Mengalami Masalah Pikiran

Bangkit berdiri setelah terjatuh dalam posisi memalukan yang tak ingin dia ulangi di masa yang akan datang, Luo Feng mengarahkan pandangan pada tubuh harimau raksasa yang tak lagi berbentuk.

Melihat harimau itu jelas mati, arah pandangan Luo Feng segera tertuju ke arah lain dan tak lama bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman, saat dia melihat keberadaan lima orang yang dari arah pandangan mereka, dia tahu apa yang sedang mereka lihat.

Sambil melihat keadaan tubuhnya yang baru saja berbenturan dengan pohon besar, Luo Feng perlahan menghampiri lima orang yang sepertinya belum menyadari keberadaannya. Lima orang itu masih fokus pada tubuh harimau api yang tak lagi berbentuk, dan karena tidak merasakan ancaman dari sosok Luo Feng mereka tak terlalu memperhatikan keberadaannya.

Segera Luo Feng memukul pelan punggung salah satu orang, tentu dia memilih berinteraksi dengan sesama pria. “Aku tidak tahu dan tidak peduli kenapa kalian diam mematung di tempat ini. Aku cuma ingin bertanya, dimana kita saat ini?”

Tentunya orang yang mendapat pukulan ringan dari Luo Feng terkejut, dan segera saja dia mengarahkan pandangan pada sosok yang jelas sedang berbicara sekaligus menanyakan sesuatu padanya.

Menoleh dan melihat penampilan Luo Feng, sempat dia mengira pria di hadapannya bagian dari Klan nya, tapi tak adanya lencana Klan di ikat pinggang pria itu, membuat dia dan keempat temannya segera bersikap waspada.

“Anak muda, apa yang kamu lakukan di hutan milik Klan Shui?” Bukannya menjawab pertanyaan Luo Feng, pria yang diberi pertanyaan justru bertanya balik pada Luo Feng.

Luo Feng dengan tenang memberi jawaban. “Aku tidak tahu sedang berada di mana, yang aku tahu, begitu membuka mata aku sudah berada di hutan ini, lalu tak lama aku mendengar suara ledakan dari arah tempat ini.”

Tak ada kebohongan dari jawaban yang diberikan Luo Feng, begitu juga dengan lima orang di hadapannya yang sama sekali tidak merasakan adanya kebohongan dari jawabannya. Namun, tetap saja mereka merasa aneh dengan keberadaan Luo Feng.

“Anak muda, apa kamu memiliki lencana identitas untuk menunjukkan siapa kamu sebenernya?” Pria yang sama bertanya pada Luo Feng.

“Lencana identitas? Kalau aku boleh tahu, benda seperti apa yang kamu maksud?” Luo Feng tidak tahu benda apa itu lencana identitas, kalau kartu Identitas jelas dia memilikinya, tapi itu sewaktu dia hidup di bumi.

Kerutan terlihat di kening pria yang terus berinteraksi dengan Luo Feng. “Ini adalah lencana identitas, dan semua orang wajib memilikinya untuk sebagai penunjuk identitas,” ucapnya sembari menunjukkan lencana gion berbentuk riak air yang menunjukkan identitasnya sebagai anggota Klan Shui.

Menatap lekat apa yang terlihat oleh kedua matanya, tangan kanan Luo Feng meraba sesuatu di ikat pinggangnya, lalu dia mengeluarkan sesuatu yang mengganjal dan membuatnya tidak nyaman. Melihat sesuatu di tangan kanannya, dia menunjukkan benda itu pada pria di hadapannya.

“Aku tidak memiliki lencana seperti yang kamu miliki, tapi aku memiliki ini, yang mana aku sendiri tidak tahu apa benda ini bisa menunjukkan identitasku pada kalian.” Giok segi enam berwarna putih, dengan corak petir berwarna biru ditunjukkan Luo Feng pada orang-orang di hadapannya.

Kelimanya tahu jika apa yang ditunjukkan Luo Feng pada mereka adalah sebuah lencana untuk menunjukkan identitasnya, tapi mereka belum yakin kalau Luo Feng bagian dari Klan pemilik lencana yang berada di tangannya.

Giok segi enam berwarna putih dengan corak petir berwarna biru adalah lencana yang biasa dimiliki Klan Luo, Klan kuno yang keberadaannya sudah lama menghilang, bahkan konon katanya Klan Luo telah musnah, tapi dari catatan kuno yang kebetulan di miliki oleh Klan Shui, dikatakan Klan Luo bukannya musnah, melainkan mengisolasi Klan dari dunia luar karena Klan Luo tidak ingin terlibat dalam perebutan posisi Klan terkuat yang saat itu sedang terjadi.

