Kedatangan kembali perwakilan Klan Shui yang sebelumnya pergi ke Klan Yun, mendapatkan sambutan luar biasa dari seluruh anggota Klan Shui, apalagi setelah kabar baik yang turut serta dibawa, oleh mereka yang baru saja datang.
Shui Zen sebagai Patriak, segera dia mengumumkan kabar baik pada semua anggota Klan Shui. “Wilayah yang jatuh ke tangan Klan lain, mulai hari ini semua wilayah itu akan kembali menjadi bagian dari Klan Shui!”
Seluruh anggota Klan Shui yang mendengar kabar baik dari Patriak Shui Zen, mereka segera bersorak bahagia, dan semua yang terjadi hari ini benar-benar tidak pernah mereka bayangkan.
Mulai dari berhasil melindungi kediaman Klan bahkan dapat mengalahkan musuh yang datang menyerang, dan kini kabar baik tentang kembalinya seluruh wilayah Klan Shui yang sebelumnya jatuh ke tangan beberapa Klan, dengan sebagian besar wilayah jatuh ke tangan Klan Huo.
“Nak, semua ini tak akan pernah didapatkan Klan Shui tanpa adanya kamu di sisi kami. Jujur saja, dengan statusmu di Klan Luo, aku merasa tidak pantas menganggapmu sebagai keponakanku. Bagaimanapun juga di masa lalu aku hanyalah salah satu putra Patriak Klan Shui, yang dikirim ke kediaman Klan Luo untuk menjadi pelayanan rendahan,” ucap Patriak Shui Zen setelah melihat kebahagiaan seluruh anggota Klan Shui.
Luo Feng menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata, “Masa lalu adalah masa kejayaan Klan Luo, tapi di masa ini siapa yang masih percaya kalau Klan Luo Masih ada? Paman, aku sudah menganggapmu sebagai keluargaku, jadi Paman tidak perlu merasa tidak pantas, apalagi memikirkan status Paman di masa lalu!”
Sorot mata Luo Feng saat ini sangat tajam, menunjukkan jika dia tidak ingin mendengar bantahan dari Patriak Shui Zen.
Sedangkan Patriak Shui Zen yang mengerti maksud sorot mata tajam Luo Feng, dia hanya bisa diam sambil menganggukkan kepala.
...----------------...
Satu hari berlalu dengan cepat.
Shen Huang yang baru tahu tentang kepergian Luo Feng dan orang-orang dari Klan Shui, dia ingin segera pergi menyusul ke kediaman Klan Shui.
Namun, dia merasa belum pantas bertemu kembali dengan Luo Feng, dikarenakan sampai saat ini dia belum bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya pada pemuda itu.
Shen Huang yang tengah kebingungan memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan, dia segera membalikkan tubuh dan melihat ke arah depan setelah mendengar suara langkah kaki mendekatinya.
Dia terkejut saat melihat Shen Ming, satu-satunya Tetua wanita di Klan Shen yang bisa-bisanya muncul di tempatnya, yang mana tempatnya saat ini masih di sekitaran Klan Yun.
“Aku tidak menyangka akan ada masalah sebesar ini di Pulau Kecil Bai Dao,” ucap Shen Ming.
Shen Huang buru-buru memberi hormat saat sorot mata tajam Shen Ming tertuju padanya. “Kenapa Ibunda ada di tempat ini? Apa Ibunda ingin melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Pulau Kecil Bai Dao?” tanyanya.
Shen Ming adalah Ibu Shen Huang, dan mereka sudah lama tidak bertemu karena Shen Huang dikirim untuk menjalani tugas di Pulau Kecil Bai Dao. “Aku di tempat ini untuk melihat pekerjaanmu, dan seperti biasa kamu membuatku kecewa!” Shen Ming kecewa pada Shen Huang yang telat mengetahui kecurangan Klan Huo dan beberapa Klan lain, yang berasal dari Pulau Kecil Bai Dao.
Tak membantah ucapan Shen Ming karena semua yang diucapkannya adalah sebuah kebenaran, Shen Huang hanya bisa diam dengan kepala tertunduk.
