun Dalam Makanan
122
Melawan Enam Orang Pemuda
123
Salah Menyinggung Orang
124
Hukuman Untuk Penguasa Kota
125
Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126
Mendapatkan Informasi Berharga
127
Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128
Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129
Persiapan Klan Luo
130
Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131
Sambutan Untuk Musuh
132
Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133
Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134
Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135
Mengepung Perkemahan Musuh
136
Mempermainkan Lawan
137
Musnah Dalam Sekali Serang
138
Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139
Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140
Kemarahan Luo Feng
141
Sumpah Luo Feng
142
Terpojoknya Su Jing
143
Guang Wu Sekarat
144
Penyesalan Su Jing
145
Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146
Pergi Ke Alam Surgawi
147
Berada Di Alam Surgawi
148
Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149
Keputusan Penguasa Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!