Klan Shui sendiri di masa lalu merupakan Klan kecil pengikut Klan Luo, dan sampai sekarang Patriark Klan maupun para Tetua, mereka masih sangat tunduk pada peraturan lama Klan Luo, meski mereka tak mengetahui keberadaan Klan Luo.

Bahkan sejak dulu lambang Klan Luo senantiasa bersanding dengan lambang Klan Shui, dan generasi muda Klan Shui senantiasa mendapat pelajaran tentang Klan Luo, terutama ciri-ciri anggota Klan Luo.

Mengingat ciri-ciri Klan Luo yang pernah dipelajarinya, pria yang terus berkomunikasi dengan Luo Feng, dia mencoba mencari ciri-ciri fisik anggota Klan Luo pada diri Luo Feng. Mata Biru, rambut hitam, tidak memiliki aura spiritual yang menunjukkan jika dia seorang kultivator. Tiga ciri itu dia temukan pada diri pria di hadapannya, dan dia mulai yakin jika Luo Feng adalah bagian dari Klan Luo.

Namun, untuk semakin membuatnya yakin, dia mengeluarkan bola kristal bening seukuran genggaman tangan pria dewasa. Dengan bola kristal di tangannya, dia ingin meyakinkan dirinya jika pria di hadapannya adalah bagian dari Klan Luo.

“Tuan Muda, apa aku boleh melakukan sedikit pembuktian untuk membuktikan apa lencana ini benar-benar milik Tuan Muda?” Pria yang belum memperkenalkan siapa dirinya, dia kembali membuka suara.

Karena sadari awal tidak merasakan bahaya dari mereka, mendengar pertanyaan pria di hadapannya, Luo Feng hanya menganggukkan kepala.

“Tuan Muda silahkan pegang kristal ini, dan biarkan kristal ini membuktikan semuanya.” Pria itu memberikan bola kristal bening pada Luo Feng.

Luo Feng menerimanya lalu bertanya, “Apa aku hanya perlu memegangnya seperti ini?” Luo Feng menunjukkan bola kristal di tangannya.

Belum juga ada yang menjawab pertanyaannya, bola kristal di tangan Luo Feng sudah memancarkan cahaya biru terang, sebuah warna cahaya yang sudah lama tak pernah keluar dari bola kristal.

“Shui Yin, segera pergi Patriark Klan, dan aku rasa tahu apa yang harus kamu laporkan!” Shui Cen, pria yang sejak tadi berbicara dengan Luo Feng, dia segera memberi perintah pada wanita di belakangnya.

Mendengar perintah dari ketua kelompoknya, tak membuang waktu Shui Yin segera kembali ke Klan Shui.

Pembicaraan Shui Cen dan kepergian Shui Yin tidak disadari Luo Feng yang terlalu fokus pada kristal bercahaya di tangannya.

Bola kristal yang semula memancarkan cahaya berwarna biru, tiba-tiba berubah menjadi memancarkan cahaya berwarna kuning, tak lama berubah lagi menjadi warna putih, dan secara berturut-turut berubah warna menjadi hijau, merah, coklat, ungu, dan terakhir warna hitam.

Tidak lama setelah memancarkan cahaya berwarna hitam, bola kristal kembali seperti semula. “Bola kristal apa ini sebenarnya? Kenapa setelah memancarkan cahaya warna-warni, bola kristal ini kembali seperti semula?”

Saat Luo Feng terus melihat bola kristal yang berada di tangannya, dia sama sekali tidak menyadari keadaan orang-orang di hadapannya yang ternganga, setelah melihat sesuatu yang seumur hidup baru kali ini mereka melihatnya.

Selama ini mereka hanya melihat bola kristal memancarkan paling banyak tiga warna berbeda, tapi barusan apa yang mereka lihat adalah bola kristal itu memancarkan lebih dari lima warna berbeda.

Setelah berhasil terlepas dari keterkejutan dan memenangkan dirinya, Shui Cen mengarahkan pandangan pada sosok di hadapannya, dan sekarang dia sangat yakin sosok di hadapannya adalah bagian dari Klan Luo. Lalu untuk giok segi enam berwarna putih dengan corak petir berwarna biru, Shui Cen ingat jika giok milik Luo Feng adalah sebuah lencana yang biasanya hanya dimiliki Tuan Muda Klan Luo.