“Apa kau menganggap diam dan menundukkan kepala dapat menghapus kesalahanmu?” ucap Shen Ming.
“I-Ibunda, aku mengaku salah dan tidak bertanggungjawab dalam menjalankan tugasku sebagai perwakilan Pulau Besar Zhu Dao, dan karena kesalahanku sebuah Klan hampir saja hancur.” Kalau saja Shen Huang lebih dulu mengetahui kecurangan Klan Huo, tentu Klan Shui tak akan bernasib sangat buruk, seperti saat sebelum kedatangan Zhou Tian.
Shen Ming maju dua langkah dan memegang pundak Shen Huang lalu dia berkata, “Itu hanyalah salah satu kesalahan yang kamu perbuat dan seharusnya kamu sadar akan kesalahan terbesar, yang baru saja kamu lakukan!”
Mendengarnya, Shen Huang segera teringat sosok Luo Feng yang belum lama ini bertemu dengannya.
“Pertemuanmu dengan Tuan Muda Klan Luo, kenapa kamu tidak segera melaporkan pertemuan itu padaku?” ujar Shen Ming.
Shen Huang cukup terkejut saat tahu Ibunya sudah mengetahui pertemuannya dengan Luo Feng, padahal dia belum berencana menceritakan pertemuan itu padanya.
“Apa kamu pikir Ibu mu ini wanita yang tidak mengkhawatirkan keselamatan anaknya? Kamu tidak perlu bingung bagaimana aku bisa tahu pertemuanmu dengan Tuan Muda Luo Feng! Sejak awal kepergianmu, aku sudah menaruh penjaga khusus yang lebih kuat darimu, bahkan dari semua orang yang berada di dekatmu!” ucap Shen Ming yang membuat Shen Huang tak perlu bertanya darimana dia tahu tentang sosok Luo Feng.
“Kedatangku sebenarnya tidak berhubungan dengan permasalahan Klan di Pulau Kecil Bai Dao, tapi aku datang untuk bertemu dengan Tuan Muda Luo Feng. Dia masih sangat muda, tapi dia sudah sangat kuat. Hanya dengan mengetahui kekuatan, seharusnya kamu bisa memberikan kepercayaan padanya, bukannya justru bersikap egois dan tidak mempercayainya hanya karena dia jauh lebih muda darimu!”
Shen Ming sudah lama menentang pembelajaran di Klan Shen yang membuat orang tua tak memiliki kepercayaan pada mereka yang lebih muda. Menurutnya, jika pembelajaran itu terus dilanjutkan, kelak di masa depan Klan Shen tak akan pernah berkembang, dan pada akhirnya jatuh ke jurang kehancuran.
Saat mendengar laporan dari sosok yang dia tugaskan menjaga Shen Huang, dia marah karena putranya berani tidak mempercayai sosok dari Klan Luo yang selama ini keberadaannya selalu dinantikan olehnya, dan alasan ketidakpercayaan itu hanya karena usia Tuan Muda Klan Luo yang masih sangat muda.
Menatap tajam Shen Huang yang masih menundukkan kepala, Shen Ming pelan menggelengkan kepala.
“Kumpulkan ke-empat saudaramu, dan bersama-sama kita menemui Tuan Muda Luo Feng! Entah seperti apa tanggapannya saat bertemu kita, jangan pernah menunjukkan wajah penyesalan di hadapannya! Anggap saja apa yang sudah terjadi sebagai pengajaran untukmu, supaya ke depannya kamu bisa lebih pintar membedakan mana yang bisa dipercaya, dan mana yang tidak bisa dipercaya!”
Shen Huang menganggukkan kepala mengerti setelah mendengar ucapan Shen Ming, dan dia berjanji ke depannya akan lebih pintar menentukan mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak bisa dipercaya.
Setelah Shen Huang dan ke-empat saudaranya berkumpul, tak ingin waktunya tertuang sia-sia, Shen Ming langsung saja membawa mereka semua pergi ke kediaman Klan Shui, menemui sosok Luo Feng.