Merasa tidak mengerti dengan kegunaan bola kristal di tangannya, Luo Feng memutuskan mengembalikan benda itu pada pemiliknya, dan barulah dia merasa ada yang aneh dengan orang-orang di hadapannya saat pandangannya tertuju pada mereka. “Kenapa kalian mirip orang yang baru terkejut? Apa ada sesuatu yang mengejutkan kalian?”

“Apa Tuan Muda tidak tahu kalau apa yang baru saja Tuan Muda lakukan telah membuat kami terkejut?” Shui Cen bertanya, dan berharap mendapatkan jawaban memuaskan dari Luo Feng.

“Apa yang baru aku lakukan sampai membuat kalian terkejut? Bukannya barusan aku hanya memegang bola kristal yang silih berganti memancarkan cahaya berbeda, sebelum kembali seperti pertama kali aku memegangnya!” ucap Luo Feng dengan bingun karena dia merasa tidak melakukan sesuatu yang dapat membuat orang lain terkejut.

‘Entah kenapa aku merasa ada yang salah dengan isi pikiran Tuan Muda ini! Dia terlihat seperti orang yang tidak mengetahui apa-apa.’ Shui Cen berbicara dalam hati.

“Apa Tuan Muda tidak tahu kalau bola kristal itu kegunaannya untuk melihat akar roh elemen yang berada dalam diri seseorang?” Jika Luo Feng menjawab tidak tahu, Shui Cen yakin benar-benar ada yang salah dengan pikiran Luo Feng.

Benar saja, Luo Feng menjawab tidak tahu, bahkan dia mengira bola kristal di tangannya hanyalah sebuah hiasan yang mampu memancarkan cahaya warna-warni.

Sedangkan Shui Cen, sejak mendengar jawaban terakhir Luo Feng, dia hanya bisa pasrah menjelaskan pengetahuan dasar yang sama sekali tidak dimengerti oleh Luo Feng, dan akhirnya dia tahu Luo Feng adalah nama pria yang sejak tadi berbicara dengannya.

...----------------...

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Eneng Eneng

Eneng Eneng

Lumayan bermutu obrolanya sayang gak dipoles. Lanjutkan Imajinasimu

2024-11-05

0

Harman Loke

Harman Loke

Lou Feng tidak tahu tentang perubahan warna

2025-01-10

0

Megi Mariska

Megi Mariska

Kok aneh yah... Hidup kembali di suatu dunia baru, tapi ga ditinggal in informasi ttg dunia ybs...?? Kan jadi keliatan banget o'on nya tuh MC 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2024-12-21