Di sepanjang jalan wajah Shen Ming terlihat sangat serius, dan dalam diam dia berharap dapat segera bertemu Luo Feng untuk membahas permasalahan besar yang saat ini sedang dihadapi Klan Shen di Pulau Besar Zhu Dao.
Saat ini sedang terjadi perpecahan di Klan Shen, membuat berdirinya dua kubu yang saling bertentangan. Satu kubu adalah yang mendukung bergabungnya Klan Shen menjadi bagian Klan pendukung kekuasaan Klan Qing, sedangkan kubu satunya tetap menginginkan Klan Shem menjadi bagian dari pelayan Klan Luo.
Klan Shen saat ini sudah berada di ambang perang saudara, yang bisa saja membuat kekuatan serta kekuasaan Klan Shen hancur, dan pada akhirnya jatuh ke tangan orang lain.
Shen Ming sendiri berada di kubu yang menginginkan Klan Shen tetap menjadi pelayan Klan Luo, dan karena itu dia sangat senang begitu mendengar kabar kemunculan salah satu Tuan Muda Klan Luo, yang menandakan jika Klan Luo tidak benar-benar hancur melainkan hanya sedang bersembunyi untuk memulihkan kekuatan.
Sepanjang perjalanan menuju Klan Shui, senyum tipis tak pernah luntur dari bibir Shen Ming karena setelah sekian lama akhinya dia bisa bertemu dengan salah satu anggota Klan Luo. “Meski aku belum tahu statusnya di Klan Luo, sebagai pelayan Klan Luo, sudah seharusnya aku menganggap dia sebagai sosok Tuan Muda yang harus aku hormati,” gumamnya.
Shen Ming memang hanya tahu keberadaan Luo Feng yang merupakan bagian dari Klan Luo, tapi dia masih belum mengetahui status seperti apa yang dimiliki Luo Feng di Klan Luo.
Untuk mengetahui status milik Luo Feng, dia hanya perlu melihat bentuk serta warna lencana pengenal milik Luo Feng. Bagaimanapun juga, bentuk dan warna lencana pengenal dapan menunjukkan status seseorang.
...----------------...
Suasana malam di Klan Shui sangatlah ramai karena malam ini sedang diadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hal baik yang hari ini didapatkan Klan Shui.
Luo Feng yang melihat kebahagiaan anggota Klan Shui, entah kenapa dia seolah bisa merasakan kebahagiaan mereka.
Para Tetua serta para murid Klan Shui, terlihat mereka saling bergantian melakukan penjagaan dan mengikuti pesta.
Saat terjadi pergantian penjaga untuk kesekian kalinya, Luo Feng yang sedang duduk tenang, tiba-tiba dia bangkit berdiri, dan tak lama sosok Luo Feng menghilang dari tempat duduknya.
Sebenarnya dia tidak menghilang, melainkan hanya bergerak cepat, dan dalam satu tarikan napas dia telah melayang di atas kediaman Klan Shui, dengan pandangan lurus menatap jauh ke depan.
Meski hanya tipis, di kejauhan sana dia dapat merasakan kedatangan enam sosok kuat, yang mana salah satu dari mereka lebih kuat dari Shen Huang yang pernah bertemu dengannya.
“Jika mereka datang untuk mengacaukan keadaan Klan Shui, meski mereka kuat, aku masih memiliki cukup kekuatan untuk membuat mereka tidak bisa kembali hidup-hidup ke tempat asalnya!” gumam Luo Feng tenang dengan kedua mata terbuka lebar.
“Dari tidak adanya ancaman yang terpancar bersamaan dengan aura yang dapat aku rasakan, sepertinya mereka bukan datang untuk membuat kekacauan, tapi aku tidak boleh lengah!”
Meski tahu yang datang bukan untuk membuat kekacauan di kediaman Klan Shui, Luo Feng tak sedikitpun mengendurkan tingkat kewaspadaan nya. Bahkan sewaktu-waktu dia mengaktifkan array formasi yang melindungi Klan Shui, jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan olehnya.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Harman Loke
waspada terus
2025-01-10
0
Ikram Dicky
lanjut lanjut
2024-10-20
0
Diah Susanti
zhou tian iku sopo?
2023-06-12
3