3

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Mengalami Masalah Pikiran
3 Ranah Kultivasi
4 Cincin Ruang
5 Membantu Klan Shui
6 Kitab Jurus Tingkat Hitam
7 Pelatihan Tanpa Istirahat
8 Hasil Dari Latihan
9 Pergi Ke Klan Yun
10 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11 Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12 Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13 Terbongkarnya Perbuatan Curang
14 Serangan Yang Telah Direncanakan
15 Cerita Tentang Klan Luo
16 Rencana Balas Dendam
17 Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18 Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19 Permintaan Luo Feng
20 Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21 Keterkejutan Semua Orang
22 Kematian Shen Pan
23 Keinginan Luo Feng
24 Sifat Arogan Pembawa Masalah
25 Pergi Meninggalkan Klan Shen
26 Bersikap Kejam Pada Musuh
27 Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28 Musnah Tak Bersisa
29 Metode Latihan Luo Feng
30 Kemunculan Binatang Buas
31 Memburu Binatang Buas
32 Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33 Memulai Perjalanan
34 Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35 Kematian Patriak Klan Yun
36 Informasi Penting Tentang Klan Qing
37 Bertemu Kawanan Bandit
38 Lagi-Lagi Klan Qing
39 Pergi Melanjutkan Perjalanan
40 Serangan Gurita Raksasa
41 Sosok Qing Ciao
42 Menuju Daratan Tengah
43 Pulau Di Tengah Samudra
44 Rencana Dua Tetua Klan Qing
45 Sampai Di Daratan Tengah
46 Perkumpulan Naga Giok
47 Balasan Setimpal
48 Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49 Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50 Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51 Kekuatan Iblis Kegelapan
52 Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53 Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54 Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55 Serangan Bertubi-Tubi
56 Dua Sosok Tidak Asing
57 Mata-Mata Klan Qing
58 Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59 Arena Pertarungan Bebas
60 Wanita Dari Klan Luo
61 Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62 Sampai Di Kota Yuan
63 Memasuki Kediaman Klan Yuan
64 Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65 Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66 Menyerang Markas Pemberontak
67 Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68 Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69 Akhir Para Pengkhianat
70 Pria Bertopeng Tengkorak
71 Memata-Matai Mata-Mata
72 Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73 Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74 Kematian Raja Siluman
75 Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76 Melakukan Peregangan Otot
77 Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78 Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79 Gelombang Serangan Binatang Buas
80 Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81 Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82 Di Jurang Kabut Kematian
83 Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84 Meremehkan Musuh
85 Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86 Memenangkan Pertarungan
87 Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88 Keputusasaan
89 Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90 Belum Saatnya Mati
91 Merasa Tidak Adil
92 Ketakutan Patriak Qing Qong
93 Dijadikan Makanan Binatang Buas
94 Gunung Kematian
95 Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96 Senjata Pusaka Klan Luo
97 Senjata Untuk Luo Xue
98 Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99 Pertemuan Keluarga
100 Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101 Datang Memberi Peringatan
102 Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103 Reuni Dengan Klan Shui
104 Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105 Kedatangan Luo Hong
106 Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107 Kawan Atau Lawan
108 Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109 Hari Pernikahan
110 Pesta Malam Dan Malam Pertama
111 Upacara Penghormatan Pagi
112 Patriak Baru Klan Luo
113 Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114 Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115 Kekuatan Elemen Kegelapan
116 Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117 Bertemu Dua Ekor Naga
118 Cincin Penguasa Alam Semesta
119 Kekuatan Baru Luo Xue
120 Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121 Racun Dalam Makanan
122 Melawan Enam Orang Pemuda
123 Salah Menyinggung Orang
124 Hukuman Untuk Penguasa Kota
125 Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126 Mendapatkan Informasi Berharga
127 Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128 Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129 Persiapan Klan Luo
130 Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131 Sambutan Untuk Musuh
132 Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133 Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134 Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135 Mengepung Perkemahan Musuh
136 Mempermainkan Lawan
137 Musnah Dalam Sekali Serang
138 Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139 Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140 Kemarahan Luo Feng
141 Sumpah Luo Feng
142 Terpojoknya Su Jing
143 Guang Wu Sekarat
144 Penyesalan Su Jing
145 Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146 Pergi Ke Alam Surgawi
147 Berada Di Alam Surgawi
148 Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149 Keputusan Penguasa Kota
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Mengalami Masalah Pikiran
3
Ranah Kultivasi
4
Cincin Ruang
5
Membantu Klan Shui
6
Kitab Jurus Tingkat Hitam
7
Pelatihan Tanpa Istirahat
8
Hasil Dari Latihan
9
Pergi Ke Klan Yun
10
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [1]
11
Kompetisi Pulau Kecil Bai Dao [2]
12
Mengambil Kembali Milik Klan Shui
13
Terbongkarnya Perbuatan Curang
14
Serangan Yang Telah Direncanakan
15
Cerita Tentang Klan Luo
16
Rencana Balas Dendam
17
Tanpa Kepercayaan Tak Akan Pernah Ada Bantuan
18
Kedatangan Salah Satu Tetua Klan Shen
19
Permintaan Luo Feng
20
Pergi Ke Kediaman Klan Shen
21
Keterkejutan Semua Orang
22
Kematian Shen Pan
23
Keinginan Luo Feng
24
Sifat Arogan Pembawa Masalah
25
Pergi Meninggalkan Klan Shen
26
Bersikap Kejam Pada Musuh
27
Memusnahkan Yang Memang Pantas Dimusnahkan
28
Musnah Tak Bersisa
29
Metode Latihan Luo Feng
30
Kemunculan Binatang Buas
31
Memburu Binatang Buas
32
Mendapat Sedikit Tambahan Kekuatan
33
Memulai Perjalanan
34
Rencana Klan Yun dan Klan Qing
35
Kematian Patriak Klan Yun
36
Informasi Penting Tentang Klan Qing
37
Bertemu Kawanan Bandit
38
Lagi-Lagi Klan Qing
39
Pergi Melanjutkan Perjalanan
40
Serangan Gurita Raksasa
41
Sosok Qing Ciao
42
Menuju Daratan Tengah
43
Pulau Di Tengah Samudra
44
Rencana Dua Tetua Klan Qing
45
Sampai Di Daratan Tengah
46
Perkumpulan Naga Giok
47
Balasan Setimpal
48
Kembali Ke Kediaman Klan Ye
49
Bersiap Menghadapi Perkumpulan Naga Giok
50
Seperti Binatang Yang Terjebak Dalam Perangkap
51
Kekuatan Iblis Kegelapan
52
Akhir Dari Perkumpulan Naga Giok
53
Meningkatkan Kekuatan Klan Ye
54
Kedatangan Dua Tetua Klan Qing
55
Serangan Bertubi-Tubi
56
Dua Sosok Tidak Asing
57
Mata-Mata Klan Qing
58
Perkembangan Kekuatan Klan Shui Dan Klan Shen
59
Arena Pertarungan Bebas
60
Wanita Dari Klan Luo
61
Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao
62
Sampai Di Kota Yuan
63
Memasuki Kediaman Klan Yuan
64
Informasi Markas Pengkhianat Klan Yuan
65
Membebaskan Tawanan Para Pengkhianat
66
Menyerang Markas Pemberontak
67
Akhir Pemberontakan Di Klan Yuan
68
Keberadaan Jurang Kabut Kematian
69
Akhir Para Pengkhianat
70
Pria Bertopeng Tengkorak
71
Memata-Matai Mata-Mata
72
Pertarungan Di Istana Raja Siluman
73
Wujud Asli Raja Siluman Terdahulu
74
Kematian Raja Siluman
75
Meningkatkan Kekuatan Siluman Di Pulau Besar Taiyang Dao
76
Melakukan Peregangan Otot
77
Menyerang Untuk Menjemput Kematian
78
Terputus Hubungan Dengan Orang Luar
79
Gelombang Serangan Binatang Buas
80
Akhir Dari Gelombang Serangan Binatang Buas
81
Pengaruh Buruk Aura Kegelapan
82
Di Jurang Kabut Kematian
83
Mencoba Menundukkan Jurang Kabut Kematian
84
Meremehkan Musuh
85
Iblis Kegelapan Dan Iblis Kematian
86
Memenangkan Pertarungan
87
Meninggalkan Dasar Jurang Kabut Kematian
88
Keputusasaan
89
Peperangan Klan Yuan Dan Klan Qing
90
Belum Saatnya Mati
91
Merasa Tidak Adil
92
Ketakutan Patriak Qing Qong
93
Dijadikan Makanan Binatang Buas
94
Gunung Kematian
95
Kematian Empat Sosok Berjubah Hitam
96
Senjata Pusaka Klan Luo
97
Senjata Untuk Luo Xue
98
Keberadaan Yang Jarang Diketahui
99
Pertemuan Keluarga
100
Persiapan Sebelum Dimulainya Peperangan
101
Datang Memberi Peringatan
102
Menyambut Kedatangan Pengikut Setia Klan Luo
103
Reuni Dengan Klan Shui
104
Menyerang Kediaman Agung Klan Qing
105
Kedatangan Luo Hong
106
Kematian Para Pengkhianat Klan Luo
107
Kawan Atau Lawan
108
Rencana Meningkatkan Kekuatan Anggota Klan Luo
109
Hari Pernikahan
110
Pesta Malam Dan Malam Pertama
111
Upacara Penghormatan Pagi
112
Patriak Baru Klan Luo
113
Pergi Ke Tanah Makam Para Dewa
114
Memasuki Wilayah Tanah Makam Para Dewa
115
Kekuatan Elemen Kegelapan
116
Pusat Wilayah Tanah Makam Para Dewa
117
Bertemu Dua Ekor Naga
118
Cincin Penguasa Alam Semesta
119
Kekuatan Baru Luo Xue
120
Meninggalkan Tanah Makam Para Dewa
121
Racun Dalam Makanan
122
Melawan Enam Orang Pemuda
123
Salah Menyinggung Orang
124
Hukuman Untuk Penguasa Kota
125
Mengawasi Secara Sembunyi-Sembunyi
126
Mendapatkan Informasi Berharga
127
Kekuatan Pulau Besar Jin Dao
128
Berlatih Jurus Tingkat Kuno
129
Persiapan Klan Luo
130
Perang Sudah Berada Di Depan Mata
131
Sambutan Untuk Musuh
132
Tidak Memberi Pengampunan Pada Musuh
133
Memburu Kenikmatan Sebelum Pergi Berperang
134
Meremehkan Kekuatan Yang Dimiliki Klan Luo
135
Mengepung Perkemahan Musuh
136
Mempermainkan Lawan
137
Musnah Dalam Sekali Serang
138
Menyerang Pulau Besar Jin Dao
139
Penyerangan Kediaman Utama Klan Luo
140
Kemarahan Luo Feng
141
Sumpah Luo Feng
142
Terpojoknya Su Jing
143
Guang Wu Sekarat
144
Penyesalan Su Jing
145
Akhir Dari Penguasa Alam Surgawi
146
Pergi Ke Alam Surgawi
147
Berada Di Alam Surgawi
148
Informasi Tentang Istana Penguasa Alam Surgawi
149
Keputusan Penguasa Kota

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!